ya... eyel2an lagi, maunya cuman menang2an omong.ngomong itu ya lihat 
konteksnya, tempo hari yg diomongin investasi asing jelas disini kalau rupiah 
melemah ya investasi asing menurun.
sekali lagi kalau anda menyempitkan sebagai titel pekerjaan ya monggo saja, 
memang ada  yg namanya council of economic advisor yg merupakan agency 
tersendiri, ada juga tim penasehat ekonomi wakil presiden, dlsb. nggak masalah 
sama sekali. tetapi ini bukan berarti sso yg tidak bekerja secara resmi pada 
pejabat tertentu tidak bisa disebut economic advisor, pada dasarnya para pakar 
ekonomi yg berbicara didepan umum itu memberi nasehat ekonomi agar didengarkan 
walaupun tidak secara resmi bekerja pd penyelenggara negara.
tapi saya tahu kok pikiran anda itu sempit.
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :

Koq menyempitkan?Ente gak ngerti apa yg ente tulis! Ini pointnya! Bikin2 
istilah! Lalu kabur kalau disalahkan! Itu ente! Kalau seorang ekonom ngomong di 
seminar ekonomi disuatu universitas di indonesia dan ditanya bagaimana dampak 
politik dunia dapat mempengaruhi jalannya ekonomi Indonesia. Sang ekonom lalu 
ngomong ttg politik dunia sebatas yang dia tahu. Ini namanya apa? economic 
advisor? Ente itu banyak ndak tahunya tapi sombong2nya gak keruan2. Sekarang 
ngomong rupiah lemah atau kuat bisa baik dan bisa jelek.Lah ngapain dari dulu 
ente bashing Jokowi/Indonesia kalau rupiah lemah?Kalau rupiah menguat, ente 
kabur dan menghilang?Oh ya tahu ndak barusan siajeg mulai lagi mengingatkan 
ente rupiah melemah?!!!! HeheheheheheEnte diemkan. Ente tulis seperti ini bahwa 
rupiah lemah atau kuat bisa bagus dan bisa jelek.Hehehehehe sudah sadar ya? 
Sudah agak pinter ya?Usaha ane tidak sia2 donk! Hehehehehe Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Friday, November 18, 2016 3:12 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini  anda 
mau menyempitkan sebagai suatu titel pekerjaan ya terserah saja.dalam konteks 
ini si Chatib mencoba memberi advise. rupiah menguat atau melemah itu bisa baik 
bisa jelek tergantung apa yg dibicarakan, anda main mutlak2an.  ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :

Economic advisor itu titel pekerjaan. sekurang2nya ada yang dikasih advise 
misalnya perusahaan, agency seperti white house dinegara ente dan atau instansi 
lainnya. Kalau seorang economic advisor di white house ngomong kasih speech di 
workshop atau economic meeting, itu namanya speaker saja, bukan economic 
advisor.Begitu juga seorang economic advisor disuatu perusahaan kalau kasih 
speech diseminar ekonomi itu kapasitasnya bukan sebagai economic advisor. Jadi 
jangan bikin2 istilah kalau ndak ngerti! Ya kalau bisa baca mestinya orang bisa 
tahu dede/chatib maunya rupiah melemah dan ente sama siajeg maunya rupiah 
menguat terus! Memang betul yang eyel2an buta tulis kaya’ gini memang tidak 
perlu diladen! Nesare   From: [email protected] 
[mailto:[email protected]
Sent: Friday, November 18, 2016 11:04 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini  
memangnya kalau nggak berperan sebagai economic advisor berperan sebagai 
apalagi lha wong sudah tidak jadi menteri lagi. dgn bekerja sebagai senior 
fellow di Harvard tentu tujuannya utk memberi advise ekonomi. sebelumnya anda 
bilang "Dede atau chatib itu pengin rupiah yang lemah!" sekarang anda bilang 
"Dede ngomong dia mau rupiah menguat", sebenarnya yang mana yg benar sih? ---In 
[email protected], <nesare1@...> wrote :


Sebagai economic advisor? Economic advisor siapa?Yang ane tahu dari artikel 
ini, dede ngomong di seminar Prospek Ekonomi 2017 oleh UOB Indonesia di 
Jakarta, Rabu (17/11/2016).Bikin2 aja! Berimaginasi terus! Jangan kebanyakan 
pake’ wangsit!Ngomong diranjang aja kaya’ ginian supaya ndak ditertawain orang 
lain. Dede ngomong dia mau rupiah menguat. Beda sama ente dan ajeg kalau rupiah 
melemah langsung ditulis/dibashing.Dulu Rp.14000 ente berdua goblok2in Jokowi. 
Sekarang naik lagi dari Rp.13000, si ajeg mulai bashing lagi tapi ente 
diemkan.Lucunya waktu rupiah turun dari Rp.14000 ke Rp.13000, gak nulis apa2. 
Hilang atau menghilangkan diri! Ente berdua itu ndak ngerti bisnis. Ngertinya 
hanya bashing orang saja.Gak ada bedanya sama para isfun bashing ahok pake’ 
Al-Maidah yg ente bilang salah itu! HeheheheNesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Thursday, November 17, 2016 1:29 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini  si 
dede itu berkata sebagai economic advisor yg memperkirakan rupiah bakal melemah 
tahun depan, seandainya perkiraan rupiah bakal menguat ya omongannya lain 
lagilah. perkara rupiah melemah atau terdepresiasi itu sudah terjadi ber-kali2 
sepanjang sejarah, tetapi toh kenyataannya eksport ya masih kembang kempis.  
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :



Jonathan: yg dikatakan si Chatib sederhana saja rupiah bakal melemah arus modal 
asing masuk juga akan berkurangsementara itu karena rupiah melemah produksi 
dalam negeri jadi relatif lebih murah sehingga eksport menguatbegitu saja tidak 
lebih tidak kurangdede/chatib: Namun menurut dia, level nilai tukar rupiah saat 
ini memang lebih baik terdepresiasi untuk memacu ekspor.Dede/chatib: "Saya 
lebih pilih rupiah yang melemah, karena kita akan pindah dari negara berbasis 
sumber daya mentah ke manufaktur. Problem kita sekarang rupiah terlalu kuat, 
itu ’membunuh’ manufaktur,"Nesare: koq bisa ya bilang pendapat sederhana chatib 
alias dede adalah rupiah bakal lemah? Dede atau chatib itu pengin rupiah yang 
lemah! Gobloknya minta ampun! Baca kaya’ gini saja ndak bisa! Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Thursday, November 17, 2016 1:14 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini  
omongan2 yg sekedar pembelaan buta tidak akan saya ladeni. yg dikatakan si 
Chatib sederhana saja rupiah bakal melemah arus modal asing masuk juga akan 
berkurangsementara itu karena rupiah melemah produksi dalam negeri jadi relatif 
lebih murah sehingga eksport menguatbegitu saja tidak lebih tidak kurang 
sungguhpun secara general benar melemahnya rupiah akan memperkuat eksport 
tetapi hal ini sebenarnya relatif dilihat dari sektor yg mana, dalam sektor 
industri cangkul misalnya masih tanda tanya besar karena biarpun biji besi-nya 
banyak di Indonesia tetapi toh lempengan besi yg dipakai buat bikin cangkul itu 
import dari Tiongkok.   ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :




Koq nanya tidak sependapatnya dimana?Dede bilang dia mau rupiah melemah, ente 
dan siajeg kan bashing Jokowi/RI melulu kalau rupiah melemah.Dede bilang RI 
adalah negara yg paling menarik utk investor. Moso’ lupa ente ndak percaya ane 
bilang yg sama dan ente kasih2 data competitiveness Indonesia yg nomer sekian 
dibawah. Hehehehehe pendapat sendiri dan sudah ditulis saja lupa. Koq mau 
goblog2in orang laen? Apa perlu ane tulis disini tulisan ente yg tidak percaya 
RI adalah negara menarik utk investor asing? Nesare  From: 
[email protected] [mailto:[email protected]
Sent: Thursday, November 17, 2016 12:51 PM
To: Yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini  
tidak sependapat dimananya? nggak tahu anda yg pemahamannya jeleneh atawa dgn 
sengaja menyesatkan seperti Buni Yani. tempo hari yg kita bicarakan foreign 
investment, dan ini jelas senada dgn Chatib Basri yg mengatakan arus modal 
asing bakal lesu karena rupiah yg diperkirakan bakal terdepresiasi. kalau 
kemudian Chatib melihat dari sisi export agar terkesan positif hal ini lain 
lagi.  ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :





Pendapat dede ini tidak sama dengan pendapat jonathan dan ajeg yg pengin rupiah 
menguat dan bilang Indonesia tidak dilirik negara asing krn competitiveness 
terpuruk dll. Ini diskusi kita belum lama ini. Dede: "Saya lebih pilih rupiah 
yang melemah, karena kita akan pindah dari negara berbasis sumber daya mentah 
ke manufaktur. Problem kita sekarang rupiah terlalu kuat, itu ’membunuh’ 
manufaktur,"Dede: Indonesia adalah negara paling menarik untuk investor, di 
tengah kondisi global yang kurang baik saat ini. Apalagi, Jepang dan Uni Eropa 
masih mempertahankan suku bunga negatif yang akan sulit menarik minat 
investasi. Nesare From: [email protected] 
[mailto:[email protected]
Sent: Thursday, November 17, 2016 6:11 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [GELORA45] Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini  
http://id.beritasatu.com/macroeconomics/chatib-capital-inflow-2017-tak-sederas-tahun-ini/152790
 Chatib: Capital Inflow 2017 Tak Sederas Tahun Ini
Kamis, 17 November 2016 | 15:19CHATIB BASRI. Foto: Investor Daily/EMRALBerita 
Terkait   
   - Ekonomi RI Cukup Kuat Membendung Capital Outflow


Kirim email ke