Sebaiknya Anda baca dulu isi beritanya.Ini berita tentang para perantau asal
Bali yang sudah
bertahun-tahun tinggal di Jepang.
--- inengahk@... wrote:
Apakah tinggal di negara sendiri bisa memakai dwi kewarga negaraan
diperolehkan? Setahu saya kalau mereka bekerja di luar negeri baru boleh
memakai dwi kenegeraan. Jika diperbolehkan saya dan keluarga daftar menjadi
dwi kewarga negara jepang, biar cepat maju
From: ajeg
Ini salahsatu contoh yang bisa ditarik ke perspektif ibu-bapak pendiri
tentang warga komunitas Indonesia yang malang-melintang di atas dunia.Tentang
filosofi tiang lan semeton sane lianan, tentang kebersamaan,
di mana pun di muka bumi.
Andaikan saudara-saudari asal negeri Bali ini mengajukan permohonan
untuk menjadi warganegara Jepang sambil tetap memegang paspor RI,
kira-kira negara Jepang yang makmur itu akan menerima?
-
Gempa dan TsunamiLanda Jepang, Seperti Ini Kondisi Warga Bali Rabu, 23November
2016 01:52 TRIBUN-BALI.COM, TOKYO – Gempa bumiberkekuatan 7,3 skala richter
(SR) melanda Jepang bagian utara pada Selasa(22/11) dini hari. Badan
Meteorologi Jepang mengatakan, gempa bumi tersebutmemicu tsunami yang terjadi
pantai utara Pasifik. Gempa, yang juga terasa di Tokyo,berpusat di lepas pantai
prefektur Fukushima pada kedalaman sekitar 10 kilometerdan terjadi pada pukul
05.59 waktu setempat. Pemerintah Jepang juga telahmemberikan peringatan tsunami
hingga tiga meter. Badan Meteorologi Jepang juga telahmengkonfirmasi adanya
tsunami setinggi 60 cm di Pelabuhan Onahama dan 90 cm diSoma, setelah gempa.
Daerah tersebut pernah hancur oleh tsunami dan gempa besarpada 2011. Di antara
sekian banyak warga yangmerasakan dampak gempa bumi yang terjadi di Prefektur
Fukushima, puluhan diantaranya adalah krama Bali yang sudah bertahun-tahun
merantau mencari nafkahdi Negeri Sakura itu. Satu di antaranya adalah I
GedeMudiantara. Pria asal Yangapi Metra, Bangli, yang sudah 2 tahun 3 bulan
menetapdi Prefektur Chiba ini turut merasakan gempa berkekuatan 7,3 SR itu.
Diakuinyagempa bumi yang mengguncang Fukushima adalah gempa yang lain dari
biasanya.
Meski telah terbiasa berhadapan dengan gempa selama di Jepang, pria yangbekerja
di pabrik pengecoran besi dan logam di Saitama ini, mengaku sempatwas-was dan
khawatir. Gempa Selasa dinihari yang ia rasakanmenurutnya sungguh berbeda dari
gempa yang biasa terjadi sebelumnya. Guncanganhebat menggetarkan tanah serta
raungan bunyi sirine peringatan tsunami takpelak membuat Gede Mudiantara dan
orang-orang di sekelilingnya sempat merasaketakutan.
“Tapi karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan dan penyuluhan
tentanglangkah-langkah bagaimana caranya kalau ada gempa, jadinya semua orang
diJepang dan orang asing di sini tetap tenang,” ujar Mudiantara saat
dihubungilewat Facebook messanger, Selasa (22/11).
Ia merasa amat bersyukur tidak menjadi korban gempa. Saudara-saudara
sesamaperantauan dari Bali di Jepang pun tak ada yang terluka. Para perantau
dariBali yang tinggal di Jepang, menurut Mudiantara paling banyak menetap di
Tokyo,Saitama, Chiba, dan Gunma.
“Syukurlah untuk nyama-nyama (saudara) Bali jauh dari tsunami. Cuma
getarangempa saja yang terasa,” ucapnya. Hal senada diungkapkan Dewa Agus dan
GedeSuantika. Dua warga Buleleng ini juga mengaku dalam kondisi baik-baik
pascagempa yang mengguncang pesisir utara Jepang.
"Astungkara, untuk hari mangkin(ini) aman," kata Dewa Agus. "Tiang tinggal di
daerah Ibaraki. Tianglan semeton sane lianan (Saya dan saudara lainnya)
selamat," tandas GedeSuantika. Kantor Berita Kyodo melaporkan, seorangwanita
menderita luka di bagian kepala, akibat gempa. Kantor pemadam kebakaranIwaki
mengatakan, ada kebakaran di pusat penelitian Kureha di sebuah
komplekspetrokimia di Kota Iwaki pada pukul 06.17 waktu setempat. Setelah itu,
tidakada lagi kerusakan besar di Fukushima. Gempa bumi kerap terjadi di
Jepang,sebagai salah satu daerah yang dengan aktivitas seismik teraktif di
dunia.Jepang menyumbang sekitar 20 persen dari gempa bumi di dunia. Pada 11
Maret 2011, sebuah gempaberkekuatan 9 SR, mengguncang Jepang, sebagai gempa
terkuat yang pernahtercatat. Lebih dari 18.000 tewas atau dilaporkan hilang
setelah bencana diFukushima pada 2011 itu. (*) Penulis: I Gusti Agung Bagus
Angga PutraEditor: Komang Agus RuspawanSumber: Tribun Bali
#yiv7927738406 #yiv7927738406 -- #yiv7927738406ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-mkp #yiv7927738406hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mkp #yiv7927738406ads
{margin-bottom:10px;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mkp .yiv7927738406ad
{padding:0 0;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mkp .yiv7927738406ad p
{margin:0;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mkp .yiv7927738406ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-sponsor
#yiv7927738406ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-sponsor #yiv7927738406ygrp-lc #yiv7927738406hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-sponsor #yiv7927738406ygrp-lc .yiv7927738406ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7927738406 #yiv7927738406actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7927738406
#yiv7927738406activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7927738406
#yiv7927738406activity span {font-weight:700;}#yiv7927738406
#yiv7927738406activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv7927738406 #yiv7927738406activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7927738406 #yiv7927738406activity span
span {color:#ff7900;}#yiv7927738406 #yiv7927738406activity span
.yiv7927738406underline {text-decoration:underline;}#yiv7927738406
.yiv7927738406attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv7927738406 .yiv7927738406attach div a
{text-decoration:none;}#yiv7927738406 .yiv7927738406attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7927738406 .yiv7927738406attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7927738406 .yiv7927738406attach label a
{text-decoration:none;}#yiv7927738406 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv7927738406 .yiv7927738406bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7927738406
.yiv7927738406bold a {text-decoration:none;}#yiv7927738406 dd.yiv7927738406last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7927738406 dd.yiv7927738406last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7927738406
dd.yiv7927738406last p span.yiv7927738406yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv7927738406 div.yiv7927738406attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv7927738406 div.yiv7927738406attach-table
{width:400px;}#yiv7927738406 div.yiv7927738406file-title a, #yiv7927738406
div.yiv7927738406file-title a:active, #yiv7927738406
div.yiv7927738406file-title a:hover, #yiv7927738406 div.yiv7927738406file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7927738406 div.yiv7927738406photo-title a,
#yiv7927738406 div.yiv7927738406photo-title a:active, #yiv7927738406
div.yiv7927738406photo-title a:hover, #yiv7927738406
div.yiv7927738406photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7927738406
div#yiv7927738406ygrp-mlmsg #yiv7927738406ygrp-msg p a
span.yiv7927738406yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7927738406
.yiv7927738406green {color:#628c2a;}#yiv7927738406 .yiv7927738406MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv7927738406 o {font-size:0;}#yiv7927738406
#yiv7927738406photos div {float:left;width:72px;}#yiv7927738406
#yiv7927738406photos div div {border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7927738406
#yiv7927738406photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7927738406
#yiv7927738406reco-category {font-size:77%;}#yiv7927738406
#yiv7927738406reco-desc {font-size:77%;}#yiv7927738406 .yiv7927738406replbq
{margin:4px;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-mlmsg select, #yiv7927738406 input, #yiv7927738406 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-mlmsg pre, #yiv7927738406 code {font:115%
monospace;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-mlmsg #yiv7927738406logo
{padding-bottom:10px;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-msg
p#yiv7927738406attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-reco #yiv7927738406reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-sponsor
#yiv7927738406ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-sponsor #yiv7927738406ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-sponsor #yiv7927738406ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv7927738406 #yiv7927738406ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7927738406
#yiv7927738406ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv7927738406