Apa sebetulnya masalah Anda soal kewarganegaraan-ganda?Mengalami secara pribadi?



   --- jonathangoeij@... wrote:
lucu juga, anda bilang secara konstitusi tidak masalah dgn kewarganegaraan 
ganda tetapi mati2an menolak dgn alasan "tujuan kemerdekaan belum tercapai" lha 
kapan tercapainya dan kenapa harus menunggu tercapai dulu. bilang go to hell 
with your aid tetapi menekankan "beranikah barat memberi". kalau mau maju ya 
majulah berpikiran maju berusaha utk maju.

--- ajegilelu@... wrote :

Untuk kesekian kalinya saya harus jawab persoalan 
yang Anda ulang-ulang itu dengan: go to hell with your aid.
Juga, saya harus katakan sekali lagi bahwa pertumbuhan anak 
dari kawin campur sama saja dengan anak-anak di keluarga lain. 
Ada proses dalam keluarga itu yang mengantar anak untukmemahami setiap masalah, 
termasuk kewarganegaraan tentunya. 
Jadi, tidak tiba-tiba dipaksa memilih kewarganegaraan begitusang anak memasuki 
usia 18. Memang, ada pasangan tak akur 
yang lalai menjalankan fungsinya sebagai orangtua. Dan, bagusnya, 
undang-undang sudah menyediakan ruang kepada anak hasil 
ganda-campuran untuk pikir-pikir selama 3 tahun untuk menentukanpilihan - usia 
18 dianggap sudah mampu berpikir lebih dalam.
Berikutnya, contoh yang Anda bawa soal Ted Cruz (nggak sekalian 
Obama?) adalah contoh bagus betapa kewarganegaraan masih menjadi 
persoalan maha penting bagi masyarakat sekuat, sepinter, sekaya AS. 
Kalau bukan soal penting buat AS, kenapa Cruz harus me-renounce 
kewarganegaraan Kanadanya, atau Obama kelabakan soal akta 
kelahirannya, atau sibuk mendesak supaya Indonesia menganut 
apa yang bagi AS sendiri masih menjadi persoalan maha penting itu.
Kelihatannya obrolan ini tidak bisa berkembang lagi karena cuma 
Anda bawa berputar-putar memaksakan kehendak. Boro-boro 
berkembang sampai ke alam semesta atau galaksi lain. Padahal,
kemungkinan Mars dijadikan koloni warga Bumi semakin terbukadengan ditemukannya 
kandungan es yang diperkirakan setara airdi Lake Superior (danau 
berkewarganegaraan ganda? :)
--- jonathangoeij@... wrote:
daripada menantang barat lebih baik menantang diri sendiri "beranikah maju 
tanpa menunggu diberi barat"
kewarganegaraan-gandasaat ini pada dasarnya bukan benar2 kewarganegaraan ganda 
bahkanmenimbulkan dilema bagi sang anak karena memaksa harus memilih bapakatau 
emak, seharusnya biarkan saja tidak harus melepas salah satu.
saya tidak begitu jelas pertanyaan ini "kenapa AS yang sudah kuat, pinter, 
kaya, masih mempersoalkan kewarga-negara-an?"
setahusaya AS tidak begitu mempermasalahkan bi-citizenship bahkan sebagaicontoh 
Senator Ted Cruz mempunyai Canada citizenship karena lahir diCanada dan juga US 
citizenship karena ibunya US citizen, dan baru sajame-renounce Canada 
Citizenship waktu kampanye calon presiden setelahterjadi debat diantara 
scholars apakah beliau eligible jadi presidenatau tidak. Dus disini terlihat 
bahkan sampai jadi anggota legislatif(senator) sekalipun seorang yg 
berkewarganegaraan ganda tidak adamasalah sama sekali dan baru utk kepresidenan 
hal itu jadi perdebatan.


--- ajegilelu@... wrote:
Yang bilang kewarganegaraan-ganda bertentangan 


dengan Mukadimah UUD'45 siapa ya?
Sejak awal saya katakan:"Berdasarkan ekspresi emak-bapak pendiri tentang 
ke-Indonesia-an tersebut,
saya tentu saja setuju kalau kewarganegaraan-ganda dibilang tidak ada masalah.
Sebab, bangsa(-bangsa) yang tergabung dalam 'Indonesia' sesungguhnya
secara filosofis tidak lain dan tidak bukan memang disiapkan untuk menjadi
warga manusia; warga bumi, bahkan warga alam semesta."
Di setiap posting penekanan saya tidak berubah dari itu 
sejak judul subject.

Sabtu kemarin pun masih saya tekankan ulang:"Walhasil, menjadi warga suatu 
negara maupun berkewarganegaraan ganda mah 
samasekali nggak penting, selama tujuan kemerdekaan Indonesia tercapai."
Faktanya, sampai sekarang tujuan kemerdekaan itu 
belum tercapai. Kenapa?
"Jujur saja, sejak Peristiwa '65, pencapaian tujuan kemerdekaan Indonesia 
tidak bisa lepas dari peran Barat. Karena itu saya beri tantangan: 'beranikah 
Barat 
membiarkan Indonesia maju menjadi masyarakat sejahtera, adil-makmur, 
sejajar dengan mereka?' Begini-begini, toh lidah Indonesia pernah menjawab: 
Go to hell!"

Kesimpulan, Indonesia tidak menolak kewarganegaraan-ganda.Buktinya, sekarang 
saja sudah menganut kewarganegaraan-ganda 
sekalipun terbatas.
Jadi, siapa yang bilang kewarganegaraan-ganda bertentangan 
dengan Mukadimah UUD'45?
Kalau menurut Anda ada kesamaan antara UUD'45 dan Declarationof Independence - 
khususnya mengenai negara dan manusia di bumi - kenapa AS yang sudah kuat, 
pinter, kaya, masih mempersoalkan 
kewarga-negara-an? Bukankah sebentar lagi bakal berlaku kewarga-Bumi-an, 
kewarga-Mars-an, warga galaksi lain dst.

--- jonathangoeij@... wrote:

Saya mungkin belum baca buku yg anda maksudkan, bisakah anda jelaskan sedikit.
Apakahanda maksudkan mukadimah uud 45 terinspirasi declaration ofindependence, 
hal ini mungkin benar. Ada satu kalimat di declaration ofindependence yg sering 
dilupakan "Thatwhenever any Form of Government becomes destructive of these 
ends, itis the Right of the People to alter or to abolish it, and to 
institutenew Government, laying its foundation on such principles and 
organizingits powers in such form, as to them shall seem most likely to 
effecttheir Safety and Happiness. " kalimat ini tidak tercantum di mukadimah 
tetapi secara praktek telah dilakukan th 98 waktu penggulingan Soeharto.
Kembali ke-kewarganegaraan ganda, saya kok tidak melihat adanya pertentangan 
dgn mukadimah.
--- ajegilelu@... wrote :
Dengan terus memberi "bantuan" itu artinya Barat takut.
Indonesia sudah menjawab Go to hell.

Begini saja, soal kedudukan 'negara' dan manusia di bumi
boleh juga Anda baca-baca tentang Jefferson. Bandingkan
preambul deklarasi kemerdekaan AS dengan Mukadimah UUD'45
berikut pemikiran yang melatari, termasuk catatan Jefferson
soal Virginia.

Atau, dengan sedikit berimajinasi barangkali Anda bisa
membayangkan tampang Jefferson yang berseri-seri memacu
kudanya ngebut ke Monticello di tengah hujan salju ketika
terbebas dari beban sebagai presiden.

Nah, kenapa tugas kenegaraan AS menjadi beban bagi manusia.
Lucunya lagi, membebani manusia Jefferson yang ikut menyusun
ketatanegaraan Amerika Serikat.
--- jonathangoeij@... wrote:
sebenarnya pertanyaannya bukan "beranikah Barat membiarkan Indonesia maju 
menjadi
masyarakat sejahtera, adil-makmur, sejajar dengan mereka?" tetapi "beranikah 
Indonesia menjadi maju tanpa menggantungkan diri dari belas kasihan barat?"
--- ajegilelu@... wrote :
Karena Anda bawa-bawa UUD'45 ya saya jelaskan bahwaMukadimah UUD'45 
mengagendakan Bangsa Indonesia untuk
menjadi warga bumi, bahkan alam semesta. Walhasil, menjadi
warga suatu negara maupun berkewarganegaraan ganda mah
samasekali nggak penting, selama tujuan kemerdekaan Indonesiatercapai.
Untuk memahami ini tidak cukup hanya dengan membaca
kitab UUD'45. Perlu dukungan referensi, tulisan, buku,
sukur-sukur obrolan dengan mereka yang kenal pemikiran
nyak-babe pendiri.

Jujur saja, sejak Peristiwa '65, pencapaian tujuan kemerdekaan
Indonesia tidak bisa  #yiv6720408547 #yiv6720408547 -- #yiv6720408547ygrp-mkp 
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 
10px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mkp hr {border:1px solid 
#d8d8d8;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mkp #yiv6720408547hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mkp #yiv6720408547ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mkp .yiv6720408547ad 
{padding:0 0;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mkp .yiv6720408547ad p 
{margin:0;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mkp .yiv6720408547ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-sponsor 
#yiv6720408547ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-sponsor #yiv6720408547ygrp-lc #yiv6720408547hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-sponsor #yiv6720408547ygrp-lc .yiv6720408547ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv6720408547 #yiv6720408547actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv6720408547
 #yiv6720408547activity span {font-weight:700;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv6720408547 #yiv6720408547activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv6720408547 #yiv6720408547activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv6720408547 #yiv6720408547activity span 
.yiv6720408547underline {text-decoration:underline;}#yiv6720408547 
.yiv6720408547attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv6720408547 .yiv6720408547attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv6720408547 .yiv6720408547attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv6720408547 .yiv6720408547attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv6720408547 .yiv6720408547attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv6720408547 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv6720408547 .yiv6720408547bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv6720408547 
.yiv6720408547bold a {text-decoration:none;}#yiv6720408547 dd.yiv6720408547last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6720408547 dd.yiv6720408547last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv6720408547 
dd.yiv6720408547last p span.yiv6720408547yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv6720408547 div.yiv6720408547attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv6720408547 div.yiv6720408547attach-table 
{width:400px;}#yiv6720408547 div.yiv6720408547file-title a, #yiv6720408547 
div.yiv6720408547file-title a:active, #yiv6720408547 
div.yiv6720408547file-title a:hover, #yiv6720408547 div.yiv6720408547file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv6720408547 div.yiv6720408547photo-title a, 
#yiv6720408547 div.yiv6720408547photo-title a:active, #yiv6720408547 
div.yiv6720408547photo-title a:hover, #yiv6720408547 
div.yiv6720408547photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv6720408547 
div#yiv6720408547ygrp-mlmsg #yiv6720408547ygrp-msg p a 
span.yiv6720408547yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv6720408547 
.yiv6720408547green {color:#628c2a;}#yiv6720408547 .yiv6720408547MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv6720408547 o {font-size:0;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547photos div {float:left;width:72px;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547photos div div {border:1px solid 
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv6720408547
 #yiv6720408547reco-category {font-size:77%;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547reco-desc {font-size:77%;}#yiv6720408547 .yiv6720408547replbq 
{margin:4px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-mlmsg select, #yiv6720408547 input, #yiv6720408547 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-mlmsg pre, #yiv6720408547 code {font:115% 
monospace;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-mlmsg #yiv6720408547logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-msg 
p#yiv6720408547attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-reco #yiv6720408547reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-sponsor 
#yiv6720408547ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-sponsor #yiv6720408547ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-sponsor #yiv6720408547ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv6720408547 #yiv6720408547ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv6720408547 
#yiv6720408547ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv6720408547 

   

Kirim email ke