Bung kelihatannya bingung dalam menghubungkan dan melihat duit, modal, 
perjuangan/keep fighting, rakyat, konglomerat, menentang ketidakadilan dll 
dalam perspektif kacamata ideologi bung.

 

Sudah saya tulis sebelumnya rakyat suatu negara itu adalah semua manusia.

Begitu juga yang menentang ketidakadilan itu bukan milik orang kiri saja.

Begitu juga orang kiri itu bukan berarti orang miskin saja.

 

Banyak orang kaya yang pandangannya kiri. Begitu juga banyak orang pintar yang 
pandangannya kiri.

Misalnya: George soros pendukung Hillary Clinton; comedian larry david 
pendukung bernie sanders dll.

 

Kalau bung mengikuti jalan pikirannya steve job akan lebih kompleks lagi 
melihat ideologi kiri dan kanan. Jobs itu kadang2 percaya sama Tuhan, kadang2 
atheis. Walaupun Jobs social liberal, dia juga mengkritik Obama. Dia yang 
liberal sering mengambil ide teman2 republicannya. Sepak terjangnya jauh diatas 
ideologi saja, dia melihat dunia ini dari kaca mata bisnis, kacamata 
budhism/zen. Sebagai seorang pengusaha, dia sangat concern dengan masalah 
lingkungan, masalah ras dan cenderung progressive terhadap society nya.

 

Tetapi corporate sidenya, jobs lebih cocok dengan nilai2 republican. Dia pernah 
mengkritik Obama ttg business regulation dan masalah pendidikan.

Apple dibawah dia unpolitical, at least dibandingkan dengan Microsoft dan 
perusahaan2 teknologi lainnya. Fokusnya jobs adalah bikin dan jual produk 
bagus. Makanya apple gak suka ikut2an lobbying dalam bidang politik. Dia itu 
unik, complicated, pemikir yang tidak percaya dengan norma2 sosial dan malahan 
sering kali gak percaya sama dirinya sendiri.

 

Susah kelihatannya untuk bung mencerna kisah the ford foundation, salah satu 
private foundations yang paling powerful didunia ini, yg punya akses/kedekatan 
dengan wall street dan US government, belum lama ini ngasih of $100 juga kpd 
bbrp organisasi2 yg berjuang in the Black Lives Matter Movement.

 

Yang ingin saya katakan, dunia ini tidak hanya dilihat dari ideologi saja; 
tidak juga hanya dilihat dari perbedaan kelas saja; tidak juga hanya dilihat 
dari perbedaan agama saja dll.

 

Dunia jauh lebih kompleks…..

 

Nesare

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Saturday, March 11, 2017 11:16 AM
To: Yahoogroups <[email protected]>; GELORA_In 
<[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected]>
Cc: Jonathan Goeij <[email protected]>; Lusi.D <[email protected]>; 
Roeslan <[email protected]>; Daeng <[email protected]>; Rachmat 
Hadi-Soetjipto <[email protected]>; Gol <[email protected]>; Harry 
Singgih <[email protected]>; Mitri <[email protected]>; Lingkar 
Sitompul <[email protected]>; Ronggo A. <[email protected]>; Ajeg 
<[email protected]>; Farida Ishaja <[email protected]>; Marsiswo 
Dirgantoro <[email protected]>; Billy Gunadi <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic 
Service Indonesia] <[email protected]>; C. Manuputty 
<[email protected]>; [email protected]; Oman Romana 
<[email protected]>; [email protected]; N. Nugroho 
<[email protected]>
Subject: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..

 

  

Orang seperti Chan tidak akan tertarik  mendengarkan suara massa seperti ini. 
Tak terkilas di otaknya orang-orang yang dengan sadar turut serta dalam 
manifestasi menentang pembangunan pipeline di Dakota sama sekali tidak 
memikirkan "Duit" untuk bergerak, untuk melawan ketidak adilan, melawan 
proyek-proyek korporasi/konglomerat yang  mematikan kehidupan manusia. Dan 
mereka tidak mau menjilat atau mengemis kepada pengpengkong penguasa, pengusaha 
konglomerat). Untuk perjuangan, mereka  tidak menantikan dana atau kebaikan 
hati dari para multinasional. Pasti tak terpikirkan oleh Chan bahwa manifestasi 
ini terjadi di AS, negara kapitalis paling developed and industrialized dan 
juga kekuatan imperialis nomer 1. Bisa nggak Chan menjelaskan: bagaimana 
mungkin di negara yang perkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi (Chan  
mendorong kita semua untuk dukung kapitalisme untuk mencapai kemakmuran bersama 
) , kok rakyatnya masih harus berdemo menentang ketidak-adilan, 
kesewenang-wenangan polisi, pengangguran, kemiskinan, rasisme, pelanggaran HAM 
etc. Lantas bagaimana Chan akan meyakinkan rakyat Indonesia supaya mengambil 
jalan kapitalisme sebagai hari depannya, kalau di AS saja, yang perkembangan 
kapitalisnya sudah begitu tinggi, toh tidak bebas dari semua ketimpangan dan 
ketidak adilan yang sekarangpun dialami di Indonesia.

Kalau Chan sungguh-sungguh ingin  keluar dari tempurungnya, dia harus 
mencernakan semua komentar orang-orang yang turut serta dalam manifestasi. Yang 
menarik, ada peserta demo yang bilang, kita bisa menang dan bisa kalah dalam 
perjuangan ini. Tapi itu tidak apa-apa. Ini baru permulaan. We have to keep 
fighting!!! Saya tambahkan, walaupun kita tidak punya DUIT, WE GO ON 
FIGHTING!!! Inilah pandangan massa dari perspektif rakyat, bukan perspektif 
konglomerat. Konglomerat bukan rakyat!! Jangan mencampur adukkan rakyat dengan 
konglomerat!

 

 

Native Nations STORM Front Of White House <https://youtu.be/hUfggPDZeFI> 

 




                


  <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/youtube.png> 


Native Nations STORM Front Of White House


Jordan Chariton reports live from the Native Nations March on Washington DC.

        

 



Kirim email ke