Saya mengerti dari awal diskusinya bahwa bung mempertanyakan RR. RR sudah pernah jadi menteri, kepala bulog dan posisi2 ekonomi strategis lainnya.
Dia banyak ide. Dia tahu masalah2 kapitalisme. Dia bisa menjabarkannya dengan mudah kepada mereka2 yang gak ngerti ekonomi. Dia sudah pernah menerapkannya dst….dst…. Yang saya lihat dia gagal. Seperti bung karno itu gagal akhirnya. Ini kenyataan. Perjuangan bung dan yang lain2 selalu harus ada. Jangan patah semangat. Begitu juga mereka2 yang hidup dinegara majupun berjuang makanya selalu ada demo2 orang kiri2 dimana2 diseluruh dunia. Harus didukung perjuangan rakyat, buruh ini. Tidak boleh kapitalisme dibiarkan begitu saja. Dia akan tambah rakus/greedy. Selama ini yg ingin saya tekankan adalah ada resistansi dalam menerapkan ideologi kiri. Jangankan komunisme, sosialisme saja ditentang habis2an didunia. Di Indonesia? Di RI lebih susah lagi. Rakyat belum mengerti arti sosialisme, komunisme dan istilah2 lain. Lihat saja apa yg sedang terjadi sekarang ini di RI. Agama itu adalah konsep dasar rakyat Indonesia. Makanya jangan heran ada Ketuhanan dalam negaranya. Sangat susah agamais menerima komunisme. Ini fakta diseluruh dunia. Konsep2 sosialisme lebih mudah diterima dibandingkan konsep2 komunisme. Ini fakta sejarah dengan apa yg sudah terjadi di kuba, kamboja, negara2 eropa timur yg jatuh dll. Bukannya ideologi kiri itu jelek tetapi kenyataan kalah itu adalah realitas. Manusia tidak sempurna, tetapi inilah penerimaan manusia pada umumnya dalam melihat kedua ideologi kiri dan kanan itu. Makanya saya tekankan berulang2 kali bahwa sosialisme itu adalah jembatan penghubung antara kapitalisme ke komunisme. Ini sebetulnya adalah idenya marx, lenin dan para radikalisme kiri. Sayangnya bung belum bisa menerima ini. Makanya saya katakan bung itu radikal dan ada masalah personal. Ketika saya bilang “bung bingung melihat duit, modal, perjuangan/keep fighting, rakyat, konglomerat, menentang ketidakadilan dll dalam perspektif kacamata ideologi bung”, itu benar. Sudah saya kasih argumennya. Orang yang menentang ketidak adilan itu adalah masalah humanisme. Bukan masalah ideologi. Orang humanis itu bisa kiri, tengah maupun kanan. Begitu juga ketika bung mendukung paus fransiskan. Bung seneng, saya pun seneng ada seorang agamais yg melihat jahatnya kapitalisme. Hanya saja bung cendrung berpersepsi bahwa paus itu kiri. Saya katakan bukan. Paus itu mengkritik kapitalisme tetapi bukan berarti dia itu komunis dan mencacimaki/condem kapitalisme. Bukan itu idenya paus. Siapapun paus itu, dia tidak akan bisa menghilangkan humanisme diatas ideologi. Tidak bisa! Begitu juga Steve Jobs dan yang lain2nya itu banyak melihat ideologi itu hanyalah salah satu atribut pembeda saja. Jalannya dunia itu tidak sesederhana dan hanya melihat/menyorotinya dari segi ideologi saja. Saya tidak melihat idenya bung chan itu sbg menjilat pantat konglomerat. Sama sekali tidak. Yang saya lihat ketika dia bilang kalau gak ada duit, gerakan rakyat itu tidak akan berhasil. Ini ada benarnya. Sama benarnya dengan ide bung bahwa gerakan rakyat itu sudah ada sejak dulu kala. Masalahnya adalah perbedaan memandangnya saja. Tidak ada yg signifikan sebetulnya. Hanya penekanannya saja apakah duit itu begitu penting atau perjuangan/keberanian yg lebih diperlukan. Bagi saya kedua2nya perlu. Gerakan apapun didunia ini perlu duit, organisasi, keberanian, kesempatan, pengorbanan dll. Debat kusir bung dan chan itu dasarnya dari sini. Kedua2nya benar. Perbedaan persepsi dalam menanggapinya saja yg membutakan dan membentuk debat kusir itu. Jadi ketika bung menulis “Chan tidak percaya pada massa. Yang dia percayai adalah pengusaha dan penguasa. Chan gila duit” itu hanyalah hasil dari debat kusir yg sangat tidak signifikan. Bung begitu terpaku dengan gerakan buruh shg menyamarkan pandangan bung bahwa gerakan buruh itu sendiri bukan seidealis seperti yg ada diotak bung. Dalam kaitannya dengan pipeline keystone itu banyak organisasi buruh yg mendukungnya. Ini sudah saya tulis sebelumnya. Published 8:51 a.m. ET Jan. 28, 2017 RICHMOND - Three Virginia labor union representatives will lead a rally in support of the Atlantic Coast Pipeline at the state capitol building in Richmond Monday. Speakers at the rally are expected to "highlight economic benefits of the pipeline and applaud Governor McAuliffe’s support of what he has called the 'jobs pipeline,'" according to the press release from Dominion Energy. The trade union representatives leading the rally are: * Matt Yonka, President, Virginia Building and Construction Trades Council * Steve Masterson, Training Coordinator, Plumbers and Pipefitters Local 110 * Danny Watson, Business Manager, International Brotherhood of Boilermakers Local 45 Lebih parah lagi adalah: The American Federation of Labor and Congress of Industrial Organizations (AFL–CIO) sebagai organisasi buruh terbesar di USA juga mendukung proyek keystone ini sejak dulu sebelum trump menang. Alasannya sangat sederhana: duit dan pekerjaan. ini masalah ekonomi. Gak ada keystone pun jalur minyak dari kanada keselatan/USA itu akan terjadi juga. Tanker akan digunakan. Tanker itu produce more CO kalau masalah lingkungan menjadi concern. Oh ya AFL CIO ini terdiri dari 56 organisasi buruh nasional/USA dan internasional yg anggotanya lebih dari 12 juta orang. Nesare From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, March 12, 2017 1:40 AM To: [email protected]; [email protected] Cc: Yahoogroups <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline.. Semua perdebatan ini dimulai dengan komentar saya terhadap “pesan nyelekit RR……” Saya tulis :”Kalau memang jujur berpendapat begitu, sudah waktunya turun kebawah, dukung gerakan akar rumput. jangan mulai dari kelas menengah. Mulai dari kelas yang berada di jenjang paling bawah dalam piramid.” Chan memberi komentar berikut: "Lalu, ... maksudnya BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa menggerakkan dan bangkitkan akr-rumput itu untuk menjadi sejahtera dalam waktu bersamaa, ... darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itu dalam seketika?????". Padahal kalau orang mengikuti perkembangan gerakan massa di Indonesia, jadi bukan hanya memperhatikan percecokan di kalangan para pengpengkong, orang tahu sekarang ini sudah ada berbagai gerakan akar rumput yang melawan kebijakan pemerintah Jokowi yang sangat merugikan kepentingan kaum tani dan kaum buruh. Oleh karena itu pertanyaan si Chan “BAGAIMANA memulai dan SIAPA yang bisa menggerakan dan bangkitkan akar rumput “ adalah pertanyaan orang dungu dan buta! Karena SUDAH DIMULAI dan SUDAH ADA orang yang menggerakan dan membangkitkan akar rumput…Contoh kongkrit bisa dilihat dari semua postingan saya. Oleh karena itu saya berpendapat seandainya RR jujur dalam pendapatnya tentang pemerintah Jokowi, turunlah dia ke bawah dan dukunglah gerakan akar rumput! Dia tidak perlu memulai gerakan rumput itu. Gerakan rumput sudah ada dan banyak! Misalnya, dukung para tani Kendeng dalam perjuangannya melawan pabrik semen! Dukung tuntutan buruh migran! Dukung penolakan kaum tani Sukamulya terhadap BIJW! Dukung kaum tani Ponorogo! Dukung kaum tani Olak Olak! Dukung penolakan terhadap KA cepat Jkt-Bandung! Dukung tuntutan massa tani untuk reform agraria sejati!! Masih panjang deretan tuntutan rakyat yang bisa kita dukung. Tapi Chan tidak kesitu pikirannya! .. Yang dia pikirkan : “darimana bisa dapatkan DANA, KEAHLIAN/PENGETAHUAN dan KADER yang cukup untuk itu dalam seketika?????". Chan tidak percaya pada massa. Yang dia percayai adalah pengusaha dan penguasa. Chan tidak mengerti bahwa massa membangun organisasinya untuk memperjuangkan hak-haknya dengan melawan sistim penghisapan dan penindasan, BUKAN untuk SEKETIKA MENJADI MAKMUR melalui dukungan kepada KAPITALISME!!!! Jadi yang menjadi perhatian Chan selalu UANG / MODAL! Karena yang punya uang/modal adalah kaum pengusaha konglomerat makanya bagi Chan orang harus menerima saja bantuan dana dari mereka dan untuk itu harus mendukungnya dalam operasi perusahaannya. Chan tidak memperdulikan bahwa justru operasi penghisapan, perampasan tanah, dari kaum pengusaha konglomerat itu tidak memungkinkan kaum tani dan buruh dan massa lainnya mendukung mereka!! Sebaliknya konglomerat juga tidak akan mau memberi dana kepada gerakan massa yang sungguh-sungguh berjuang!! Pemujaan dan pendewaan Chan terhadap uang tercermin lagi dalam kata-katanya sendiri:” :" Gimana anda mau sejahterakan rakyat banyak yang MISKIN kalau tidak ada uang??? Beli kolor saja tidak bisa! Lalu? Ngerampok, merampas kekayaan kapitalis saja??? Bagaimana anda mau kembangkan usaha-RAKYAT kalau tidak ada yang tanamkan modal disitu?..... Padahal rakyat akan mencapai kesejahteraannya melalui perjuangannya sendiri melawan sistim penghisapan dan penindasan. Itulah yang diperjuangan oleh gerakan akar rumput!!Itu tercermin dari kegiatan ormas-ormas rakyat yang sekarang banyak berkembang di Indonesia dan di seluruh dunia!! Mereka tidak ingin kesejahteraan sebagai SEDEKAH dari kaum pengpengkong!! Karena rakyat tidak percaya SEDEKAH itu dapat menyelesaikan AKAR DARI KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN DAN KETIDAK ADILAN yang mereka derita!! Chan tidak mengerti mengapa saya tampilkan demo menolak pembangunan pipeline di Dakota maka dia tidak melihat hubungannya dengan perbedaan pendapat antara saya dengan dia. Organisasi-organisasi yang terlibat dalam demo itu (kecuali organisasi yang sengaja diciptakan untuk menginfiltrasi) berdiri dan berkembang tanpa mendapat UANG atau DANA dari para penguasa atau multinasional dan dunia finans. Itulah yang ingin saya tekankan. Banyak di antara para demonstran yang dengan sadar menolak kapitalisme!! Jadi terserah saja anda menganggap saya “bingung melihat hub. duit……”. Saya sebaliknya sama sekali tidak merasakan kebingungan itu. Saya merasa jelas dalam tanggapan terhadap pernyataan Chan. Chan adalah orang yang pernah menganut paham kom sehingga dia tahu persis bagaimana orang membangun partai dan kekuatan massa rakyat dulu sebelum 1965. Orang membangun kekuatan dasar pada tingkat akar rumput bukan pertama-tama menggantungkan pada DANA. Chan juga tahu bahwa orang membangun kekuatan massa tidak bisa dalam seketika tapi melalui proses panjang dan sulit. Seharusnya dia tahu bagaimana SGT turut membangun dan ikut serta dalam gerakan rakyat progresif di Indonesia, bukan pertama-tama dengan mengandalkan adanya DANA. Sudah tentu uang dibutuhkan untuk berorganisasi, tapi BUKAN DANA atau UANG YANG MENENTUKAN dimulainya pembangunan kekuatan akar rumput dan gerakan rakyat. Karena saya pendukung ajaran Lenin maka saya mengerti dan menyetujui ajarannya yang mengatakan bahwa tanpa teori revolusioner tidak akan ada gerakan revolusioner. Jadi sekali lagi bukan UANG atau DANA yang merupakan syarat pokok untuk membangun gerakan rakyat. Dalam proses perjuangan membangun kekuatan rakyat, mereka yang terlibat dalam usaha itu akan menemukan cara-cara untuk membiayai pergerakannya. Yang jelas bukan dengan cara menjilat pantat kaum konglomerat dan mendukung kapitalisme karena justru kapitalisme adalah sistim yang melanggengkan penghisapan dan penderitaan yang diderita rakyat. On Saturday, March 11, 2017 7:34 PM, "[email protected] [GELORA45] <mailto:[email protected]%20[GELORA45]> " <[email protected] <mailto:[email protected]> > wrote: Bung kelihatannya bingung dalam menghubungkan dan melihat duit, modal, perjuangan/keep fighting, rakyat, konglomerat, menentang ketidakadilan dll dalam perspektif kacamata ideologi bung. Sudah saya tulis sebelumnya rakyat suatu negara itu adalah semua manusia. Begitu juga yang menentang ketidakadilan itu bukan milik orang kiri saja. Begitu juga orang kiri itu bukan berarti orang miskin saja. Banyak orang kaya yang pandangannya kiri. Begitu juga banyak orang pintar yang pandangannya kiri. Misalnya: George soros pendukung Hillary Clinton; comedian larry david pendukung bernie sanders dll. Kalau bung mengikuti jalan pikirannya steve job akan lebih kompleks lagi melihat ideologi kiri dan kanan. Jobs itu kadang2 percaya sama Tuhan, kadang2 atheis. Walaupun Jobs social liberal, dia juga mengkritik Obama. Dia yang liberal sering mengambil ide teman2 republicannya. Sepak terjangnya jauh diatas ideologi saja, dia melihat dunia ini dari kaca mata bisnis, kacamata budhism/zen. Sebagai seorang pengusaha, dia sangat concern dengan masalah lingkungan, masalah ras dan cenderung progressive terhadap society nya. Tetapi corporate sidenya, jobs lebih cocok dengan nilai2 republican. Dia pernah mengkritik Obama ttg business regulation dan masalah pendidikan. Apple dibawah dia unpolitical, at least dibandingkan dengan Microsoft dan perusahaan2 teknologi lainnya. Fokusnya jobs adalah bikin dan jual produk bagus. Makanya apple gak suka ikut2an lobbying dalam bidang politik. Dia itu unik, complicated, pemikir yang tidak percaya dengan norma2 sosial dan malahan sering kali gak percaya sama dirinya sendiri. Susah kelihatannya untuk bung mencerna kisah the ford foundation, salah satu private foundations yang paling powerful didunia ini, yg punya akses/kedekatan dengan wall street dan US government, belum lama ini ngasih of $100 juga kpd bbrp organisasi2 yg berjuang in the Black Lives Matter Movement. Yang ingin saya katakan, dunia ini tidak hanya dilihat dari ideologi saja; tidak juga hanya dilihat dari perbedaan kelas saja; tidak juga hanya dilihat dari perbedaan agama saja dll. Dunia jauh lebih kompleks…. Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> [mailto:[email protected]] Sent: Saturday, March 11, 2017 11:16 AM To: Yahoogroups <[email protected] <mailto:[email protected]> >; GELORA_In <[email protected] <mailto:[email protected]> >; DISKUSI FORUM HLD <[email protected] <mailto:[email protected]> > Cc: Jonathan Goeij <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lusi.D <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Roeslan <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Daeng <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Rachmat Hadi-Soetjipto <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Gol <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Harry Singgih <harrysinggih@gmailcom>; Mitri <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Lingkar Sitompul <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ronggo A. <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Ajeg <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Farida Ishaja <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Marsiswo Dirgantoro <[email protected] <mailto:[email protected]> >; Billy Gunadi <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] <[email protected] <mailto:[email protected]> >; C. Manuputty <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; Oman Romana <[email protected] <mailto:[email protected]> >; [email protected] <mailto:[email protected]> ; N. Nugroho <[email protected] <mailto:[email protected]> > Subject: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline.. Orang seperti Chan tidak akan tertarik mendengarkan suara massa seperti ini. Tak terkilas di otaknya orang-orang yang dengan sadar turut serta dalam manifestasi menentang pembangunan pipeline di Dakota sama sekali tidak memikirkan "Duit" untuk bergerak, untuk melawan ketidak adilan, melawan proyek-proyek korporasi/konglomerat yang mematikan kehidupan manusia. Dan mereka tidak mau menjilat atau mengemis kepada pengpengkong penguasa, pengusaha konglomerat). Untuk perjuangan, mereka tidak menantikan dana atau kebaikan hati dari para multinasional. Pasti tak terpikirkan oleh Chan bahwa manifestasi ini terjadi di AS, negara kapitalis paling developed and industrialized dan juga kekuatan imperialis nomer 1. Bisa nggak Chan menjelaskan: bagaimana mungkin di negara yang perkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi (Chan mendorong kita semua untuk dukung kapitalisme untuk mencapai kemakmuran bersama ) , kok rakyatnya masih harus berdemo menentang ketidak-adilan, kesewenang-wenangan polisi, pengangguran, kemiskinan, rasisme, pelanggaran HAM etc. Lantas bagaimana Chan akan meyakinkan rakyat Indonesia supaya mengambil jalan kapitalisme sebagai hari depannya, kalau di AS saja, yang perkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi, toh tidak bebas dari semua ketimpangan dan ketidak adilan yang sekarangpun dialami di Indonesia. Kalau Chan sungguh-sungguh ingin keluar dari tempurungnya, dia harus mencernakan semua komentar orang-orang yang turut serta dalam manifestasi. Yang menarik, ada peserta demo yang bilang, kita bisa menang dan bisa kalah dalam perjuangan ini. Tapi itu tidak apa-apa. Ini baru permulaan. We have to keep fighting!!! Saya tambahkan, walaupun kita tidak punya DUIT, WE GO ON FIGHTING!!! Inilah pandangan massa dari perspektif rakyat, bukan perspektif konglomerat. Konglomerat bukan rakyat!! Jangan mencampur adukkan rakyat dengan konglomerat! Native Nations STORM Front Of White House <https://youtu.be/hUfggPDZeFI> <https://s.yimg.com/nq/storm/assets/enhancrV2/23/logos/youtube.png> Native Nations STORM Front Of White House Jordan Chariton reports live from the Native Nations March on Washington DC.
