Lho, ... membuktikan KEBENARAN tidak harus dengan ajukan teori-teori dari buku, 
... cukup melihat bukti-bukti nyata dalam praktek yang dijalankan RRT selama 
ini saja! Bagaimana selama lebih 30 tahun ini berhasil melepaskan lebih 600 
juta rakyatnya dari kemiskinan! Menciptakan hampir 300 juta warganya menjadi 
klas menengah atas dan, ... dalam tahun 2016 yl. berhasil mengentaskan lebih 10 
juta warga miskin! Sekalipun proses kiemajuan ekonomi melambat di10 tahun 
terakhir ini, tapi RRT masih termasuk negara yang berkemampuan maju dengan 
mantap!

Sayang nenek dalam tempurung ini tidak bisa atau TIDAK BERANI melihat kenyataan 
nyata ini! Tidak berani melihat musuh utama imperialisme AS sedang kewalahan 
menghadapi kemajuan RRT yang makin kuat dan jaya!

From: Tatiana Lukman 
Sent: Sunday, March 12, 2017 11:24 AM
To: Chan CT ; Yahoogroups ; GELORA_In ; DISKUSI FORUM HLD 
Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; 
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; 
Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; 
[email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; 
C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; 
[email protected] ; N. Nugroho 
Subject: Re: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..

Dulu ketika berdebat soal NEP, Chan sama sekali tidak bisa menjawab argumentasi 
semua orang yang membantah dan menolak digunakannya NEP untuk membenarkan 
restorasi kapitalisme Deng Xiaoping. Satu-satunya bahan untuk membela diri 
adalah tulisan komunis remo Jepang. Sederhana saja soalnya, bagaimana mau 
bicara soal NEPnya Lenin kalau orang itu menolak membaca semua karya Lenin yang 
berhubungan dengan NEP!!! Tapi dasar Chan, walaupun dia tidak mampu membantah 
argumentasi orang lain  dan bahkan pendapat Lenin sendiri, tetap saja dia 
ngotot seolah-olah restorasi kapitalis Deng SAMA DENGAN NEP!!!!
Chan juga ngotot seolah-olah Tkk masih sosialis WALAUPUN  dia juga tidak pernah 
mampu menunjukkan unsur-unsur sosialis dari sistim ekonomi Tkk sekarang. Jadi 
yang Chan kerjakan dalam diskusi ini hanyalah NGOTOT TAPI TANPA ARGUMENTASI. 
Jadi apa yang ditulisnya hanyalah sampah dan pencerminan dari frustrasi dan 
kebodohannya sendiri. Kalau tetap ngotot mempertahankan pendapat absurd  Tkk 
masih sosialis, ya jelas dia juga ngotot menolak bahwa Tkk sendiri sudah 
menjadi kekuatan IMPERIALIS. Yang jelas banyak orang dari generasi muda di 
Indonesia yang jauh lebih mampu menganalisa hal ihwal dengan logika yang tidak 
terbalik. Makanya teman muda Suar Suroso sendiripun pernah mengajukan 
pendapatnya sendiri bahwa Tkk adalah IMPERIALIS. Dan ini sulit dibantah oleh 
Suar.
AS kekuatan imperialis yang sedang merosot, sedangkan Tkk kekuatan imperialis 
yang sedang berkembang!!!



On Sunday, March 12, 2017 1:47 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:




Hahahaa, ... beginilah suara sumbang nenek dalam tempurung yang TIDAK berhasil 
MEMBEDAKAN dedengkok imperialisme AS dengan RRT yang menjalankan “KAPITALISME 
NEGARA” Lenin! Berani menggunakan kapitalis-kapitalis dengan tetap pegang TEGUH 
4 prinsip Sosialisme! Masih saja mempertanyakan bisa nggak dedengkok 
imperialisme AS mencapai kemakmuran bersama? 

Sekarang nenek yang segalanya masih bisa TERJAMIN didunia kapitalis untuk cukup 
hidup ini, tentu saja dengan mudah mengabaikan “DUIT”, padahal ormas-ormas 
ditanahair bukan saja untuk melancarkan aksi, untuk ngumpul berdiskusi apalagi 
yang lebih besar bikin kongres saja banyak yang bingung, bahkan TERHAMBAT 
kurangnya “DUIT” itu! Payah dan susahnya ngumpulin DUIT! Lalu, mencoba 
membandingkan dengan gerakan massa di AS sono, ... ada2 saja!


From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 
Sent: Sunday, March 12, 2017 12:15 AM
To: Yahoogroups ; GELORA_In ; DISKUSI FORUM HLD 
Cc: Jonathan Goeij ; Lusi.D ; Roeslan ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Gol ; 
Harry Singgih ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; Ajeg ; Farida Ishaja ; 
Marsiswo Dirgantoro ; Billy Gunadi ; [email protected] ; 
[email protected] ; Karma I Nengah [PT. Altus Logistic Service Indonesia] ; 
C. Manuputty ; [email protected] ; Oman Romana ; 
[email protected] ; N. Nugroho 
Subject: [GELORA45] Demo di Washington menentang pembangunan pipeline..

  
Orang seperti Chan tidak akan tertarik  mendengarkan suara massa seperti ini. 
Tak terkilas di otaknya orang-orang yang dengan sadar turut serta dalam 
manifestasi menentang pembangunan pipeline di Dakota sama sekali tidak 
memikirkan "Duit" untuk bergerak, untuk melawan ketidak adilan, melawan 
proyek-proyek korporasi/konglomerat yang  mematikan kehidupan manusia. Dan 
mereka tidak mau menjilat atau mengemis kepada pengpengkong penguasa, pengusaha 
konglomerat). Untuk perjuangan, mereka  tidak menantikan dana atau kebaikan 
hati dari para multinasional. Pasti tak terpikirkan oleh Chan bahwa manifestasi 
ini terjadi di AS, negara kapitalis paling developed and industrialized dan 
juga kekuatan imperialis nomer 1. Bisa nggak Chan menjelaskan: bagaimana 
mungkin di negara yang p erkembangan kapitalisnya sudah begitu tinggi (Chan  
mendorong kita semua untuk dukung kapitalisme untuk mencapai kemakmuran bersama 
) , kok rakyatnya masih harus berdemo menentang ketidak-adilan, 
kesewenang-wenangan polisi, pengangguran, kemiskinan, rasisme, pelanggaran HAM 
etc. Lantas bagaimana Chan akan meyakinkan rakyat Indonesia supaya mengambil 
jalan kapitalisme sebagai hari depannya, kalau di AS saja, yang perkembangan 
kapitalisnya sudah begitu tinggi, toh tidak bebas dari semua ketimpangan dan 
ketidak adilan yang sekarangpun dialami di Indonesia.
Kalau Chan sungguh-sungguh ingin  keluar dari tempurungnya, dia harus 
mencernakan semua komentar orang-orang yang turut serta dalam manifestasi. Yang 
menarik, ada peserta demo yang bilang, kita bisa menang dan bisa kalah dalam 
perjuangan ini. Tapi itu tidak apa-apa. Ini baru permulaan. We have to keep 
fighting!!! Saya tambahkan, walaupun kita tidak punya DUIT, W E GO ON 
FIGHTING!!! Inilah pandangan massa dari perspektif rakyat, bukan perspektif 
konglomerat. Konglomerat bukan rakyat!! Jangan mencampur adukkan rakyat dengan 
konglomerat!


Native Nations STORM Front Of White House


                        
                 
           
                    Native Nations STORM Front Of White House
                  Jordan Chariton reports live from the Native Nations March on 
Washington DC.  
           
     





Kirim email ke