Coba tanya kepada ibu-ibu dan bapak-bapak ini apa yang membuat mereka terus 
berjuang pantang tunduk melawan ketidak adilan dan pemerintah yang memihak 
kepada pengusaha??? Kalau Jokowi memang "orang yang baik" kok tidak mau 
menyelesaikan masalah ini, padahal MA pernah memenangkan tuntutan mereka. Dan 
bahkan ibu-ibu tani itu pernah ketemu dengan Jokowi, tapi kok terus 
berlarut-larut masalahnya? apa bagi Jokowi belum cukup besar dan panjang 
penderitaan mereka? Bisakah kaum tani bergandengan tangan dengan kaum pengusaha 
konglomerat???Bagaimana solusinya menurut orang yang sering bilang "jangan 
hanya mengkritik tapi harus menawarkan solusi". Solusi sudah lama ditawarkan, 
tapi tidak diterima oleh pemerintah!!! Jadi  ormas rakyat itu bukan asal kritik 
dan tidak menawarkan solusi!! Sekali-sekali ada baiknya membaca dengan cermat 
dan merenungkan tuntutan berbagai ormas rakyat yang mengadakan aksi protes. 
apakah tulisan saya ini "tersamarkan", tidak jelas isi dan tujuannya??? Tidak 
jelas kepada siapa saya berpihak? 
Cor Kaki Jilid 210 orang bapak-bapak dan ibu-ibu dari Rembang, Pati, Blora dan 
Grobogan yang dicor kakinya.1. Sudiri 51 thn (Rembang)
2. Jumikan 65 thn (Rembang)
3. Sukamdi 65 thn (Rembang)
4. Sukinah 41 thn (Rembang)
5. Suparmi 52 thn (Rembang)
6. Giyem 43 thn (Pati)
7. Darto 52 thn (Pati)
8. Sariman 57 thn (Pati)
9. Kumari 50 thn (Blora)
10. Darto 32 thn (Grobogan)



Kirim email ke