Lihat saja kelanjutannya. Kalau memang tidak beres, kan akal diganti? 2017-08-16 18:08 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] <[email protected]>:
> > > ada program tapi tidak disediakan duit (anggaran) ya jelas retorika. > daerah yg wajib belajar 12th sudah jalan juga jadi > terbengkalai/berantakan, pengelolaannya dicabut begitu saja. menunjukkan > manajemen pemerintahan yang buruk sekali. > > apa memang sengaja tidak disediakan duit? karena tidak menguntungkan > secara langsung? > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Wajib belajar 12 tahun masih sebatas Retorika. > Yang sudah jalan baru yang 6 tahun dan 9 tahun. > Sekarang lagi ribut yang pendidikan menengah harus dioperkan dari daerah > ke propinsi. > Kapan selesainya, dan apa bedanya, apa jadi maju atau justru mundur tidak > tahu. > Barangkali yang tinggal di Indonesia bisa jelaskan. > https://news.detik.com/berita/d-3460243/jppi-wajib-belajar- > 12-tahun-masih-sebatas-retrorika > > 2017-08-16 16:24 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected]>: > > Mendikbud lupa wajib belajar 12 tahun. > > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Ini jawaban menteri pendidikannya : > Kamis , 19 January 2017, 17:08 WIB > Sekolah Tarik SPP, Mendikbud: Sejak *Dulu* Memang *Enggak* Gratis > Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan > Republika/Rakhmawaty La'lang > [image: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy > berudiensi saat melakukan kunjungan di kantor Harian Republika di Jakarta, > Rabu (24/8).] > Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy berudiensi > saat melakukan kunjungan di kantor Harian Republika di Jakarta, Rabu (24/8). > REPUBLIKA.CO.ID <http://republika.co.id/>, JAKARTA -- Menteri Pendidikan > dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menegaskan penetapan iuran sumbangan > pembinaan pendidikan (SPP) di tingkat sekolah menengah atas (SMA) merupakan > kewenangan daerah dan sekolah. Sehingga, pihaknya tidak bisa melarang jika > sekolah maupun daerah hendak menarik iuran SPP. > Menurut dia, daerah yang dimaksud dalam hal ini yakni pemerintah provinsi > (pemprov) yang telah ditugaskan menangani sekolah setingkat SMA. Hal ini > diungkapkan Muhadjir, setelah sejumlah sekolah kembali menarik iuran SPP. > "Kalau sekolah itu sesuatu dengan ketentuan sekolah, saya kira tidak > masalah, yang jelas, penetapan SPP itu memang kewenangan provinsi atau > daerah dan sekolah," katanya di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis > (19/1). > Muhadjir mengungkapkan, pada dasarnya sekolah negeri tingkat SMA di > Indonesia memang tidak digratiskan. Namun, banyak Pemerintah Kabupaten/Kota > yang kebijakannya menggratiskan iuran sekolah melalui subsidi dana Bantuan > Operasional Sekolah daerah (BOSDa). > "Sejak dulu *kan emang enggak* gratis SMA/SMK. (Kalau ada yang gratis di > sejumlah daerah) itu terserah *aja*, sama dengan makan seharusnya bayar, > lalu gratis, ya senang *aja toh*," ujarnya. > > Menurutnya penarikan iuran SPP oleh sekolah biasanya untuk memajukan > sekolah. Sementara dana BOS yang diperuntukkan untuk bantuan siswa, > tidaklah cukup jika sekolah hendak memajukan sarana dan pra sarananya. > > "BOS ini *enggak* bisa memajukan sekolah, ini memang bantuan, tapi kalau > mau maju *enggak *mungkin pakai BOS saja, ini makanya ide dasar, untuk > memajukan sekolah," katanya. > > Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu pun menegaskan, > ditariknya iuran SPP sekolah tidak ada kaitannya dengan Peraturan Mendikbud > Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. > > Menurut dia, dalam Permendikbud tersebut memang mengatur peran Komite > Sekolah untuk memberikan sumbangan dan bantuan bagi sekolah. Namun, ia > menegaskan, Permendikbud itu bukan untuk mewajibkan penarikan dana dari > orang tua siswa. > > "Kita *kan* mengatur soal peranan komite sekolah itu untuk antisipasi > jangan sampai saber pungli itu bikin posisi sekolah tidak jelas. Mana yang > boleh yang tidak boleh, karena Permendikbud 75 itu kita harap sekolah jadi > punya kepastian," katanya. > > 2017-08-16 0:39 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] > <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > 2017-08-15 23:45 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] > <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > masalahnya khan duit, anggaran. > > ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote : > > Itukan tidak ada hubungannya dengan Sri Mulyani. > Itu masalah pendidikan, dari daerah dengan propinsi. > Waktu masih tanggungan daerah gratis, w dipindah > jadi urusan propinsi, maunya orang tua murid harus nyumbang. > Menteri pendidikan yang harus bertindak memberesinya. > > 2017-08-15 22:31 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] > <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > > mungkin yg anda katakan ini "Mungkin hanya proyek2 yang langsung > mendatangkan keuntungan yang dipilih?" benar2 sedang dilakukan, sebagai > contoh SMA yg tidak langsung mendatangkan keuntungan tidak lagi gratis. > > > ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote : > > Buat saya yang perlu perencanaan yang baik, bisa bayar utangnya dengan > mudah, > inflasi kecil, uang tidak dikorupsi, dipakai betul2 untuk memajukakan > ekonomi dan > memakmurkan penduduk. > Hasilnya lihat nanti, kalau jelek ya Jokowi jatuh. Kalau bagus ya terpilih > lagi. > Sebelum ekonomi memburuk betul2, kita amati tindakan Sri Mulyani. > Mungkin hanya proyek2 yang langsung mendatangkan keuntungan yang dipilih? > > > 2017-08-15 19:08 GMT+02:00 Jonathan Goeij jonathangoeij@... [ GELORA45] > <GELORA45@ > yahoogroups.com <[email protected]>>: > > ---In [email protected] , <djiekh@...> wrote : > > > >
