Ya silakan cabut. Bagaimana caranya?
Intinya ngomong begini kan cuma mau Indonesia tambah ribut.Yang di Amerika 
enak, tinggal nonton berita Rakyat Indonesia 
babak belur.  

--- jonathangoeij@... wrote:

    intinya celah menganga pada pasal 3 TAP MPRS itu cuman omong kosong belaka, 
tidak ada itu.
TAP MPRS mutlak harus dicabut!

--- ajegilelu@... wrote :

Apa betul diskusi-diskusi itu sudah memenuhi kaidah keilmuan?Atau masih "meraba 
gajah" - yang langsung atau tidak, sengaja atau tidak,hanya mengorek luka 
sendiri? Ujungnya, anak-anak Indonesia melihatdiskusi-diskusi itu sebangsa 
reuni yang cuma asyik mengulang nostalgia, 
sementara sebagian dari anak Indonesia itu sekarang dipaksa mengaku 
miskin supaya dapat kartu atm (atau sepeda) dlsb. 

Yang diharapkan dari akademisi adalah memiliki kecerdasan cukup untuk membaca 
situasi dan cerdik melangkah. Sukur-sukur militan. Pantang 
menyerah memperjuangkan kebenaran berdasarkan pemahaman keilmuannya. 
Lebih-kurangnya ya meneruskan etos emak-bapak waktu menjebol belengguimperialis 
tempohari. Saya kira pemikiran Herry Priyono ini bolehlah dijadikantonggak 
kebangkitan tradisi berpikir di Indonesia untuk merombak tatanan 
neo-imperialisme yang secara jelas & gamblang telah membelokkan arah berpikir 
sebagian orang Indonesia ke alam Kanan; individualistik dan pandai menuntut 
kepentingannya sendiri. Akibatnya, Indonesia terlalu sibuk baku tuntut, saling 
menyalahkan, dan tau-tau kekayaan alam & budaya ludes digotong orangentah ke 
pasar mana. Bukan rahasia lagi, Indonesia sering harus membeli milik 
sendiri dengan utangan dari juragan nekolim. 



--- jonathangoeij@... wrote:
Di Universitas2-pun juga diberangus, contohnya Lentera di Satya Wacana 
Salatiga, monologue Tan Malaka di Institute Francais Indonesia, lapak baca 
Universitas Telkom, dll dll.
Mempelajari secara ilmiah tidak harus universitas, penyebutan universitas 
hanyalah contoh (seperti).
Pasal 3Khususnya mengenai kegiatan mempelajari secara ilmiah, seperti pada 
Universitas-universitas,faham Komunisme/Marxisme-Leninisme dalam rangka 
mengamankan Pancasila dapat dilakukansecara terpimpin dengan ketentuan bahwa 
Pemerintah dan DPR-GR diharuskan mengadakanperundang-undangan untuk pengamanan. 
 


--- ajegilelu@... wrote :

Apa LBH itu universitas?
--- jonathangoeij@,,, wrote:
 Celah menganga?
Buntut Seminar 1965, Seratusan Orang Kepung LBH Jakarta Malam Ini
Read more at 
https://nasional.tempo.co/read/910004/buntut-seminar-1965-seratusan-orang-kepung-lbh-jakarta-malam-ini#QKI15AuCmMbjQfF4.99

https://www.youtube.com/watch?v=OCjnzESffrc

--- ajegilelu@... wrote :

Selagi belum dicabut kenapa tidak memanfaatkan celah yang menganga 
di pasal 3 TAP tsb? 

Jangan-jangan cara berpikir kaum intelektual sudah menjadi kebarat-baratan 
yang bisanya cuma menuntut, tidak lagi ilmiah apalagi militan. Mosok akademisi 
kalah berpikir dari jenderal-jenderal (Nasution cs) yang memberi celah pada 
pasal 3 TAP MPRS 25 / 1966.
--- jonathangoeij@... wrote:
Dengan "perkawinan antara tribalisme agama dan militerisme" yang terjadi saat 
ini ditambah legalisasi represi melalui TAP MPRS 25 1966 itu apakah mungkin 
dilakukan studi komunisme? Bukankah para paranoid agama dan militer itu akan 
mengatakan study itu sebagai manifestasi pengembangan faham dan ajaran 
komunisme?
TAP MPRS 25 1966 itu mutlak harus dicabut!
Militer dan terutama dedengkotnya harus bersih dari kelompok paranoid?
--- ajegilelu@... wrote :
"betapa miskin studi ilmu-ilmu sosial dan humaniora dewasa ini tanpa 
kadar tertentu pemahaman atas Marxisme dalam aneka mazhabnya"

Nah, kita tunggu Herry Priyono (juga Hendropriyono SE, SH 
serta akademisi lain) untuk memelopori bangkitnya tradisi keilmuan.
Toh kajian ilmiah tentang komunisme, Marxisme-Leninisme, tidak 
dilarang dalam TAP MPRS 25 / 1966 (pasal 3).
--- zeta_roza@... wrote:
@Isme adalah ilmu pengetahuan yang didapatkan dari kehidupan keseharian untuk 
"mengerti dan memahami" alam dunia termasuk manusia, flora, fauna, planet 
dst.... 
+++++++++
#"Studi tentang isme-isme memang tidak punya manfaat praktis, tetapi sungguh 
sentral bagi pembentukan daya intelektual masyarakat. Pemahaman tentang 
isme-isme membantu warga negara mengenali gagasan dan arah ideologis yang 
mendasari aneka kebijakan, juga membantu warga negara lebih sanggup menilai 
agenda yang tersembunyi dalam gejala seperti militerisme, fundamentalisme 
agama, dan fundamentalisme pasar. Dan kekonyolan yang dilakukan para pembuat 
paranoia persis merupakan implikasi dari kebutaan pemahaman. "
++++++++
Verzonden via Yahoo Mail op Android





Op zo, okt. 1, 2017 om 11:33 schreef arif.harsana@...:
Ditengah kegaduhan paranoia (ketakutan berlebihan penderita sakit jiwa) yg 
sengaja dihembuskan oleh politikus busuk komunisto phobi, artikel dikoran 
Kompas, yg ditulis oleh B.Herry Priyono -Dosen Program Pascasarjana Sekolah 
Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, bisa berperan mendorong orang untuk 
berpikir lebih waras, tentunya bagi mereka yg masih merasa memiliki akal budi, 
yg hanya dimiliki manusia diantara makhluk hidup dibumi ini.
Selamat membaca.  A.H. ------------------------------------------------- 
Manajemen Belok Kananoleh B.Herry Priyono   
QUOTE:
" ... Orang yang mencermati politik negeri ini mengerti bahwa yang sedang 
bangkit bukan komunisme, melainkan perkawinan antara tribalisme agama dan 
militerisme. ..... Bagi generasi sesudah 1990-an, banyak orang mempelajari 
Marxisme bukan dalam rangka melawan ateisme, melainkan karena memerlukan studi 
itu untuk memahami secara kritis corak kapitalisme dewasa ini yang ditandai 
fundamentalisme pasar atau sering disebut neoliberalisme. ................ 
Namun, bisa dikatakan Marxisme sebagai bahan studi di dunia akademik Indonesia 
seperti lenyap ditelan sejarah, apalagi bagi khalayak luas. Paranoia yang 
terjadi hari-hari ini tak punya kaitan apa pun dengan probabilitas (kemun

(Message over 64 KB, truncated) 




  #yiv0530289501 #yiv0530289501 -- #yiv0530289501ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-mkp #yiv0530289501hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mkp #yiv0530289501ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mkp .yiv0530289501ad 
{padding:0 0;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mkp .yiv0530289501ad p 
{margin:0;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mkp .yiv0530289501ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-sponsor 
#yiv0530289501ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-sponsor #yiv0530289501ygrp-lc #yiv0530289501hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-sponsor #yiv0530289501ygrp-lc .yiv0530289501ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0530289501 #yiv0530289501actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0530289501
 #yiv0530289501activity span {font-weight:700;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv0530289501 #yiv0530289501activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0530289501 #yiv0530289501activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv0530289501 #yiv0530289501activity span 
.yiv0530289501underline {text-decoration:underline;}#yiv0530289501 
.yiv0530289501attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv0530289501 .yiv0530289501attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv0530289501 .yiv0530289501attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0530289501 .yiv0530289501attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0530289501 .yiv0530289501attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv0530289501 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv0530289501 .yiv0530289501bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0530289501 
.yiv0530289501bold a {text-decoration:none;}#yiv0530289501 dd.yiv0530289501last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0530289501 dd.yiv0530289501last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv0530289501 
dd.yiv0530289501last p span.yiv0530289501yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv0530289501 div.yiv0530289501attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv0530289501 div.yiv0530289501attach-table 
{width:400px;}#yiv0530289501 div.yiv0530289501file-title a, #yiv0530289501 
div.yiv0530289501file-title a:active, #yiv0530289501 
div.yiv0530289501file-title a:hover, #yiv0530289501 div.yiv0530289501file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0530289501 div.yiv0530289501photo-title a, 
#yiv0530289501 div.yiv0530289501photo-title a:active, #yiv0530289501 
div.yiv0530289501photo-title a:hover, #yiv0530289501 
div.yiv0530289501photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0530289501 
div#yiv0530289501ygrp-mlmsg #yiv0530289501ygrp-msg p a 
span.yiv0530289501yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0530289501 
.yiv0530289501green {color:#628c2a;}#yiv0530289501 .yiv0530289501MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv0530289501 o {font-size:0;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501photos div {float:left;width:72px;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0530289501
 #yiv0530289501reco-category {font-size:77%;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501reco-desc {font-size:77%;}#yiv0530289501 .yiv0530289501replbq 
{margin:4px;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-mlmsg select, #yiv0530289501 input, #yiv0530289501 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-mlmsg pre, #yiv0530289501 code {font:115% 
monospace;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-mlmsg #yiv0530289501logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-msg 
p#yiv0530289501attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-reco #yiv0530289501reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-sponsor 
#yiv0530289501ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-sponsor #yiv0530289501ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-sponsor #yiv0530289501ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv0530289501 #yiv0530289501ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0530289501 
#yiv0530289501ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv0530289501 



   

Kirim email ke