bagaimana pendapat bung Lusi tentang Nederlands Niew Guinea seperti perangko 
ini:
 

 



 ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Kalau menurut bung Jonathan ketika Gubernur Hindia-Belanda
 bertekuklutut terhadap kekuasaan Jepang dalam masa PD-II itu wilayah
 geografi yang dikapitulasikan meliputi seluruh wilayah Hindia-Belanda
 atau sebagian saja?
 
 
 
 Am 26 May 2018 14:13:28 +0000
 schrieb "jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected] mailto:[email protected]>:
 
 > Konon.... menurut sahibul hikayat, pada jaman Majapahit manusia bisa
 > terbang, jadi bisa menguasai wilayah seluas apapun, sesuka yg
 > mendongeng. ---
 > 
 > 
 > 
 > Kesalahpahaman perihal Majapahit menguasai seluruh Nusantara,
 > menurut Hasan, disebabkan para founding fathers Indonesia, utamanya
 > Muh. Yamin, sedang mencari formula untuk menciptakan satu kesatuan
 > Indonesia (nation building). 
 > 
 > Saat itu Indonesia masih terkotak-kotak dalam semangat kesukuan
 > dengan adanya Jong Java, Jong Celebes, dan Jong Sumatera. Karena
 > itulah disebutkan bahwa konsep Nusantara yang sudah ada pada zaman
 > Singasari dengan nama Dipantara lantas diperkuat pada zaman
 > Majapahit. 
 > 
 > Landasannya sumpah Patih Gajah Mada yang terkenal itu. Padahal, kata
 > Hasan, asal-usul adanya sumpah itu adalah kitab Pararaton yang di
 > dalamnya juga banyak kisah dongeng, seperti Ken Arok bisa terbang dan
 > lain sebagainya. 
 > 
 > "Membacanya harus hati-hati karena Pararaton sangat istanasentris
 > dan mencampurkan fakta dengan mitos," ucap Hasan. ...
 > Baru Diketahui, Majapahit Tak Pernah Kuasai Nusantara
 > https://www.liputan6.com/regional/read/2485464/baru-diketahui-majapahit-tak-pernah-kuasai-nusantara
 >  
 > https://www.liputan6.com/regional/read/2485464/baru-diketahui-majapahit-tak-pernah-kuasai-nusantara
 >  
 > 
 > 
 > 
 > ---In [email protected] mailto:[email protected], 
 > <ilmesengero@...> wrote :
 > 
 > 
 > 
 > Kalau klaim atas dasar kekuasaan Mojopahit, maka Mongolia juga bisa
 > klaim wilayah yang dikuasai oleh Jenkis Kan. Yunani bisa klaim
 > wilayah yang dikusai oleh Alexander the Great, Turki akan juga bisa
 > klaim wilayah yang dikuasai oleh kesultanan Otoman. Lantas bagaimana
 > dengan Belanda dan Inggris, Porugal, Spanyol dan jangan lupa juga
 > Jepang yang pernah berada di Hindia Belanda? 
 > 
 > Apakah benar Mojopahit zaman bahula mampu mengusai wilayah seluas
 > yang diceritakan?
 > 
 > 
 > 
 > 2018-05-26 4:14 GMT+02:00 jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@...
 > [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]
 > mailto:[email protected] mailto:[email protected]>: 
 > 
 > Secara historis penjajahan, Papua Barat sesungguhnya bukan bagian
 > dari Wilayah Republik Indonesia, karena Papua Barat bukan bagian dari
 > Hindia Belanda. Pada tanggal 24 agustus 1828 di Lobo, Teluk Triton
 > Kaimana (pantai selatan Papua Barat) diproklamasikan penguasaan Papua
 > Barat oleh Sri Baginda Raja Nederland. Sedangkan di Bogor, 19
 > Februari 1936 dalam Lembaran Negara Hindia Belanda disepakati tentang
 > pembagian daerah teritorial Hindia Belanda, yaitu sabang sampai
 > Amboina tidak termasuk Papua Barat (Nederland Neiw Guinea).
 > 
 > ...
 > MENGAPA SOEKARNO MENGELUARKAN TRIKORA 19 DESEMBER 1961
 > https://suarawiyaimana.blogspot.com/2014/12/mengapa-soekarno-mengeluarkan-trikora.html
 >  
 > https://suarawiyaimana.blogspot.com/2014/12/mengapa-soekarno-mengeluarkan-trikora.html
 >  
 > 
 > 
 > Written By Suara Wiyaimana Papua on Jumat, 19 Desember 2014 | Jumat,
 > Desember 19, 2014 
 > 
 > https://4.bp.blogspot.com/-Msye_hQ2agU/VJOFAfeMaqI/AAAAAAAAE6A/aq4WCBxP3VM/s1600/download%2B(
 >  
 > https://4.bp.blogspot.com/-Msye_hQ2agU/VJOFAfeMaqI/AAAAAAAAE6A/aq4WCBxP3VM/s1600/download%2B(1).jpg
 > 
 > 
 > 
 > MENGAPA SOEKARNO MENGELUARKAN TRIKORA 19 DESEMBER 1961
 > 
 > 
 > Saudara- Saudari Rakyat Bangsa Papua Barat dan Semua Pejuang Bangsa
 > Papua Barat. Saya ingin menjelaskan mengapa Indonesia takut menjawab
 > tuntutan Hak Penentuan Nasib Sendiri Bangsa Papua. 1. Sebelum
 > Proklamasi Negara Republik Indonesia 1945, Indonesia (Nederlan Indie)
 > Papua (Nederlan Nieuw Guinea) dan Suriname (Nederland Antiles)
 > sebagai daerah Koloninya Belanda sementara di Persiapkan untuk
 > menentukan Nasib sendiri di bawah Komando atau Maklumat Jendral Mc.
 > Artur dan selanjutnya melalui Perjanjian atlantik dan semangat
 > pembentukan Komisi Dekolonisasi PBB. Melihat peluang itu, Soekarno
 > Presiden Pertama Indonesia mendarat di Papua pada tahun 1942 dan
 > melakukan perjanjian adat dengan Bangsa Papua yang isinya menyangkut
 > peminjaman benda-benda Pusaka Bangsa Papua untuk mempersiapkan Negara
 > Indonesia. Sehingga bersama-sama dengan 7 Jendral yang kini tinggal
 > nama dalam sejarah indonesia Mereka berhasil mendirikan Negara
 > Indonesia Merdeka. Salah satu dari benda-benda Pusaka bangsa Papua
 > yang kini digunakan Indonesia adalah GARUDA yang kini sebagai lambang
 > Negara Indonesia. Untuk itu, yang menjadi alasan utama Bangsa Papua
 > barat hingga kini belum diberikan Hak Penentuan Nasib sendiri adalah
 > ketakutan Indonesia bahwa suatu saat Negara yang di Bangun
 > Berdasarkan Barang Pinjaman dari Bangsa Papua ini akan tinggal Nama
 > Dalam sejarah. Sekarang yang Perlu disadari Oleh Indonesia bahwa,
 > untuk menjaga Kode Etik sesama Bangsa yang Merdeka, Indonesia Harus
 > Melepaskan Papua Dengan Aman dan Damai, sebab Jika tidak Maryarakat
 > Adat Papua akan Menuntut Pengembalian Benda-Benda Pusaka Bangsa Papua
 > yang saat ini di Pakai Sebagai Lambang Negara Indonesa sehingga
 > Indonesia akan terpecah Kembali Menjadi Kerajaan-kerajaan Kecil dan
 > nama Indonesia akan tinggal kenangan dalam sejarah. Sejarah
 > kemerdekaan bangsa Indonesia memiliki misteri yang tak terungkap
 > sejak munculnya Negara Indonesia lewat Prokalmasi RI 1945 oleh Ir.
 > Soekrano. Secara utuh bangsa Indonesia tidak pernah mengetahui dengan
 > pasti dari mana seorang Soekarno berdiri dengan gagah ditengah
 > panasnya suhu colonial Belanda. Pada tahapan dimana Indonesia dan
 > Papua sementara dipersiapkan belanda untuk menetukan Nasib sendiri,
 > Soekarno menjadi gelisah untuk mempercepat kemerdekaan Indoensia,
 > sehingga berbagai informasi dicari menyangkut kekuatan
 > [email protected] 
 > mailto:[email protected], "[email protected] 
 > mailto:[email protected]";
 > <[email protected] mailto:[email protected]>, "Sunny 
 > ambon ilmesengero@... mailto:ilmesengero@...
 > [nasional-list]" <[email protected] 
 > mailto:[email protected]>, "'j.gedearka'
 > j.gedearka@... mailto:j.gedearka@... [nasional-list]"
 > <[email protected] mailto:[email protected]>, 
 > Tatiana Lukman
 > <jetaimemucho1@... mailto:jetaimemucho1@...>, Harry Singgih 
 > <harrysinggih@... mailto:harrysinggih@...>,
 > Daeng <menakjinggo@... mailto:menakjinggo@...>, Rachmat Hadi-Soetjipto
 > <nc-hadisora@... mailto:nc-hadisora@...>, Gol <gogol.r@... 
 > mailto:gogol.r@...>, Mitri
 > <scorpio2001id@... mailto:scorpio2001id@...>, Lingkar Sitompul
 > <lingkarsitompul@... mailto:lingkarsitompul@...>, Farida Ishaja 
 > <farida.ishaja@... mailto:farida.ishaja@...>,
 > Oman Romana <oromana0037@... mailto:oromana0037@...>, Harsono Sutedjo
 > <harsutejo@... mailto:harsutejo@...>, Billy Gunadi <billygunadie@... 
 > mailto:billygunadie@...>,
 > "danar@... mailto:danar@..."; <danar@... mailto:danar@...>, "Ronggo A."
 > <ronggo303@... mailto:ronggo303@...>, Sie Tik Tan <sietik.tan@... 
 > mailto:sietik.tan@...>, Sahala
 > Silalahi <silalahi2005@... mailto:silalahi2005@...>, Tjoa <alitjoa43@... 
 > mailto:alitjoa43@...>, "N.
 > Nugroho" <n.nugroho@... mailto:n.nugroho@...>, WIN DJOYO <w.bahagia.41@... 
 > mailto:w.bahagia.41@...>,
 > Everistus Kayep <everistus.kayep@... mailto:everistus.kayep@...>,
 > [email protected] mailto:[email protected], 
 > "[email protected] mailto:[email protected]";
 > <[email protected] mailto:[email protected]> yang 
 > dapat digunakan sebagai power
 > untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Dengan semangat yang begitu
 > kental itu, Soekarno melakukan perjalanannya menuju Papua, tepatnya
 > pada tahun 1942 Soekarno tiba di Kaimana, Daerah ini dulunya di kenal
 > dengan nama Emandi dalam bahasa Mairasi suku asli Kaimana.
 > Selanjutnya nama itu diganti lagi dengan nama Kimam, Daerah ini juga
 > dikenal dengan nama Kerajaan Matahari Terbit Terbenam yang dikawal
 > oleh tiga raja yakni Raja Kubey, Raja Alam dan Raja Banten. Ketika
 > Papua Barat masih menjadi daerah sengketa akibat perebutan wilayah
 > ini antara Indonesia dan Belanda, tuntutan rakyat Papua Barat untuk
 > merdeka sebagai negara merdeka sudah ada jauh sebelum kemerdekaan
 > Indonesia 17 Agustus 1945. Memasuki tahun 1960-an para politisi dan
 > negarawan Papua Barat yang terdidik lewat sekolah Polisi dan sebuah
 > sekolah Pamongpraja (Bestuurschool) di Jayapura (Hollandia), dengan
 > mendidik 400 orang antara tahun 1944-1949 mempersiapkan kemerdekaan
 > Papua Barat. Selanjutnya atas desakan para politisi dan negarawan
 > Papua Barat yang terdidik, maka pemerintah Belanda membentuk Nieuw
 > Guinea Raad (Dewan Nieuw Guinea). Beberapa tokoh-tokoh terdidik yang
 > masuk dalam Dewan ini adalah M.W. Kaisiepo dan Mofu (Kepulauan
 > Chouten/Teluk Cenderawasih), Nicolaus Youwe (Hollandia), P. Torey
 > (Ransiki/Manokwari), A.K. Gebze (Merauke), M.B. Ramandey (Waropen),
 > A.S. Onim (Teminabuan), N. Tanggahma (Fakfak), F. Poana (Mimika),
 > Abdullah Arfan (Raja Ampat). Kemudian wakil-wakil dari keturunan
 > Indo-Belanda adalah O de Rijke (mewakili Hollandia) dan H.F.W.
 > Gosewisch (mewakili Manokwari). Setelah melakukan berbagai persiapan
 > disertai dengan perubahan politik yang cepat akibat ketegangan
 > Indonesia dan Belanda, maka dibentuk Komite Nasional yang
 > beranggotakan 21 orang untuk membantu Dewan Nieuw Guinea dalam
 > mempersiapkan kemerdekaan Papua Barat. Komite ini akhirnya dilengkapi
 > dengan 70 orang Papua yang berpendidikan dan berhasil melahirkan
 > Manifesto Politik yang isinya: MANIVETO POLITIK PAPUA BARAT 1.
 > Menetukan nama Negara : Papua Barat 2. Menentukan lagu kebangsaan :
 > Hai Tanahku Papua 3. Menentukan bendera Negara : Bintang Kejora 4.
 > Menentukan bahwa bendera Bintang Kejora akan dikibarkan pada 1
 > November 1961. Lambang Negara Papua Barat adalah Burung Mambruk
 > dengan semboyan “One People One Soul”. Rencana pengibaran bendera
 > Bintang Kejora tanggal 1 November 1961 tidak jadi dilaksanakan karena
 > belum mendapat persetujuan dari Pemerintah Belanda. Tetapi sOetelah
 > persetujuan dari Komite Nasional, maka Bendera Bintang Kejora
 > dikibarkan pada 1 Desember 1961 di Hollandia, sekaligus “Deklarasi
 > Kemerdekaan Papua Barat”. Bendera Bintang Kejora dikibarkan di
 > samping bendera Belanda, dan lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua”
 > dinyanyikan setelah lagu kebangsaan Belanda “Wilhelmus”. Deklarasi
 > kemerdekaan Papua Barat ini disiarkan oleh Radio Belanda dan
 > Australia. Momen inilah yang menjadi Deklarasi Kemerdekaan Papua
 > Barat secara de facto dan de jure sebagai sebuah negara yang merdeka
 > dan berdaulat. Papua Barat telah mendeklarasikan diri sebagai negara
 > yang merdeka dan berdaulat, tetapi kemerdekaan itu hanya berumur 19
 > hari, karena tanggal 19 Desember 1961 Presiden Soekarno mengeluarkan
 > Tri Komando Rakyat di Alun-alun Utara Yogyakarta yang isinya: 1.
 > Gagalkan Pembentukan “Negara Boneka Papua” buatan Belanda Kolonial 2.
 > Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia 3.
 > Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan
 > kesatuan Tanah Air dan Bangsa. Realisasi dari isi Trikora ini, maka
 > Presiden Soekarno sebagai Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan
 > Irian Barat mengeluarkan Keputusan Presiden No. 1 Tahun 1962 yang
 > memerintahkan kepada Panglima Komando Mandala, Mayor Jendral Soeharto
 > untuk melakukan operasi militer ke wilayah Irian Barat untuk merebut
 > wilayah itu dari tangan Belanda. Akhirnya dilakukan beberapa
 > gelombang Operasi Militer di Papua Barat dengan satuan militer yang
 > diturunkan untuk operasi lewat udara dalam fase infiltrasi seperti
 > Operasi Banten Kedaton, Operasi Garuda, Operasi Serigala, Operasi
 > Kancil, Operasi Naga, Operasi Rajawali, Operasi Lumbung, Operasi
 > Jatayu. Operasi lewat laut adalah Operasi Show of Rorce, Operasi
 > Cakra, dan Operasi Lumba-lumba. Sedangkan pada fase eksploitasi
 > dilakukan Operasi Jayawijaya dan Operasi Khusus (Opsus). Melalui
 > operasi ini wilayah Papua Barat diduduki, dan dicurigai banyak orang
 > Papua yang telah dibantai pada waktu itu. ALASAN PENCAPLOKAN WILAYAH
 > PAPUA BARAT OLEH SOEKARNO Mengapa Soekarno sangat “keras kepala”
 > dalam merebut wilayah Papua Barat untuk memasukannya ke dalam wilayah
 > Negara Kesatuan Republik Indonesia? Soekarno mempunyai empat alasan
 > utama dalam pencaplokan Papua Barat ke wilayah Indonesia. Keempat
 > alasan itu adalah klaim yang dipegang oleh Indonesia sebagai tindakan
 > pembenaran kekuasaan atas wilayah Papua Barat. Keempat klaim itu
 > adalah: 1. Papua Barat dianggap sebagai bagian dari kerajaan
 > Majapahit. 2. Kepulauan Raja Ampat di daerah kepala burung, Papua
 > Barat, oleh sultan Tidore dan Soekarno diklaim sebagai bagian dari
 > Kesultanan Tidore. Kesultanan Tidore diklaim oleh Soekarno
 > [email protected] mailto:[email protected], 
 > "[email protected] mailto:[email protected]";
 > <[email protected] mailto:[email protected]>, "Sunny 
 > ambon ilmesengero@... mailto:ilmesengero@...
 > [nasional-list]" <[email protected] 
 > mailto:[email protected]>, "'j.gedearka'
 > j.gedearka@... mailto:j.gedearka@... [nasional-list]"
 > <[email protected] mailto:[email protected]>, 
 > Tatiana Lukman
 > <jetaimemucho1@... mailto:jetaimemucho1@...>, Harry Singgih 
 > <harrysinggih@... mailto:harrysinggih@...>,
 > Daeng <menakjinggo@... mailto:menakjinggo@...>, Rachmat Hadi-Soetjipto
 > <nc-hadisora@... mailto:nc-hadisora@...>, Gol <gogol.r@... 
 > mailto:gogol.r@...>, Mitri
 > <scorpio2001id@... mailto:scorpio2001id@...>, Lingkar Sitompul
 > <lingkarsitompul@... mailto:lingkarsitompul@...>, Farida Ishaja 
 > <farida.ishaja@... mailto:farida.ishaja@...>,
 > Oman Romana <oromana0037@... mailto:oromana0037@...>, Harsono Sutedjo
 > <harsutejo@... mailto:harsutejo@...>, Billy Gunadi <billygunadie@... 
 > mailto:billygunadie@...>,
 > "danar@... mailto:danar@..."; <danar@... mailto:danar@...>, "Ronggo A."
 > <ronggo303@... mailto:ronggo303@...>, Sie Tik Tan <sietik.tan@... 
 > mailto:sietik.tan@...>, Sahala
 > Silalahi <silalahi2005@... mailto:silalahi2005@...>, Tjoa <alitjoa43@... 
 > mailto:alitjoa43@...>, "N.
 > Nugroho" <n.nugroho@... mailto:n.nugroho@...>, WIN DJOYO <w.bahagia.41@... 
 > mailto:w.bahagia.41@...>,
 > Everistus Kayep <everistus.kayep@... mailto:everistus.kayep@...>,
 > [email protected] mailto:[email protected], 
 > "[email protected] mailto:[email protected]";
 > <[email protected] mailto:[email protected]> bagian 
 > dari daerah “Indonesia Bagian
 > Timur”. 3. Papua Barat diklaim sebagai bagian dari negara bekas
 > Hindia Belanda. 4. Soekarno yang anti barat ingin menghalau pengaruh
 > imperialisme barat di Asia Tenggara. Di samping itu, Soekarno
 > memiliki ambisi hegemoni untuk mengembalikan kejayaan kerajaan
 > Majapahit (ingat: “Ganyang Malaysia”), termasuk Papua Barat yang
 > ketika itu masih dijajah oleh Belanda. Mungkin juga Soekarno memiliki
 > perasaan curiga, bahwa pemerintah Nederlands Nieuw Guinea di Papua
 > Barat akan merupakan benteng Belanda untuk sewaktu-waktu dapat
 > menghancurkan Negara Indonesia. Hal ini dihubungkan dengan aksi
 > militer Belanda yang kedua (tweede politionele aktie) pada 19-12-1948
 > untuk menghancurkan negara RI. Apakah keempat klaim – sebagai alasan
 > mengusai Papua Barat – ini benar? Mari kita buktikan. 1. Klaim atas
 > Kekuasaan Majapahit Kerajaan Majapahit (1293-1520) lahir di Jawa
 > Timur dan memperoleh kejayaannya di bawah raja Hayam Wuruk
 > Rajasanagara (1350-1389). Ensiklopedi-ensiklopedi di negeri Belanda
 > memuat ringkasan sejarah Majapahit, bahwa “batas kerajaan Majapahit
 > pada jaman Gajah Mada mencakup sebagian besar daerah Indonesia”.
 > Sejarawan Indonesia mengklaim bahwa batas wilayah Majapahit
 > terbentang dari Madagaskar hingga ke pulau Pas (Chili). Hingga saat
 > ini belum ditemukan bukti-bukti sejarah berupa ceritera tertulis
 > maupun lisan atau benda-benda sejarah lainnya yang dapat digunakan
 > sebagai bahan-bahan ilmiah untuk membuat suatu analisa dengan
 > definisi yang tepat bahwa Papua Barat pernah merupakan bagian dari
 > Kerajaan Majapahit. Mengklaim Papua Barat sebagai bagian dari
 > kerajaan Majapahit tentunya sangat meragukan, karena Soekarno tidak
 > memenuhi prinsip-prinsip membuat analisa dan definisi sejarah yang
 > tepat, khususnya sejarah tertulis. Berkaitan dengan kekuasaan wilayah
 > kerajaan Majapahit di Indonesia, secara jelas dijelaskan panjang
 > lebar oleh Prof. Dr. Slamet Muljana, bahwa kekuasaan kerajaan
 > Majapahit, dalam Nagarakretagama pupuh 13 dan 14 disebutkan bahwa
 > kerajaan Majapahit mempunyai wilayah yang luas sekali, baik di
 > kepulauan Nusantara maupun di semenanjung Melayu. Pulau-pulau di
 > sebelah timur pulau Jawa yang paling jauh tersebut dalam pupuh 14/15
 > ialah deretan pulau Ambon dan Maluku, Seram dan Timor; semenajung
 > Melayu disebut nama-nama Langkasuka, Kelantan, Tringgano, Paka, Muara
 > Dingin, Tumasik, Klang, Kedah, Jerai. Demikianlah, wilayah kerajaan
 > Majapahit pada zaman Hayam Wuruk menurut Nagarakretagama meluputi
 > wilayah yang lebih luas dari pada Negara Republik Indonesia sekarang.
 > Hanya Irian yang tidak tersebut sebagai batas yang terjauh di sebelah
 > timur. Boleh dikatakan bahwa batas sebelah timur kerajaan Majapahit
 > ialah kepulauan Maluku. Ini berarti Papua Barat tidak masuk dalam
 > kekuasaan kerajaan Majapahit. Karena itu sudah jelas bahwa Soekarno
 > telah memanipulasikan sejarah. 2. Klaim atas Kekuasaan Tidore Di
 > dalam suatu pernyataan yang di lakukan antara sultan Tidore dengan
 > VOC pada tahun 1660, secara sepihak sultan Tidore mengklaim bahwa
 > kepulauan Papua atau pulau-pulau yang termasuk di dalamnya merupakan
 > daerah kesultanan Tidore. Soekarno mengklaim bahwa kesultanan Tidore
 > merupakan “Indonesia Bagian Timur”, maka Papua Barat merupakan bagian
 > daripadanya. Di samping itu, Soekarno mengklaim bahwa raja-raja di
 > kepulauan Raja Ampat di daerah kepala burung, Papua Barat, pernah
 > mengadakan hubungan dengan sultan Tidore. Apakah kedua klaim dari
 > sultan Tidore dan Soekarno dapat dibuktikan secara ilmiah? Gubernur
 > kepulauan Banda, Keyts melaporkan pada tahun 1678 bahwa dia tidak
 > menemukan bukti adanya kekuasaan Tidore di Papua Barat. Pada tahun
 > 1679 Keyts menulis lagi bahwa sultan Tidore tidak perlu dihiraukan di
 > dalam hal Papua Barat. Menurut laporan dari kapten Thomas Forrest
 > (1775) dan dari Gubernur Ternate (1778) terbukti bahwa kekuasaan
 > sultan Tidore di Papua Barat betul-betul tidak kelihatan. Pada
 > tanggal 27 Oktober 1814 dibuat sebuah kontrak antara sultan Ternate
 > dan Tidore yang disaksikan oleh residen Inggris, bahwa seluruh
 > kepulauan Papua Barat dan distrik-distrik Mansary, Karandefur,
 > Ambarpura dan Umbarpon pada pesisir Papua Barat (daerah sekitar
 > Kepala Burung) akan dipertimbangkan kemudian sebagai milik sah sultan
 > Tidore. Kontrak ini dibuat di luar ketahuan dan keinginan rakyat
 > Papua Barat. Berbagai penulis melaporkan, bahwa yang diklaim oleh
 > sultan Tidore dengan nama Papua adalah pulau Misol. Bukan daratan
 > Papua seluruhnya. Ketika sultan Tidore mengadakan perjalanan keliling
 > ke Papua Barat pada bulan Maret 1949, rakyat Papua Barat tidak
 > menunjukkan keinginan mereka untuk menjadi bagian dari kesultanan
 > Tidore. Adanya raja-raja di Papua Barat bagian barat, sama sekali
 > tidak dapat dibuktikan dengan teori yang benar. Lahirnya sebutan
 > ‘Raja Ampat’ berasal dari mitos. Raja Ampat berasal dari telur burung
 > Maleo (ayam hutan). Dari telur-telur itu lahirlah anak-anak manusia
 > yang kemudian menjadi raja. Mitos ini memberikan bukti, bahwa
 > [email protected] mailto:[email protected], 
 > "[email protected] mailto:[email protected]";
 > <[email protected] mailto:[email protected]>, "Sunny 
 > ambon ilmesengero@... mailto:ilmesengero@...
 > [nasional-list]" <[email protected] 
 > mailto:[email protected]>, "'j.gedearka'
 > j.gedearka@... mailto:j.gedearka@... [nasional-list]"
 > <[email protected] mailto:[email protected]>, 
 > Tatiana Lukman
 > <jetaimemucho1@... mailto:jetaimemucho1@...>, Harry Singgih 
 > <harrysinggih@... mailto:harrysinggih@...>,
 > Daeng <menakjinggo@... mailto:menakjinggo@...>, Rachmat Hadi-Soetjipto
 > <nc-hadisora@... mailto:nc-hadisora@...>, Gol <gogol.r@... 
 > mailto:gogol.r@...>, Mitri
 > <scorpio2001id@... mailto:scorpio2001id@...>, Lingkar Sitompul
 > <lingkarsitompul@... mailto:lingkarsitompul@...>, Farida Ishaja 
 > <farida.ishaja@... mailto:farida.ishaja@...>,
 > Oman Romana <oromana0037@... mailto:oromana0037@...>, Harsono Sutedjo
 > <harsutejo@... mailto:harsutejo@...>, Billy Gunadi <billygunadie@... 
 > mailto:billygunadie@...>,
 > "danar@... mailto:danar@..."; <danar@... mailto:danar@...>, "Ronggo A."
 > <ronggo303@... mailto:ronggo303@...>, Sie Tik Tan <sietik.tan@... 
 > mailto:sietik.tan@...>, Sahala
 > Silalahi <silalahi2005@... mailto:silalahi2005@...>, Tjoa <alitjoa43@... 
 > mailto:alitjoa43@...>, "N.
 > Nugroho" <n.nugroho@... mailto:n.nugroho@...>, WIN DJOYO <w.bahagia.41@... 
 > mailto:w.bahagia.41@...>,
 > Everistus Kayep <everistus.kayep@... mailto:everistus.kayep@...>,
 > [email protected] mailto:[email protected], 
 > "[email protected] mailto:[email protected]";
 > <[email protected] mailto:[email protected]> pernah 
 > terdapat raja-raja di
 > kepulauan Raja Ampat menurut kenyataan yang sebenarnya. Rakyat Papua
 > Barat pernah mengenal seorang pemimpin armada laut asal Biak:
 > Kurabesi, yang menurut F.C. Kamma, pernah mengadakan penjelajahan
 > sampai ke ujung barat Papua Barat. Kurabesi kemudian kawin dengan
 > putri sultan Tidore. Adanya armada Kurabesi dapat memberikan
 > kesangsian terhadap kehadiran kekuasaan asing di Papua Barat. Pada
 > tahun 1848 dilakukan suatu kontrak rahasia antara Pemerintah Hindia
 > Belanda (Indonesia jaman Belanda) dengan Sultan Tidore di mana
 > pesisir barat-laut dan barat-daya Papua Barat merupakan daerah
 > teritorial kesultanan Tidore. Hal ini dilakukan dengan harapan untuk
 > mencegah digunakannya Papua Barat sebagai papan-loncat penetrasi
 > Inggris ke kepulauan Maluku. Di dalam hal ini Tidore sesungguhnya
 > hanya merupakan vassal proportion (hubungan antara seorang yang
 > menduduki tanah dengan janji memberikan pelayanan militer kepada tuan
 > tanah) terhadap kedaulatan kekuasaan Belanda, tulis C.S.I.J.
 > Lagerberg. Sultan Tidore diberikan mandat oleh Pemerintah Hindia
 > Belanda tahun 1861 untuk mengurus perjalanan hongi (hongi-tochten, di
 > dalam bahasa Belanda). Ketika itu banyak pelaut asal Biak yang
 > berhongi (berlayar) sampai ke Tidore. Menurut C.S.I.J. Lagerberg
 > hongi asal Biak merupakan pembajakan laut, tapi menurut bekas-bekas
 > pelaut Biak, hongi ketika itu merupakan usaha menghalau penjelajah
 > asing. Pengejaran terhadap penjelajah asing itu dilakukan hingga ke
 > Tidore. Untuk menghadapi para penghalau dari Biak, sultan Tidore
 > diberi mandat oleh Pemerintah Hindia Belanda. Jadi, justru yang
 > terjadi ketika itu bukan suatu kekuasaan pemerintahan atas teritorial
 > Papua Barat. Setelah pada tahun 1880-an Jerman dan Inggris secara
 > nyata menjajah Papua New Guinea, maka Belanda juga secara nyata
 > memulai penjajahannya di Papua Barat pada tahun 1898 dengan membentuk
 > dua bagian tertentu di dalam pemerintahan otonomi
 > (zelfbestuursgebied) Tidore, yaitu bagian utara dengan ibukota
 > Manokwari dan bagian selatan dengan ibukota Fakfak. Jadi, ketika itu
 > daerah pemerintahan Manokwari dan Fakfak berada di bawah keresidenan
 > Tidore. Mengenai manipulasi sejarah berdasarkan kekuasaan Tidore atas
 > wilayah Papua Barat ini, Dr. George Junus Aditjondro menyatakan
 > bahwa: Kita mempertahankan Papua Barat karena Papua Barat adalah
 > bagian dari Hindia Belanda. Itu atas dasar apa? Hanya karena
 > kesultanan Tidore mengklaim bahwa dia menjajah Papua Barat sampai
 > teluk Yotefa mungkin? Maka kemudian, ketika Tidore ditaklukan oleh
 > Belanda, Belanda belum merasa otomatis mendapatkan hak atas
 > penjajahan Tidore? Belanda mundur, Indonesia punya hak atas semua
 > eks-jajahan Tidore? Itu kan suatu mitos. Sejak kapan berbagai daerah
 > di Papua barat takluk kepada Tidore?... Saya kira tidak. Yang ada
 > adalah hubungan vertikal antara Tidore dan Papua Barat, tidak ada
 > kekuasaan Tidore untuk menaklukan Papua Barat. Atas dasar itu, klaim
 > bahwa Indonesia berhak atas seluruh Hindia Belanda dulu, merupakan
 > imajinasi.” Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Soekarno
 > telah terbukti memanipulasikan sejarah untuk mencaplok Papua Barat.
 > Karena wilayah Papua Barat tidak masuk dalam kekuasaan Tidore. 3.
 > Klaim atas kekuasaan Hindia Belanda Secara historis penjajahan, Papua
 > Barat sesungguhnya bukan bagian dari Wilayah Republik Indonesia,
 > karena Papua Barat bukan bagian dari Hindia Belanda. Pada tanggal 24
 > agustus 1828 di Lobo, Teluk Triton Kaimana (pantai selatan Papua
 > Barat) diproklamasikan penguasaan Papua Barat oleh Sri Baginda Raja
 > Nederland. Sedangkan di Bogor, 19 Februari 1936 dalam Lembaran Negara
 > Hindia Belanda disepakati tentang pembagian daerah teritorial Hindia
 > Belanda, yaitu sabang sampai Amboina tidak termasuk Papua Barat
 > (Nederland Neiw Guinea). Juga perlu diingat bahwa walaupun Papua
 > Barat dan Indonesia sama-sama merupakan jajahan Belanda, namun
 > administrasi pemerintahan Papua Barat diurus secara terpisah.
 > Indonesia dijajah oleh Belanda yang kekuasaan kolonialnya
 > dikendalikan dari Batavia (sekarang Jakarta), kekuasaan Batavia
 > inilah yang telah menjalankan penjajahan Belanda atas Indonesia,
 > yaitu mulai dari Sabang sampai Amboina (Hindia Belanda). Kekuasaan
 > Belanda di Papua Barat dikendalikan dari Hollandia (sekarang Port
 > Numbay), dengan batas kekuasaan mulai dari Kepulauan Raja Ampat
 > sampai Merauke (Nederland Nieuw Guinea). Selain itu saat tertanam dan
 > tercabutnya kaki penjajahan Belanda di Papua Barat tidak bertepatan
 > waktu dengan yang terjadi di Indonesia. Kurun waktunya berbeda, di
 > mana Indonesia dijajah selama tiga setengah abad sedangkan Papua
 > Barat hanya 64 tahun (1898-1962). Tanggal 24 Agustus 1828, ratu
 > Belanda mengeluarkan pernyataan unilateral bahwa Papua Barat
 > merupakan daerah kekuasaan Belanda. Secara politik praktis, Belanda
 > memulai penjajahannya pada tahun 1898 dengan menanamkan pos
 > pemerintahan pertama di Manokwari (untuk daerah barat Papua Barat)
 > dan di Fakfak (untuk daerah selatan Papua Barat. Tahun 1902, pos
 > pemerintahan lainnya dibuka di Merauke di mana daerah tersebut
 > terlepas dari lingkungan teritorial Fakfak. Tanggal 1 Oktober 1962
 > Belanda menyerahkan Papua Barat ke dalam PBB. Dari uraian di atas
 > dapat disimpulkan bahwa Soekarno telah terbukti memanipulasikan
 > sejarah untuk mencaplok Papua Barat. Karena wilayah Papua Barat tidak
 > masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda. 4. Menghalau Pengaruh
 > Imperialisme Barat di Asia Tenggara. Soekarno mengancam akan memohon
 > dukungan dari pemerintah bekas Uni Sovyet untuk menganeksasi Papua
 > Barat jika pemerintah Belanda tidak bersedia menyerahkan Papua Barat
 > ke tangan Republik Indonesia. Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada
 > waktu itu sangat takut akan jatuhnya negara Indonesia ke dalam Blok
 > komunis. Soekarno dikenal oleh dunia barat sebagai seorang Presiden
 > yang sangat anti imperialisme barat dan pro Blok Timur. Pemerintah
 > Amerika Serikat ingin mencegah kemungkinan terjadinya perang fisik
 > antara Belanda dan Indonesia. Maka Amerika Serikat memaksa pemerintah
 > Belanda untuk menyerahkan Papua Barat ke tangan Republik Indonesia.
 > Di samping menekan pemerintah Belanda, pemerintah AS berusaha
 > mendekati presiden Soekarno. Soekarno diundang untuk berkunjung ke
 > Washington (Amerika Serikat) pada tahun 1961. Tahun 1962 utusan
 > pribadi Presiden John Kennedy yaitu Jaksa Agung Robert Kennedy
 > mengadakan kunjungan balasan ke Indonesia untuk membuktikan keinginan
 > Amerika Serikat tentang dukungan kepada Soekarno di dalam usaha
 > menganeksasi Papua Barat. Untuk mengelabui mata dunia, maka proses
 > pengambil-alihan kekuasaan di Papua Barat dilakukan melalui jalur
 > hukum internasional secara sah dengan dimasukkannya masalah Papua
 > Barat ke dalam agenda Majelis Umum PBB pada tahun 1962. Dari dalam
 > Majelis Umum PBB dibuatlah Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang
 > mengandung “Act of Free Choice” (Pernyataan Bebas Memilih). Act of
 > Free Choice kemudian diterjemahkan oleh pemerintah Republik Indonesia
 > sebagai PEPERA (Pernyataan Pendapat Rakyat) yang dilaksanakan pada
 > tahun 1969. 
 > 
 > Ones Nesta Suhuniap.
 > 
 > 
 > Sekrataris Umum KNPB
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 

  

Kirim email ke