Sebenarnya GOLPUT juga suatu bentuk perlawanan, menunjukkan ketidak setujuan 
atas calon2 yang ada sehingga tidak memilih. Sebaliknya, kalau hanya manut 
bongkokan terus hanya akan tidak diperhitungkan keberadaannya secara politik, 
suaranya tidak akan dianggap karena bagaimanapun toh manut terus.

   On Thursday, August 30, 2018, 5:02:31 PM PDT, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
  
Lho, setiap warga diusia dewasa berhak ikut mencoblos, 17 tahun, tentu saja 
mempunyai pemikirannya sendiri untuk menentukan pilihannya! Dan dalam era 
demokrasi, sudah seharusnya tidak diintervensi apalagi ada sedikit pemaksaan 
untuk memilih salah satu capres, ... biarlah mereka gunakan hak nya untuk 
mencoblos sesuai pemikirannya. Dan sebaiknya tidak golput saja! Syukur, syukur 
bisa lebih banyak yang sepemikiran dengan saya, pilih pasangan Jokowi! Jangan 
biarkan yang terjelak berhasil berkuasa, ...!
 
Inilah menurut saya bentuk PERLAWANAN yang masih bisa dilakukan sekarang ini! 
Agar keadaan bisa tetap maju sedikit lebih baik, dan tidak menjadi lebih jelek, 
... sedikit saja mengurangi penderitaan rakyat banyak dan tidak sebaliknya! 
Sedang GOLPUT tidak akan membawa perubahaan apa-apa, kecuali kemungkinan 
membiarkan yang terjelek berhasil berkuasa.
 
 

 
 
 Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] 於 31/8/2018 3:28 寫道:
  
 
      Sudah 20 tahun, sejak 3 tahun lalu sudah boleh nyoblos. 
  Argumen utama Chan adalah jangan sampai orang paling jahat jadi presiden 
padahal yang dimaksud ya coblos aja Jokowi-Ma'ruf, lha bagi generasi milenial 
yg usianya 30th kebawah sebenarnya siapakah yang paling jahat antara kedua 
pasangan? 
  
  ---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :
 
 Si jabang bayi lahir ketika Harto kejungkel! Lah sekarang umur jabang
 bayi itu sudah berapa tahun? Belum juga dianggap dewasa dan
 masih dianggap normal kalau belum berlawan?  
     
 
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

   

Kirim email ke