Iyaaa, bung Djie, ... nampak jelas jalan pikiran Deng adalah pragmatis dan sepenuhnya demi kepentingan RAKYAT Tiongkok! Deng menghendaki memperbaiki KESEJAHTERAAN 1,3milyar RAKYAT Tiongkok yg selama ratusan tahun ini menderita kemiskinan! Hanya saja terkadang justru membuat sementara orang tidak bisa mengerti koreksi kesalahan kebijaksanaan Ketua Mao ketika itu yang mengikuti kesalahan Sovyet itu, ... sekalipun dalam KENYATAAN ketua Mao sendiri sayang dan tetap menganggap Deng adalah kader baik yang cerdas. Itulah sebab bisa terjadi Deng dijatuhkan 3X dan digunakan 3X oleh Ketua Mao. Pilihannya seringkali jatuh pada pundak Deng untuk melaksanakan tugas-berat!

Deng bukan saja berani BELAJAR dari kemajuan orang lain, negara lain, .... dan untuk itu BERANI mengirimkan ratusan ribu sampai jutaan muda-mudi Tiongkok untuk meneruskan sekolah di negara-negara maju, tapi juga MENGUNDANG ahli-ahli heeibat didunia ini untuk datang ke Tiongkok memberikan pencerahan, kuliah, bahkan diobayar tinggi untuk bangun perusahaan, pabrik-industri di Tiongkok! Begitulah Tiongkok dari satu negara sosialisme yang MISKIN dalam waktu 40 tahun terakhir ini menjadi negara sosialisme yang maju dan sekarang menjadi ANCAMAN BERAT AS! Dan, .... mengakibatkan banyak orang kaget, kecewa dan sangat MENYESAL telah "membantu" Tiongkok menjadi negara maju dan kuat! Sangat menyesal telah membuat NAGA KUNING yang lemah, sakit dan tiduuur menjadi naga-kuning yg berhasil malang-melintang didunia sekarang ini, ... dan sangat ajaib, justru kebangkitan naga-kuning ini di SAMBUT hangat negara-negara sedang berkembang, khususnya lebih 40 negara di Afrika!

Tentu, perkembangan Tiongkok selanjutnya memasuki tahun 2019 ini akan lebih BERAT, menghadapi lebih banyak TANTANGAN dalam dan luar negeri, .... yang harus diatasi dengan bijaksana!

Salam,

ChanCT


kh djie 於 31/12/2018 11:26 寫道:
Bung Chan,
Di bukunya Ezra F. Vogel, Deng Xiaoping and the transformation of China, di bab 10, Opening to Japan, diceritakan panjang lebar keberhasilan Deng  di Jepang. Kalau punya bukunya bisa lihat di halaman 306-307 tentang kesungguhan Inayama Yasuhiro, mengajarkan
teknologi pembuatan baja. Di penutup bab itu, Vogel menulis :
During Deng's years at the helm, no country played a great role in assisting China build
its industry and infrastructure than Japan.
Vogel mengatakan pemimpin2 Jepang masa itu, pernah mengalami perang Dunia ke II, dan insaf bahwa Jepang telah "menghancurkan" Tiongkok, dan ingin membantu Tiongkok membangun
negeri dari akibat invasi Jepang.
Kalau tidak ada bukunya, bisa lihat di pdf berikut, cari di bab 10 ( kebetulan ada ditulis babnya):
http://www.gelora45.com/news/DengXiaoping_TransformationOfChina_Vogel.pdf
Deng itu juga minta idee2 dari World Bank, dari Hongaris, dari Singapore, minta bantuan idee dari Dr. Goh Keng Swee , yang "dipinjam"dari lee Kuan Yew. Memang ini adalah orang yang seperti Luhut Panjaitan, punya pengalaman di berbagai bidang, dengan bermacam jabatan menteri,
yang di situ diperlukan.
Salam,
KH

Pada tanggal Sen, 31 Des 2018 pukul 03.14 ChanCT [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:

    Saya perhatikan ada dasar POLA PIKIR berbeda bahkan
    bertolak-belakang antara pejabat Tiongkok dan Indonesia dalam
    menangani dan membawa negara-bangsa nya maju sejahtera, ...
    Pejabat Tiongkok, deengan segala kekurangan yang masih ada TETAP
    lebih mengutamakan KEUNTUNGAN bagi rakyat dan negaranya,
    sebaliknya di Indonesia masih lebih kurang bahkan tidak
    mempedulikan keuntungan rakyat dan negaranya sendiri!

    Tahun ini dalam rangka memperingati 40tahun hubungan persahabatan
    RRT-Jepang, sekaligus juga 40tahun kemenangan jalan "Reformasi dan
    Keterbukaan", terbaca satu tulisan dari Nikkei/Jepang, mengungkap
    kisah BANTUAN pabrik baja Jepang dalam membangun pabrik Baja
    PaoShan di Tiongkok. Saat Deng Xiaoping tahun 78, utk pertama kali
    pejabat RRT berkunjung ke Jepang, dalam peninjauan pabrik baja
    Jepang, Deng mengajukan bagaimana kalau kalian/Jepang membantu
    kami membangun pabrik baja macam ini di Tiongkok? Disetujui dan
    kontrak perjanjian pun dalam waktu singkat bisa ditandatangani.
    Pihak Jepang nampaknya juga dengan sepenuh hati membantu
    pembangunan pabrik baja PaoShan/Shanghai, sampai 10 ribu tenaga
    teknisi dan buruh Jepang datang ke Tiongkok membantu proses
    pembangunan pabrik sampai berhasil produksi baja pertama ditahun 85.

    Ingat pendirian PKT, pabrik baja ketika itu dianggap begitu
    penting bagi kekuatan satu negara, jadi TETAP tidak akan dilepas
    jadi milik swasta! Hanya saja saya tidak menemukan dalam tulisan
    itu bagaimana bentuk hak-milik pabrik baja, hanya kemudian ada
    rencana regruoping dengan pabrik Baja WuHan, menjadi pabrik Baja
    PaoWu yang tentunya adalah milik Negara. Kalau saja hasil produksi
    pabrik Baja Pao ditahun 96 sudah menyamai hasil produksi Baja
    Jepang, 10 tahun kemudian sudah melampaui lebih 8X lipat. Ditahun
    2017, Hasil Produksi Baja Jepang sekitar 100 juta ton, pabrik Baja
    PaoWu sudah 830 juta ton.

    Begitulah saat tahun 78, Deng tidak segan-segan mengutarakan pada
    kepala Pabrik Baja Jepang, jadikanlah kami MURID yang berguru pada
    kalian, setelah lebih 20 tahun sang MURID sudah berhasil
    mengalahkan GURU nya! Bahkan dengan regruoping menjadi pabrik baja
    PaoWu sekarang mencapai jajaran pabrik baja terbesar didunia!

    Bagaimana dengan Freeport??? Setelah kekayaan alam dikuras
    habis-habisan lebih dari 40 tahun oleh AS, bukan saja BELUM
    kembali ketangan RI, sampai sekarang masih dipeributkan setelah
    berhasil 51% saham milik RI, ... dimana untung-rugi bagi rakyat
    dan negara! Padahal KESALAHAN FATAL terjadi akibat perjanjian
    diserahkan sepenuhnya pada AS utk menguras kekayaan bumi alam
    Nusantara ini! Sedang tarik-ulur terjadi diantara sementara
    pejabat yang berusaha keras mendapat keuntungan utk diri sendiri,
    ... selama ini tidak juga berhasil mengambil alih hak-milik dan
    kemampuan proses produksi tambang! Bahkan ketentuan pembangunan
    smelter dalam 5 tahun tidak juga dipenuhi oleh Freeport McMoran
    juga tidak dijatuhi sanksi, ... akhirnya rencana pembangunan
    smelter baru akan dilaksanakan setelah 51% saham ditangan RI. Apa
    bukan akal-akalan bulus AS dengan merugikan RI yg harus ditelan???



    [email protected] <mailto:[email protected]>
    [GELORA45] 於 31/12/2018 2:57 寫道:


    Inalum berhasil menguasai 51% saham PTFI senilai $3.85 billion,
    tetapi dgn tambahan utang obligasi $4 billion. Juga dgn kewajiban
    investasi baru utk eksplorasi bawah tanah, bayar denda
    lingkungan, bangun smelter dlsb, tdk tahu berapa billion lagi
    bond yg akan dijual. Sementara operasional manajemen tetap
    ditangan Freeport McMoran.

    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <ilmesengero@...> <mailto:ilmesengero@...> wrote :


    */Agaknya harus diperhatikan bahwa istilah “milik Indonesia”
    belum tentu berarti milik negara, tetapi bisa juga milik swasta
    atau privat/. *


    
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222235309-85-355772/faisal-basri-kedaulatan-ri-bukan-soal-ambil-alih-free



      Faisal Basri: 'Kedaulatan' RI Bukan Soal Ambil Alih Freeport

    CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 14:42 WIB

    Bagikan :

    Faisal Basri: 'Kedaulatan' RI Bukan Soal Ambil Alih
    FreeportEkonom Faisal Basri menilai pengambilalihan mayoritas
    saham Freeport Indonesia tidak mengartikan kedaulatan RI
    mengelola tambang di Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki).

    Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom dari Universitas Indonesia
    *Faisal Basri
    <https://www.cnnindonesia.com/tag/faisal-basri>* menilai
    pengambilalihan mayoritas saham PT *Freeport Indonesia
    <https://www.cnnindonesia.com/tag/freeport-indonesia>* oleh
    Indonesia melalui PT *Inalum
    <https://www.cnnindonesia.com/tag/inalum>* tidak serta merta
    mengartikan kedaulatan RI dalam mengelola pertambangan di Tanah
    Papua.

    Ia berpendapat bahwa kedaulatan RI atas pertambangan Freeport
    juga terkait regulasi yang diberikan dalam pengelolaannya.
    "Sebenarnya, Indonesia bisa tetap berdaulat dengan Freeport
    (tanpa mayoritas saham) dengan aturan-aturannya, royalti, pajak,
    dan lain-lain," ujarnya, akhir pekan ini.

    Artinya, kalau regulasi yang dibuat Pemerintah Indonesia belum
    memberikan keuntungan bagi RI, maka Indonesia belum bisa
    dikatakan berdaulat terhadap Freeport.


              Lihat juga:

    Ongkos Mahal Jokowi Demi Saham Mayoritas Freeport
    
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181221115145-85-355466/ongkos-mahal-jokowi-demi-saham-mayoritas-freeport/>


    Sementara itu, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin
    menuturkan divestasi saham Freeport sesuai dengan amanat
    Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat 3 yang menyebut
    bahwa bumi, air, dan kekayaan alam terkandung didalamnya dikuasai
    negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

    Lebih lanjut Budi menegaskan kepemilikan mayoritas saham Freeport
    bukanlah bentuk nasionalisasi. Diketahui, saat ini pemerintah
    melalui Inalum mengantongi 51,23 persen saham Freeport dari
    sebelumnya hanya 9,36 persen.

    "Dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 atau UU Mineral dan Batubara
    (Minerba) secara jelas memberikan prioritas untuk menjadi milik
    Indonesia," kata Budi, Jumat (21/12).


              Lihat juga:

    VIDEO: Pemda Papua Kantongi 10 Persen Saham Freeport
    
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181221191958-89-355606/video-pemda-papua-kantongi-10-persen-saham-freeport/>


    Budi mengklaim selesainya proses divestasi Freeport Indonesia ini
    menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sangat
    membuka diri dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), yang
    ditandai dengan masuknya investasi perusahaan-perusahan global
    untuk ikut serta mengolah kekayaan alam.

    Namun demikian, Indonesia tetap memegang prinsip konstitusi,
    yaitu menjadi penguasa kekayaan alam tersebut. "Sukses ini akan
    bergema di seluruh dunia, jadi banyak perusahan-perusahaan
    tambang internasional lain ke Indonesia," imbuhnya.

    Untuk diketahui, pemerintah harus mengeluarkan uang sebesar
    US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per Dolar
    AS) untuk mengempit mayoritas saham Freeport Indonesia dari sang
    induk Freeport McMoran.


              Lihat juga:

    Freeport Tetap Pengelola Meski Mayoritas Saham Dimiliki RI
    
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222110549-85-355695/freeport-tetap-pengelola-meski-mayoritas-saham-dimiliki-ri/>


    Bersamaan dengan selesainya transaksi tersebut, Freeport
    Indonesia mengantongi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
    Lewat IUPK ini, Freeport Indonesia mendapatkan izin operasi 2 x
    10 tahun hingga 2041 mendatang.



    
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
        不含病毒。www.avg.com
    
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


    <#m_6957988147841268955_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>


---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke