Am Tue, 1 Jan 2019 10:08:47 +0800 schrieb "ChanCT [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>:
> Iyaaa, bung Djie, ... nampak jelas jalan pikiran Deng adalah > pragmatis dan sepenuhnya demi kepentingan RAKYAT Tiongkok! Deng > menghendaki memperbaiki KESEJAHTERAAN 1,3milyar RAKYAT Tiongkok yg > selama ratusan tahun ini menderita kemiskinan! Hanya saja terkadang > justru membuat sementara orang tidak bisa mengerti koreksi kesalahan > kebijaksanaan Ketua Mao ketika itu yang mengikuti kesalahan Sovyet > itu, ... sekalipun dalam KENYATAAN ketua Mao sendiri sayang dan tetap > menganggap Deng adalah kader baik yang cerdas. Itulah sebab bisa > terjadi Deng dijatuhkan 3X dan digunakan 3X oleh Ketua Mao. > Pilihannya seringkali jatuh pada pundak Deng untuk melaksanakan > tugas-berat! > > Deng bukan saja berani BELAJAR dari kemajuan orang lain, negara lain, > .... dan untuk itu BERANI mengirimkan ratusan ribu sampai jutaan > muda-mudi Tiongkok untuk meneruskan sekolah di negara-negara maju, > tapi juga MENGUNDANG ahli-ahli heeibat didunia ini untuk datang ke > Tiongkok memberikan pencerahan, kuliah, bahkan diobayar tinggi untuk > bangun perusahaan, pabrik-industri di Tiongkok! Begitulah Tiongkok > dari satu negara sosialisme yang MISKIN dalam waktu 40 tahun terakhir > ini menjadi negara sosialisme yang maju dan sekarang menjadi ANCAMAN > BERAT AS! Dan, .... mengakibatkan banyak orang kaget, kecewa dan > sangat MENYESAL telah "membantu" Tiongkok menjadi negara maju dan > kuat! Sangat menyesal telah membuat NAGA KUNING yang lemah, sakit dan > tiduuur menjadi naga-kuning yg berhasil malang-melintang didunia > sekarang ini, ... dan sangat ajaib, justru kebangkitan naga-kuning > ini di SAMBUT hangat negara-negara sedang berkembang, khususnya lebih > 40 negara di Afrika! > > Tentu, perkembangan Tiongkok selanjutnya memasuki tahun 2019 ini akan > lebih BERAT, menghadapi lebih banyak TANTANGAN dalam dan luar negeri, > .... yang harus diatasi dengan bijaksana! > > Salam, > > ChanCT > > > kh djie 於 31/12/2018 11:26 寫道: > > Bung Chan, > > Di bukunya Ezra F. Vogel, Deng Xiaoping and the transformation of > > China, di bab 10, > > Opening to Japan, diceritakan panjang lebar keberhasilan Deng di > > Jepang. Kalau punya bukunya > > bisa lihat di halaman 306-307 tentang kesungguhan Inayama Yasuhiro, > > mengajarkan > > teknologi pembuatan baja. Di penutup bab itu, Vogel menulis : > > During Deng's years at the helm, no country played a great role in > > assisting China build > > its industry and infrastructure than Japan. > > Vogel mengatakan pemimpin2 Jepang masa itu, pernah mengalami perang > > Dunia ke II, dan > > insaf bahwa Jepang telah "menghancurkan" Tiongkok, dan ingin > > membantu Tiongkok membangun > > negeri dari akibat invasi Jepang. > > Kalau tidak ada bukunya, bisa lihat di pdf berikut, cari di bab 10 > > ( kebetulan ada ditulis babnya): > > http://www.gelora45.com/news/DengXiaoping_TransformationOfChina_Vogel.pdf > > Deng itu juga minta idee2 dari World Bank, dari Hongaris, dari > > Singapore, minta bantuan idee > > dari Dr. Goh Keng Swee , yang "dipinjam"dari lee Kuan Yew. Memang > > ini adalah orang yang seperti > > Luhut Panjaitan, punya pengalaman di berbagai bidang, dengan > > bermacam jabatan menteri, > > yang di situ diperlukan. > > Salam, > > KH > > > > Pada tanggal Sen, 31 Des 2018 pukul 03.14 ChanCT > > [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] > > <[email protected] <mailto:[email protected]>> > > menulis: > > > > Saya perhatikan ada dasar POLA PIKIR berbeda bahkan > > bertolak-belakang antara pejabat Tiongkok dan Indonesia dalam > > menangani dan membawa negara-bangsa nya maju sejahtera, ... > > Pejabat Tiongkok, deengan segala kekurangan yang masih ada TETAP > > lebih mengutamakan KEUNTUNGAN bagi rakyat dan negaranya, > > sebaliknya di Indonesia masih lebih kurang bahkan tidak > > mempedulikan keuntungan rakyat dan negaranya sendiri! > > > > Tahun ini dalam rangka memperingati 40tahun hubungan > > persahabatan RRT-Jepang, sekaligus juga 40tahun kemenangan jalan > > "Reformasi dan Keterbukaan", terbaca satu tulisan dari > > Nikkei/Jepang, mengungkap kisah BANTUAN pabrik baja Jepang dalam > > membangun pabrik Baja PaoShan di Tiongkok. Saat Deng Xiaoping tahun > > 78, utk pertama kali pejabat RRT berkunjung ke Jepang, dalam > > peninjauan pabrik baja Jepang, Deng mengajukan bagaimana kalau > > kalian/Jepang membantu kami membangun pabrik baja macam ini di > > Tiongkok? Disetujui dan kontrak perjanjian pun dalam waktu singkat > > bisa ditandatangani. Pihak Jepang nampaknya juga dengan sepenuh > > hati membantu pembangunan pabrik baja PaoShan/Shanghai, sampai 10 > > ribu tenaga teknisi dan buruh Jepang datang ke Tiongkok membantu > > proses pembangunan pabrik sampai berhasil produksi baja pertama > > ditahun 85. > > > > Ingat pendirian PKT, pabrik baja ketika itu dianggap begitu > > penting bagi kekuatan satu negara, jadi TETAP tidak akan dilepas > > jadi milik swasta! Hanya saja saya tidak menemukan dalam tulisan > > itu bagaimana bentuk hak-milik pabrik baja, hanya kemudian ada > > rencana regruoping dengan pabrik Baja WuHan, menjadi pabrik Baja > > PaoWu yang tentunya adalah milik Negara. Kalau saja hasil > > produksi pabrik Baja Pao ditahun 96 sudah menyamai hasil produksi > > Baja Jepang, 10 tahun kemudian sudah melampaui lebih 8X lipat. > > Ditahun 2017, Hasil Produksi Baja Jepang sekitar 100 juta ton, > > pabrik Baja PaoWu sudah 830 juta ton. > > > > Begitulah saat tahun 78, Deng tidak segan-segan mengutarakan > > pada kepala Pabrik Baja Jepang, jadikanlah kami MURID yang berguru > > pada kalian, setelah lebih 20 tahun sang MURID sudah berhasil > > mengalahkan GURU nya! Bahkan dengan regruoping menjadi pabrik > > baja PaoWu sekarang mencapai jajaran pabrik baja terbesar didunia! > > > > Bagaimana dengan Freeport??? Setelah kekayaan alam dikuras > > habis-habisan lebih dari 40 tahun oleh AS, bukan saja BELUM > > kembali ketangan RI, sampai sekarang masih dipeributkan setelah > > berhasil 51% saham milik RI, ... dimana untung-rugi bagi rakyat > > dan negara! Padahal KESALAHAN FATAL terjadi akibat perjanjian > > diserahkan sepenuhnya pada AS utk menguras kekayaan bumi alam > > Nusantara ini! Sedang tarik-ulur terjadi diantara sementara > > pejabat yang berusaha keras mendapat keuntungan utk diri > > sendiri, ... selama ini tidak juga berhasil mengambil alih > > hak-milik dan kemampuan proses produksi tambang! Bahkan ketentuan > > pembangunan smelter dalam 5 tahun tidak juga dipenuhi oleh Freeport > > McMoran juga tidak dijatuhi sanksi, ... akhirnya rencana pembangunan > > smelter baru akan dilaksanakan setelah 51% saham ditangan RI. > > Apa bukan akal-akalan bulus AS dengan merugikan RI yg harus > > ditelan??? > > > > > > > > [email protected] <mailto:[email protected]> > > [GELORA45] 於 31/12/2018 2:57 寫道: > >> > >> > >> Inalum berhasil menguasai 51% saham PTFI senilai $3.85 billion, > >> tetapi dgn tambahan utang obligasi $4 billion. Juga dgn > >> kewajiban investasi baru utk eksplorasi bawah tanah, bayar denda > >> lingkungan, bangun smelter dlsb, tdk tahu berapa billion lagi > >> bond yg akan dijual. Sementara operasional manajemen tetap > >> ditangan Freeport McMoran. > >> > >> ---In [email protected] > >> <mailto:[email protected]>, <ilmesengero@...> > >> <mailto:ilmesengero@...> wrote : > >> > >> > >> */Agaknya harus diperhatikan bahwa istilah “milik Indonesia” > >> belum tentu berarti milik negara, tetapi bisa juga milik swasta > >> atau privat/. * > >> > >> > >> > >> https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222235309-85-355772/faisal-basri-kedaulatan-ri-bukan-soal-ambil-alih-free > >> > >> > >> > >> Faisal Basri: 'Kedaulatan' RI Bukan Soal Ambil Alih Freeport > >> > >> CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 14:42 WIB > >> > >> Bagikan : > >> > >> Faisal Basri: 'Kedaulatan' RI Bukan Soal Ambil Alih > >> FreeportEkonom Faisal Basri menilai pengambilalihan mayoritas > >> saham Freeport Indonesia tidak mengartikan kedaulatan RI > >> mengelola tambang di Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki). > >> > >> Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom dari Universitas Indonesia > >> *Faisal Basri > >> <https://www.cnnindonesia.com/tag/faisal-basri>* menilai > >> pengambilalihan mayoritas saham PT *Freeport Indonesia > >> <https://www.cnnindonesia.com/tag/freeport-indonesia>* oleh > >> Indonesia melalui PT *Inalum > >> <https://www.cnnindonesia.com/tag/inalum>* tidak serta merta > >> mengartikan kedaulatan RI dalam mengelola pertambangan di Tanah > >> Papua. > >> > >> Ia berpendapat bahwa kedaulatan RI atas pertambangan Freeport > >> juga terkait regulasi yang diberikan dalam pengelolaannya. > >> "Sebenarnya, Indonesia bisa tetap berdaulat dengan Freeport > >> (tanpa mayoritas saham) dengan aturan-aturannya, royalti, > >> pajak, dan lain-lain," ujarnya, akhir pekan ini. > >> > >> Artinya, kalau regulasi yang dibuat Pemerintah Indonesia belum > >> memberikan keuntungan bagi RI, maka Indonesia belum bisa > >> dikatakan berdaulat terhadap Freeport. > >> > >> > >> Lihat juga: > >> > >> Ongkos Mahal Jokowi Demi Saham Mayoritas Freeport > >> > >> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181221115145-85-355466/ongkos-mahal-jokowi-demi-saham-mayoritas-freeport/> > >> > >> > >> Sementara itu, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin > >> menuturkan divestasi saham Freeport sesuai dengan amanat > >> Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat 3 yang menyebut > >> bahwa bumi, air, dan kekayaan alam terkandung didalamnya > >> dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran > >> rakyat. > >> > >> Lebih lanjut Budi menegaskan kepemilikan mayoritas saham > >> Freeport bukanlah bentuk nasionalisasi. Diketahui, saat ini > >> pemerintah melalui Inalum mengantongi 51,23 persen saham Freeport > >> dari sebelumnya hanya 9,36 persen. > >> > >> "Dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 atau UU Mineral dan Batubara > >> (Minerba) secara jelas memberikan prioritas untuk menjadi milik > >> Indonesia," kata Budi, Jumat (21/12). > >> > >> > >> Lihat juga: > >> > >> VIDEO: Pemda Papua Kantongi 10 Persen Saham Freeport > >> > >> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181221191958-89-355606/video-pemda-papua-kantongi-10-persen-saham-freeport/> > >> > >> > >> Budi mengklaim selesainya proses divestasi Freeport Indonesia > >> ini menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sangat > >> membuka diri dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), yang > >> ditandai dengan masuknya investasi perusahaan-perusahan global > >> untuk ikut serta mengolah kekayaan alam. > >> > >> Namun demikian, Indonesia tetap memegang prinsip konstitusi, > >> yaitu menjadi penguasa kekayaan alam tersebut. "Sukses ini akan > >> bergema di seluruh dunia, jadi banyak perusahan-perusahaan > >> tambang internasional lain ke Indonesia," imbuhnya. > >> > >> Untuk diketahui, pemerintah harus mengeluarkan uang sebesar > >> US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per > >> Dolar AS) untuk mengempit mayoritas saham Freeport Indonesia dari > >> sang induk Freeport McMoran. > >> > >> > >> Lihat juga: > >> > >> Freeport Tetap Pengelola Meski Mayoritas Saham Dimiliki RI > >> > >> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222110549-85-355695/freeport-tetap-pengelola-meski-mayoritas-saham-dimiliki-ri/> > >> > >> > >> Bersamaan dengan selesainya transaksi tersebut, Freeport > >> Indonesia mengantongi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). > >> Lewat IUPK ini, Freeport Indonesia mendapatkan izin operasi 2 x > >> 10 tahun hingga 2041 mendatang. > >> > >> > > > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > 不含病毒。www.avg.com > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > > > > > > <#m_6957988147841268955_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > > > > > > --- > 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。 > http://www.avg.com
