Emangnya si Deng Xp itu sendiri aja yang mengerti pentingnya
ilmu dan peranan pengetahuan untuk membangun suatu negeri? Kami
ini dulu dikirim studi ke luarnegeri jamannya pemerintahan Bung Karno.
Ribuan mahasiswa yang dikirim ke luarnegeri. Masalahnya pada saat
periode rombongan-rombongan pertama selesai dan pulang, kemudian sudah
mulai menempati kedudukan yang berarti sesuai dengan jurusan yang
ditempuh, tanpa kesalahan kopetensi keahliannya mereka yang sudah
pulang terus dipecati tanpa alasan setelah terjadinya G30S dan
kebanyakan dijebloskan ke Pulau Buru tanpa mengerti kesalahan apa yang
mereka perbuat.
Masalahnya kan mengabdi sistim dunia apa pembangunan suatu negeri itu.
Kalau sistim yang dibangun sifatnya melebur dengan sistim kapitalisme
yah didukung dunia imperialis. 





Am Tue, 1 Jan 2019 10:08:47 +0800
schrieb "ChanCT [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> Iyaaa, bung Djie, ... nampak jelas jalan pikiran Deng adalah
> pragmatis dan sepenuhnya demi kepentingan RAKYAT Tiongkok! Deng
> menghendaki memperbaiki KESEJAHTERAAN 1,3milyar RAKYAT Tiongkok yg
> selama ratusan tahun ini menderita kemiskinan! Hanya saja terkadang
> justru membuat sementara orang tidak bisa mengerti koreksi kesalahan
> kebijaksanaan Ketua Mao ketika itu yang mengikuti kesalahan Sovyet
> itu, ... sekalipun dalam KENYATAAN ketua Mao sendiri sayang dan tetap
> menganggap Deng adalah kader baik yang cerdas. Itulah sebab bisa
> terjadi Deng dijatuhkan 3X dan digunakan 3X oleh Ketua Mao.
> Pilihannya seringkali jatuh pada pundak Deng untuk melaksanakan
> tugas-berat!
> 
> Deng bukan saja berani BELAJAR dari kemajuan orang lain, negara lain, 
> .... dan untuk itu BERANI mengirimkan ratusan ribu sampai jutaan 
> muda-mudi Tiongkok untuk meneruskan sekolah di negara-negara maju,
> tapi juga MENGUNDANG ahli-ahli heeibat didunia ini untuk datang ke
> Tiongkok memberikan pencerahan, kuliah, bahkan diobayar tinggi untuk
> bangun perusahaan, pabrik-industri di Tiongkok! Begitulah Tiongkok
> dari satu negara sosialisme yang MISKIN dalam waktu 40 tahun terakhir
> ini menjadi negara sosialisme yang maju dan sekarang menjadi ANCAMAN
> BERAT AS! Dan, .... mengakibatkan banyak orang kaget, kecewa dan
> sangat MENYESAL telah "membantu" Tiongkok menjadi negara maju dan
> kuat! Sangat menyesal telah membuat NAGA KUNING yang lemah, sakit dan
> tiduuur menjadi naga-kuning yg berhasil malang-melintang didunia
> sekarang ini, ... dan sangat ajaib, justru kebangkitan naga-kuning
> ini di SAMBUT hangat negara-negara sedang berkembang, khususnya lebih
> 40 negara di Afrika!
> 
> Tentu, perkembangan Tiongkok selanjutnya memasuki tahun 2019 ini akan 
> lebih BERAT, menghadapi lebih banyak TANTANGAN dalam dan luar negeri, 
> .... yang harus diatasi dengan bijaksana!
> 
> Salam,
> 
> ChanCT
> 
> 
> kh djie 於 31/12/2018 11:26 寫道:
> > Bung Chan,
> > Di bukunya Ezra F. Vogel, Deng Xiaoping and the transformation of 
> > China, di bab 10,
> > Opening to Japan, diceritakan panjang lebar keberhasilan Deng  di 
> > Jepang. Kalau punya bukunya
> > bisa lihat di halaman 306-307 tentang kesungguhan Inayama Yasuhiro, 
> > mengajarkan
> > teknologi pembuatan baja. Di penutup bab itu, Vogel menulis :
> > During Deng's years at the helm, no country played a great role in 
> > assisting China build
> > its industry and infrastructure than Japan.
> > Vogel mengatakan pemimpin2 Jepang masa itu, pernah mengalami perang 
> > Dunia ke II, dan
> > insaf bahwa Jepang telah "menghancurkan" Tiongkok, dan ingin
> > membantu Tiongkok membangun
> > negeri dari akibat invasi Jepang.
> > Kalau tidak ada bukunya, bisa lihat di pdf berikut, cari di bab 10
> > ( kebetulan ada ditulis babnya):
> > http://www.gelora45.com/news/DengXiaoping_TransformationOfChina_Vogel.pdf
> > Deng itu juga minta idee2 dari World Bank, dari Hongaris, dari 
> > Singapore, minta bantuan idee
> > dari Dr. Goh Keng Swee , yang "dipinjam"dari lee Kuan Yew. Memang
> > ini adalah orang yang seperti
> > Luhut Panjaitan, punya pengalaman di berbagai bidang, dengan
> > bermacam jabatan menteri,
> > yang di situ diperlukan.
> > Salam,
> > KH
> >
> > Pada tanggal Sen, 31 Des 2018 pukul 03.14 ChanCT
> > [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
> > <[email protected] <mailto:[email protected]>>
> > menulis:
> >
> >     Saya perhatikan ada dasar POLA PIKIR berbeda bahkan
> >     bertolak-belakang antara pejabat Tiongkok dan Indonesia dalam
> >     menangani dan membawa negara-bangsa nya maju sejahtera, ...
> >     Pejabat Tiongkok, deengan segala kekurangan yang masih ada TETAP
> >     lebih mengutamakan KEUNTUNGAN bagi rakyat dan negaranya,
> >     sebaliknya di Indonesia masih lebih kurang bahkan tidak
> >     mempedulikan keuntungan rakyat dan negaranya sendiri!
> >
> >     Tahun ini dalam rangka memperingati 40tahun hubungan
> > persahabatan RRT-Jepang, sekaligus juga 40tahun kemenangan jalan
> > "Reformasi dan Keterbukaan", terbaca satu tulisan dari
> > Nikkei/Jepang, mengungkap kisah BANTUAN pabrik baja Jepang dalam
> > membangun pabrik Baja PaoShan di Tiongkok. Saat Deng Xiaoping tahun
> > 78, utk pertama kali pejabat RRT berkunjung ke Jepang, dalam
> > peninjauan pabrik baja Jepang, Deng mengajukan bagaimana kalau
> > kalian/Jepang membantu kami membangun pabrik baja macam ini di
> > Tiongkok? Disetujui dan kontrak perjanjian pun dalam waktu singkat
> > bisa ditandatangani. Pihak Jepang nampaknya juga dengan sepenuh
> > hati membantu pembangunan pabrik baja PaoShan/Shanghai, sampai 10
> > ribu tenaga teknisi dan buruh Jepang datang ke Tiongkok membantu
> > proses pembangunan pabrik sampai berhasil produksi baja pertama
> > ditahun 85.
> >
> >     Ingat pendirian PKT, pabrik baja ketika itu dianggap begitu
> >     penting bagi kekuatan satu negara, jadi TETAP tidak akan dilepas
> >     jadi milik swasta! Hanya saja saya tidak menemukan dalam tulisan
> >     itu bagaimana bentuk hak-milik pabrik baja, hanya kemudian ada
> >     rencana regruoping dengan pabrik Baja WuHan, menjadi pabrik Baja
> >     PaoWu yang tentunya adalah milik Negara. Kalau saja hasil
> > produksi pabrik Baja Pao ditahun 96 sudah menyamai hasil produksi
> > Baja Jepang, 10 tahun kemudian sudah melampaui lebih 8X lipat.
> > Ditahun 2017, Hasil Produksi Baja Jepang sekitar 100 juta ton,
> > pabrik Baja PaoWu sudah 830 juta ton.
> >
> >     Begitulah saat tahun 78, Deng tidak segan-segan mengutarakan
> > pada kepala Pabrik Baja Jepang, jadikanlah kami MURID yang berguru
> > pada kalian, setelah lebih 20 tahun sang MURID sudah berhasil
> >     mengalahkan GURU nya! Bahkan dengan regruoping menjadi pabrik
> > baja PaoWu sekarang mencapai jajaran pabrik baja terbesar didunia!
> >
> >     Bagaimana dengan Freeport??? Setelah kekayaan alam dikuras
> >     habis-habisan lebih dari 40 tahun oleh AS, bukan saja BELUM
> >     kembali ketangan RI, sampai sekarang masih dipeributkan setelah
> >     berhasil 51% saham milik RI, ... dimana untung-rugi bagi rakyat
> >     dan negara! Padahal KESALAHAN FATAL terjadi akibat perjanjian
> >     diserahkan sepenuhnya pada AS utk menguras kekayaan bumi alam
> >     Nusantara ini! Sedang tarik-ulur terjadi diantara sementara
> >     pejabat yang berusaha keras mendapat keuntungan utk diri
> > sendiri, ... selama ini tidak juga berhasil mengambil alih
> > hak-milik dan kemampuan proses produksi tambang! Bahkan ketentuan
> > pembangunan smelter dalam 5 tahun tidak juga dipenuhi oleh Freeport
> > McMoran juga tidak dijatuhi sanksi, ... akhirnya rencana pembangunan
> >     smelter baru akan dilaksanakan setelah 51% saham ditangan RI.
> > Apa bukan akal-akalan bulus AS dengan merugikan RI yg harus
> > ditelan???
> >
> >
> >
> >     [email protected] <mailto:[email protected]>
> >     [GELORA45] 於 31/12/2018 2:57 寫道:  
> >>
> >>
> >>     Inalum berhasil menguasai 51% saham PTFI senilai $3.85 billion,
> >>     tetapi dgn tambahan utang obligasi $4 billion. Juga dgn
> >> kewajiban investasi baru utk eksplorasi bawah tanah, bayar denda
> >>     lingkungan, bangun smelter dlsb, tdk tahu berapa billion lagi
> >>     bond yg akan dijual. Sementara operasional manajemen tetap
> >>     ditangan Freeport McMoran.
> >>
> >>     ---In [email protected]
> >> <mailto:[email protected]>, <ilmesengero@...>
> >> <mailto:ilmesengero@...> wrote :
> >>
> >>
> >>     */Agaknya harus diperhatikan bahwa istilah “milik Indonesia”
> >>     belum tentu berarti milik negara, tetapi bisa juga milik swasta
> >>     atau privat/. *
> >>
> >>
> >>     
> >> https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222235309-85-355772/faisal-basri-kedaulatan-ri-bukan-soal-ambil-alih-free
> >>
> >>
> >>
> >>       Faisal Basri: 'Kedaulatan' RI Bukan Soal Ambil Alih Freeport
> >>
> >>     CNN Indonesia | Minggu, 23/12/2018 14:42 WIB
> >>
> >>     Bagikan :
> >>
> >>     Faisal Basri: 'Kedaulatan' RI Bukan Soal Ambil Alih
> >>     FreeportEkonom Faisal Basri menilai pengambilalihan mayoritas
> >>     saham Freeport Indonesia tidak mengartikan kedaulatan RI
> >>     mengelola tambang di Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki).
> >>
> >>     Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom dari Universitas Indonesia
> >>     *Faisal Basri
> >>     <https://www.cnnindonesia.com/tag/faisal-basri>* menilai
> >>     pengambilalihan mayoritas saham PT *Freeport Indonesia
> >>     <https://www.cnnindonesia.com/tag/freeport-indonesia>* oleh
> >>     Indonesia melalui PT *Inalum
> >>     <https://www.cnnindonesia.com/tag/inalum>* tidak serta merta
> >>     mengartikan kedaulatan RI dalam mengelola pertambangan di Tanah
> >>     Papua.
> >>
> >>     Ia berpendapat bahwa kedaulatan RI atas pertambangan Freeport
> >>     juga terkait regulasi yang diberikan dalam pengelolaannya.
> >>     "Sebenarnya, Indonesia bisa tetap berdaulat dengan Freeport
> >>     (tanpa mayoritas saham) dengan aturan-aturannya, royalti,
> >> pajak, dan lain-lain," ujarnya, akhir pekan ini.
> >>
> >>     Artinya, kalau regulasi yang dibuat Pemerintah Indonesia belum
> >>     memberikan keuntungan bagi RI, maka Indonesia belum bisa
> >>     dikatakan berdaulat terhadap Freeport.
> >>
> >>
> >>               Lihat juga:
> >>
> >>     Ongkos Mahal Jokowi Demi Saham Mayoritas Freeport
> >>     
> >> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181221115145-85-355466/ongkos-mahal-jokowi-demi-saham-mayoritas-freeport/>
> >>
> >>
> >>     Sementara itu, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin
> >>     menuturkan divestasi saham Freeport sesuai dengan amanat
> >>     Undang-undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 ayat 3 yang menyebut
> >>     bahwa bumi, air, dan kekayaan alam terkandung didalamnya
> >> dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran
> >> rakyat.
> >>
> >>     Lebih lanjut Budi menegaskan kepemilikan mayoritas saham
> >> Freeport bukanlah bentuk nasionalisasi. Diketahui, saat ini
> >> pemerintah melalui Inalum mengantongi 51,23 persen saham Freeport
> >> dari sebelumnya hanya 9,36 persen.
> >>
> >>     "Dalam UU Nomor 4 Tahun 2009 atau UU Mineral dan Batubara
> >>     (Minerba) secara jelas memberikan prioritas untuk menjadi milik
> >>     Indonesia," kata Budi, Jumat (21/12).
> >>
> >>
> >>               Lihat juga:
> >>
> >>     VIDEO: Pemda Papua Kantongi 10 Persen Saham Freeport
> >>     
> >> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181221191958-89-355606/video-pemda-papua-kantongi-10-persen-saham-freeport/>
> >>
> >>
> >>     Budi mengklaim selesainya proses divestasi Freeport Indonesia
> >> ini menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia sangat
> >>     membuka diri dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), yang
> >>     ditandai dengan masuknya investasi perusahaan-perusahan global
> >>     untuk ikut serta mengolah kekayaan alam.
> >>
> >>     Namun demikian, Indonesia tetap memegang prinsip konstitusi,
> >>     yaitu menjadi penguasa kekayaan alam tersebut. "Sukses ini akan
> >>     bergema di seluruh dunia, jadi banyak perusahan-perusahaan
> >>     tambang internasional lain ke Indonesia," imbuhnya.
> >>
> >>     Untuk diketahui, pemerintah harus mengeluarkan uang sebesar
> >>     US$3,85 miliar atau sekitar Rp56 triliun (kurs Rp14.500 per
> >> Dolar AS) untuk mengempit mayoritas saham Freeport Indonesia dari
> >> sang induk Freeport McMoran.
> >>
> >>
> >>               Lihat juga:
> >>
> >>     Freeport Tetap Pengelola Meski Mayoritas Saham Dimiliki RI
> >>     
> >> <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181222110549-85-355695/freeport-tetap-pengelola-meski-mayoritas-saham-dimiliki-ri/>
> >>
> >>
> >>     Bersamaan dengan selesainya transaksi tersebut, Freeport
> >>     Indonesia mengantongi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
> >>     Lewat IUPK ini, Freeport Indonesia mendapatkan izin operasi 2 x
> >>     10 tahun hingga 2041 mendatang.
> >>
> >>  
> >
> >     
> > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> >             不含病毒。www.avg.com
> >     
> > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
> >
> >
> >     <#m_6957988147841268955_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
> >     
> >  
> 
> 
> ---
> 此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
> http://www.avg.com

Kirim email ke