Kenapa berpikir Indonesia selama ini dikuasai bangsa asing?

--- SADAR@... wrote:
Lalu, ... selama hampir 74 tahun ini Indonesia dikuasai siapa???
Kalau dua-duanya sama saja, bagaimana cara mengeluarkan dan menangkan pilihan 
ke-3, pilihan lain???
jonathangoeij@... 於19/3/2019 11:51 寫道:
Si Ramli omong kosong, jika Prabowo menang juga akan sama.
--- ajegilelu@... wrote :
Rizal Ramli: Jika Jokowi Menang, China Akan Kuasai Indonesia
Maret 17, 2019 18:49
Jakarta, aktual.com – Ekonom senior Rizal Ramli, sebut pemerintah Presiden Joko 
Widodo dan tokoh-tokoh di belakangnya dipengaruhi pemerintah China dalam sektor 
ekonomi. Sehingga, jika Jokowi menang dalam Pilpres 2019 ini, Tiongkok akan 
menguasai Indonesia.
“Bila Jokowi menang dalam pemilihan presiden mendatang, China akan semakin 
dalam menguasai Indonesia,” ujar Rizal di kediamannya, di Jakarta Selatan, 
ditulis Minggu (17/3).
Rizal menceritakan sedikit pengalamannya saat menjabat sebagai Menko Maritim 
dan Sumber Daya pada  kurun 2015-2016.
Di masa itu, Kementerian yang dipimpin Rizal memberikan nama baru untuk 
perairan Indonesia di sebelah utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau.
“Laut Natuna Utara dimasukkan dalam peta baru NKRI, karena wilayah perairan itu 
sudah sah menjadi milik kita setelah dicapai kesepakatan dengan negara-negara 
tetangga,” cerita Rizal.
Tapi, sambung dia, saat itu ada anggota Kabinet yang keberatan, karena 
mempertimbangkan keberatan China. Tidak hanya keberatan, anggota kabinet ini 
juga mengusulkan agar China diberi hak perikanan khusus di  perairan itu.
Nama Laut Natuna Utara akhirnya tetap digunakan dalam peta baru NKRI.
Kini setelah berada di luar Kabinet, Rizal melihat kelompok yang memiliki 
hubungan dekat dengan China begitu dominan.
“Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di beberapa negara 
mereka membantu proyek-proyek yang sudah pasti tidak untung. Setelah itu mereka 
akan memilikinya,” kata Rizal lagi.
Di sisi lain, Rizal juga tidak setuju dengan konsepsi Indo Pacifik yang 
menurutnya mengekspresikan kepentingan Amerika Serikat di kawasan.Menurutnya, 
di masa depan Indonesia harus menyusun konsepsi baru yang memungkinkan 
Indonesia merebut kembali posisi sebagai pemain kunci di kawasan.
(Zaenal Arifin)

Kirim email ke