Lha,. ... dari awal mula saat naik singgasana kekuasaan Soeharto saja sudah lebih dahulu melangkahi jutaan jiwa rakyat dengan melanggar DEMOKRASI tanpa pedulikan HAM, bagaimana bisa dikatakan melanjutkan MPRS ditahun 1966-1971 itu, dan keputusan nya dinyatakan tetap sah kalau MPRS itu sudah lebih dahulu dirombak senak udelnya sendiri, dengan menghilangkan Ketua MPRS, Chaerul Saleh dan DN Aidit, lalu menyingkirkan/menangkapi lebih 60% anggota MPRS yang dituduh PKI dan Soekarnois, kemudian menggantikannya dengan begundal-begundalnya sendiri!

Bagaimana masih ada musyawarah perwakilan lagi, kalau semua diatur dan dibawah ancaman, ... dengan menegakkan suara tunggal!



Jonathan Goeij 於 22/3/2019 10:05 寫道:
Soeharto melakukan demokrasi palsu atau asli tergantung anggapan siapa, yg jelas sdh dilakukan 32 tahun secara sadar oleh masyarakat, dan juga sesuai musyawarah perwakilan yg anda usulkan dibawah.

Pilpres langsung juga sesuai keputusan musyawarah MPR, musyawarah MPR juga yg telah mengubah konstitusi pemilihan presiden jadi secara langsung

On Thursday, March 21, 2019, 6:52:51 PM PDT, ChanCT <[email protected]> wrote:


Yang jadi masalah, masa ORBA Soeharto berlakukan otokrasi dengan demokrasi palsu, ... sedang DEMOKRASI yang hendak dijalankan HARUS sesuai dengan KESADARAN masyarakat itu sendiri! Juga jangan mutlakkan dan gunakan demokrasi dinegara maju apalagi dipaksakan harus ikuti pilpres langsung, tanpa peduli kondisi yg jelas berbeda. Padahal di AS sendiri juga terbukti tidak bagus amat, ...!



Jonathan Goeij 於 21/3/2019 22:44 寫道:

lho....... yang barusan usul siapa?
Sekarang anda setuju dengan golput?


On Wednesday, March 20, 2019, 11:32:33 PM PDT, ChanCT <[email protected]> <mailto:[email protected]> wrote:


Bisa dikatakan, sudah tidak ada orang yang waras mau mengakui pemilihan dimasa ORBA Soeharto dan PANTASLAH ketika itu dilawan dengan GOLPUT!


[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] 於 21/3/2019 10:53 寫道:


Indonesia sdh menjalankan pemilihan presiden yg anda sebut selama 32 tahun.

---In [email protected] <mailto:[email protected]>, <SADAR@...> <mailto:SADAR@...> wrote :

Untuk pemilihan Presiden, khusus bagi negara besar dan rakyat yg begitu banyak, ... jauh akan lebih baik dipilih melalui MPR, secara musyawarah perwakilan saja! RAKYAT banyak TIDAK akan mampu mengenal dan memilih seorang capres dengan baik hanya dari masa perkenalan, masa propaganda, masa debat yg hanya sebulan atau beberapa bulan itu saja! Capres begitu banyaknya TAK ADA ARTInya, karena tetap parpol besar yg bermain menentukan dan kesitulah akan mengerucut! Akhirnya memang sulit, sangat sulit untuk mengatakan tidak akan terjadi dagang sapi dan politik uang, ...

Dengan kata lain, pemilihan Presiden secara langsung begitu TIDAK menjamin keluar Presiden yg BAIK! Saya perhatikan, lebih baik cara RRT, capres keluar dari gubernur propinsi yg BERHASIL dan ditentukan KRN saja, akan lebih menjamin keluar Presiden yg BAIK dan berkemampuan membawa negara lebih maju!


jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於 21/3/2019 9:22 寫道:


    anda bisa juga melihat threshold itu memang yg bikin tdk ada
    calon lain, sampai kapanpun juga ya tdk ada calon brilliant yg
    ada calon dagang sapi.

    calon akan selalu ada, saat ini di US sudah ada 605 presidential
    candidates yg mencalonkan diri utk pemilu 2020 th depan, yg
    nantinya mengerucut jadi sekian puluh orang kemudian mengerucut lagi.

    Obama th 2008 juga awalnya tidak diperhitungkan sama sekali.

    ---In [email protected] <mailto:[email protected]>,
    <SADAR@...> <mailto:SADAR@...> wrote :

    Lha, ... kan nampak jelas yang terjadi dengan adanya threshold
    itu, dan karena tidak ada parpol yg memenuhi syarat keluarkan
    capres jadi harus lakukan koalisi, dalam perembukan itu kan cuma
    ada 2 capres yg keluar, mau bikin capres ke-3 juga tidak berani,
    ...! Itulah peraduan kekuatan yg terjadi dalam masyarakat,
    sekalipun ada beberapa parpol yg tampilkan capres, akhirnya akan
    mengerucut pada capres yg masih bisa diterima bersama. Maka dalam
    pilpres putaran ke-2 akan muncullah spt. yg keluar sekarang ini
    hanya kubu 01 dan kubu 02 itu.

    Kecuali anda yakin ada kekuatan tersembunyi dlm masyarakat, tanpa
    parpol ada capres brilian, semacam Ahok (indipenden) yg bisa
    dapatkan dukungan kuat rakyat banyak? Apa ada? Tidak nampak akan
    terjadi dalam penglihatan saya, ...


    Jonathan Goeij 於 21/3/2019 8:21 寫道:

        kalau anda cuman berkata kemungkinan besar menurut anggapan
        anda ya tdk usak pemilu lha wong pd akhirnya ya cuman 1
        orang yg jd presiden.

        kalau ada banyak calon darimana anda tahu pada akhirnya
        cuman Jokowi vs. Prabowo?


        On Wednesday, March 20, 2019, 5:07:26 PM PDT, ChanCT
        <sadar@...> <mailto:sadar@...> wrote:


        Bukankah kemungkinan besar yang terjadi, tanpa Threshold
        Presiden dan katakanlah jadi muncul 4-5 capres sekalipun,
        akhirnya akan mengerucut 01 dan 02 juga seperti sekrang ini.
        Itulah kekuatan-kekuatan yg nampak bertarung dalam koalisi
        yg terjadi sekarang ini. Adanya threshold hanya mempercepat
        proses tidak usah/kurangi kemungkinan terjadi pemilihan
        putaran kedua, ...

        Jonathan Goeij 於 21/3/2019 1:26 寫道:

        anda justru memberikan contoh akibat dari threshold, tidak
        tahu sebenarnya anda beropini setuju atau tidak setuju
        threshold.

        kutipan:
        Sedang untuk tingkat perjuangan sekarang ini, pemilu
        serentak, pileg dan pilpres 2019, 17 April 2019 yad, tidak
        ada pilihan lain kecuali Kubu 01 dan 02! Tidak ada
        alternatif lain, ... GOLPUT juga TIDAK merubah hasil pemilu!
        Jadi BETUL kata romo Magnis, yang dihadapkan pada rakyat
        bukan memilih yang terbaik, tapi jangan biarkan yang
        terjelek berkuasa!


        On Wednesday, March 20, 2019, 12:11:27 AM PDT, ChanCT
        <sadar@...> <mailto:sadar@...> wrote:


        Dengan threshold Presiden dihapus, bisakah menyelesaikan
        soal??? Saya TIDAK yakin! Bukan disini DASAR masalahnya.
        Dengan munculnya "demokrasi" yg melahirkan 16 Parpol dalam
        pemilu kali ini, menunjukkan KESADARAN masyarakat akan
        demokrasi masih amburadul! BELUM berhasil mengerucut dalam
        3-4 parpol, begitu beda sedikit saja harus bentuk parpol
        tersendiri, dan entah apa dasar perbedaannya lagi, ... ini
        pertama.

        Kedua, kehidupan DEMOKRASI tidak berarti pemilihan Presiden
        langsung, sebalik saya melihat presiden yg keluar dalam
        kenyataan tetap TIDAK BISA mewakili suara rakyat mayoritas
        dalam arti sesungguhnya, apalagi bekerja untuk kepentingan
        rakyat banyak. Belum lagi yg dipersoalkan kenyataan jumlah
        suara pemenang tidak pernah bisa melebihi suara GOLPUT, yg
        tidak ikut bersuara, ...!!! Padahal pengeluaran DANA dan
        energi yang begitu BESAR untuk pemilu yg dibanggakan PESTA
        DEMOKRASI itu jadi sangat TIDAK MEMADAI!

        Ketiga, rakyat Indonesia masih perlu belajar dalam
        perjalanan demokrasi ini untuk menyimpulkan dan menemukan
        sendiri demokrasi melahirkan pemimpin yg dianggap paling baik.

        Sedang untuk tingkat perjuangan sekarang ini, pemilu
        serentak, pileg dan pilpres 2019, 17 April 2019 yad, tidak
        ada pilihan lain kecuali Kubu 01 dan 02! Tidak ada
        alternatif lain, ... GOLPUT juga TIDAK merubah hasil pemilu!
        Jadi BETUL kata romo Magnis, yang dihadapkan pada rakyat
        bukan memilih yang terbaik, tapi jangan biarkan yang
        terjelek berkuasa!



        Jonathan Goeij 於 19/3/2019 22:37 寫道:
        Hapus threshold.


        On Tuesday, March 19, 2019, 1:23:24 AM PDT, ChanCT
        <sadar@...> <mailto:sadar@...> wrote:


        Lalu, ... selama hampir 74 tahun ini Indonesia dikuasai siapa???

        Kalau dua-duanya sama saja, bagaimana cara mengeluarkan dan
        menangkan pilihan ke-3, pilihan lain???


        jonathangoeij@... <mailto:jonathangoeij@...> [GELORA45] 於
        19/3/2019 11:51 寫道:


        Si Ramli omong kosong, jika Prabowo menang juga akan sama.


        ---In [email protected]
        <mailto:[email protected]>, <ajegilelu@...>
        <mailto:ajegilelu@...> wrote :

        Rizal Ramli: JikaJokowi Menang, ChinaAkan Kuasai Indonesia


        Maret 17, 2019 18:49

        *Jakarta, aktual.com – *Ekonom senior Rizal Ramli, sebut
        pemerintah Presiden Joko Widodo dan tokoh-tokoh di
        belakangnya dipengaruhi pemerintah China dalam sektor
        ekonomi. Sehingga, jika Jokowi menang dalam Pilpres 2019
        ini, Tiongkok akan menguasai Indonesia.

        “Bila Jokowi menang dalam pemilihan presiden mendatang,
        China akan semakin dalam menguasai Indonesia,” ujar Rizal
        di kediamannya, di Jakarta Selatan, ditulis Minggu (17/3).

        Rizal menceritakan sedikit pengalamannya saat menjabat
        sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya pada kurun 2015-2016.

        Di masa itu, Kementerian yang dipimpin Rizal memberikan
        nama baru untuk perairan Indonesia di sebelah utara Pulau
        Natuna, Kepulauan Riau.

        “Laut Natuna Utara dimasukkan dalam peta baru NKRI, karena
        wilayah perairan itu sudah sah menjadi milik kita setelah
        dicapai kesepakatan dengan negara-negara tetangga,” cerita
        Rizal.

        Tapi, sambung dia, saat itu ada anggota Kabinet yang
        keberatan, karena mempertimbangkan keberatan China. Tidak
        hanya keberatan, anggota kabinet ini juga mengusulkan agar
        China diberi hak perikanan khusus di perairan itu.

        Nama Laut Natuna Utara akhirnya tetap digunakan dalam peta
        baru NKRI.

        Kini setelah berada di luar Kabinet, Rizal melihat kelompok
        yang memiliki hubungan dekat dengan China begitu dominan.

        “Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di
        beberapa negara mereka membantu proyek-proyek yang sudah
        pasti tidak untung. Setelah itu mereka akan memilikinya,”
        kata Rizal lagi.

        Di sisi lain, Rizal juga tidak setuju dengan konsepsi Indo
        Pacifik yang menurutnya mengekspresikan kepentingan Amerika
        Serikat di kawasan.Menurutnya, di masa depan Indonesia
        harus menyusun konsepsi baru yang memungkinkan Indonesia
        merebut kembali posisi sebagai pemain kunci di kawasan.*
        *
        *
        *
        *(Zaenal Arifin)
        *
        *
        *

        
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
                不含病毒。www.avg.com
        
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


        <#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>




---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke