ORANG BAIK, DUKUNG DAN PILIH ORANG BAIK. TUKANG HOAX, DUKUNG DAN PILIH RAJA HOAX.
SYETAN HOBBYNYA TEBAR HOAX, FITNAH, ANCAMAN DAN ADU DOMBA SERTA On Thu, Mar 21, 2019 at 8:04 AM ChanCT [email protected] [GELORA45] < [email protected]> wrote: > > > Lha, ... kan nampak jelas yang terjadi dengan adanya threshold itu, dan > karena tidak ada parpol yg memenuhi syarat keluarkan capres jadi harus > lakukan koalisi, dalam perembukan itu kan cuma ada 2 capres yg keluar, mau > bikin capres ke-3 juga tidak berani, ...! Itulah peraduan kekuatan yg > terjadi dalam masyarakat, sekalipun ada beberapa parpol yg tampilkan > capres, akhirnya akan mengerucut pada capres yg masih bisa diterima > bersama. Maka dalam pilpres putaran ke-2 akan muncullah spt. yg keluar > sekarang ini hanya kubu 01 dan kubu 02 itu. > > Kecuali anda yakin ada kekuatan tersembunyi dlm masyarakat, tanpa parpol > ada capres brilian, semacam Ahok (indipenden) yg bisa dapatkan dukungan > kuat rakyat banyak? Apa ada? Tidak nampak akan terjadi dalam penglihatan > saya, ... > > > Jonathan Goeij 於 21/3/2019 8:21 寫道: > > kalau anda cuman berkata kemungkinan besar menurut anggapan anda ya tdk > usak pemilu lha wong pd akhirnya ya cuman 1 orang yg jd presiden. > > kalau ada banyak calon darimana anda tahu pada akhirnya cuman Jokowi vs. > Prabowo? > > > On Wednesday, March 20, 2019, 5:07:26 PM PDT, ChanCT > <[email protected]> <[email protected]> wrote: > > > Bukankah kemungkinan besar yang terjadi, tanpa Threshold Presiden dan > katakanlah jadi muncul 4-5 capres sekalipun, akhirnya akan mengerucut 01 > dan 02 juga seperti sekrang ini. Itulah kekuatan-kekuatan yg nampak > bertarung dalam koalisi yg terjadi sekarang ini. Adanya threshold hanya > mempercepat proses tidak usah/kurangi kemungkinan terjadi pemilihan putaran > kedua, ... > Jonathan Goeij 於 21/3/2019 1:26 寫道: > > > anda justru memberikan contoh akibat dari threshold, tidak tahu sebenarnya > anda beropini setuju atau tidak setuju threshold. > > kutipan: > Sedang untuk tingkat perjuangan sekarang ini, pemilu serentak, pileg dan > pilpres 2019, 17 April 2019 yad, tidak ada pilihan lain kecuali Kubu 01 dan > 02! Tidak ada alternatif lain, ... GOLPUT juga TIDAK merubah hasil pemilu! > Jadi BETUL kata romo Magnis, yang dihadapkan pada rakyat bukan memilih yang > terbaik, tapi jangan biarkan yang terjelek berkuasa! > > > On Wednesday, March 20, 2019, 12:11:27 AM PDT, ChanCT > <[email protected]> <[email protected]> wrote: > > > Dengan threshold Presiden dihapus, bisakah menyelesaikan soal??? Saya > TIDAK yakin! Bukan disini DASAR masalahnya. Dengan munculnya "demokrasi" > yg melahirkan 16 Parpol dalam pemilu kali ini, menunjukkan KESADARAN > masyarakat akan demokrasi masih amburadul! BELUM berhasil mengerucut dalam > 3-4 parpol, begitu beda sedikit saja harus bentuk parpol tersendiri, dan > entah apa dasar perbedaannya lagi, ... ini pertama. > > Kedua, kehidupan DEMOKRASI tidak berarti pemilihan Presiden langsung, > sebalik saya melihat presiden yg keluar dalam kenyataan tetap TIDAK BISA > mewakili suara rakyat mayoritas dalam arti sesungguhnya, apalagi bekerja > untuk kepentingan rakyat banyak. Belum lagi yg dipersoalkan kenyataan > jumlah suara pemenang tidak pernah bisa melebihi suara GOLPUT, yg tidak > ikut bersuara, ...!!! Padahal pengeluaran DANA dan energi yang begitu BESAR > untuk pemilu yg dibanggakan PESTA DEMOKRASI itu jadi sangat TIDAK MEMADAI! > > Ketiga, rakyat Indonesia masih perlu belajar dalam perjalanan demokrasi > ini untuk menyimpulkan dan menemukan sendiri demokrasi melahirkan pemimpin > yg dianggap paling baik. > > Sedang untuk tingkat perjuangan sekarang ini, pemilu serentak, pileg dan > pilpres 2019, 17 April 2019 yad, tidak ada pilihan lain kecuali Kubu 01 dan > 02! Tidak ada alternatif lain, ... GOLPUT juga TIDAK merubah hasil pemilu! > Jadi BETUL kata romo Magnis, yang dihadapkan pada rakyat bukan memilih yang > terbaik, tapi jangan biarkan yang terjelek berkuasa! > > > > Jonathan Goeij 於 19/3/2019 22:37 寫道: > > Hapus threshold. > > > On Tuesday, March 19, 2019, 1:23:24 AM PDT, ChanCT <[email protected]> > <[email protected]> wrote: > > > Lalu, ... selama hampir 74 tahun ini Indonesia dikuasai siapa??? > > Kalau dua-duanya sama saja, bagaimana cara mengeluarkan dan menangkan > pilihan ke-3, pilihan lain??? > > > [email protected] [GELORA45] 於 19/3/2019 11:51 寫道: > > > > > Si Ramli omong kosong, jika Prabowo menang juga akan sama. > > > ---In [email protected], <ajegilelu@...> <ajegilelu@...> wrote : > > Rizal Ramli: Jika Jokowi Menang, China Akan Kuasai Indonesia > > Maret 17, 2019 18:49 > > *Jakarta, aktual.com <http://aktual.com> – *Ekonom senior Rizal Ramli, > sebut pemerintah Presiden Joko Widodo dan tokoh-tokoh di belakangnya > dipengaruhi pemerintah China dalam sektor ekonomi. Sehingga, jika Jokowi > menang dalam Pilpres 2019 ini, Tiongkok akan menguasai Indonesia. > > “Bila Jokowi menang dalam pemilihan presiden mendatang, China akan semakin > dalam menguasai Indonesia,” ujar Rizal di kediamannya, di Jakarta Selatan, > ditulis Minggu (17/3). > > Rizal menceritakan sedikit pengalamannya saat menjabat sebagai Menko > Maritim dan Sumber Daya pada kurun 2015-2016. > > Di masa itu, Kementerian yang dipimpin Rizal memberikan nama baru untuk > perairan Indonesia di sebelah utara Pulau Natuna, Kepulauan Riau. > > “Laut Natuna Utara dimasukkan dalam peta baru NKRI, karena wilayah > perairan itu sudah sah menjadi milik kita setelah dicapai kesepakatan > dengan negara-negara tetangga,” cerita Rizal. > > Tapi, sambung dia, saat itu ada anggota Kabinet yang keberatan, karena > mempertimbangkan keberatan China. Tidak hanya keberatan, anggota kabinet > ini juga mengusulkan agar China diberi hak perikanan khusus di perairan itu. > > Nama Laut Natuna Utara akhirnya tetap digunakan dalam peta baru NKRI. > > Kini setelah berada di luar Kabinet, Rizal melihat kelompok yang memiliki > hubungan dekat dengan China begitu dominan. > > “Kita harus hati-hati dengan strategi loan to own China. Di beberapa > negara mereka membantu proyek-proyek yang sudah pasti tidak untung. Setelah > itu mereka akan memilikinya,” kata Rizal lagi. > > Di sisi lain, Rizal juga tidak setuju dengan konsepsi Indo Pacifik yang > menurutnya mengekspresikan kepentingan Amerika Serikat di > kawasan.Menurutnya, di masa depan Indonesia harus menyusun konsepsi baru > yang memungkinkan Indonesia merebut kembali posisi sebagai pemain kunci di > kawasan. > > > *(Zaenal Arifin) * > > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_2434888011890762016_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
