Uangnya dari grup hummpus,

Ternyata orba biang keroknya.



..


On Thu, Apr 11, 2019 at 12:30 AM Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
>
> Saya kira yg paling logis ya menteri yg se partai dgn ybs.
>
>
> ---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :
>
>
>  Siapa mentri yang terlibat?
>
>
> https://kumparan.com/@kumparannews/nyanyian-bowo-soal-amplop-serangan-fajar-sumber-uang-dari-menteri-1qrPvhudUNG
>
> 10 April 2019 12:43 WIB
>
>
> *Nyanyian Bowo soal Amplop 'Serangan Fajar': Sumber Uang dari Menteri*
>
> Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk Bowo Sidik Pangarso bergegas
> usai menjalani pemeriksaan. Foto: Antara/Aprillio Akbar
>
> Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Bowo
> <https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>Sidik
> Pangarso, kembali 'bernyanyi' dengan menyeret pihak lain dalam pusaran
> kasusnya.
>
> Sebelumnya ia mengatakan perintah menyiapkan 400.000 amplop serangan fajar
> dari Nusron Wahid. Kali ini melalui pengacaranya, Saut Edward Rajagukguk,
> menyebut salah seorang menteri di kabinet kerja sebagai penyumbang terbesar
> amplop serangan fajar.
>
> Sumber uang dari menteri itu, kata Saut, sudah disampaikan Bowo
> <https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>ke
> penyidik KPK.
>
> "Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut dari
> salah satu menteri yang sekarang di kabinet (kerja) ini," ujar Saut usai
> mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung Merah Putih
> KPK, Jakarta, Rabu (10/4).
>
> Namun Saut menyebut, sumber uang yang disiapkan untuk amplop serangan
> fajar Bowo
> <https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>dan
> Nusron berbeda.
>
> "Beda-beda sumber, Pak Nusron dia punya sumber sendiri, Pak Bowo punya
> sumber sendiri," ucap Saut.
>
> Terkait pernyataan Nusron membantah memerintahkan Bowo untuk menyiapkan
> amplop, Saut tak mempermasalahkannya. Menurut Saut, hal itu merupakan hak
> Nusron untuk membantah.
>
>
> Tersangka Bowo Sidik Pangarso (kanan) usai menjalani pemeriksaan oleh
> penyidik KPK, Jakarta, Selasa (9/4). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
>
> "Ya hak beliau (Nusron) untuk membantah itu. Tapi saya bilang ke klien
> saya kalau nanti ada saksi yang mengetahui, dia (Nusron) akan dihadirkan di
> sini," kata Saut.
>
> Saut meyakini, apa yang disampaikan kliennya merupakan kebenaran. Sebab
> kliennya menerima perintah itu langsung dari Nusron secara lisan di DPR.
>
> "Dia (Bowo) mengakui secara terus terang memang saya diperintahkan secara
> lisan, ketemu berdua di DPR, ada di satu tempat di lingkungan DPR," ucapnya.
>
> Saut menambahkan, dalam pemeriksaan itu penyidik KPK turut mengambil
> sampel suara dari Bowo serta penjelasan kronologi suap dari Marketing
> Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.
>
> Dalam perkara ini, anggota Komisi VI DPR itu diduga menerima suap dari
> Asty sebesar Rp 1,5 miliar. Suap tersebut diberikan melalui rekan Bowo
> Pangarso, Indung.
>
> Petugas memegang sejumlah barang bukti berupa uang tunai pada konferensi
> pers terkait dugaan suap pengiriman pupuk via kapal di Gedung KPK, Jakarta,
> Kamis, (28/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
>
> Suap itu diduga agar Bowo mempengaruhi PT Pupuk Indonesia agar memberikan
> pekerjaan distribusi pupuk ke Humpuss. Selain penerimaan dari Asty, KPK
> juga menemukan uang lain yang diduga hasil gratifikasi senilai Rp 6,5
> miliar. Sehingga total Bowo diduga menerima suap dan gratifikasi Rp 8
> miliar.
>
> Uang tersebut dibungkus dalam 84 kardus, di mana terdiri dari pecahan Rp
> 20 ribu dan Rp 50 ribu dalam 400 ribu amplop.
>
> 
>

Kirim email ke