Benar atau hoax ? Apa dimungkinkan kalau sudah tandatangan jadi pendukung ?
Pada tanggal Kam, 11 Apr 2019 pukul 16.31 ajeg [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Dari mana pun asal uang itu tidak bisa menutupi fakta adanya program > kecurangan amplop cap jempol dari kubu Jokowi (presiden). > > Hari ini beredar kabar ada ketua partai kubu 01 ancang-ancang hijrah. > Belum jelas partai apa. Boleh jadi PDIP hahaha! > > --- ilmesengero@... wrote: > > *Apakah uang yang diberikan menteri adalah dari gajinya atau tambahan dari > luar?* > > On Thu, Apr 11, 2019 at 4:33 AM ajeg wrote: > > Kalau betul seperti itu, semua orang boleh menelusuri menteri dari partai > yang berkepentingan dengan pemenangan pemilu (amplop bercap jempol). Dan, > kalau bicara kepentingan partai, tidak ada yang lebih berkepentingan dari > ketua umumnya. Nah, tinggal dicari siapa menteri separtai yang (masih) > ketua umum partai. > > Bagaimanapun, 600 ribu amplop bercap jempol itu saja sudah menambah > panjang daftar korupsi rezim Jokowi. Apalagi niat dan tujuan program amplop > jempol itu untuk membeli suara. > > Rezim kabinet penjahat. Tidak bisa ditutup-tutupi lagi. > > --- jonathangoeij@... wrote: > > Saya kira yg paling logis ya menteri yg se partai dgn ybs. > > --- ilmesengero@... wrote : > > Siapa mentri yang terlibat? > > > https://kumparan.com/@kumparannews/nyanyian-bowo-soal-amplop-serangan-fajar-sumber-uang-dari-menteri-1qrPvhudUNG > > 10 April 2019 12:43 WIB > > > *Nyanyian Bowo soal Amplop 'Serangan Fajar': Sumber Uang dari Menteri* > > Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk Bowo Sidik Pangarso bergegas > usai menjalani pemeriksaan. Foto: Antara/Aprillio Akbar > > Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Bowo > <https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>Sidik > Pangarso, kembali 'bernyanyi' dengan menyeret pihak lain dalam pusaran > kasusnya. > > Sebelumnya ia mengatakan perintah menyiapkan 400.000 amplop serangan fajar > dari Nusron Wahid. Kali ini melalui pengacaranya, Saut Edward Rajagukguk, > menyebut salah seorang menteri di kabinet kerja sebagai penyumbang terbesar > amplop serangan fajar. > > Sumber uang dari menteri itu, kata Saut, sudah disampaikan Bowo > <https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>ke > penyidik KPK. > > "Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut dari > salah satu menteri yang sekarang di kabinet (kerja) ini," ujar Saut usai > mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung Merah Putih > KPK, Jakarta, Rabu (10/4). > > Namun Saut menyebut, sumber uang yang disiapkan untuk amplop serangan > fajar Bowo > <https://kumparan..com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>dan > Nusron berbeda. > > "Beda-beda sumber, Pak Nusron dia punya sumber sendiri, Pak Bowo punya > sumber sendiri," ucap Saut. > > Terkait pernyataan Nusron membantah memerintahkan Bowo untuk menyiapkan > amplop, Saut tak mempermasalahkannya. Menurut Saut, hal itu merupakan hak > Nusron untuk membantah. > > > Tersangka Bowo Sidik Pangarso (kanan) usai menjalani pemeriksaan oleh > penyidik KPK, Jakarta, Selasa (9/4). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan > > "Ya hak beliau (Nusron) untuk membantah itu. Tapi saya bilang ke klien > saya kalau nanti ada saksi yang mengetahui, dia (Nusron) akan dihadirkan di > sini," kata Saut. > > Saut meyakini, apa yang disampaikan kliennya merupakan kebenaran. Sebab > kliennya menerima perintah itu langsung dari Nusron secara lisan di DPR. > > "Dia (Bowo) mengakui secara terus terang memang saya diperintahkan secara > lisan, ketemu berdua di DPR, ada di satu tempat di lingkungan DPR," ucapnya. > > Saut menambahkan, dalam pemeriksaan itu penyidik KPK turut mengambil > sampel suara dari Bowo serta penjelasan kronologi suap dari Marketing > Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti. > > Dalam perkara ini, anggota Komisi VI DPR itu diduga menerima suap dari > Asty sebesar Rp 1,5 miliar. Suap tersebut diberikan melalui rekan Bowo > Pangarso, Indung. > > Petugas memegang sejumlah barang bukti berupa uang tunai pada konferensi > pers terkait dugaan suap pengiriman pupuk via kapal di Gedung KPK, Jakarta, > Kamis, (28/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan > > Suap itu diduga agar Bowo mempengaruhi PT Pupuk Indonesia agar memberikan > pekerjaan distribusi pupuk ke Humpuss. Selain penerimaan dari Asty, KPK > juga menemukan uang lain yang diduga hasil gratifikasi senilai Rp 6,5 > miliar. Sehingga total Bowo diduga menerima suap dan gratifikasi Rp 8 > miliar. > > Uang tersebut dibungkus dalam 84 kardus, di mana terdiri dari pecahan Rp > 20 ribu dan Rp 50 ribu dalam 400 ribu amplop. > > > > > > > > >
