Sudah saya pelajari. Trus kenapa? Apa hubungan pelajaran masa lalu itu dengan sepotong kalimat yang Anda kutip? Siapa yang bicara soal 'takut' (RRC takut thd AS)?
Pada keseluruhan thread ini saya mah bicara soal keseriusan, keseriusan RRC yang katanya negara komunis itu dalam melawan kapitalisme. Lha bagaimana sesama sontoloyo kapitalis bisa berlawanan? Kalau RRC serius mau melawan sontoloyo ya stop dululah jadi sontoloyo, stop jadi kapitalis-imperialis. Karena tidak stop kan berarti RRC maunya cuma bersaing rebutan kue rejeki dengan sesama kapitalis, bukan berlawanan. Paham ya beda bersaing dan berlawanan? Kalau RRC bisa stop jadi sontoloyo ya silakan buktikan keseriusan, kesungguhannya sebagai penganut komunisme yang berlawanan dengan kapitalis-imperialis. Bangun basis militer (bukan pertahanan) sampai ke perairan kubu gembong kapitalis, pesisir timur dan barat AS. Jangan seriusnya cuma membangun basis militer dengan alasan "pertahanan" di LCS - dalam topik ini, dekat perairan Filipina. Jelas, kelakuan ini terlihat sebagai keseriusan imperialisme RRC di ASEAN sekalipun dibungkus dengan kode OBOR maritim, string of pearls dsb. Nah, sekarang giliran Anda jawab pertanyaan klasik ini: "seperti apa penghormatan RRC terhadap hukum internasional dalam sengketa wilayah dengan negara-negara ASEAN (bukan cuma dengan Filipina) di Laut Cina Selatan?" --- bhjo@... wrote: Kutipan: "Kalau RRC serius mau melawan AS maka yang pertama harus dilakukan adalah stop jadi sontoloyo". Pelajari dulu tentang perang Korea dan Vietnam, jadi komentarnya bisa dimengerti. RRT tidak takut thd AS tetapi RRT tidak mau menyerang atau memprovokasi AS. Tetapi kalau AS membahayakan national security dari RRT, RRT akan melawannya. RRT membantu Korea Utara dan Vietnam dan AS dikalahkan di kedua perang itu. Dulu waktu masih lemah saja berani melawan AS kalau national security terancam. Ha, ha, ha, RRT dulu waktu masih lemah tidak takut thd AS dan sekarang jauh lebih kuat tetapi malahan takut sama AS??? Kutipan: 1) MacArthur felt that the North Korean army had been essentially destroyed by the middle of October, and, against the recommendations of the Joint Chiefs of Staff, he sent his forces into the northernmost parts of North Korea. His troops were hit by surprise and decimated when Chinese Communists troops began attacking his forces. On October 25, the PRC made an attack on ROK soldiers and routed them at Pukchin. On November 1, the Chinese defeated American troops at Unsan, in the first Chinese-American combat of the war. 3) China admitted today that it sent 320,000 combat troops to Vietnam to fight against U.S. forces and their South Vietnamese allies. In a report monitored in Hong Kong, the semi-official China News Service said China sent the soldiers to Vietnam during the 1960s and spent over $20 billion to support Hanoi's regular North Vietnamese Army and Viet Cong guerrilla units --- ajegilelu@... wrote : Nah, ini komentar agak lumayan, penuh keheranan berlumur romantisme masa lalu. "Make RRT Great and Strong again" katanya tiba-tiba. Betul, bahwaimperialisme-kapitalisme itu sontoloyo ya jelas harus dilawan. Tinggal dicari caranya. Pertanyaannya,kenapa RRC sekarang ikut-ikutan jadi sontoloyo (imperialis kapitalis)? KalauRRC serius mau melawan AS maka yang pertama harus dilakukan adalah stopjadi sontoloyo. Kemudian unjuk gigi bikin pulau-pulau buatan (basismiliter) disepanjang pantai timur dan baratAS-Kanada untuk membuktikan kesungguhan RRC membangun komunisme diPasifik selatan (Australia, Papua, Selandia Baru, Fiji dst).Sekurangnya, masuklah ke Honolulu, jangan cuma sampai Manila. BiarkanASEAN jadi penonton VIP pertarungan raksasa komunis vs imperialiskapitalis di Pasifik (atau sekedar imperialis maju vs imperialisberkembang?) -- yskp45@... wrote: Sangat aneh Bung Chanct, Semenjakberakhir Perang Imperialisme Dunia ke-II. Filipina dijadikan USAsebagai basis Militer untuk mengintervensi negara-negara Asia-Tenggara,dan dari Pelabuhan Udara Manila berterbangan pesawat Udara penBom USAmemBom Vietnam, mengsubversi RRT, Uni Sowyet, mengintervensi, danmengorganisasi segala bentuk aksi penghancuran kekuasaan Negara RepublikIndonesia-Presiden Soekarno, pemberontakan PRRI, PERMESTA, membantuDII/TII sampai dengan Operasi CIA yang dipimpin langsung oleh DUBES USAMarshal Green dan pelaku Lapangan John Sotckwell bersama para JendralTNI September 1965, dan tidak seorangpun dari para heroik anti-RRTbilang itu adalah ofensive Imperialisme USA, untuk menguasai selanjutnyaregional Asia dan Pacific. Permulaan Abad ke-XXI muncul RRT di ArenaInternasional dengan ofensive Damai berusaha mengexpos kehadiranMiliter/kekuasaan USA dari Asia & Pacific dan berteriak paraanti-RRT , "itu adalah Imperialisme", amboi, amboi, Bung Chanct, padaAbad ke-XXI banyak bentuk perjuangan, dari kekuatan DemokratisCivilisasi Dunia dalam konstalasi imbangan kekuatan, yang selau berobahdan dengan RRT yang sedang menuju bentuknya. Lihat umpamyana. Artikeldibawah, belum pernah terjadi Volume perdagangan ( Business antara RRTdan Europa Union) dalam tempo duabulan terakhir mencapai 100 MilliardUSDolar, dan disini kelihatan, bahwa EU sedang dalam perobahankonstalasi hubungan Internasional yang serius, dan saya ikuti,paraPimpinan RRT sangat-hati-hati, menguasai Perekonomian Imperialisme EUbukanlah masalah mudah, dan permulaan telah berjalan dengan baik, dalamketentuan hukum Internasional. Mungkin pula akan berteriak para heroik anti-RRT, "itu adalah Imperilisme RRT menguasai PerekonomianEU...???). "Make RRT Great and Strong again". Tjaniago
