Yaaa, ... TIDAK ADA jalan lain kecuali yg merasa diri pejuang RAKYAT
harus bergerak lebih cepat dan bijaksana perkuat diri, sehingga mampu
menampilkan capresnya sendiri yang dianggap ideal dan memenangkannya!
Selama belum berkemampuan, yaa seperti sekarang ini hanya bisa ikutan
menangkan capres yg dianggap sedikit lebih baik utk rakyat, ...! Inilah
proses yang harus dilalui dan tidak mungkin dilompati. Gunakanlah
sebaik-baiknya untuk berjuang memperkokoh yang dinamakan barisan
kekuatan rakyat, jangan buang waktu lewat begitu saja dengan hanya
menggerutu, menyalahkan ini atau menghujat itu! Cambuklah diri sendiri
kenapa lebih 20 tahun terakhir ini TIDAK juga BERHASIL perkuat diri
sehingga berkemampuan melawan neolib, kekuasaan oligarki yg kangkangi
kekuasaan selama ini!!!
Cobalah perhatikan, sepintas bisa dikatakan kalah dengan kelompok Islam
radikalis yg nampak makin agresif unjuk gigi dimana-mana itu, ...
Beruntunglah kemungkinan besar sudah bisa dipastikan Prabowo kalah!
Bukankah kalau Prabowo berhasil menang, akan terbuka luang bagi Islam
radikal itu mengembangkan kekuatan dan lebih celaka bagi rakyat banyak!
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 5/5/2019 22:11 寫道:
Seperti saya bilang, tidak ada jaminan Bawaslu-KPU akan menanggapi
laporan kecurangan karena sang dalang antek nekolim terlanjur memakai
pakem kecurangan 2014, "diselesaikan secara hukum" ke MK -- hebat ah,
tiba-tiba Anda percaya pada penegakkan hukum yang Anda bilang butut,
hehe... Jauh de jure dari de facto.
Taruhlah semua berjalan lancar seperti 2014, MK membenarkan kecurangan
dan Jokowi dilantik jadi presiden lagi. Lalu Rakyat mau apa? Bisa apa
menghadapi de jure kekuasaan?
Paling jadinya seperti deja vu era SBY, bangsa ini buang waktu 10
tahun; periode I si SBY pura-pura sibuk kelahi dengan teroris dan
periode II repot menangkis tamparan kader-kadernya yang ketahuan
korup. Rakyat keleleran.
Bagaimana dengan rezim sekarang? Jelas Rakyat buang waktu 5 tahun lagi
untuk sekedar mengulang: 1. dijejali curhat "saya bukan PKI"; 2.
pertumbuhan 5%; 3. dicekik harga kebutuhan; 4. menanggung utang baru
untuk bayar bunga utang lama; 5. nyampah di laut dengan bangkai kapal
dll. dsb. Apa Rakyat mau mengulang de facto kayak gini lagi?
Ini bukan soal menang-menangan atau prokontra wiwiwowo, ini soal akal
sehat dan hak Rakyat untuk melanjutkan kehidupan di negeri sendiri.
--- SADAR@... wrote:
Tentu kecurang-kecurang yg terbukti itu akan ditindak lanjuti oleh
Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu, ... Yang JELAS
sampai hari ini saya BELUM dengar ada kecurangan yg terungkap
dilakukan KPU!
Seperti terjadi pencoblosan surat-suara di Selangor Malaysia
sampai 40-50ribu untuk capres 01, juga dilakukan sementara oknum,
dan masih belum bisa dipastikan apakah surat-suara itu asli yg
dikeluarkan KPU, karena masih dibawah pemeriksaan polisi
Malaysia-dan Indonesia. Tapi, segera akan dilakukan pemilihan
ulang, sekitar 15 May utk warga yg sudah daftar gunakan pos, ...
di Surabaya juga terjadi kesalahan TPS yg menerima sejumlah
pemilih tidak terdaftar dalam DPT, akhirnya dilakukan pemilihan
ulang. Pokoknya, kesalahan yg dikatakan kecurangan-kecurangan itu
pada pokoknya bisa terungkap oleh saksi-saksi di TPS ataupun oleh
Bawaslu, dan masih bisa ditindak lanjuti untuk dilakukan pemilihan
ulang, ... Itulah tanggungjawab KPU.
Kalau saja masih ada yg belum puas, dan mampu ajukan bukti-bukti
kecurangan yang lebih mendasar, yaa laporkan saja ke BAWASLU,
kalau masih juga meragukan keakuratan hasil hitungan manual PKU yg
nanti diumumkan KPU, ya ajukan pada MK! Gitu aja kok repot!
ajeg 於 5/5/2019 15:34 寫道:
Pesertanya saja ngaku ada kecurangan. Tinggal, sejauh mana KPU
berani mengakui adanya kecurangan.
Terlepas siapa pun pelakunya, 01; 02; atau pihak ketiga, tetap
saja pemilu adalah tanggungjawab KPU.
--- SADAR@... wrote;
Hahahaa, ... itu kan kecurangan-kecurangan yang terjadi dilakukan
dibawah, baik kubu-01 maupun kubu-02, ... bukan kecurangan yang
dilakukan KPU! Dan, ... semua kecurangan yg terjadi itu harusnya
diadukan ke Bawaslu beserta bukti-buktinya untuk ditanggapi, bisa
betul bisa juga bukan apa-apa!
Kita tunggu saja kesimpulannya, ... Tapi, yang PASTI, sampai
sekarang ini BELUM ada yg bisa buktikan kecurangan sistem
penghitungan IT yg dilakukan KPU spt bung ajukan itu (Rumusnya,
1+2+3=123.)! Itu jelas HOAX dan hanya utk delegitimasi KPU saja!
Juga belum ada yang ajukan dalam penghitungaqn suara dari TPS yg
beranjak ke kecamatan, propinsi dan pusat itu, kecuali yg dianggap
kesalahan manusia, ... kesalahan input, kesalahan C1, kesalahan
hitung dll., yang sulit dikatakan kesengajaan.
ajeg 於 5/5/2019 14:26 寫道:
Jadi, kecurangan memang ada.
Betul-betul pemilu terburuk. Satu saja suara Rakyat hilang itu
sama artinya dengan kejahatan berat atas kemanusiaan. Apalagi
pemilu ini menghilangkan nyawa ratusan petugas! Hampir duakali
lipat jumlahnya dari korban tewas bom Srilanka.
http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/02/akui-ada-kecurangan-pemilu-tkn-jokowi-maruf-tapi-tak-terstruktur-sistematis-dan-masif
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com