Yang pasti kubu TKN bahkan Jokowinya sendiri sudah mengakui adanyanya 
kecurangan.
Mana bisa pengakuan ini ditutupi dengan brimob berpeluru tajam, sedangkan 
laporan masyarakat berupa data, video, audio, foto, tentang kecurangan dan 
ketidakadilan terus membanjir di medsos sejak sebelum 17 April hingga hari ini. 
Hampir setiap hari ada saja temuan baru di berbagai daerah, sampai Wiranto 
kewalahan membantah lalu mau main bungkam medsos.
Kenapa begitu? Nah, silakan ikuti terus perkembangannya dari berbagai sumber. 
Pahami masalah sebenarnya. Jangan cuma ongkang-ongkang minta diceritakan lalu 
seenaknya membantah sambil njeplak sebagai jubir penguasa, hahaha!
Paham masalah (dalam urusan apa pun) sangat baik kok untuk kesehatan. 
--- SADAR@... wrote: 
       
 

Dalam pengertian saya, yang dikatakan pemilu harus JURDIL, jujur dan adil itu 
utamanya bagi PENYELENGGARA PEMILU tidak boleh berpihak pada salah satu kubu 
capres dengan lakukan kecurangan! Tentu sangat sulit dihindari adanya 
kecurangan pihak peserta pemilu yang jutaan itu! Sampai detik ini yang berhasil 
saya ikuti dari jauh, BELUM ada pembuktian akurat pihak KPU, Bawaslu, 
penyelenggara pemilu yg berbuat curang! Atau bung bisa ajukan data fakta akurat 
untuk membuktikan itu???
 
Yang banyak diberitakan sebagai kecurangan, sebelum pencoblosan, bpn mengajukan 
kecurigaan DPT sampai jutaan yg dipersoalkan, dan sudah ditanggapi KPU dan 
mengoreksi kesalahan yg ternyata memang salah. Adanya ASN, polisi, kepala desa, 
direktur BUMN yg gunakan mewenang untuk mobilisasi pegawai memilih kubu-01, ... 
ada oknum main politik-uang, bagi-bagi amplop;
 
Kemudian di hari pencoblosan, ditemukan ada surat-suara sudah dicoblos, ada TPS 
menerima beberapa warga tidak terdaftar DPT bisa nyoblos, ... menolak antrian 
warga utk nyoblos hanya karena waktu sudah berakhir, kurang surat-suara 
terjadi, dsb, dll.nya lagi, ... Dan, nampaknya masih bisa ditangani KPU dengan 
cukup baik, termasuk pemilihan di TPS itu diulang atau dilanjutkan, ... 
 
 
Begitu juga dengan kesalahan-kesalahan hitungan suara, kesalahan input suara yg 
terjadi di TPS dan hitungan di kecamatan, ... yg dinyatakan kesalahan manusia 
itu! Segera bisa dibetulkan! Dan menurut saya dengan keterbukaan disetiap TPS 
dan adanya saksi-saksi begitu banyak disetiap TPS, membuat SULIT atau bahkan 
tidak mungkin terjadi kecurangan! Kecuali kepala TPS itu berhasil sekongkol 
dengan saksi-saksi yg ada, ...! Dan kalau itu bisa terjadi, juga sangat sulit 
untuk terjadi secara struktural, sistimatis dan masif, ... spt dituduhkan bpn! 
Yaa, coba saja kita tunggu bagaimana tanggapan Bawaslu atas laporan bpn yg 
katanya lebih 71 ribu kecurangan yang disampaikan itu.
 
TENTU saya juga tidak akan menganggap hanya bumbu dapur yg jadi masalah 
dihadapi rakyat banyak! Itukan sekadar menanggapi apa yb bung ajukan saja. Yang 
ingin saya ajukan, apa yang bisa dicapai dalam perjuangan rakyat tentu sesuai 
dengan keadaan OBJEKTIF ketika itu, utamanya imbangan kekuatan rakyat dengan 
penguasa. Nampaknya, dengan bisa dikeluarkan berbagai jenis kartu Jokowi itulah 
yg bisa diterima sekarang ini. Itulah kemampuan kekuatan rakyat yg ada sekarang 
ini, untuk sedikit membantu mengatasi kesulitan hidup  yg dihadapi di lapisan 
bawah. Untuk mencapai BANTUAN lebih baik bahkan radikal, yaa harus 
diperjuangkan lebih lanjut, ... dan jelas itu hanya mungkin dicapai dikemudian 
hari! 
 
 
Tapi tidak menampik, menentang ataupun menghujat apa yang bisa dicapai sekarang 
ini! Sekalipun saya sendiri berpendapat, kalau saja pemerintah belum 
berkemampuan, belum mungkin menyediakan dana lebih besar, bentuk-betuk subsidi 
yg hendak diberikan, akan lebih baik dan bijaksana dijatuhkan pada warga yang 
betul membutuhkan subsidi. TIDAK spt sekarang diberlakukan untuk seluruh warga! 
Akibatnya, BPJS membludag dan pemerintah kesulitan membahar hutang RS yg sudah 
menangani warga yg berobat di RS itu.
 
Mungkin pendataan catatan sipil masih amburadul, itu kalau saya perhatikan KPU 
dalam menyusun DPT, masih begitu banyak masalah, ... tentu akan sulit untuk 
menentukan secara akurat warga yg butuh BANTUAN subsidi pemerintah, ....! Jadi, 
spt sekarang ini berlakukan saja utk seluruh warga! Ambil gampangnya saja,  
syukurlah kalau langkah berikut pemerintah masih bisa menemukan cara membayar 
hutang dengan dikeluarkan kartu BPJS itu.



 ajeg 於 7/5/2019 2:26 寫道:
  
     Azas pemilu adalah jujur dan adil. Kubu Jokowi-Maruf sudah mengakui ada 
kecurangan.  
  Lepas dari siapa pelaku kecurangan, pengakuan ini jelas menyatakan bahwa 
pemilu 2019 melanggar azas jurdil. Ada pelanggaran terhadap hal yang prinsip. 
Ditambah jatuhnya ratusan petugas meninggal, sudah pasti pemilu 2019 adalah 
pemilu yang terburuk. Sarat masalah. Apa pengakuan ini mau diabaikan? Apa 
pemilu seburuk ini tidak mengganggu Anda sehingga tetap mati-matian membela 
kepentingan penguasa? Apa penguasa itu pernah membela kepentingan Anda? 
  Jangan lupa, masalah yang ditimpakan Jokowi ke para pemilihnya bukan cuma 
harga bumbu dapur. 
  --- SADAR@... wrote:  
           
 
 
Lalu, ... karena kedua capres yg muncul dianggap tidak ideal, sama-sama BUTUT, 
bung jadi GOLPUUUT!!! Setelah menghadapi masalah konkrit harga bumbu dapur 
terus naik, berteriak,  ... pihak pemerintah yang berkuasa sekarang bisa 
keluarkan kartu-kartu yg mungkin sedikit membantu. Lalu, bung hendak menuntut 
dibagikan saja bumbu dapur itu? atau menemukan  jalan apa yang masih bisa 
dilakukan rakyat dibawah??? 
 
 

 
 ajeg 於 6/5/2019 14:45 寫道: 
  Hahaha, kayak Mahfud saja Anda, omongannya normatif tapi berpihaknya tetap ke 
penguasa. Selalu cari aman. 
  Anda salah mengartikan kalimat saya tentang kemungkinan MK kesurupan lagi 
seperti  2014 sehingga mendukung kecurangan: "Lalu Rakyat mau apa? Bisa apa 
menghadapi de jure kekuasaan? 
  Rakyat memang tidak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi kelicikan nekolim 
yang memakai hukum  sebagai alat kekuasaan, menguasai de jure.  
  Tetapi Rakyat punya de facto.  
  Harga bumbu dapur saja (rawit, bawang, garam dll) setiap hari naik. Sudah 
lebih 100% dari bulan lalu. Belum lagi kebutuhan lain. Semua angka bergejolak. 
Satu-satunya yang stabil adalah pertumbuhan. Masih  tetap 5% ... 
  Lalu, pemerintah berkuasa mau apa? Bisa apa menghadapi de facto ini? 
Bagi-bagi  kartu?!? 
  --- SADAR@... wrote: 
  Yaaa, ... TIDAK ADA jalan lain kecuali yg merasa diri pejuang RAKYAT harus 
bergerak lebih cepat dan bijaksana perkuat diri, sehingga mampu menampilkan 
capresnya sendiri yang  dianggap ideal dan memenangkannya! 
  Selama belum berkemampuan, yaa seperti sekarang ini hanya bisa ikutan 
menangkan capres yg dianggap sedikit lebih baik utk rakyat, ...! Inilah proses 
yang harus dilalui dan tidak  mungkin dilompati. Gunakanlah sebaik-baiknya 
untuk berjuang memperkokoh yang dinamakan barisan kekuatan rakyat, jangan buang 
waktu lewat begitu saja dengan hanya menggerutu, menyalahkan ini atau menghujat 
itu! Cambuklah diri sendiri kenapa lebih 20 tahun terakhir ini  TIDAK juga 
BERHASIL perkuat diri sehingga berkemampuan melawan neolib, kekuasaan oligarki 
yg kangkangi kekuasaan selama ini!!!  
  Cobalah perhatikan, sepintas bisa dikatakan kalah dengan kelompok Islam 
radikalis  yg nampak makin agresif unjuk gigi dimana-mana itu, ... Beruntunglah 
kemungkinan besar sudah bisa  dipastikan Prabowo kalah! Bukankah kalau Prabowo 
berhasil menang, akan terbuka luang bagi Islam radikal itu mengembangkan 
kekuatan dan lebih celaka bagi rakyat banyak! 
  ajeg 於 5/5/2019 22:11 寫道: 
  Seperti saya bilang, tidak ada jaminan Bawaslu-KPU akan menanggapi laporan 
kecurangan karena sang dalang  antek nekolim terlanjur memakai pakem kecurangan 
2014, "diselesaikan secara hukum" ke MK -- hebat ah, tiba-tiba Anda percaya 
pada penegakkan hukum yang Anda bilang butut, hehe... Jauh de jure dari  de 
facto. 
  Taruhlah semua berjalan lancar seperti 2014, MK membenarkan kecurangan dan 
Jokowi dilantik jadi  presiden lagi. Lalu Rakyat mau apa? Bisa apa menghadapi 
de jure kekuasaan?  
  Paling jadinya seperti deja vu era SBY, bangsa ini buang waktu 10 tahun; 
periode I si SBY pura-pura  sibuk kelahi dengan teroris dan periode II repot 
menangkis tamparan kader-kadernya yang ketahuan korup. Rakyat keleleran. 
  Bagaimana dengan rezim sekarang? Jelas Rakyat buang waktu 5 tahun lagi untuk 
sekedar  mengulang: 1. dijejali curhat "saya bukan PKI"; 2. pertumbuhan 5%; 3. 
dicekik harga kebutuhan; 4. menanggung utang baru untuk bayar bunga utang lama; 
5. nyampah di laut dengan bangkai kapal dll. dsb. Apa Rakyat mau mengulang de 
facto kayak gini lagi?  
  Ini bukan soal menang-menangan atau prokontra wiwiwowo, ini soal akal sehat 
dan hak Rakyat untuk melanjutkan kehidupan di negeri sendiri. 
  --- SADAR@... wrote: 
  Tentu kecurang-kecurangï yg terbukti itu akan ditindak lanjuti oleh Bawaslu 
dan KPU sebagai  penyelenggara Pemilu, ... Yang JELAS sampai hari ini saya 
BELUM dengar ada kecurangan yg terungkap dilakukan KPU! 
  Seperti terjadi pencoblosan surat-suara di Selangor Malaysia sampai 40-50ribu 
untuk capres  01, juga dilakukan sementara oknum, dan masih belum bisa 
dipastikan apakah surat-suara itu asli yg dikeluarkan KPU, karena masih dibawah 
pemeriksaan polisi Malaysia-dan Indonesia. Tapi, segera akan dilakukan 
pemilihan ulang, sekitar 15 May utk warga yg sudah daftar gunakan pos, .... di 
Surabaya juga terjadi  kesalahan TPS yg menerima sejumlah pemilih tidak 
terdaftar dalam DPT, akhirnya dilakukan pemilihan ulang. Pokoknya, kesalahan yg 
dikatakan kecurangan-kecurangan itu pada pokoknya  bisa terungkap oleh 
saksi-saksi di TPS ataupun oleh Bawaslu, dan masih bisa ditindak lanjuti untuk 
dilakukan pemilihan ulang, ... Itulah tanggungjawab KPU. 
  Kalau saja masih ada yg belum puas, dan mampu ajukan bukti-bukti kecurangan 
yang lebih mendasar, yaa  laporkan saja ke BAWASLU, kalau masih juga meragukan 
keakuratan hasil hitungan manual PKU yg nanti diumumkan KPU, ya ajukan pada MK! 
Gitu aja kok repot! 
  ajeg 於 5/5/2019 15:34 寫道: 
  Pesertanya saja ngaku ada kecurangan. Tinggal, sejauh mana KPU berani 
mengakui adanya kecurangan.  
  Terlepas siapa pun pelakunya, 01; 02; atau pihak ketiga, tetap saja pemilu 
adalah  tanggungjawab KPU.  
  --- SADAR@... wrote; 
  Hahahaa, ... itu kan kecurangan-kecurangan yang terjadi dilakukan dibawah, 
baik kubu-01 maupun  kubu-02, ... bukan kecurangan yang dilakukan KPU! Dan, ... 
semua kecurangan yg terjadi itu harusnya diadukan ke Bawaslu beserta 
bukti-buktinya untuk ditanggapi, bisa betul bisa juga bukan apa-apa!  
  Kita tunggu saja kesimpulannya, ... Tapi, yang PASTI, sampai sekarang ini 
BELUM ada  yg bisa buktikan kecurangan sistem penghitungan IT yg dilakukan KPU 
spt bung ajukan itu (Rumusnya, 1+2+3=123.)! Itu jelas HOAX dan hanya utk 
delegitimasi KPU saja! Juga belum ada yang ajukan dalam penghitungaqn suara 
dari TPS yg beranjak ke kecamatan, propinsi dan pusat itu,  kecuali yg dianggap 
kesalahan manusia, ... kesalahan input, kesalahan C1, kesalahan hitung dll., 
yang sulit dikatakan kesengajaan. 
  ajeg 於 5/5/2019 14:26 寫道:  Jadi, kecurangan memang ada.   Betul-betul pemilu 
terburuk. Satu saja suara Rakyat hilang itu sama artinya dengan kejahatan berat 
atas kemanusiaan. Apalagi pemilu ini menghilangkan nyawa ratusan petugas! 
Hampir duakali lipat jumlahnya dari korban tewas bom Srilanka.  
http://www.tribunnews.com/nasional/2019/05/02/akui-ada-kecurangan-pemilu-tkn-jokowi-maruf-tapi-tak-terstruktur-sistematis-dan-masif
 



#yiv3505024584 -- #yiv3505024584ygrp-mkp {border:1px solid 
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-mkp #yiv3505024584hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mkp #yiv3505024584ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mkp .yiv3505024584ad 
{padding:0 0;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mkp .yiv3505024584ad p 
{margin:0;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mkp .yiv3505024584ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-sponsor 
#yiv3505024584ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-sponsor #yiv3505024584ygrp-lc #yiv3505024584hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-sponsor #yiv3505024584ygrp-lc .yiv3505024584ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3505024584 #yiv3505024584actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3505024584
 #yiv3505024584activity span {font-weight:700;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv3505024584 #yiv3505024584activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3505024584 #yiv3505024584activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv3505024584 #yiv3505024584activity span 
.yiv3505024584underline {text-decoration:underline;}#yiv3505024584 
.yiv3505024584attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv3505024584 .yiv3505024584attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv3505024584 .yiv3505024584attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3505024584 .yiv3505024584attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3505024584 .yiv3505024584attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv3505024584 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv3505024584 .yiv3505024584bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3505024584 
.yiv3505024584bold a {text-decoration:none;}#yiv3505024584 dd.yiv3505024584last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3505024584 dd.yiv3505024584last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3505024584 
dd.yiv3505024584last p span.yiv3505024584yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv3505024584 div.yiv3505024584attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv3505024584 div.yiv3505024584attach-table 
{width:400px;}#yiv3505024584 div.yiv3505024584file-title a, #yiv3505024584 
div.yiv3505024584file-title a:active, #yiv3505024584 
div.yiv3505024584file-title a:hover, #yiv3505024584  
div.yiv3505024584file-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3505024584 
div.yiv3505024584photo-title a, #yiv3505024584 div.yiv3505024584photo-title 
a:active, #yiv3505024584 div.yiv3505024584photo-title a:hover, #yiv3505024584 
div.yiv3505024584photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3505024584 
div#yiv3505024584ygrp-mlmsg #yiv3505024584ygrp-msg p a 
span.yiv3505024584yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3505024584 
.yiv3505024584green {color:#628c2a;}#yiv3505024584 .yiv3505024584MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv3505024584 o {font-size:0;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584photos div {float:left;width:72px;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3505024584
 #yiv3505024584reco-category {font-size:77%;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584reco-desc {font-size:77%;}#yiv3505024584 .yiv3505024584replbq 
{margin:4px;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3505024584  
#yiv3505024584ygrp-mlmsg select, #yiv3505024584 input, #yiv3505024584 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-mlmsg pre, #yiv3505024584 code {font:115% 
monospace;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mlmsg * 
{line-height:1..22em;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-mlmsg 
#yiv3505024584logo {padding-bottom:10px;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-msg 
p a {font-family:Verdana;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-msg 
p#yiv3505024584attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-reco #yiv3505024584reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-sponsor 
#yiv3505024584ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-sponsor #yiv3505024584ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-sponsor #yiv3505024584ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv3505024584 #yiv3505024584ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3505024584 
#yiv3505024584ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv3505024584   

Kirim email ke