Daripada menunggu komentar ente yg kunjung datang krn ente bakalan ngobrol 
diwarkop disebelah, sebaiknya ane lemparkan lagi aja pertanyaan ini dgn harapan 
ente sadar bahwa ente gak ngerti bisnis ekonomi dan pake’ logika umum.

 

Ini pertanyaannya: jadi kalau gitu ente mau sarankan Indonesia menguatkan 
rupiah alias revaluation? Tapi sebelum menjawab: ane tanya ente ngerti ndak 
istilah revaluation ini?

 

Jangan jawab ya kalau gak ngerti!

 

Hehehehehe koq bisa2nya bilang mata uang melemah akan mendorong eksport salah?!

 

Nah ayo sana pake’ logika umum ane kasih ini: mata uang menguat akan mendorong 
eksport ya?!

 

Sana kasih tahu rizal ramli sono kalau dia jadi menkeu suruh dia revaluation 
rupiah utk mendorong eksport!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <[email protected]> 
Sent: Thursday, May 16, 2019 8:08 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [GELORA45] Jokowi Mengeluh Atasi 20 Tahun Defisit Neraca Pembayaran

 

  

Oh gitu tokh kita2 yg masih sekolah bisnis yg diajarin kalau nilai suatu mata 
uang melemah akan mendorong eksport itu salah ya?

 

Jadi yg bener adalah kenyataan seperti ente katakan itu ya bahwa melemahnya 
suatu mata uang tidak akan mendorong eksport krn kenyataannya eksport tidak 
naik dan neraca perdagangan defisit?

 

Hehehehehe ente ini lagi berlogika atau berhalusinasi atau lagi mimpi?

Ini modus operandinya sijonathan yg pake’ logika umum!

 

Kan sudah ane bilang ente gak ngerti bisnis dan ekonomi!

 

Ilmu bisnis dan ilmu ekonomi itu bukan ilmu eksata melainkan ilmu yg ditengah2 
antara ilmu bisnis dan ilmu social. Sudah ane tulis berulang2 kali! Ente 
membutatulikan diri sendiri.

 

Ente mikirnya if…then…yg pasti ada jawabannya. Ilmu bisnis dan ilmu ekonomi ada 
istilah: cateris paribus. Ngerti ndak istilah ini?

 

Kalaupun suatu mata uang dilemahkan parah (disebut: devaluasi) spt di venezuela 
skrg ini, ya gak akan ada eksport krn barang eksportnya gak siap/ready/ada!!!!!

 

Devaluasi beribu persenpun gak akan ada gunanya dalam menggenjot eksport kalau 
ada kudeta misalnya. NGERTI?!!!!

 

Infrastruktur, energi dll yg ente kritik eh baca: nyinyir itu adalah asumsi 
dasar utk menggerakkan bisnis ekonomi. Dgn kata lain: akan membantu mendorong 
eksport. Inilah kerja yg didengung2kan dan dijalankan Jokowi!!!! Ente kan 
maunya langsung jadi instant2 saja. Beginilah lalu eksport langsung naik.. 
Lucunya “begini”nya ente itu adalah: naikkin gaji buruh hehehehehehehe. Gimana 
bisa naikkin buruh kalau perusahaan kalah bersaing dgn negara lain krn gaji 
buruh dinegara lain lebih rendah? Ya pindah pabrik kenegara yg buruhnya lebih 
rendah. 

 

Aduhhhhh ampun kayak gini aja gak ngerti!!!!

 

Terus marah2 sama kapitalisme ya hehehehehe?

Sedangkan barusan nyindir ane gak mau lihat kenyataan; nyindir ane masih 
sekolah/baru lulus sekolah banyak teori.

 

Ente yg jelas2 gak bisa lihat kenyataan yg terjadi di NKRI alias ngomong 
doank!!!!!

 

Nesare

 

 

From: [email protected] <mailto:[email protected]>  
<[email protected] <mailto:[email protected]> > 
Sent: Wednesday, May 15, 2019 6:45 PM
To: GELORA45 <[email protected] <mailto:[email protected]> >
Subject: Re: [GELORA45] Jokowi Mengeluh Atasi 20 Tahun Defisit Neraca Pembayaran

 

  

Oh itu biasa. Di dalam kelas semua harus terlihat gampang. Begitu kelar sekolah 
nah barulah kena plonco kenyataan. Yang nggak pake otak biasanya tetap jadi 
plonco, atau ikut-ikutan jadi maling. Yang nggak punya otak pasti tepuk dada 
merasa paling pinter sedunia. Di kelas, bisa jadi betul dicekoki "nilai mata 
uang turun AKAN mendongkrak ekspor". Di dunia nyata, buruh pelabuhan 
bertanya-tanya, mana dia produk yang mau dimuat ke kapal...???






Di warung-warung kopi orang bosan mengingatkan. Sekarang bisanya tinggal 
nyruput kopi ketawa-tawa nonton Megawati-PDIP-Jokowi jejingkrakan buka 
puasa-kekuasaan di ketek SBY. 






Kocak, banteng dikadali kebo.






--- jonathangoeij@... wrote:

Apa bukannya ada orang pinter yang bilang dengan nilai rupiah turun export akan 
meningkat, tapi.... kok neraca dagang tekor?

Setidaknya Jokowi masih jujur waktu bilang "Neraca dagang tekor, Jokowi: bodoh 
banget kita"

 

 

--- ajegilelu@... wrote :

UUD neolib / amandemen mengamanatkan pemerintah bekerja lebih keras untuk 
pengusaha dan petani asing daripada membangun pondasi ekonomi sendiri. 
Kerja-kerja-kerja impor-impor-impor (bayar dg dollar). Bila perlu petani dan 
sopir truk pun impor. 






Persetan dengan HAM buruh / tenagakerja sendiri. Persetan jugalah dengan korban 
kejahatan HAM '65 dst.

 

Neraca dagang tekor, Jokowi: bodoh banget kita

 
<https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4463787/neraca-dagang-ri-masih-tekor-jokowi-bodoh-banget-kita>
 
https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4463787/neraca-dagang-ri-masih-tekor-jokowi-bodoh-banget-kita

 


--- ilmesengero@... wrote:






Kalau tidak bisa menyelesaikan masalahnya maka cara terbaik untuk mengatasi 
persoalan ialah mengeluh supaya insyaalloh terjadi mukajizat. hehehehehehe

 

 



Kirim email ke