Rasanya tergantung kelas apa yang diambil dan apakah menyimak pelajaran yang diberikan dengan baik. Dalam pelajaran ekonomi mikro/bisnis ada yang namanya currency exposure yg ikut mempengaruhi, seberapa banyak kandungan barang produksi itu yang terpengaruh. Dus disini ada content import ada lokal, content lokal-pun bisa juga terpengaruh harganya jadi lebih mahal. Sedang dalam pelajaran ekonomi makro mesti dilihat dulu komoditas eksport Indonesia yang dominan apa saja. Misalnya saja dari berbagai berita banyak mengandalkan export CPO, sedangkan sawit lagi diboikot, sehingga dipaksakan dipakai didalam negeri dalam bentuk B-20. Jadi mesti dilihat dulu dgn cermat komoditas andalan export itu apa saja. Cuman tidak tahu apa benar reuni-an eks Indonesia akan bisa meningkatkan devisa yg berarti?Jadi garuk2 kepala yang tidak gatal bacanya:). Rupiah melemah sudah terjadi ber-kali2 ber-tahun2 bahkan puluhan tahun. Herannya narasi rupiah melemah eksport menguat kok terus menerus didengungkan. Bukankah kalau begitu sudah jadi negara peng-export yang luar biasa kuatnya? Benar juga "Kocak, banteng dikadali kebo."
From: [email protected] <[email protected]> Sent: Wednesday, May 15, 2019 6:45 PM To: GELORA45 <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Jokowi Mengeluh Atasi 20 Tahun Defisit Neraca Pembayaran Oh itu biasa. Di dalam kelas semua harus terlihat gampang. Begitu kelar sekolah nah barulah kena plonco kenyataan. Yang nggak pake otak biasanya tetap jadi plonco, atau ikut-ikutan jadi maling. Yang nggak punya otak pasti tepuk dada merasa paling pinter sedunia. Di kelas, bisa jadi betul dicekoki "nilai mata uang turun AKAN mendongkrak ekspor". Di dunia nyata, buruh pelabuhan bertanya-tanya, mana dia produk yang mau dimuat ke kapal...??? Di warung-warung kopi orang bosan mengingatkan. Sekarang bisanya tinggal nyruput kopi ketawa-tawa nonton Megawati-PDIP-Jokowi jejingkrakan buka puasa-kekuasaan di ketek SBY. Kocak, banteng dikadali kebo. --- jonathangoeij@... wrote: Hide message history Apa bukannya ada orang pinter yang bilang dengan nilai rupiah turun export akan meningkat, tapi.... kok neraca dagang tekor? Setidaknya Jokowi masih jujur waktu bilang "Neraca dagang tekor, Jokowi: bodoh banget kita" --- ajegilelu@... wrote : UUD neolib / amandemen mengamanatkan pemerintah bekerja lebih keras untuk pengusaha dan petani asing daripada membangun pondasi ekonomi sendiri. Kerja-kerja-kerja impor-impor-impor (bayar dg dollar). Bila perlu petani dan sopir truk pun impor. Persetan dengan HAM buruh / tenagakerja sendiri. Persetan jugalah dengan korban kejahatan HAM '65 dst. Neraca dagang tekor, Jokowi: bodoh banget kita https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4463787/neraca-dagang-ri-masih-tekor-jokowi-bodoh-banget-kita --- ilmesengero@... wrote: Kalau tidak bisa menyelesaikan masalahnya maka cara terbaik untuk mengatasi persoalan ialah mengeluh supaya insyaalloh terjadi mukajizat. hehehehehehe
