Kita mengetahui keadaan seperti ini di kota2 besar di Amerika. Namun, yg harus disalahkan bukan pemerintah nya saja, tetapi rakyat nya yg miskin (homeless) yg "malas" dan tidak mau "berdipsiplin". Mereka, tidak sedikit atau kebanyakan, adalah para "pemabuk dan drug addict". Angka pengangguran di Amerika adalah rendah sekali, barangkali satu yg paling rendah di dunia sekarang ini yaitu 3.6%. Banyak perusahaan2 atau tempat2 yg memerlukan pekerja2 tetapi tidak bisa mendapatnya. Dan tempat2 kerja yg kosong ini di isi oleh imigran2, yg legal maupun yg tidak legal. Misal, di tempat2 pekebunan buah2 an dan sayur2 an, hampir semua pekerjanya orang dari Mexico. Orang2 Amerika sendiri tidak mau bekerja di tempat2 begini dan malas atau tidak mau "bekerja kasar" dan lebih baik mendapat social welfare atau menjadi "homeless people".
Saya sendiri bukan orang/WN Amerika dan juga tidak mau dikasih atau mengambil WN Amerika walaupun bisa mendapat dgn mudah sebab banyak point2 yg saya tidak senang atau tidak setuju dgn Amerika. Namun, banyak fasilitas2 pekerjaan dan akademik yg nomor wahid di dunia sekarang ini adalah di Amerika. Sampai baru2 ini saya bekerja di Amerika (tetapi keluarga tidak saya pindah ke AS tetapi saya sering pulang balik ke dan dari AS). Sistim "survival of the fittest" yg berlaku di AS adalah prinsip yg ada segi positif nya, misal, yg sangat mendorong kemajuan. Kalau orang AS bisa menjadi homeless adalah "salahnya mereka sendiri" dimana imigran2 atau orang LN saja bisa mendapatkan pekerjaan apa saja dan bisa mendapat posisi tinggi di AS dimana angka penganguran sangat rendah disana seperti tsb diatas. Dulu saya belajar di Jerman dan bekerja di Jerman, tetapi utk kemajuan utk orang LN (Auslaender) lebih baik di AS daripada di Jerman. Salam, BH Jo
