Menurut Anda penggusuran paksa / perampasan lahan-sawah Rakyat untuk bandara
dll itu tindakan yang demokratis apa bagaimana?
--- SADAR@... wrote:
Hehehee, ... kalau menghadapi nenek dalam tempurung, yaa dimaklumi saja dia itu
hidup dalam MIMPI didalam tempurungnya saja! Suara yang keluar yaaa apa yang
dimimpikannya itu, lepas dari dunia nyata! Dan celakanya dia terus tenggelam
dalam mimpi yg penuh kebencian pada Jokowi dan pemerintahnya, jadi apapun
kebijakan yg dijalankan SALAH dan harus dihujat, ... itu saja!
nesare 於 11/6/2019 0:34 寫道:
Siapa yg menyalahkan siapa?
Saya tidak menyalahkan siapa2. Saya tidak menyalahkan rakyat, pemerintah
ataupun ideologi. Yg saya lihat ada masalah: harga tiket pesawat naik. Harus
dicari solusinya. Solusi tidak akan ada kalau tidak diketahui masalahnya. Jadi
mulainya hrs dari masalah bukan menyalahkan.
Wong salahnya sudah dari dulu!
Bung yg menyalahkan pemerintah. Jelas sekali kan.
Bung berdalih orang2 lain menyalahkan rakyat. Inilah yg saya katakan bung itu
pandangannya radikal. Kalau bung tidak radikal, bung tidak akan merasa orang
lain menyalahkan rakyat atau yg lainnya.
Disini bung tidak mampu bersikap objektif melihat permasalahannya.
Bung bermain punishment. Punitive bukan solusi dibanyak aspek kehidupan. Tahu?
Harga tiket nai k, bung hubung2kan dgn Jokowi blusukan. Lalu lebih parah lagi
bung menyalahkan Jokowi apa gunanya krn tidak bisa menurunkan harga. Disinikan
kesalahan fatal bung bahwa bung menginginkan sosok pemimpin yg otoriter.
Pemimpin bertitah langsung bisa diwujudkan. Ini dikerajaan bung! Sekarang sudah
demokrasi. Gak bisa sok2an jadi raja sultan atau kaisar. Cardinal, Paus dll
divatican sana saja gak didengerin orang koq kalau imbauannya gak bener.
Masalah kertapati dan proyek infrastruktur2 lainnya diprotes ya boleh2 saja..
Protes2 itu apa substansinya? Masalah pembebasan tanah, perijinan atau apa?
Kalau yg protes menolak infrastruktur itu sendiri, ya itu Nam anya buta tuli!
Wong kalau mau ada proses ekonomi ya harus ada sarana dan prasarana. Ngerti?!!!!
Gimana rakyat atau suatu daerah mau maji tanpa sarana prasarana?
Memangnya ada didunia ini begitu?
Atau memang maunya hidup sama2 miskin. Kalau ini premisnya ya masuk akal tetapi
dgn 1 syarat: jangan ngomongin duit. Ketika sudah ngomongin ttg duit itu akan
berkaitan dng ekonomi dan bisnis.
Nesare
From: Tatiana Lukman
O bukan pemerintah yang salah!!!?? Jelas bukan Jokowi yang salah!! ???PYM
meresmikan Kertajati dengan segala kebanggaan!!! Rakyatlah yang salah,
anti-pembangunan dengan mengeloni tanah pertaniannya!!! Ha..ha.. seperti
biasa, suaranya penyembah Statusquo...
Soal harga tiket melonjak sudah lama ditolak rakyat dengan aksi-aksi....
Katanya Jokowi suka keluyuran ke pasar-pasar untuk ngechek harga sembako....
Apa gunanya ngecek kalau tidak punya kekuasaan untuk menurunkan atau
menstabilkan harga pasar?? apa Jokowi tidak punya kekuasaan untuk turut campur
dalam menentukan harga tiket pesawat??
Rupanya sang penyembah tidak dengar kata-katany si J. Kala yang terpaksa
mengaku " sedikit" tentang " kesalahan" pemerintah pusat dalam hubungannya
dengan bandara Kertajati. Busyeet!! Budek rupanya!! Tidak juga dengar komentar
orang tentang " kepentingan pengusaha, kepentingan politik dan pertarungan
antara investor Tkk dan Jepang yang dimenangkan oleh Tiongkok dalam hubungannya
dengan proyek Kertajati..
< span style="font-size:18.0pt;font-family:"Helvetica",sans-serif;">Sungguh
kasihan orang yang tidak mampu melihat apa yang sedang dijalankan Jokowi dengan
pembangunan megainfrastruktur adalah mencontoh pembangunan megainfrastruktur
anti-rakyat di Tkk. Bedanya, Tkk yang sudah membangun sosialisme selama 30
tahun dengan menghancurkan feodalisme, sudah menyiapkan dasar-dasar industri
nasional sehingga reform kapitalis Deng bisa mengembangkan ekonomi Tkk menjadi
kekuatan yang mampu bersaing dengan negeri-negeri Dunia Ketiga (yang terus
terbelakang tanpa memiliki ekonomi dan industri nasional) dan menantang
hegemoni AS. Dikiranya dengan mencontoh Tkk, Indonesia bisa berkembang menjadi
kekuatan ekonomi dunia. Mana bisa, wong masih digandoli oleh struktur ekonomi
semifeodal!! Lihat tuh berapa angka konflik tanah...!!!!
Supaya jelas letak persoalan dan perdebatannya. Dimulai dengan bandara
Kertajati yang mati suri dan orang bicara tentang biaya sosial yang harus
dibayar rakyat untuk pembangan bandara. Dibayar dengan penderitaan dan air mata
rakyat!!
Kedua, masalah tiket pesawat yang membumbung tinggi yang juga sudah diprotes
rakyat sejak tahun lalu. Sudah tentu harga tiket membumbung ada hubungannya
dengan sedikitnya penumpang pesawat yang akibatnya membuat bandara Kertajati
lebih mati lagi!!!
Siapa biang keladi dari semua ini??? Rakyatkah???
Dan ingat juga tentangan dan perlawanan banyak ormas dan organisasi lingkungan
terhadap proyek KA cepat Jakarta-Bandung yang tersendat-sendat, antara lain
juga karena soal pembebasan lahan....Dari dulu saya sudah tanya siapa yang
akan naik KA super cepat itu?? Kaum tanikah? Kaum buruhkah?
On Monday, June 10, 2019, 5:19:38 PM GMT+2, nesare wrote:
Hehehehe.
Sekarang harga tiket pesawat naik, Jokowi yg disalahkan.
Sekarang bandara yg disalahkan. Sekarang asing juga disalahkan.
Nanti2 juga akan ada komentar: sia pa yg bilang Jokowi yg disalahkan?
Dasar hanya bisa nyinyir saja.
Nesare
From: ajeg
Banyaknya daerah yang sekarang punya bandara membuat orang merencanakan mudik
lebaran tahun ini dengan pesawat. Tetapi karena harga tiket pesawat tetap
setunggi langit ya ramai-ramailah orang membatalkan rencana mudik naik
pesawat. Walhasil bandara-bandara baru itu tetap sepi seperti kuburan, dengan
ratusan petugas yang lebih banyak nganggur sepanjang hari. Tidak sedikit
yang spontan menggerutu soal mahalnya tiket pesawat adalah pemilih Jokowi.
Mereka pun melongo begitu pemerintahan Jokowi menanggapi keluhan mereka
dengan lawakan yang brutal: naik bus saja!
Tol Trans Jawa Macet Parah
---jetaimemucho1@... wrote:
Kalau saya yang bilang bahwa pembangunan megainfrastruktur mengabdi para
pengusaha, kepentingan politik kaum elit dan investor asing, kontan para
pendukung Statusquo dan PYM akan mencibir...Dan saya banyak mempostingkan
perlawanan penduduk desa terhadap proyek megainfrasturktur (bukan saja bandara
Kertaj ati) yang ditindas aparat polisi dan militer...Dari situ saya juga
dapat ejekan, seolah-olah mau memamerkan diri sebagai pembela rakyat!!!
Nah, simak saja sendiri video yang dipostingkan Suny. Jelas, investor asing
mana yang ada di belakang bandara Kertajati....Tidak lain tidak bukan
imperialis Tiongkok!!!Memang Tiongkok berkepentingan memutar kapitalnya dan
mengalirkan produk industrinya (seperti baja, misalnya) yang sudah berlimpah
ruah tidak ada yang beli!!! Jelas dibilang disitu, berapa penumpang pesawat
terbang, bukan?? Lha, gimana ,kok nggak bisa naik jumlah penumpangnya? Katanya
sudah turun angka kemiskinan dan juga sudah turun angka ketimpangan antara
yang miskin dan yang kaya, atau desa dan kota... Bukankah begitu kata sa ng
Menteri pertanian??? Dan Menkeu kebanggaan para pendukung PYM kan juga
bilang, kalau selesai infrstruktur, maka akan semakin rata..... Nggak tahu
apanya yang akan merata???
Dan jangan lupa penyusutan tanah pertanian, hilangnya lumbung padi,
penghilangan mata pencaharian, tempat tinggal dan milik rakyat yang dijadikan
tumbal untuk pembangunan bandara itu... Saya bilang Jokowi pembunuh
pelan-pelan rakyat, kontan saya diserang antek remo...Lho, bayangkan
kehidupan rakyat 10 desa yang sudah dirampas tanahnya, dihilangkan mata
pencahariannya!! Coba kalau nasib itu menimpa anda serta keluarga anda??
Hilang rumah, hilang tanah..Jadi pekerja serabutan atau pengemis?? Dengarkan
uraian ketua KPA itu!!!
On Sunday, June 9, 2019, 8:12:48 PM GMT+2, Sunny ambon wrote:
https://www.youtube.com/watch?v=ggA-R4QLOn0
#yiv3207474197 #yiv3207474197 -- #yiv3207474197ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-mkp #yiv3207474197hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mkp #yiv3207474197ads
{margin-bottom:10px;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mkp .yiv3207474197ad
{padding:0 0;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mkp .yiv3207474197ad p
{margin:0;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mkp .yiv3207474197ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-sponsor
#yiv3207474197ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-sponsor #yiv3207474197ygrp-lc #yiv3207474197hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-sponsor #yiv3207474197ygrp-lc .yiv3207474197ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv3207474197 #yiv3207474197actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv3207474197
#yiv3207474197activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv3207474197
#yiv3207474197activity span {font-weight:700;}#yiv3207474197
#yiv3207474197activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv3207474197 #yiv3207474197activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv3207474197 #yiv3207474197activity span
span {color:#ff7900;}#yiv3207474197 #yiv3207474197activity span
.yiv3207474197underline {text-decoration:underline;}#yiv3207474197
.yiv3207474197attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv3207474197 .yiv3207474197attach div a
{text-decoration:none;}#yiv3207474197 .yiv3207474197attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv3207474197 .yiv3207474197attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv3207474197 .yiv3207474197attach label a
{text-decoration:none;}#yiv3207474197 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv3207474197 .yiv3207474197bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv3207474197
.yiv3207474197bold a {text-decoration:none;}#yiv3207474197 dd.yiv3207474197last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3207474197 dd.yiv3207474197last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv3207474197
dd.yiv3207474197last p span.yiv3207474197yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv3207474197 div.yiv3207474197attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv3207474197 div.yiv3207474197attach-table
{width:400px;}#yiv3207474197 div.yiv3207474197file-title a, #yiv3207474197
div.yiv3207474197file-title a:active, #yiv3207474197
div.yiv3207474197file-title a:hover, #yiv3207474197 div.yiv3207474197file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv3207474197 div.yiv3207474197photo-title a,
#yiv3207474197 div.yiv3207474197photo-title a:active, #yiv3207474197
div.yiv3207474197photo-title a:hover, #yiv3207474197
div.yiv3207474197photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv3207474197
div#yiv3207474197ygrp-mlmsg #yiv3207474197ygrp-msg p a
span.yiv3207474197yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv3207474197
.yiv3207474197green {color:#628c2a;}#yiv3207474197 .yiv3207474197MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv3207474197 o {font-size:0;}#yiv3207474197
#yiv3207474197photos div {float:left;width:72px;}#yiv3207474197
#yiv3207474197photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv3207474197
#yiv3207474197photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv3207474197
#yiv3207474197reco-category {font-size:77%;}#yiv3207474197
#yiv3207474197reco-desc {font-size:77%;}#yiv3207474197 .yiv3207474197replbq
{margin:4px;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-mlmsg select, #yiv3207474197 input, #yiv3207474197 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-mlmsg pre, #yiv3207474197 code {font:115%
monospace;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-mlmsg #yiv3207474197logo
{padding-bottom:10px;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-msg
p#yiv3207474197attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-reco #yiv3207474197reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-sponsor
#yiv3207474197ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-sponsor #yiv3207474197ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-sponsor #yiv3207474197ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv3207474197 #yiv3207474197ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv3207474197
#yiv3207474197ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv3207474197