Sepengetahuan saya ditahun 60-an, untuk menilai kekuatan satu negara itu
dilihat hasil produksi baja, tekstil dan beras, ... jadi, pantaslah saat
Deng tahun 1977 diangkat kembali menjadi wk. Ketua PKT dan wk. PM,
keluar negeri pertama ke Jepang ditahun itu juga, minta meninjau pabrik
baja Jepang terbesar, Nippon Steel. Dalam perbincangan dengan kepala
pabrik, Deng mengajukan kehendaknya membangun pabrik baja sekaliber
Nippon Steel itu di Tiongkok, ... Rupanya gayung bersambut! Pihak Jepang
siap membantu seluruh perlengkapan dan teknologi modern yg mereka
gunakan itu, ... Tahun 78 surat kontrak pembangunan pabrik Bao Gang di
Shanghai ditandatangi, tahap pertama, tahun 80 Tanur pertama sudah bisa
produksi, dan seluruh rencana pembangunan yg 3 tahap itu dalam 7 tahun
selesai.
Ditahun 2000 produksi baja Bao Gang sudah setara dengan Nippon Steel,
tapi memasuki tahun 2010 sudah jauh melebihi, saya tidak ingat berapa
juta ton/tahunnya. Tapi, darimana dengar Deng tiba-tiba menghentikan
pembangunan proyek Bao Gang dan membuat hubungan RRT-JP terganggu?
TIDAK! Tahun 2017 yl. tokoh-tokoh Nippon Steel, termasuk Presdir yg
pertama menerima Deng juga hadir memperingati Bao Gang 40Tahun, dan
pejabat2 Bao Gang tetap memanggilnya bapak GURU! Sedang sang GURU pun
tidak ragu-ragu memuji MURID yang heibat berhasil melampaui gurunya!
Satu pertemuan kembali yang sangat bersahabat dan saling menghormati!
Sedang hubungan RRT-JP memburuk setelah golongan kanan JP, dengan PM.
Shinzo Abe sekitar tahun 2012 menjual pulau Diao Yu yg jadi sengketa itu
pada konglomerat yg hendak bangun pelabuhan disana, ...
ajeg [email protected] [GELORA45] 於 18/7/2019 16:15 寫道:
Tahun 1968 Soeharto membuka lebar-lebar investasi asing di Indonesia
dengan bermodalkan UU No.1/1967 tentang penanaman modal asing. Sekitar
sepuluh tahun kemudian Deng Xiaoping ikut mencopot tirai bambunya
untuk investasi asing. Dalam kunjungannya ke Jepang, DXP langsung
kepincut pabrik baja. Menurutnya, industri baja adalah tulang punggung
pembangunan suatu negara.
Tidak salah memang, tapi DXP kebingungan bagaimana memulainya. Sang
wakil, Gu Mu, lalu mengusulkan gebrakan luarbiasa dalam politik RRC
yaitu mengundang penasehat asing untuk mengajari pejabat-pejabat Cina
tentang pembangunan ekonomi negara. Hal yang sebelumnya sangat tabu
bagi RRC kecuali terhadap penasehat "serumpun", Uni Soviet. DXP merasa
dapat dukungan. Dia pun tak ragu lagi untuk meminta Jepang membantu
pembangunan pabrik baja Baoshan dengan Gu Mu sebagai sebutlah kepala
proyeknya.
Proses bantuan ini tidak jauh beda dengan syarat yang tercantum dalam
UU No.1/1967 yaitu alih-pengtahuan ("belajar") dan alih-teknologi
(untuk "berdikari"). Gu Mu bertugas mengatur segala sesuatunya dengan
Nippon Steel, sebagaimana Sultan HB IX diberi sebarisan teknokrat
untuk mengurus PMA (belakangan diketahui barisan itu ternyata mafia B).
Kurang jelas apa alasan DXP tiba-tiba menghentikan pembangunan Baoshan
(berikut belasan proyek pendukungnya). Yang pasti keputusan ini sangat
mengganggu hubungan RRC-Jepang yang baru dirintis untuk pulih..
Penghentian proyek juga membuat kikuk para ahli Jepang dan pekerja RRC
yang mulai akrab di proyek Baoshan dan anak-anak proyeknya.
Belakangan, atau sekarang, baru kita paham bahwa para ahli Jepang di
proyek Baoshan yang tergila-gila kerja ditawari menetap untuk
melanjutkan proyek. Mereka inilah sebenarnya kunci sukses RRC, bukan
saja dalam industri baja tapi juga reformasi ekonomi secara mendasar.
Nah, rupanya pola serupa tapi tak sama sedang diterapkan Jokowi di
Indonesia. Serupa dalam arti memakai tenaga asing. Tetapi bukan cuma
tenaga ahli sebagaimana amanat UU, melainkan juga tenaga kulinya
sekalian - yang banyak melakukan kawin kontrak dengan perempuan Indonesia.
--- SADAR@... wrote:
Sementara pakar melihat, kondisi ekonomi Indonesia sekarang ini sudah
lebih baik ketimbang Tiongkok diakhir tahun 1970-an, ... Deng Xiaoping
ketika itu dengan berani mengoreksi kesalahan yl., dan menentukan
kebijakan "Reformasi dan Keterbukaan", mengundang masuk modal asing yg
dimulai tahun 1980. Tentu, disamping bertujuan mengatasi masalah
lapangan kerja dan makan rakyatnya, Deng juga berpandangan jauh,
masuknya modal-asing itu digunakan untuk BELAJAR pada asing dan
BERDIKARI dikemudian hari. Ada ketentuan modal-asing yang buka usaha
harus mengoper keahlian, teknologi dan kecanggihan manajemen pada
Tiongkok! Begitulah Tiongkok berhasil bangkit menjadi sejahtera,
segera akan BEBAS dari kemiskinan dan 1,4 milyar rakyatnya memasuki
taraf sedikit makmur, ... Bukan hanya bisa memproduksikan
barang-barang yang sudah ada, tapi juga dengan BERDIKARI menciptakan
barang-barang BARU yang lebih modern, canggih dan heibat teknologinya!
Lupa saya bagaimana pengusaha Tiongkok yg mengerjakan pembangkit
listrik di Jabar, juga menekankan akan mengoper teknologi dan
manajemen pada tenaga Indonesia, dan sekarang sudah sepenuhnya
dijalankan orang Indonesia sendiri! Begitu juga dengan usaha KA-Cepat
Jakarta-Bandung, sekarang saja sudah dimulai kursus2 pada tenaga
Indonesia untuk operasikan KA-Cepat itu, dengan sukarela mengoperkan
teknologi-manajemen sepenuhnya pada tenaga Indonesia, ...! Sayang saya
tidak berhasil menemukan tulisan yg menunjang, kecuali 2 tulisan
dibawah yang mendekati saja, ...
http://gelora45.com/news3/JonanDorongPLNpelajariKelistrikanChina.pdf
http://gelora45.com/news3/KACepatJktBdgPenuhCinta.pdf
Saya beberapa tahun yl. di youtube juga pernah dengar pidato Jokowi
menganjurkan masuknya modal-asing dijadikan anjang untuk belajar dan
kemudian bisa mengerjakan sendiri, ... BERDIKARI. Hanya saja saya
belum berhasil menemukannya kembali dimana Jokowi bicara. Dan tentunya
sayang kalau pidato politik "Visi Indonesia" kali ini tidak kembali
menekankan PENTINGNYA untuk BELAJAR dan BERDIKARI! Bisa betul-betul
TETAP hanya menjadi bangsa KULI saja, ...!
ajeg 於 17/7/2019 20:46 寫道:
"BELAJAR" dan "BERDIKARI" itu istilahnya Chan.
--- djiekh@... wrote:
Kutipan : /Tidak perlu berandai-andai "kalau betul.." karena dalam
pidatonya dengan jelas Jokowi mengungkap/
/visi dia soal investasi asing memang untuk lapangan kerja (cari
makan), bukan untuk belajar supaya bisa berdikari seperti diamanatkan
UU PMA../
Di bagian mana dari pidato Jokowi, dia mengatakan bukan untuk belajar
supaya bisa berdikari seperti diamanatkan UUPMA ?
Pada tanggal Sel, 16 Jul 2019 pukul 17.47 ajeg menulis:
Tidak perlu berandai-andai "kalau betul.." karena dalam pidatonya
dengan jelas Jokowi mengungkap
visi dia soal investasi asing memang untuk lapangan kerja (cari
makan), bukan untuk belajar supaya bisa berdikari seperti diamanatkan
UU PMA..
Tapi ya baguslah Anda sekarang berani menyebut tokoh-tokoh penguasa
sebagai 'budak'. Hanya saja tidak tegas siapa tokoh yang dimaksud. Hehe...
--- SADAR@... wrote:
Yaaa, ... kalau betul pemerintah Jokowi dalam usaha membuka masuk
investasi modal-asing sekadar peningkatan pertumbuhan ekonomi,
penekanannya BUKAN untuk BELAJAR mengerjakan sendiri, ... untuk
BERDIKARI! Apalagi tokoh-tokoh politik bangsa ini masih saja hanya
kejar-mengejar menggendutkan perut sendiri, ... menunjukkan BANGSA ini
pantaslah hanya jadi bangsa BUDAK!
Tapi, ... apa maksud bung "Pidato presiden rasa centeng...?" Apa
maksud bung centeng disini? Penjaga perusahaan modal-asing, mandor
atau penjaga bayaran saja, ...
ajeg 於 15/7/2019 22:20 寫道:
Dalam pidatonya Jokowi tidak bicara investasi asing untuk belajar
apalagi berdikari, tapi untuk sekedar cari makan. Alias, menjadi buruh
di kompeninya investor-investor asing.
Dan, bagi yang menghambat visi perbudakannya itu, "akan saya hajar
kalau diperlukan," kata Jokowi.
Pidato presiden rasa centeng...
--- SADAR@... wrote:
Sebenarnya saja, ... masalah investasi asing itu, darimanapun
datangnya tidak perlu ditolak! Yang lebih penting BANGSA ini harus
bisa menggunakan modal asing itu untuk BELAJAR dan merebut kesempatan
mengerjakannya SENDIRI, untuk bisa BERDIKARI dikemudian hari! Jangan
TETAP saja berjiwa BUDAK, menjadikan modal-asing itu kesempatan untuk
menggendutkan sementara perut pejabat2 saja, ...!
bhjo@.... <mailto:[email protected]> 於 15/7/2019 11:53 寫道:
Bagus poin2 nya Jokowi. Terutama: "Jokowi meminta tak ada lagi yang
alergi terhadap investasi. Yang menghambat investasi, semua harus
dipangkas. Baik itu perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi
yang ada punglinya".
Sayang kurang satu poin yg sangat penting, yg hampir selalu menjadi
poin yg penting di banyak negara yaitu Kesehatan masyarakat harus dijamin.
--- SADAR@..... <mailto:SADAR@...> wrote :
Enam Poin Pidato Visi Indonesia yang Disampaikan Jokowi
Reporter:
Fikri Arigi
Editor:
Amirullah
Senin, 15 Juli 2019 08:57 WIBIndonesia's incumbent president Joko
Widodo, who was re-elected on April's election gestures as he delivers
a speech to highlight his vision for the next five years in Bogor,
West Java province, July 14, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan*
*
*
*
*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*,*Jakarta*- Presiden terpilih Joko Widodo
aliasJokowi<https://www.tempo.co/tag/jokowi>pada Ahad 14 Juli 2019
menyampaikan pidatonya dalam acara Visi Indonesia. Pada acara yang
digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa
Barat tersebut, Jokowi menyampaikan visi pemerintahannya bersama
Ma'ruf Amin di periode ke depan.
Baca: Jokowi: Kalau Ada Lembaga yang Tak Bermanfaat, Akan Saya
Bubarkan
<https://nasional.tempo.co/read/1224543/jokowi-kalau-ada-lembaga-yang-tak-bermanfaat-akan-saya-bubarkan>
–– ADVERTISEMENT ––
Pada pidatonya tersebut Jokowi mengulas soal pembangunan infrastruktur
yang akan terus ia lanjutkan. Selain itu Jokowi juga menjanjikan akan
fokus dalam pembangunan sumber daya manusia di periode ini. Berikut
poin-poin pidato Visi Indonesia Jokowi:
*1. Pembangunan dan Penyambungan Infrastruktur*
Jokowi mengatakan akan meneruskan membangun infrastruktur. Menurut
Jokowi, infrastruktur-infrastruktur besar seperti jalan tol, kereta
api, pelabuhan, dan bandara, akan dihubungkan dengan pusat-pusat
perekonomian, seperti pusat produksi masyarakat, kawasan ekonomi
khusus, industri kecil, dan pariwisata.
Dia juga berjanji bakal memastikan infrastuktur-infrastruktur besar
dengan persawahan, perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.
Mantan Wali Kota Solo ini memastikan bahwa dalam lima tahun ke depan
program pembangunan infrastruktur masih akan terus berlanjut. Ke
depan, pembangunan bakal dipercepat untuk menyambungkan masing-masing
infrastrukur yang telah dibangun agar terkoneksi. "Ke depan akan kita
lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan infrastruktur besar
tersebut seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan dan bandara," tuturnya.
*2. Fokus ke Pembangunan SDM*
Jokowi mengatakan pembangunan sumber daya manusia akan menjadi fokus.
Caranya, kata Jokowi, ialah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, bayi,
balita, dan anak sekolah. Dia juga berjanji bakal meningkatkan
kualitas pendidikan dan vokasional.
Selain itu, Jokowi mengatakan akan membentuk manajemen talenta
nasional. Dia berujar, hal ini demi menyiapkan sumber daya manusia
Indonesia yang siap menghadapi diaspora dan persaingan global.
"Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, dan memberikan
dukungan bagi pengembangan talenta Indonesia," kata Jokowi.
*3. Membuka Keran Investasi Seluas-luansya*
Selanjutnya Jokowi mengatakan akan membuka keran investasi
seluas-luasnya. Dia mengklaim investasi menjadi salah satu kunci
membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya. Jokowi meminta tak ada
lagi yang alergi terhadap investasi.
"Yang menghambat investasi, semua harus dipangkas. Baik itu perizinan
yang lambat, berbelit-belit, apalagi yang ada punglinya. Hati-hati ke
depan, ke depan saya pastikan akan saya kejar. Akan saya kejar, akan
saya kontrol, akan saya cek, akan saya hajar kalau diperlukan," kata
Jokowi.
*4. Reformasi Birokrasi*
Untuk periode keduanya Jokowi mengatakan memiliki visi melakukan
reformasi birokrasi. Ia mengancam bakal mencopot pejabat yang terlibat
dan terbukti melakukan pungutan liar atau pungli. Ia pun menyebut
bakal membubarkan lembaga-lembaga yang tak efisien dan bermasalah.
Jokowi mengatakan, di periode kedua nanti dia bakal memastikan
birokrasi efektif dan efisien. Dia ingin nantinya lembaga-lembaga
menjadi lebih sederhana, simpel, dan lincah. Jokowi pun mewanti-wanti
agar pola pikir para birokrat diubah dalam rangka reformasi struktural
ini. Menurut Jokowi, kunci dari reformasi birokrasi ialah kecepatan
pelayanan dan perizinan. Jokowi berujar bakal mengecek dan mengontrol
sendiri jalannya birokrasi di bawah pemerintahannya.
"Kalau ada lembaga yang tidak bermanfaat dan bermasalah, akan saya
bubarkan," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
*5. APBN Tepat Sasaran*
ADVERTISEMENT
Selanjutnya Jokowi mengatakan bakal menjamin Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) yang digunakan fokus dan tepat sasaran. "Karena
setiap rupiah yang keluar semua harus dipastikan memiliki manfaat
ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucapnya.
*6. Oposisi Mulia Tanpa Dendam*
Selain visi pemerintahan, ia juga sedikit mengulas soal visi
politiknya. Menurut Jokowi menjadi oposisi juga hal mulia dalam
demokrasi. "Dalam demokrasi, mendukung mati-matian seorang kandidat
itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi itu juga boleh.
Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan," kata Jokowi dalam
pidatonya.
Namun Jokowi meminta agar pilihan oposisi itu tak menimbulkan dendam
dan kebencian. Dia meminta agar pilihan itu tak disertai dendam,
kebencian, cacian, hinaan, dan makian. Jokowi beralasan, Indonesia
adalah negara yang memiliki norma agama, etika, tata krama, dan budaya
yang luhur.
Baca: Jokowi: Oposisi Itu Sangat Mulia, Asal Jangan Menimbulkan Dendam
<https://pilpres.tempo.co/read/1224537/jokowi-oposisi-itu-sangat-mulia-asal-jangan-menimbulkan-dendam>
"Saya yakin, kita semua berkomitmen meletakkan demokrasi yang
berkeadaban, yang menjunjung tinggi kepribadian Indonesia, yang
menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan membawa Indonesia
menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur," ujarnya.
*FIKRI ARIGI | BUDIARTI UTAMI PUTRI | DIAS PRASONGKO*
*
*
*
*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com