ehe, ilmu laduni cuma nemplok di jiwa-jiwa yang tulus dan jujur. Bersih. Rezim pembohong radikal belepotan janji kayak gitu mah winarahnya sesuai arahan sang pengarah acara pilpres. Sebatas "menang", titik
Begitu weruh bahwa itu baru kemenangan kotor yang masih harus dipotong biaya-biaya sosial, demokrasi, dan kejujuran, terang benderanglah kemenangannya itu cuma angan-angan. Djiangkrik, tekor tjuk! Itu sebabnya akhir-akhir ini kita saksikan ada yang begitu kalangkabut mempertahankan winarah palsunya dengan mengemis rekonsiliasi - sambil ancang-ancang untuk semangkin otoriter. --- jonathangoeij@... wrote: weruh sadurunge winarah namanya juga titisan Allah --- ajegilelu@... wrote : Dua bulan yl. KPU menetapkan Jokowi sebagai pemenang dengan meraup 85.607.362 suara. Padahal sampai hari ini, Jumat 26 Juli 2019, penghitungan suara pilpres masih berlangsung. Norak sekali, penghitungan suara belum selesai tapi Jokowi sudah ditetapkan sebagai pemenang dengan 85 juta suara! Hitung suara pilpres hingga 26 Juli 2019 pukul 21:00:03 WIB Wajarlah Jokowi-Mega-PDIP mengemis rekonsiliasi. Sementara, rekan sekoalisi 01 mulai gerah dan berbalik mencela sang junjungan. Bodohlah Prabowo kalau bersedia menempatkan partainya dalam kabinet Jokowi.
