Kutipan: Mayoritas komisioner KPU 2019 itu diusulkan partai-partai yang saat 
itu berada di kubu paslon nomor urut 02.
Sebanyak 5 orang dari 7 orang komisioner KPU-RI adalah usulan dari Fraksi 
Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat, sehingga tidak ada alasan 
bagi kubu 02 untuk mencurigai kinerja KPU RI. 

 Herr Arif Harsana, 
 

 Pendapat diatas adalah alasan luar biasa tepatnya alias das obige ist ein 
ausgezeichnetes Argument. Bravo!

 

---In [email protected], <arif.harsana@...> wrote :

 Mayoritas komisioner KPU 2019 itu diusulkan partai-partai yang saat itu berada 
di kubu paslon nomor urut 02.
Sebanyak 5 orang dari 7 orang komisioner KPU-RI adalah usulan dari Fraksi 
Gerindra, Fraksi PAN, Fraksi PKS dan Fraksi Demokrat, sehingga tidak ada alasan 
bagi kubu 02 untuk mencurigai kinerja KPU RI.

Tetapi, sistem atau aturan Pemilu 2019 memang pantas dinilai yg paling buruk 
sejak tergulingnya Suharto karena:

1. Pemilu dilaksanakan serentak, yg terdiri dari pemilihan caleg DPR, DPRD, DPD 
dan pemilihan paslon Presiden-Wapres, sehingga menyebabkan terkurasnya secara 
berlebihan tenaga para anggota panitya pelaksana pemilu, yg berakibat jatuhnya 
ca. 400 korban jiwa. 

 2. Ditrapkannya Presidential threshold dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang 
Pemilu, yg mengatur tentang syarat partai atau gabungan partai yang boleh 
mengusung pasangan capres dan cawapres harus memiliki 20 persen kursi di DPR 
atau 25 persen suara sah di level nasional dalam situasi ketika pemilihan caleg 
bersamaan dg pemilihan paslon capres-cawapres, mengakibatkan parpol pendatang 
baru yg berhak ikut pemilu kehilangan haknya untuk mengajukan paslon capres- 
cawapres. 

3. Syarat agar dipenuhinya ambang batas, yg ditetapkan berdasarkan atas hasil 
perolehan suara pada pemilu terdahulu jelas absurd, tidak masuk akal, karena 
tidak mencerminkan dinamika perkembangan imbangan kekuatan politik pada tahun 
2019. Mestinya syarat ambang batas perolehan suara bagi yg berhak mengajukan 
paslon capres- cawapres dihapuskan, atau sama dengan 0%.

A.H.





 Gesendet mit der Telekom Mail App 
https://kommunikationsdienste.t-online.de/redirects/email_app_android_sendmail_footer
 


--- Original-Nachricht ---
Von: 'Lusi D.' lusi_d@... [GELORA45]
Betreff: Re: [GELORA45] penghitungan suara pilpres 26 juli 2019
Datum: 28.07.2019, 19:48 Uhr
An: kh djie djiekh@... [GELORA45], [email protected], 
[email protected]



 
 Secara prinsip kesalahan terpokok terletak pada pembentukan KPU yang
disusun oleh instansi pemerintahan, bukan lembaga kenegaraan yang
terdiri dari wakil-wakil peserta pemilu. Karena itu sistimnya dikonsep
untuk menguntungkan kepentingan pihak yang sedang berkuasa. Dalam
sejarah kenegaraan Republik Indonesia sistim pemilu pertama 1955 diakui
semua orang sebagai sistim paling jurdil, karena KPU-nya dibentuk oleh
suatu badan atau lembaga peserta semua pihak. Semua pihak dalam
menghitung hasil suara saling mengkontrol kejujuran dan sportifitet
pihaknya sendiri maupun pihak pesaingnya didepan kesaksian semua pihak
yang bersaing. Forum bersama itulah yang merupakan forum penentu
komposisi pendapatan suara masing-masing pihak. Pemerintah maupun
lembaga kenegaraan lain apapun tidak bisa mempengaruhi atau mencampuri
perolehan suara dalam pemilihan umum tahun 1955 itu.





m Sun, 28 Jul 2019 08:22:06 +0200
schrieb "kh djie djiekh@... mailto:djiekh@... [GELORA45]"
<[email protected] mailto:[email protected]>:

 > Kalau dilihat susunan keanggotaan KPU terakhir, hanya ketuanya saja
> yang sudah berpengalman mengurusi KPU.
> Beda dengan sebelumnya. Tanpa punya pengalaman sebelumnya ya tidak
> tahu precies mencegah persoalan dan
> mengatasi persoalan dengan cepat.
> 2012–2017[sunting
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&veaction=edit&section=8>
>  
> https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&veaction=edit&section=8>;
> | sunting sumber
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&action=edit&section=8>
>  
> https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&action=edit&section=8>;
> ]
> 
> Berikut ini merupakan daftar 7 anggota KPU yang telah dilantik
> bersama 5 anggota Bawaslu
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pengawas_Pemilihan_Umum> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pengawas_Pemilihan_Umum>; oleh
> Presiden <https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden>; Susilo Bambang
> Yudhoyono <https://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono>;
> pada Kamis <https://id.wikipedia.org/wiki/Kamis> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Kamis>;, 12 April
> <https://id.wikipedia.org/wiki/12_April> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/12_April>; 2012
> <https://id.wikipedia.org/wiki/2012> https://id.wikipedia.org/wiki/2012>;:[7]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-12> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-12>;[8]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-13> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-13>;
> NamaJabatanJabatan sebelumnya
> Husni Kamil Manik <https://id.wikipedia.org/wiki/Husni_Kamil_Manik> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Husni_Kamil_Manik>;
> Ketua (2012–16)/Anggota[a]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-14> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-14>;
> Komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat
> Juri Ardiantoro <https://id.wikipedia.org/wiki/Juri_Ardiantoro> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Juri_Ardiantoro>;,
> M.Si. Ketua (2016–17)/Anggota[b]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-15> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-15>;
> Ketua KPU DKI Jakarta <https://id.wikipedia.org/wiki/DKI_Jakarta> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/DKI_Jakarta>;
> Ida Budhiati, S.H, M.H Anggota Ketua KPU Jawa Tengah
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah>;
> Sigit Pamungkas, S.IP., MA. Anggota Dosen FISIPOL UGM
> <https://id.wikipedia.org/wiki/UGM> https://id.wikipedia.org/wiki/UGM>;
> Arief Budiman, S.S., S.IP., MBA. Anggota Anggota KPU Jawa Timur
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur>;.
> Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP, M.Si. Anggota Ketua KPU Jawa
> Barat <https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat>;
> Drs. <https://id.wikipedia.org/wiki/Doktorandus> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Doktorandus>; Hadar Nafis Gumay
> Anggota Pegiat
> LSM/Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro)
> 
> 
> 1. *^
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_ref-14> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_ref-14>;*
> Meninggal pada saat menjabat
> 2. *^
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_ref-15> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_ref-15>;*
> menggantikan Husni Kamil Manik
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Husni_Kamil_Manik> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Husni_Kamil_Manik>; yang telah
> wafat)[1]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-JADetik-1> 
> https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-JADetik-1>;
> 
> 2017–2022[sunting
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&veaction=edit&section=9>
>  
> https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&veaction=edit&section=9>;
> | sunting sumber
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&action=edit&section=9>
>  
> https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&action=edit&section=9>;
> ]
> NamaJabatanJabatan sebelumnya
> Arief Budiman Ketua Anggota KPU
> Pramono Ubaid Tanthowi Anggota
> Wahyu Setiawan Anggota
> Ilham Saputra Anggota
> Hasyim Asy'ari Anggota
> Viryan Anggota
> Evi Novida Ginting Manik Anggota
> 
> Pada tanggal Min, 28 Jul 2019 pukul 08.00 ajeg ajegilelu@... 
> mailto:ajegilelu@...
> [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> menulis:
> 
> >
> >
> > Sudah pasti kesalahannya di orang-orang KPU. Situng yang dibanggakan
> > sebagai hitung-cepat versi resmi nyatanya molor gila-gilaan.
> > Lagi-lagi Rakyat dibohongi a/n kegiatan resmi.
> >
> > Ditambah 600an petugas KPPS yang meninggal (dalam tugas resmi) dan
> > banyaknya komisioner KPU yang kena sanksi DKPP, jelas KPU menjadikan
> > pemilu 2019 sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah..
> >
> > Lantas apa reaksi pemerintah atas buruknya penyelenggaraan pesta
> > Rakyat ini? Tidak ada. Pemerintah, yang kebetulan ikut kontes
> > sebagai petahana justru berpihak pada KPU dalam sidang MK.
> > Pemerintah kelihatan begitu menikmati "kemenangan" di atas rusaknya
> > KPU, kematian ratusan nyawa, dan mengerasnya keterbelahan di
> > masyarakat.
> >
> > Padahal dengan pemilu seburuk ini kemenangan capres / caleg ya ikut
> > cacatlah. Buktinya, sang "presiden terpilih" sampai harus mencari
> > penyangga legitimasinya dengan ngemis rekonsiliasi.
> >
> > --- SADAR@... mailto:SADAR@... wrote:
> >
> > Lho, ... KPU secara resmi menetapkan pemenang PILPRES 2019 hasil
> > hitungan manual berjejang, ... BUKAN hasil hitungan SITUNG!
> >
> > Sedang yang belum selesai sampai sekarang adalah hitungan situng
> > berdasarkan C1 yg masuk di KPU!
> > Sekalipun patut dipertanyakan, mengapa dan dimana masalahnya SITUNG
> > yg mestinya bisa lebih cepat dari hitungan manual, ternyata sudah
> > lewat 2 bulan lebih masih belum juga selesai???
> >
> >
> > ajeg 於 26/7/2019 23:17 寫道:
> >
> > Dua bulan yl. KPU menetapkan Jokowi sebagai
> > pemenang dengan meraup 85.607.362 suara.
> > Padahal sampai hari ini, Jumat 26 Juli 2019,
> > penghitungan suara pilpres masih berlangsung.
> >
> > Norak sekali, penghitungan suara belum selesai
> > tapi Jokowi sudah ditetapkan sebagai pemenang
> > dengan 85 juta suara!
> >
> > *Hitung suara pilpres hingga 26 Juli 2019 pukul 21:00:03 WIB
> > <https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/> 
> > https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/>;*
> >
> > Wajarlah Jokowi-Mega-PDIP mengemis rekonsiliasi.
> > Sementara, rekan sekoalisi 01 mulai gerah dan berbalik
> > mencela sang junjungan.
> >
> > Bodohlah Prabowo kalau bersedia menempatkan
> > partainya dalam kabinet Jokowi.
> >
> >
> >
> >
> > 
> > 



 ------------------------------------
Posted by: "Lusi D." <lusi_d@... mailto:lusi_d@...>
------------------------------------

Berita dan Tulisan yang disiarkan GELORA45-Group, sekadar untuk diketahui dan 
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat 
dan pendirian GELORA45.

Untuk merubah status pengiriman berita/tulisan, kirim saja email kosong 
kealamat: Hanya saja ingat, status baru berubah setelah bung me-reply email 
konfirmasi dari yahoogroup!
No Mail : [email protected] mailto:[email protected]
Normal : [email protected] mailto:[email protected]
Daily Digest: [email protected] 
mailto:[email protected] (Diterima dalam SATU email dari sekian 
kumpulan email yg masuk di grup-milis)
------------------------------------

Yahoo Groups Links







Kirim email ke