Secara prinsip kesalahan terpokok terletak pada pembentukan KPU yang
disusun oleh instansi pemerintahan, bukan lembaga kenegaraan yang
terdiri dari wakil-wakil peserta pemilu. Karena itu sistimnya dikonsep
untuk menguntungkan kepentingan pihak yang sedang berkuasa. Dalam
sejarah kenegaraan Republik Indonesia sistim pemilu pertama 1955 diakui
semua orang sebagai sistim paling jurdil, karena KPU-nya dibentuk oleh
suatu badan atau lembaga peserta semua pihak. Semua pihak dalam
menghitung hasil suara saling mengkontrol kejujuran dan sportifitet
pihaknya sendiri maupun pihak pesaingnya didepan kesaksian semua pihak
yang bersaing. Forum bersama itulah yang merupakan forum penentu
komposisi pendapatan suara masing-masing pihak. Pemerintah maupun
lembaga kenegaraan lain apapun tidak bisa mempengaruhi atau mencampuri
perolehan suara dalam pemilihan umum tahun 1955 itu.





m Sun, 28 Jul 2019 08:22:06 +0200
schrieb "kh djie [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> Kalau dilihat susunan keanggotaan KPU terakhir, hanya ketuanya saja
> yang sudah berpengalman mengurusi KPU.
> Beda dengan sebelumnya. Tanpa punya pengalaman sebelumnya ya tidak
> tahu precies mencegah persoalan dan
> mengatasi persoalan dengan cepat.
> 2012–2017[sunting
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&veaction=edit&section=8>
>  | sunting sumber
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&action=edit&section=8>
> ]
> 
> Berikut ini merupakan daftar 7 anggota KPU yang telah dilantik
> bersama 5 anggota Bawaslu
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pengawas_Pemilihan_Umum> oleh
> Presiden <https://id.wikipedia.org/wiki/Presiden> Susilo Bambang
> Yudhoyono <https://id.wikipedia.org/wiki/Susilo_Bambang_Yudhoyono>
> pada Kamis <https://id.wikipedia.org/wiki/Kamis>, 12 April
> <https://id.wikipedia.org/wiki/12_April> 2012
> <https://id.wikipedia.org/wiki/2012>:[7]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-12>[8]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-13>
> NamaJabatanJabatan sebelumnya
> Husni Kamil Manik <https://id.wikipedia.org/wiki/Husni_Kamil_Manik>
> Ketua (2012–16)/Anggota[a]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-14>
> Komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat
> Juri Ardiantoro <https://id.wikipedia.org/wiki/Juri_Ardiantoro>,
> M.Si. Ketua (2016–17)/Anggota[b]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-15>
> Ketua KPU DKI Jakarta <https://id.wikipedia.org/wiki/DKI_Jakarta>
> Ida Budhiati, S.H, M.H Anggota Ketua KPU Jawa Tengah
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah>
> Sigit Pamungkas, S.IP., MA. Anggota Dosen FISIPOL UGM
> <https://id.wikipedia.org/wiki/UGM>
> Arief Budiman, S.S., S.IP., MBA. Anggota Anggota KPU Jawa Timur
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur>.
> Dr. Ferry Kurnia Rizkiyansyah, S.IP, M.Si. Anggota Ketua KPU Jawa
> Barat <https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat>
> Drs. <https://id.wikipedia.org/wiki/Doktorandus> Hadar Nafis Gumay
> Anggota Pegiat
> LSM/Direktur Eksekutif Centre for Electoral Reform (Cetro)
> 
> 
>    1. *^
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_ref-14>*
> Meninggal pada saat menjabat
>    2. *^
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_ref-15>*
> menggantikan Husni Kamil Manik
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Husni_Kamil_Manik> yang telah
> wafat)[1]
> <https://id.wikipedia.org/wiki/Komisi_Pemilihan_Umum#cite_note-JADetik-1>
> 
> 2017–2022[sunting
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&veaction=edit&section=9>
>  | sunting sumber
> <https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komisi_Pemilihan_Umum&action=edit&section=9>
> ]
> NamaJabatanJabatan sebelumnya
> Arief Budiman Ketua Anggota KPU
> Pramono Ubaid Tanthowi Anggota
> Wahyu Setiawan Anggota
> Ilham Saputra Anggota
> Hasyim Asy'ari Anggota
> Viryan Anggota
> Evi Novida Ginting Manik Anggota
> 
> Pada tanggal Min, 28 Jul 2019 pukul 08.00 ajeg [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> 
> >
> >
> > Sudah pasti kesalahannya di orang-orang KPU. Situng yang dibanggakan
> > sebagai hitung-cepat versi resmi nyatanya molor gila-gilaan.
> > Lagi-lagi Rakyat dibohongi a/n kegiatan resmi.
> >
> > Ditambah 600an petugas KPPS yang meninggal (dalam tugas resmi) dan
> > banyaknya komisioner KPU yang kena sanksi DKPP, jelas KPU menjadikan
> > pemilu 2019 sebagai pemilu terburuk sepanjang sejarah..
> >
> > Lantas apa reaksi pemerintah atas buruknya penyelenggaraan pesta
> > Rakyat ini?  Tidak ada. Pemerintah, yang kebetulan ikut kontes
> > sebagai petahana justru berpihak pada KPU dalam sidang MK.
> > Pemerintah kelihatan begitu menikmati "kemenangan" di atas rusaknya
> > KPU, kematian ratusan nyawa, dan mengerasnya keterbelahan di
> > masyarakat.
> >
> > Padahal dengan pemilu seburuk ini kemenangan capres / caleg ya ikut
> > cacatlah. Buktinya, sang "presiden terpilih" sampai harus mencari
> > penyangga legitimasinya dengan ngemis rekonsiliasi.
> >
> > --- SADAR@... wrote:
> >
> > Lho, ... KPU secara resmi menetapkan pemenang PILPRES 2019 hasil
> > hitungan manual berjejang, ... BUKAN hasil hitungan SITUNG!
> >
> > Sedang yang belum selesai sampai sekarang adalah hitungan situng
> > berdasarkan C1 yg masuk di KPU!
> > Sekalipun patut dipertanyakan, mengapa dan dimana masalahnya SITUNG
> > yg mestinya bisa lebih cepat dari hitungan manual, ternyata sudah
> > lewat 2 bulan lebih masih belum juga selesai???
> >
> >
> > ajeg 於 26/7/2019 23:17 寫道:
> >
> > Dua bulan yl. KPU menetapkan Jokowi sebagai
> > pemenang dengan meraup 85.607.362 suara.
> > Padahal sampai hari ini, Jumat 26 Juli 2019,
> > penghitungan suara pilpres masih berlangsung.
> >
> > Norak sekali, penghitungan suara belum selesai
> > tapi Jokowi sudah ditetapkan sebagai pemenang
> > dengan 85 juta suara!
> >
> > *Hitung suara pilpres hingga 26 Juli 2019 pukul 21:00:03 WIB
> > <https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/>*
> >
> > Wajarlah Jokowi-Mega-PDIP mengemis rekonsiliasi.
> > Sementara, rekan sekoalisi 01 mulai gerah dan berbalik
> > mencela sang junjungan.
> >
> > Bodohlah Prabowo kalau bersedia menempatkan
> > partainya dalam kabinet Jokowi.
> >
> >
> >
> >
> > 
> >  

Kirim email ke