Seandainya MPR memlih presiden, Jokowi tidak pernah jadi presiden. ---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :
Ya bagus saja kalau pilpres 2019 yang belanjut dengan "pertemuan Togog-Semar" di restoran lonte (lontong sate, hehe) bikin pendukung Jokowi menyalahkan pemilihan langsung. Apa ini berarti Anda juga menyesali hasil pilpres 2014? --- SADAR@... wrote: Menurut saya, KESALAHAN UTAMA pilpres bukan pada KPU, tapi harus dilihat dari awalnya, ditentukan Pemilihan Langsung yg dimulai 2001 itu! Dimana kenyataan setelah berlangsung 4X, jelas kesadaran masyarakat Indonesia BELUM bisa menempuh pemilihan langsung, ... TIDAK membuktikan itulah "DEMOKRASI" yg jurdil kecuali bikin gaduuuh dan menghabiskan energi dan biaya sangat besar! Jadinya yaaa, ... masih saja demokrasi kebablasan yang amburadul! Celakaya, hasil pahit ini tetap harus ditelan oleh rakyat sendiri! Sudah begitu, yang keluar sebagai pemenangnya juga SULIT bisa dikatakan adalah tokoh pimpinan yang PALING BAIK dan IDEAL, karena akhirnya juga TIDAK TERHINDAR dengan jalankan dagang sapi, bagi-bagi kursi! Yang terjadi, BUKAN memilih menteri-menteri yang profesional dan bisa membawa bangsa dan negara ini maju lebih baik, .... Jauh akan lebih baik kembali jalankan DEMOKRASI atas dasar musyawarah perwakilan saja, Presiden dipilih dan ditentukan oleh MPR dan bertanggungjawab penuh pada MPR! Anggota MPR dari anggota DPR + Gubernur Propinsi dan Ketua & Wakil DPRD yg dipilih langsung oleh masyarakat! Perwakilan rakyat inilah yg masih bisa diharapkan lebih bertanggungjawab dalam memeilih dan menentukan capres-capres yg keluar menjadi PRESIDEN RI! Kenyataan yang dipilih langsung itu TIDAK selalu adalah tokoh yg paling baik! Yang PASTI, bagaimana mungkin ratusan juta rakyat bisa mengenal baik capres-capres yang diajukan??? TIDAK MUNGKIN BISA!!! Lalu, bagaimana mereka bisa menentukan mana capres yang lebih baik??? Yang bisa kasih amplop, ... yang bisa memberi janji-nanji manis atau yang simpatik saja???
