Buat saya yang tinggal di negeri Belanda, assuransi kesehatan di Indonesia itu luar biasa murah. Karena aturannya sekarang di Belanda tidak satu patient sampai sehat kembali, dokter atau rumah sakitnya dibayar, tetapi berdasarkan tiap kali dibehandel, dokter atau rumah sakitnya, jadi saya mesti bolak balik ke rumah sakit. Paling sedikit 3 kali. Kali pertama hanya intake, ceritakan semua probleemdiukur ini itu, harus kirim darah dan kotoran ke lab. Datang kedua kali dst.nya untuk behandeling. dan diakhiri dengan satu kali lagi pemeriksaan. Terakhir ini dari berbagai pemeriksaan oleh berbagai dokter yang harus bikin afspraak dulu kapan dokternya bisa dari dokter echografie kemudian ke dokter endoscopie dan masih harus tunggu pembicaraann consult dengan dokter MDL (Maag, Darm, Liver ) totaal makan waktu 2 bulan. Sakit saya tambah perah, untun huisartsnya ambil tindakan cepat, tidak percaya lagi pada hasil echografie, tetap langsung kirim saya tanpa afspraak dulu ke International Health, yang langsung beritahu saya dan huisarts saya, supaya kemarin langsung ke chirurg. Chirurg periksa, bilang sekarang tidak bisa dioperasi, tunggu dulu sampai infeksiny hilang, baru gaalblaas saya akan dioperasi.
Pada tanggal Jum, 8 Nov 2019 pukul 14.49 'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Ini kan tulisan orang nyinyir saja! > > Jadi gak aneh yg dilihat yg jelek2nya saja! > > Tetapi gak pernah mau mikir gimana BPJS itu harus dijalankan! > > > > Hanya lihat kenaikannya saja ttp gak pernah mau mikir gimana kelangsungan > BPJS. Emangnya ente yg berlabel kiri mau melihat BPJS bangkrut? > > Ente pikir BPJS atau instansi2 apapun yg ada direpublik itu gratis > berjalan dan pengelolaannya? > > > > Dimana didunia ini ada premi asuransi kesehatan semurah ini? > > Bandingkan dengan harga rokok dan pulsa! > > Yg miskin gratis koq ada 25% penduduk miskin yg gratis! > > Mau apalagi? > > Coba apa gak bisa mikir ini adalah universal healthcare yg lbh hebat drpd > yg digembar gemborkan oleh USA baik sanders maupun warren??!! > > > > Tukang2 nyinyir gak ngerti masalah health care di negara2 welfare state. > > Mereka2 ini gak ngerti gimana health care dikanada yg 30% itu diurus oleh > private walaupun mayoritas memang ditangani pemerintah. Mereka2 ini jelas2 > gak ngerti gimana masalah healthcare dikanada: wait time, limited ini itu > dari mental health s/d oral health. > > Orang2 kanada yg mau melakukan suatu procedure harus menunggu lama utk > mendapatkan donor dll itu sdh menjadi obrolan sehari2. Temen yg ngajar di > Calgary juga mengeluh atas kelambanan ini. > > > > Begitu juga di swedia yg walaupun mayoritas funded by government ttp > sumber duitnya itu dari pajak yg setinggi gajah hehehehe. > > Mungkin hanya di kuba sekarang dimana universal health care yg betul2 > gratis ttp bukan berarti tidak ada tantangan. Tantangan skrg didepan mata > dimana gedung, medical equipment, listrik, air dll yg perlu penanganan yg > serius. Tantangan ini semua belum tentu permasalahan dari dalam negeri kuba > ttp misalnya spt alat2 kedokteran, obat2an yg tidak bisa diproduksi dalam > kuba dan harus import dari luar. Tetapi krn diembargo USA, kuba gak bisa > mendapatkan semuanya ini. > > > > Inilah tantangan2 yg ada disetiap negara termasuk kuba yg begitu kiri dan > sukses health care systemnya. > > > > Mereka2 yg gak ngerti ini sibuk bukan suara yg kosong melompong isinya > alias tong kosong nyaring bunyinya. RI hanya menaikkan iuran yg seharga > > 1 bungkus rokok (kalau rokok dicukai oleh pemerintah gak lama lagi dan > memang sudah saatnya dinaikkan cukai rokok ini). > > > > BAYANGKAN SEHARGA SEBUNGKUS ROKOK DAN IURAN INI SEBULAN DIBANDINGKAN > DENGAN ROKOK DIHISAP SEHARI HABIS!!!! > > > > Dasar tukang nyinyir!!! > > > > Nesare > > > > > > *From:* [email protected] <[email protected]> > *Sent:* Thursday, November 7, 2019 8:48 PM > *To:* GELORA45 <[email protected]> > *Subject:* Re: [GELORA45] 'Desa Siluman' Bukti Basis Data Milik Pemerin > > > > > > Kenaikan iuran 100% itu usulan Sri Mulyani dan sudah disetujui Jokowi. > Termasuk, menyetujui kenaikan tunjangan direksi BPJS. Bisa dibilang, Jokowi > mengamini visi-misi menteri. > > > > Kenaikan ini jelas memberatkan berbanding layanan yang diterima > masyarakat. Contoh yang umum, pasien peserta BPJS dikumpulkan di antrean > buncit. Kalau harus dirawat biasanya peserta kelas III terpaksa pilih > pindah ke kelas II atau I (tentu dengan tambahan biaya sesuai tarif kelas) > karena kondisi kamar dan layanan di kelas III yang tidak layak. Soal > keluhan layanan bisa setiap hari dibaca di pemberitaan, berikut keluhan > pihak rumahsakit soal tunggakan pemerintah. > > > > Norak sekali kan? Pemerintah bisa seenaknya menunggak, sementara Sri > Mulyani seenaknya pula mengancam Rakyat yang menunggak iuran BPJS untuk > dikejar-kejar "debt collector" dan tidak boleh mengurus SIM dll. -- yang > tentu menimbulkan denda-denda ikutannya. Untuk disadari, kenaikan 100% itu > hitungannya per orang / peserta. Jadi, kalau satu keluarga yang terdiri > dari 4 orang berarti keuangan keluarga itu terkena kenaikan 4 × 100%.. > > > > Lalu semua ini apa namanya, menurut Anda? > > > > Kalau betul Sri Mulyani bertugas melayani Rakyat, harusnya dia urus dulu > soal BPJS ini, baik soal kenaikan iuran yang memberatkan, kritik soal > kenaikan tunjangan direksi BPJS, tunggakan pemerintah ke RS-RS dll). Tidak > buru-buru melengos ke soal lain (desa fiktif) yang untuk sementara serahkan > saja dulu ke wakil menteri. > > > > https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/253470 > > > > --- SADAR@... wrote: > > > > Bukankah Sri Mulyani yg mengungkap adanya "DESA SILUMAN" yg menilap > dana-desa, ...! Kenapa dibalik jadi Sri Mulyani yg memeras Rakyat??? Apa > bertul Sri Mulyani yg menentukan kenaikan iuran BPJS??? > > > > On 11/7/2019 10:25 PM, ajeg wrote: > > > > Sri Mulyani itu kan yang memeras Rakyat dengan menaikkan iuran kesehatan > sebesar 100% ya, demi kesejahteraan direksi BPJS > > > > https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/251789 > > > > > > --- SADAR@... wrote: > > > > ANALISIS > > > > 'Desa Siluman' Bukti Basis Data Milik Pemerintah Cacat > > > > Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 07:23 WIB > > > > Bagikan : > > > > Ilustrasi desa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) > > > > Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengenai keberadaan 'desa siluman > <https://www.cnnindonesia.com/tag/desa-siluman>' tengah menjadi sorotan.. > Menteri Keuangan Sri Mulyani > <https://www.cnnindonesia.com/tag/sri-mulyani> baru-baru ini > mengungkapkan terdapat sejumlah desa > <https://www.cnnindonesia.com/tag/dana-desa> yang tak berpenghuni. > > > > > > >
