saya jadi tertarik dengan cakil - catatan kecil- nya cak ar-. : ....dollar-nya entah kemana ...
mungkin skala besarnya adalah rakyat indonesia secara keseluruhan, jadi bukan hanya masyarakat Wonocolo dsknya. alangkah baiknya kalau kasus cepu bisa menajdi kelanjutan dari kasus cpp yg akhirnya dikelola oleh bangsa ini. ketakutan-2 bahwa investor akan lari atau tidak akan masuk ke indonesia, atau bangsa ini belum mampu mengerjakan proyek sejenis ini (kata rovicky : hmm ..siapa takut...). sepertinya hanya dihembuskan oleh orang-2 tertentu saja yg tidak suka kita maju. saya pribadi berpendapat bahwa sdm yg ada di pertamina cukup mumpuni untuk meneruskannya. malah kalau dirasa perlu untuk proyek ini pertamina merekrut profesional yg memang biasa bergelut dengan carbonate reservoir misalnya orang ex-mobil arun atau professional kita lainnya yg bergelut di reservoir ini dan mungkin sekarang 'terpaksa' mencari nafkah di middle east atau regional lain. kompensasi yg kurang lebih saja pasti akan mengundang mereka kembali. dan ini akan berefek ke tertahannya dollar di dalam negeri (yg kemungkinan besar berasal dari offshore loan atau uang bi/'rakyat' republik ini yg sempat 'parkir' di ln). secara multiplier effect akan berimbas ke sektor riil negara ini. apalagi kalau melibatkan banyak kontraktor/konsultan dalam negeri untuk proyek ini. saya yakin kemampuan profesional-2 kita sudah lebih dari cukup untuk melanjutkan proyek sejenis ini apalagi dengan niat luhur untuk membangun kembali negeri ini. kalau bukan kita siapa lagi ??? masalah investor, seperti pak witan katakan, kalau memang secara bisnis menguntungkan pasti investor akan berlomba-2 untuk masuk ke bisnis tersebut. proses pembelajaran memang terus berlangsung, tetapi praktek langsung juga harus dilakukan. kapan kita akan bisa kalau tidak dikerjakan sendiri. kontrak sampai 2010 saya pikir cukup untuk menunjukkan bahwa kita menghormati kesepakatan yg sudah terjadi walau kesepakatan itu terjadi dengan kondisi yg gak jelas. saya baru baca, mungkin sudah ada yg tahu, bahwa petronas saja sudah ekspansi keluar jauh dari negaranya. salah satunya adalah di iran yaitu di south pars field dengan nilai proyek 2 billion dollars dan sekarang berproduksi 2 bcfd dan 80,000 bcpd, selain di siri a da b fields yg berproduksi sampai 100,000 bopd. point saya, mereka sudah masuk ke iran, setidaknya untuk field dengan produksi yg cukup besar ini, sudah sejak tahun 1997 (5 tahun yl). sementara pertamina untuk mengelola cepu harus menunggu 28 tahun lagi (??), kalau diperpanjang. semakin cepat pertamina mengelola sendiri (termasuk cashflow-nya) dan menjadi badan usaha yg independent akan mempercepat proses seperti yg dilakukan petronas. itu juga berarti profesional kita tidak perlu 'nyari makan' ke negeri orang, termasuk yg direkrut petronas (setahu saya, sudah semakin banyak...). memang bisa saja tetap ke negeri orang tetapi untuk perusahaan dengan bendera merah putih. sekedar uneg-2. salam. ................. salam, ar-. [Cepu, duh Cepu. ... silahkan anda saksikan dengan mata hati dan mata anda sendiri kehidupan rakyat seputaran kota minyak tersebut, ........... , Kawengan, Nglobo, Balun, Wonocolo, ........ dolarnya entah dimana --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ===================================================================== Indonesian Association of Geologists [IAGI] - 31st Annual Convention September 30 - October2, 2002 - Shangri La Hotel, SURABAYA

