Menarik uraian Ferry, 
Kenapa orang melupakannya ?

Ya mungkin saja karena Junghuhn termasuk "wong londo", dimana dalam
benak hampir kita semua di adalah bagian dari penjajahan, yg dibenci
oleh kebanyakan rakyat Indonesia.
Sulitnya buat kita yg konsen dengan ilmu atau sains yg tidak mengenal
kata baik-buruk, tidak mengenal bangsa, tidak mengenal negara. Sains
hanya bicara apa adanya seadanya dan tidak mengada-ada. Tentunya
menjadikan heran karena seseorang saintist yg datang karena minat
ilmiahnya menjadi rancu karena status kedatangannya sebagai "tentara".

Kita bisa kagum sekaligus "gemes" karena kita berada diatas dua kaki
ilmiah yg ingin tahu banyak tentang alam lingkungan sekitarnya, dan
satu lagi kaki yg berada diatas kebangsaan yg bangga dengan jiwa
patriotiknya dalam mengusir penjajah.
Ilmiah memang tidak mengenal bangsa, tidak mengenal agama, seolah
tidak mengenal tata nilai manusia, tetapi ilmiah yg ndompleng
penjajahan menjadikan sesuatu yg cerah menjadi kabur.

Apakah saya, anda, ataupun dia mau melakukan kerjaan atas dasar minat
ilmiah dengan mengabaikan sifat manusiawinya atau tidak ... its up to
you.
apapun yg anda putuskan yg fenomenal tetep saja fenomenal.

Salam,
RDP
"knowledge, filling an empty mind with the open one"

On 5/10/05, [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Nama besar Junghuhn juga dikenal di kalangan avonturir dan pendaki gunung,
> sebagai orang pertama yang mendaki & mengidentifikasi keberadaan 30 gunung
> di Jawa yang ber-elevasi di atas 2000 mdpl di Pulau Jawa. Sekilas kata2
> Junghuhn yang menjadi sumber inspirasi banyak pendaki gunung:
> 
> " Masih jelas dalam ingatanku kesan pemandangan hutan-hutan Pulau Jawa yang
> tak putusnya diselubungi kehijau-hijauan alami yang memesona. Juga pada
> beribu-ribu bunga di dalamnya yang senantiasa menyebarkan wewangian dan
> aroma asli nan penuh nikmat, Jelas juga dalam ingatanku berisiknya
> daun-daun yang diembus angin laut yang lembut, meniup sela-sela pepohonan
> pisang sampai ke pucuk-pucuk pepohonan kelapa. Jauh di dalam hutan
> terdengar tak henti-hentinya suara gemuruh jatuhnya air terjun dari lereng
> gunung yang terjal ke sungai yang berbatu-batu.
> Mengalami semua ini, aku sungguh-sungguh merasa seolah-olah kami sudah lama
> berkenalan, dan aku tak dapat berbuat lain selain menundukkan kepala dan
> berdoa, berterima kasih kepada Sang Pencipta.
> Kini timbul dalam hati sanubariku perasaan rindu dan hasrat kuat untuk
> kembali ke tempat itu, dan memuja: Hai gunung-gunung dan hutan-hutan, salam
> cinta dan terima kasih, sampai jumpa lagi !" (FW Junghuhn)
> 
> Sayangnya, dibandingkan nama besar dan jasanya, tak demikian penghargaan
> masyarakat kepadanya. Terakhir kali saya bersepeda ke Taman Junghuhn di
> Jayagiri, Lembang tahun lalu kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan
> tidak terawat. Tugu dan nisannya sudah berlumut dan kotor. Menurut sang
> kuncen, dana perawatan Taman dan makam beliau sudah lama terhenti bersamaan
> dengan ditutupnya Goethe Institute, Bandung. Sedihnya lagi, banyak orang
> yang mengunjungi makamnya, tetapi bukan untuk mengenang jasa2nya, tetapi
> karena menganggapnya keramat dan untuk mencari pesugihan...hiks...hiks.
> 
> salam
> 
> Ferry

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, send email to: [EMAIL PROTECTED]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Deddy Sebayang([EMAIL 
PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED])
Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED])
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED])
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED])
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED])
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke