Pak Andang, Justru peak di C24-C30 itu menunjukkan terrestrially sourced oil, menunjukkan dominasi long chain lengths (wax) dan preferensi odd carbon number chains. Dan X plot yang saya lakukan untuk parameter2 lain menunjukkan tak ada dominasi marin di wilayah East Java, termasuk Kangean. Oil grouping yang saya lakukan memang tidak menggunakan PCA dan itu saya sebut di paper sebagai further studies yang dibutuhkan (hierarchical cluster analysis - dendogram, lihat section interpretation methods). Tetapi, analisis dendrogram pun tetap harus dirasionaliasasi dengan setting geologi. Kalau ada Mesozoic source di sini, kenapa semua minyak asal Kangean memunculkan olenanane di triterpane m/z 191 dan bikin rasio dengan hopane yang khas Tersier ( > 0.20) ? Tak ada oil di Kangean yang mirip Aliambata seeps di Timor atau Oseil oil yang memang asalnya dari Jurassic marine source. Lagi pula, kalau mikrokontinen Kangean diasumsikan dari utara Gondwana, ia akan mengikuti prosedur rifting yang berjalan di sini, yang bisa diwakili oleh Jurassic Plover yang fluvio-deltaik bukan marin. Prosedur peri-rift graben pasti terestrial dan bukan marin. Dan, umumnya sumur2 di East Java berakhir di basement yang metamorphic atau metasedimen. Ada pre-Ngimbang di Pagerungan, tetapi betul seperti yang dibilang Pak Bambang, dominan meta-sedimen. salam, awang
Andang Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, Saya melihat konsistensi "marine" classification dari minyak-minyak di offshore bagian timur Cekungan Jawa Timur ini pada x-plot pristane/n-C17 vs phytane/n-C18, x-plot delta C13 aromatics vs delta C13 saturates , dan juga dari finger-print C5+ chromatogram yang menunjukkan peak di sekitar C24-C30 yang lebih besar dari peak di sekitar C17-an. Karena terlalu banyaknya parameter yang bisa diplot, di-cross-plot, dan diklassifikasikan, dalam dunia petroleum geochemistry kita seringkali menggunakan Principal Component Analyses atau yang sederhana: STAR DIAGRAM untuk membuat klassifikasi yang lebih "sound" dan bisa mengcover semua komponen/parameter determinan. Dalam hal ini memang saya belum melihat itu dilakukan untuk analisis klasifikasi minyak di Cekungan Jawa Timur ini. Jadi interpretasi bisa bervariasi, tergantung sudut pandang dan tendensi hipotesa yang hendak kita buktikan. Khusus untuk statement source-rock dari pre-Ngimbang; saya merujuk pada definisi "pre-" yang lebih luas, yaitu bisa Eocene Awal, Paleocene, atau bahkan Mesozoikum (especially Jurassic). Hal ini sangat tergantung dari pre-assumption kita tentang bagaimana sejarah tektonik daerah timur Cekungan Jawa Timur tersebut. Konsep tektonik yang saya hipotesakan disini adalah: Mesozoicum basement di bagian timur Cekungan Jawa Timur memang adalah semacam micro-continent yang detached dari Gondwana/Australia, tetapi sepanjang sejarah pergerakannya mereka tidak terkubur terlalu dalam sehingga sedimen-sedimen Mesozoic-nyapun tidak harus mengalami metamorfosa seperti halnya basement2 di Indonesia Bagian Barat lainnya. Termasuk diantara sedimen-sedimen Mesozoic tersebut adalah Jurassic-Cretaceous marine source-rock yang mungkin setara dengan source-rock serupa di Timor, Vulcan Sub-basin, maupun di Papua. Kalau anda periksa maturity di "basement" L-46-1 mustinya ada tanda-tanya besar disitu: kenapa maturity-nya tidak setinggi typical metamorphic / meta-sediment basement? Implikasinya; lebih jauh lagi: kemungknan akan ada Mesozoic Play juga di Cekungan Jawa Timur bagian timur ini (Uppst!!). Just wait and see. Salam Andang Bachtiar Exploration Think Tank Indonesia ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" To: ; Sent: Wednesday, February 22, 2006 9:10 AM Subject: Re: [iagi-net-l] reservoir clastics di NE Java Basin > Pak Andang, > > Ada sedikit sifat marin sebagai varian-nya, tetapi lebih dominan > terestrial. Tak ada yang konsisten menunjukkan sifat marin pada semua > karakter minyaknya. L46-1 dan L46-2 dengan pr/ph 4.19 dan 7.72 serta > sebaran steran C27-C28-C29 yang didominasi C29 sekitar 50 % dan S content > yang 0.09-0.7 tak meyakinkan untuk menaruhnya di lingkungan marin, apalagi > full marin, ini lebih terestrial. > > Dan, pre-Ngimbang tak mungkin marin, sebab pre-Ngimbang adalah > pre-rifting, maka ia akan full nonmarin. Semua sedimen pre-rift adalah > nonmarin, sebab semua basement tempat fifting berikutnya terjadi adalah > uplifted. > > Adanya gas Pagerungan di Kangean dengan kondensatnya yang punya pr/ph > 13.20 dan S content 0.01 % dengan 13 sat dan aromat -27 dan -25 per mile > sudah sangat meyakinkan bahwa source-nya terrestrial. > > salam, > awang > > Andang Bachtiar wrote: > Dari paper Satyana & Purwaningsih 2003 ttg pengkelasan tipe minyak di > Jawa > Timur saya menginterpretasikan bahwa masih ada satu jenis source-rock lagi > berkembang di Cekungan Jawa Timur, yaitu yang berumur Pre-Ngimbang dan > mempunyai sifat "marine" (baik dari finger print, pristane phytane, maupun > delta C13 arom - sat nya). Jadi source rock kemungkinan bukan hanya > Ngimbang > terrestrial-MM, Kujung III, dan Tuban marine saja. Di sumur2 L46-1, L46-2, > JS53A dan Sepanjang Island (dalam plot S&P, 2003) minyak ditemukan > terperangkap di Ngimbang dan karakterisasinya lebih merupakan "marine" oil > daripada "terrestrial" oil. Besar kemungkinan asalnya dari pre-Ngimbang > marine deposit atau malahan dari sedimen-sedimen pra-Tersier. > > Salam > > adb > > > ----- Original Message ----- > From: "Awang Harun Satyana" > To: > Sent: Tuesday, February 21, 2006 4:13 PM > Subject: RE: [iagi-net-l] reservoir clastics di NE Java Basin > > > Pak Rovicky, > > Kita pertama harus mengkarakterisasi minyak2 yang sekarang ada di > existing fields, lalu membalikkannya ke kemungkinan tiga sources itu. > Dari Ngimbang ia akan terestrial-marginal marin, olenanane sedikit. Dari > Kujung III shales ia akan terrestrial-marginal marin oleanane bertambah. > Dari Tuban shales ia akan marin dan olenanane melimpah. Minyak asal > Ngimbang dan Kujung III akan sulit dibedakan, tetapi bisa didekati > dengan mengetahui Ro minyak sebab minyak asal Ngimbang akan lebih > earlier generated dibanding Kujung III, maka Ro asal Ngimbang relatif < > Ro asal Kujung; kalau ada data biomarker aromatik MPI (methyl > phenantherene) index bisa dilakukan. Beberapa pemodelan dengan biomarker > ini sudah saya lakukan dan confirmed teori ini. > > Berdasarkan data biomarker, volumetrik, dan modeling kematangan : urutan > kontributor terbesar ke terkecil untuk source minyak adalah : 1st > Ngimbang, 2nd Kujung, 3rd Tuban. > > Di bawah Madura Island, sebelum pulau ini terangkat dan terdeformasi > hebat oleh inversi RMKS, adalah kitchen yang besar. Source-nya dari > Ngimbang, hanya untuk naik ke atas mengisi ke struktur2 di Pulau Madura > ia akan sulit sebab deformasi hebat telah mematahkan dan menyulitkan > semua konduit. Harus dicari earlier migration yang naik via regional > updip ke utara sesaat sebelum inversion terjadi. Kandidat terbesar > adalah Blok Ketapang. > > Biogenic gas tak mungkin datang dari source yang temperaturnya mencapai >>80 deg C sebab bakteri tak mungkin hidup di atas 80 deg C, begitu juga > temperatur reservoirnya tak boleh melebihi 80 deg C, kalau lebih, ia > akan cracking ke thermogenic gas. Gas di Kepodang asal Tawun shales, > bisa dimodeling kapan ia generasi biogenic gas dan kapan mengisi > Kepodang. Hanya satu syarat : tak boleh melebihi temperatur 80 deg C. > Maka, tak mungkin biogenic gas dihasilkan dari Ngimbang sebab Ngimbang > sudah overmature untuk biogenic gas. Kalau mixing sih OK saja, seperti > terjadi di Oyong, ada biogenic-thermogenic gas, ada juga oil, atau di > Tanggul Angin Lapindo. Tak perlu TOC cut off tinggi untuk biogenic gas > generation, 1.0 % TOC sudah cukup, tetapi ia perlu rapid deposition dan > restricted basin. > > Syn-rift graben, sulit memang datingnya sebab Eocene Ngimbang kebanyakan > non-marine dan data polen-nya belum lengkap. Tetapi evaluasi regional > menunjukkan memang bisa makin muda ke timur. Saya sementara berpendapat > pembentukan graben2 di East Java ini akibat ikutan rifting di Makassar > Strait yang bersamaan waktunya dengan gerak roll-back akibat perlambatan > subduction di wilayah ini pada Eosen, dan sama sekali tak berhubungan > dengan RMKS sebab RMKS post mid-Miocene. Tapi RMKS mengover-print-nya > dengan cara makin menenggelamkan atau mengangkatnya iya. Karena gerak > rifting Makassar dan rollback basement berjalan dari barat ke timur, > maka umur rifting makin muda ke timur. > > Salam, > awang > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, February 21, 2006 3:47 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] reservoir clastics di NE Java Basin > > > Nah saya ada pertanyaan buat Pak Awang yg sudah nguprek2 Jawa Timur ini. > > Ada 3 kemungkin source di EJB (East Java Basin). > - Eocene Ngimbang (synrift) > - Oligocene Kujung Shale > - Miocene Tuban > > Dari ketiganya, mana yg paling dominan menyumbang minyak2 yg sudah > diketemukan selama ini (volumetric) ? Saya tidak menemukan possible > kitchen di P Madura, tetapi data2 sumur menunjukkan banyaknya oil show > serta oil seep. Minor oil di Pulau Madura ini source-rock dan kitchennya > dari mana ? > > Tentang Biogenic Kepodang ini juga krusial, apakah biogenic gas di > Kepodang ini source-rocknya juga dari Ngimbang shale (synrif?) atau di > ...? > > Terus terang, karena keterbatasan saya untuk data biostratigrafi, saya > kesulitan menghubungkan kronologis dari Synrift Ngimbang dari barat ke > timur mulai dari Pati-Muriah-WestFlorence, Tuban Trough - East Florence, > Central Deep, dan meloncat ke Ngimbang di Kangean Block. Apakah syrift2 > ini satu generasi atau beda generasi, secara umur sepertinya yg ditimur > lebih muda (cmiiw) ? > > Kesulitan ini ditambah dengan adanya RMKS Wrench Fault yang selalu > mempengaruhi orientasi patahan2 tua yg terjadi pada kala Eocene. > > Komen anda sangat saya harapkan > Thanx > > RDP > On 2/21/06, Awang Satyana wrote: >> Abah, >> >> Lapindo dengan sumur dalamnya, Banjar Panji-1 (sumur di Indonesia >> yang paling dekat jaraknya dengan jalan tol, Surabaya-Porong, paling >> tak sampai 2 km) punya target utama Kujung-I alias Prupuh reef. Ini >> merupakan reef paling selatan dari jalur2 pinnacle reefs di Jawa >> Timur. Jalur ini di offshore-nya telah terbukti dengan penemuan gas >> dan kondensat di BD-1. Semoga Banjar Panji-1 sukses. >> >> Target klastik memang sementara "kalah" dengan target Kujung yang >> "booming" sejak akhir 1990-an. Tetapi, target klastik masih menarik >> tentu. JOB Pertamina-Madura masih belum menyerah mengejar pembuktian >> target klastik ekivalen Tuban Fm (Early-Middle Miocene) di Pulau >> Madura. Ada temuan2 kecil yang tak ekonomis. Mereka mesti bergerak >> cepat sebab berlomba dengan terminasi blok. >> >> Klastik Ngimbang yang produktif di Pagerungan tak semudah sangkaan >> untuk mengejar pelamparannya ke timur lapangan Pagerungan. Sebuah >> sumur dibor dan gagal sebab objektif tersebut banyak menyerpih ke >> timur. Di onshore, pelamparan formasi produktif Ngimbang di Suci, juga > >> gagal didelineasi Pertamina. >> >> Klastik Ngrayong belum dikerjakan lagi. Ada yang mau dikerjakan di >> Selat Madura sebagai deepwater deposits, tetapi risiko lumayan besar, >> mesti ada seismik 3D kalau mau mengejar submarine fan atau >> feeder-channel Ngrayong di Selat Madura. Santos punya, tetapi belum >> mau mengetesnya, sementara masih senang mengerjakan Jeruk reef dan >> sejenisnya. Di onshore, JOB Pertamina-PetroChina Tuban mau >> mendelineasi formasi ini di sebuah lapangan tua barat Surabaya. >> >> Klastik Tawun belum dikerjakan lagi sejak BP Bawean mengebor dua >> sumurnya yang penuh dengan CO2 di Blok Bawean (Titan-1 dan Calypso-1). > >> Klastik-karbonat (globigerinid sandstones atau globigerinids >> limestone) Paciran atau Mundu dikerjakan sebagai sumur2 delineasi di >> Oyong Santos. EMP Kangean belum bergerak dengan Terang Sirasun di >> Kangean. >> >> Nah, itu sedikit ulasan pengejaran target non-Kujung di Jawa Timur. >> >> Genesis biogenic gas di Jawa Timur menarik dikaji kalau kita punya >> data isotop karbon dan deuterium yang lengkap. Kebetulan saya punya >> sehingga bisa membangun model genesisnya. Sebagian kajian itu saya >> publikasi di IPA belum lama yl (Satyana & Purwaningsih, 2003) beserta >> dengan kajian regional geochemistry East Java Basin. Gas di Tawun >> Kepodang jelas biogenik dengan kandungan C1 99.82 % dan isotop karbon >> -67 per mile dan isotop deuterium -198 per mile. Tetapi, gas di Prupuh > >> Kepodang menunjukkan percampuran dari sumber termogenik. Gas di >> Paciran Terang Sirasun juga biogenik dengan C1 99.5 % dan isotop >> karbon serta deuterium masing2 -65 per mile dan -185 %. >> >> Kemudian, genesis gas biogenik di Kepodang dan Terang Sirasun lain >> proses dan mekanismenya. Data gas geochemistry menunjukkan bahwa >> Terang Sirasun biogenic gas akibat carbonate reduction di lingkungan >> marine atau hypersaline lacustrine karena isotop deuterium metan-nya >> lebih berat, sedangkan gas biogenik Kepodang akibat bacterial >> methyl-type fermentation di terrestrial fresh water (lacustrine) >> dengan isotop deuterium metan yang lebih negatif. Ini sesuai dengan >> setting geologi regional Jawa Timur yang umumnya miring ke arah timur, > >> sehingga lebih marin ke timur, terutama sejak Neogen sampai sekarang. >> >> salam, >> awang >> >> [EMAIL PROTECTED] wrote: --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Autos. Looking for a sweet ride? Get pricing, reviews, & more on new and used cars.

