Abah,

Betul, yang saya maksudkan dengan kebodohan dalam diskusi ini adalah 
ketidaktahuan, kegelapan akan ilmu pengetahuan. Sedangkan "kebodohan" yang satu 
lagi lebih cocok kalau disebut saja KETIDAKPEDULIAN. Orang yang semula bodoh 
akan menjadi pintar asal dia sadar akan kebodohannya dan berusaha untuk menjadi 
pintar. Tetapi orang yang tidak peduli, akan tetap bodoh, sebab ia tidak mau 
tahu walaupun ditawari untuk menjadi tahu.

Ketidakpedulian atau apatisme adalah penyakit yang sangat berbahaya. Kata 
Hellen Keller, "Ilmu pengetahuan mungkin menemukan obat untuk banyak penyakit, 
tetapi ia tidak dapat menemukan obat untuk penyakit paling parah : sikap 
ketidakpedulian umat manusia".

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, April 21, 2006 10:51 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Hari Kartini

>
  Vick , Awang

  Dalam theori yang Anda diskusikan apakah bedanya :
  KEBODOHAN dan KETIDAK-TAHUAN ?

  Menurut saya yang dimaksudkan dengan Ke - bodohan oleh Awang adalah
  ketidak-tahuan atau rasa tidak tahu yang menyebabkan JADI ingin tahu.
  (apa itu bhs Inggrisnya ....). Sedangkan Kebodohan yang lain adalah
  sifat sifat mental . Jadi bisa dia merasa tahu (sekali) atau bahkan
  tidak tahu sama sekali (tapi dia tidak perduli).



  Si - Abah.

_______________________________________________________________________

  Menarik, Pak Rovicky. Yang saya maksudkan tentu adalah kebodohan yang di
> kuadran 2. Yang no. 3 kasihan tetapi absurd rasanya. Banyak juga yang tahu
> tetapi tidak mau memberitahukan.
>
> Orang harus sadar akan kekurangan untuk mencapai kelebihan. Thomas Alfa
> Edison pernah berkata, "Kegelisahan adalah ketidakpuasan - dan
> ketidakpuasan adalah hal pertama yang dibutuhkan untuk mencapai kemajuan"
> Ini sesuai dengan orang2 di kuadran 2 (kegelisahan dibaca sebagai sadar
> akan kebodohan)
>
> Dan benar sekali bahwa orang yang di kuadran 1 mudah tergelincir ke
> kuadran 4. Untuk ini pun, Edison menulis, "Tunjukkan kepadaku orang yang
> mengaku benar-benar puas, dan aku akan menunjukkan kepadanya sebuah
> kegagalan"
>
> Jadi, adalah lebih baik kalau kita tetap mempertahankan kesadaran akan
> "kebodohan" agar rajin belajar sambil memelihara terus spirit
> keingintahuan yang benar sudah menjadi kodrat manusia.
>
> Salam,
> Awang
>
> -----Original Message-----
> From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, April 20, 2006 4:59 PM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Hari Kartini
>
> Pendekatan Pak Awang ini memang dulu sering dipakai untuk menunjukkan
> mengapa atau apa motivasi seseorang utk melakukan sesuatu. Perasaan tidak
> memiliki menjadi keinginan memilki. Karena merasa sangat "negatip"
> (kurang)
> maka ada keinginan menjadi "positip". Ini pendekatan dua kutub + dan -
>
> Namun dalam hal ilmu pengetahuan atau pendidikan kadangkala ada yg
> melihatnya dengan kacamata berbeda berbeda. Dengan menggunakan empat
> kwadran.
> Kalau dibuat empat kwadran :
> 1. - Tahu bahwa dirinya tahu - Ini bener-bener wong pinter
> 2. - Tahu bahwa dirinya tidak tahu - Ini yg menjadikan orang yg rajin
> blajar
> 3. - Tidak tahu bahwa dirinya tahu -
> 4. - Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu -
>
> Curiousity atau keingintahuan bukan karena merasa tidak tahu tetapi sebuah
> perasaan manusia yg "sudah ada dari sono". Mengapa bukan kebodohan ?
> Orang bodoh adalah orang yg masuk dalam kwadran 4 "tidak tahu bahwa
> dirinya
> tidak tahu". Sehingga sulit bagi si kwadran 4 untuk menjadi tahu (sadar).
> Lah diberitahu sampai "meniren" ya ndak bakalan tahu.
>
> Perubahan dari satu kwadran ke kwadran yg lain ini diperlukan pencerahan "
> enlightment", aku sendiri belum tahu apa yg menjadikan orang bisa
> mendapatkan "pencerahan". Seringkali datangnya "ujug-ujug mak pluk !"
> (disini aku masuk kwadran 2 atau mungkin 4 :).
>
> Enlightmen ini bisa berupa inspirasi
> Seperti Newton, yang katanya mendapat ide ketika kejatuhan apel. Peristiwa
> tak terduga yg akhirnya membawa ke teori gravitasi dan membuaka cakrawala
> dunia. Hal yang sama dengan Archimedes yg tiba-tiba melonjak keluar dari
> tempat berendamnya. Peristiwa ini kalau dilihat sepintas sepertinya
> memalukan, berlari-lari masih dalam keadaan telanjang, namun membuat
> sebuat
> teori apungan benda. Apakah mereka-mereka ini duduk diam saja ? Tentu
> tidak
> .... keingintahuan yg terus menerus dan berulang inilah yg menimbulkan ide
> dan inspirasi dan akhirnya bersiklus menjadikan manusia mengerti, sadar
> akan
> dirinya (conciousness). Namun tidak jarang manusia ini malah berubah dari
> kwadran 1 kembali ke kwadran 4 ... karena kesombongan atau ketidak
> tahuannya
> justru akhirnya menjadi "sok tahu" ....
>
> salam
> RDP
> "bagaimana orang lain tahu kalau kamu tahu, kalau kamu ndak pernah
> memberitahu"
>
> On 4/20/06, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>
>> Berdasarkan logika, pengamatan, pendapat pribadi dan pelajaran hidup
>> saja
>> Pak Nataniel. Contoh sederhana saja, orang yang mengambil kursus/les
>> bahasa
>> inggris tentu karena dia merasa masih kurang (katakanlah bodoh)
>> penguasaan
>> bahasa inggrisnya, orang yang memilih mengambil kursus sequence
>> stratigraphy
>> tentu adalah orang yang tertarik dengan sequence stratigraphy tetapi dia
>> sendiri tak tahu banyak soal yang diminatinya.
>>
>> Maka, kebodohan adalah dorongan yang kuat menuju kepintaran. Sadar dulu
>> bahwa kita bodoh adalah langkah awal kepada pembelajaran.
>>
>> Kalau saya, selalu beprinsip semua hal negatif (tekanan, ketidaktahuan,
>> kebodohan, kemiskinan, siksaan, penghinaan, kelemahan) adalah dorongan
>> yang
>> kuat sekali untuk menuju kutub2 sebaliknya. Dulu, semasa masih sekolah
>> menengah-kuliah, saya tulis besar2 di dinding kamar saya, "doloris
>> sopitam
>> recreant vulnera viva animam" - luka duka dan derita akan membangunkan
>> kemampuan jiwa yang layap-layap tertidur.
>>
>> Salam,
>> Awang
>>
>> -----Original Message-----
>> From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>> Sent: Thursday, April 20, 2006 1:36 PM
>> To: [email protected]
>> Cc: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: Re: [iagi-net-l] Hari Kartini
>>
>> ini ngutip dari mana Pak Awang? atau berdasarkan pelajaran hidup ;)
>>
>> "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan"
>>
>> just curious..
>>
>> On 4/20/06, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> > "Tidak akan ada kepintaran kalau tidak ada kebodohan" (orang harus
>> menyadari dulu  kebodohannya sebelum ia berusaha untuk menjadi pintar).
>> >
>> >  Ingat hari Ibu Kartini, ingat kumpulan surat-suratnya kepada
>> teman-teman Belandanya yang kemudian dibukukan berjudul "Door Duisternis
>> tot
>> Licht". Buku ini suka diterjemahkan sebagai "Habis Gelap Terbitlah
>> Terang".  Saya pikir, yang lebih cocok mewakili pemikiran2 Kartini
>> adalah
>> kalau diterjemahkan "Karena Kegelapan Terbitlah Terang" atau "Oleh
>> Kegelapan
>> Terbitlah Terang". Ini bukan hanya secara leksikal bahasa Belanda lebih
>> mengena, tetapi juga secara maknawi lebih pas.
>> >
>> >  Kartini mengeluh dalam surat2nya (semoga banyak perempuan Indonesia
>> telah membacanya) tentang sistem (saat itu) yang membendung agar
>> perempuan
>> Indonesia tidak menjadi pintar - hanya cukup di dapur dan melayani suami
>> serta anak2nya. Maka, tak heran kalau kebodohan (kegelapan akan ilmu
>> pengetahuan) melanda mereka (bagaimana bisa menjadi pintar kalau membaca
>> pun
>> tidak bisa ?).
>> >
>> >  Menyadari bahwa banyak kaumnya yang masih ada di dalam kegelapan,
>> Kartini berani menentang zamannya dengan mendirikan sekolah buat kaumnya
>> walaupun tak lama umurnya (karena terhalang "tugas klasik" pula sebagai
>> perempuan bersuami). Baguslah ada penerus2nya sehingga perempuan2
>> Indonesia
>> pun pada saat itu mulai banyak yang sepintar Kartini.
>> >
>> >  Maka, tepatlah kalau Abendanon, teman senior Kartini, memberikan
>> judul
>> "Door Duisternis tot Licht"  - oleh kegelapan kebodohan terbitlah terang
>> kepintaran.
>> >
>> >  Dalam dunia geologi, semoga makin banyak geologist wanita Indonesia
>> yang cemerlang, yang berani mengemukakan pendapatnya, yang banyak
>> menulis
>> paper. Buat rekan2 saya, geologist wanita Indonesia, selamat hari Ibu
>> Kartini, semoga bisa menangkap semangatnya !
>> >
>> >  salam,
>> >  awang
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>>
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>> --
>> No virus found in this incoming message.
>> Checked by AVG Free Edition.
>> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>>
>>
>> --
>> No virus found in this outgoing message.
>> Checked by AVG Free Edition.
>> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>>
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>>
>
>
> --
> "First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you, then
> you win." Mahatma Gandhi.
>
> --
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>
>
> --
> No virus found in this outgoing message.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/320 - Release Date: 4/20/2006
 

-- 
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/320 - Release Date: 4/20/2006
 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke