Semburan lumpur Banjar Panji ini mengingatkan pada
Bledug Kuwu di sebelah timur Purwodadi. Melihat
perkembangannya saat ini, rasanya tidak untuk
menghentikan semburan lumpur itu. Biaya yang telah
dialokasinya untuk menghentikan semburan atau
membersihkan lumpur, sebaiknya dipergunakan untuk
merelokasi warga.

Saya setuju dengan Bung Ujay, sebaiknya lokasi
disekitar semburan segera dikosongkan saja dari
pemukiman dan aktifitas lain, dan kemudian kawasan itu
dijadikan objek wisata alam "small catatrophism".
tentu akan sangat menarik.

Salam
WBS

 



--- Ujay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> setahu saya saat ini sudah ada tim independen di
> lokasi yang melakukan penelitian, kemudian akan
> disusul oleh tim berikutnya dari institusi yang
> berbeda. Waktu bagi merteka adalah 2 minggu untuk
> menentukan/memberikan second opini ke BPMIGAS
> mengenai
> yang sedang terjadi di banjarpanji. 
> 
> kalo saya sih lebih baik saat ini dibebaskan dulu
> 80-100 ha disekitar 5 lokasi hotspring yang sudah
> terlanjur menjadi ajang lumpur panas, dibangun
> bendungan atau waduk untuk menghambat pergerakan
> lumpur tersebut lebih meluas. hal ini untuk
> melokalisasi bencana. baru kemudian diputuskan
> apakah
> akan mematikan lumpur tersebut ataukah didiamkan dan
> dijadikan objek wisata small catatrophism. 
> 
> udah ga tahan liat lumpur yang makin merajalela
> sambil
> kita belum tau gimana matiinnya.. mending warga
> sekitar direlokasi dikasih kompensasi atas tanah dan
> rumahnya sesuai dengan harga yang layak... at least
> dari musibah ini mereka jadi kaya mendadak... 
> 
> apa terlalu gila yah? 
> 
> 
> rgds
> ujay
> 
> --- Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Masalah penelitian untuk cost recovery ada saatnya
> > nanti. Itu pun dalam kewenangan BPMIGAS. Semua
> data
> > tentu akan diteliti. Yang sekarang lebih penting
> > adalah memang penelitian dari mana sumber lumpur
> di
> > permukaan itu. Sebab, ini akan menentukan tindakan
> > selanjutnya untuk mengatasinya. Kalau dari
> kemarin2
> > sudah diketahui dengan pasti asal semburannya,
> tentu
> > relieve well telah dibor. Kalau kasusnya lain, dan
> > ini mungkin yang berlaku untuk Banjar Panji, tentu
> > tak sesederhana itu.
> > 
> > Semua tim bergerak, tim subsurface mencari asal
> > sumber lumpur. Tim surface menanggulangi semburan
> > lumpur dengan menggali kali2 baru, membendung,
> dll.
> > Untuk informasi saja, ini tak sesederhana blow out
> > Randublatung yang baru2 ini terjadi.
> > 
> > Salam,
> > awang
> > 
> > -----Original Message-----
> > From: heri ferius [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> > Sent: Tuesday, June 13, 2006 4:20 PM
> > To: [email protected]
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Informasinya benar
> (Banjar
> > Panji Mud-Extrusion)
> > 
> > Catatan saya dari berberapa milis ini:
> > 1. Sayang sekali info  FS dimana @ .....DD ?.
> > 2. Apakah di Banjar Panji adalah ekstrusi
> liquefied
> > clay yang berasal dari
> > Upper Kalibeng clay di kedalalaman 4000-6000 ft 
> apa
> > sudah dicover oleh
> > casing ?.
> > 3. Dari hasil  LOT di shoe casing terakhir dan
> > perjalanan profil MW versud
> > depth menunjukkan tak perlu set casing baru di
> > sekuen bawahnya , sementara
> > LOT hanya dilakuan beberapa feet dibawah FS, bukan
> > berarti aman sampai
> > target.
> > 4. Sampai kedalaman 9000Ft, pihak Lapindo
> diingatkan
> > lagi untuk set casing
> > karena semua orang di lokasi sudah ketar-ketir
> > apabila terjadi semburan, blm
> > ada proteksinya, lagi2, Lapindo menolaknya.
> > 5. Akhirnya di +/- 9200, terjadi loss total
> > (indikasi telah masuk formasi
> > gas), tentu akan terjadi instabilitas lobang bor
> > terutama pada clay Kalibeng
> > .
> > 6. Saat itupun sebenarnya keadaan masih bisa
> > dikendalikan, harusnya langsung
> > dipompakan cement untuk plug sumur, lagi2 Lapindo
> > masih berpikir untuk
> > menyelamatkan sumur yg sudah di bor.
> > 7. Apa di cement plug secara kontinue sampai
> kedalam
> > casing, sebelum di
> > Abandoned?. Bila tidak,  tentu pressure dari bawah
> > sebagai pendorong bisa
> > connect dengan liquefied clay dr Kalibeng dan akan
> > menerus ke fracture2 yang
> > menerus sampai ke permukaan.
> > 8. Sekarang rig sudah keluar, yang bisa dilakukan
> > hanya meneliti ?,
> > sementara lumpur panas liquefied clay terus
> mengalir
> > dan dialirkan ke
> > ....?????
> > 
> > Semoga diteliti seobjekif mungkin, apalagi
> > menyangkut cost recovery, kasihan
> > rakyat, korban gempa saja belum dapat ini itu.
> > 
> > Salam
> > HF 1393
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "Budi Brahmantyo" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Tuesday, June 13, 2006 1:59 PM
> > Subject: RE: [iagi-net-l] Informasinya benar
> (Banjar
> > Panji Mud-Extrusion)
> > 
> > 
> > > Hm...setahu saya likuefaksi umumnya hanya
> terjadi
> > pada pasir yang jenuh
> > > air, tidak pada lumpur, dan biasanya hanya
> terjadi
> > saat digoncang gempa.
> > > Setelah goncangan hilang, ia akan kembali
> menjadi
> > pasir yang pasif.
> > > Lumpur panas yang terus mengalir karena
> > likuefaksi? Terlalu mencari
> > > alasan...
> > >
> > > BB
> > >
> > >
> > >> Informasinya belum tentu benar ? Tak ada yang
> > serakah. Media massa
> > >> memang sumber informasi, tetapi belum tentu
> > akurat.
> > >>
> > >> Kemarin sore, pukul 16.00, datang telepon dan
> sms
> > dari Metro TV untuk
> > >> mewawancarai saya di acara mereka pukul 18.00
> > tentang semburan lumpur di
> > >> sumur Banjar Panji-1 Lapindo Brantas. Tetapi,
> > terpaksa saya tolak karena
> > >> pada saat yang sama tim BPMIGAS dan Lapindo
> mesti
> > ke Komisi VII DPR
> > >> untuk urusan yang sama.
> > >>
> > >> Apa yang tengah terjadi dengan semburan lumpur
> di
> > Banjar Panji-1 ? Tidak
> > >> ada yang bisa memastikan, sehingga
> penanganannya
> > pun tak semudah blow
> > >> out seperti yang pernah terjadi di beberapa
> sumur
> > (Randublatung,
> > >> Pasirjadi, Anggur, dll.). Mari kita lihat
> > faktanya dulu.
> > >>
> > >> Kita punya fakta-fakta : lumpur yang tersembur
> > adalah lumpur subsurface
> > >> (bukan lumpur pengeboran), analisis nannofosil
> di
> > lumpur menunjukkan
> > >> umur sekitar Pliosen - sama dengan kandungan
> > fosil di kedalaman
> > >> 2000-6000 ft di sumur tersebut, ppm cloride
> > sekitar 10.000, lumpur
> > >> mengandung material volkanik, di awal2 semburan
> > lumpur mengeluarkan gas
> > >> H2S, temperatur lumpur sekitar 40-50 deg C.
> Saat
> > kejadian gempa Yogya 27
> > >> Mei 2006, dua stasiun BMG di Surabaya mencatat
> > goncangan di Surabaya
> > >> II-III MMI dengan momen magnitude 3-3.9 Mw
> (skala
> > Richter lebih kecil
> > >> sedikit); di stasiun Karangkates tercatat
> III-IV
> > MMI dengan magnitude
> > >> 4-4.9 Mw. Data seismik regional di wilayah ini
> > menunjukkan beberapa
> > >> gejala diapir. Ada lima titik semburan lumpur
> dan
> 
=== message truncated ===


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
-----  PIT IAGI ke 35 di Pekanbaru
-----  Call For Papers until 26 May 2006             
-----  Submit to: [EMAIL PROTECTED]    
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke