Yth bapak "so what gitu lho", 
   
  Saya sangat tidak setuju dengan statement anda, karena  ini bukan sekedar 
"masalah So What Gitu Lho", tapi suatu "kecolongan" fundamental yang mesti 
cepat-cepat dibenahi dan dibuat jelas. Meng-ekspat-kan bule yang baru keluar 
sekolah untuk belajar di Indonesia, dan biayanya di-beban-kan ke cost-recovery, 
jelas-jelas "perampokan". 
   
  Sebenarnya peraturan authority MIGAS Indonesia sejak jaman dulu sangat jelas, 
bule-bule yang bisa ditempatkan disini (sebagai pegawai, expats, yang dianggap 
expert) adalah orang-orang yang seharusnya memang punya pengalaman luas di 
bidangnya, yang nantinya pengalamannya mesti dibagi ke pegawai lokal yang akan 
pegang post dia dalam beberapa tahun. Jadi, seperti sudah dikomentari mas 
Frank, mas Syaiful, sangatlah absurd untuk percaya kalau ada bule yang baru 
selesai sekolah 3 tahun yang lalu (apapun sekolah asalnya) ditempatkan di 
Indonesia, dibebankan pada recovery cost atau production cost, atau biaya 
apapun, dianggap expert, yang dianggap punya "kesaktian" lebih untuk dibagi. 
Yang terjadi, mereka "mengambil kesaktian"nya mas Frank, mas Syaiful, dll, yang 
nantinya bakal dipakai di filial yang lain...
   
  Ironisnya, seringkali terjadi bahwa "prestasi" Human Resources Manager (yang 
biasanya orang Indonesia, supaya bisa lebih "smooth" jika berinteraksi dengan  
authority MIGAS) diukur dari "berapa banyak si manager tersebut bisa meloloskan 
bule untuk dipekerjakan di Indonesia atas pesenan CEO-nya yang selalu bule" - 
challenge buat beliau ini adalah, bagaimana bisa mendapatkan ijin kerja untuk 
"ekspat-cucakrowo mumet" di Indonesia (karena untuk bule experienced dan expert 
biasanya sudah ada peraturan yang jelas). Dan kita sama-sama tahu kalau gaji 
mereka (yang udah standard Amrik, Inggris, Itali, Perancis, atau apapun) karena 
kerja disini sebagai ekspat jadi dobel, eh...terus di "cost recovery"khan...nah 
bolong-lah kocek-nya bangsa Indonesia karena "dikosongin" dari dalam dan luar!!!
   
  Maaf jadi melantur, tapi point saya adalah : ada banyak masalah yang bukan 
sekedar "So what gitu lho", banyak masalah yang mesti kita fikirkan bersama 
secara fundamental jalan keluarnya, seperti menghindari penempatan "ekspat 
cucakrowo mumet" yang berkaitan dengan "lenyapnya" uang bangsa indonesia 
ber-trilyun-trilyun tanpa ada "nilai tambah" yang bisa diambil oleh bangsa kita 
tercinta ini!
   
  salam,
  Sri Adrianto 
  
[EMAIL PROTECTED] wrote:
  >
SO WHAT GITU LHO


frank dkk lainnya,
>
> kondisi tsb tampaknya masih bisa ditemui sekarang. di kumpeni saya yg
> lama, kebetulan bukan di departemen saya (eksplorasi), tepatnya
> departemennya orang2 yg suka bikin pod dll, ada 2x 'anak' bule baru,
> bahkan baru beberapa bulan saja kerja, terus ditempatkan di indonesia
> (jakarta).
>
> agak disayangkan, rekan indonesia yg sebenarnya lebih pinter dan lebih
> lama bekerja di kumpeni tsb, ya 'pasrah' saja. misalnya, kalo ada
> rapat teknis, eh si bule muda ini yg diajak, justru seringkali si
> indonesia pinter kok malah nggak diikutkan. belum lagi perlakuan
> diskriminasi ras lainnya (ruangan kerja dsb).
>
> kalo di departemenku, wis aku .....
>
> salam,
> syaiful
>
> On 1/25/07, Franciscus B Sinartio wrote:
>> .....
>>
>> kontrol pasti sangat sukar dilakukan dari dalam, tapi harus dari
>> BP-Migas.
>> mereka juga perlu dana untuk biayai riset mereka di kantor pusat.
>> kalau jaman dulu malah Indonesa di jadikan training ground beberapa
>> perusahaan besar.
>> ada yang baru pengalaman 3-5 tahun di hire sebagai expat di Indonesia
>> padahal tidak ada ke ahlian khusus yang bisa langsung di kontribusikan.
>> di Indonesia mereka belajar,pakai biaya cost-recovery.kalau sudah
>> pintar,kerja di tempat lain.
>> mudah2an tidak ada lagi yang kayak gini di Indonesia sekarang.
>> ditempat saya kerja sekarang ada yang kayak gini. orang baru lulus BSc
>> jadi expat disini.
>> katanya IP nya sangat tinggi di universitas terkenal di amrik sana.
>>
>> best regards,
>> frank
>
> --
> Mohammad Syaiful - Explorationist
> Mobile: 62-812-9372808
> Email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> Head Office:
> Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
> Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
> Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>
> ---------------------------------------------------------------------
> siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
> ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau
> Dewata!!!
> semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>


---------------------------------------------------------------------
siap melancong dan presentasi di Bali pada tahun 2007 ini???
ayo bersiap untuk PIT Bersama HAGI-IAGI dan asosiasi2 lainnya di Pulau Dewata!!!
semarakkan dengan makalah-makalah yang berkualitas internasional...
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




Sri Adrianto
  C/ Costa Brava 14B
  Madrid-28034
  Spain

 
---------------------------------
 Get your own web address.
 Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.

Kirim email ke