Kalau dirunut ke belakang ternyata kondisi saat ini tsb tidak lepas dari adanya UU 22/1999 tentang otda yang dijabarkan dg PP 25 /2000 dimana PP tsb ditandangani oleh "orang IAGI" yaitu mas Bondan Gunawan yg waktu itu sebagai Menteri sekretaris Negara. Mungkin yang perlu dibenahi adalah bagaimana penjabarannya dilapangan , mengingat untuk hal hal yang beginian diperlukan pemahaman masalah pergeologian , disisi lain mungkin banyak Pemda yang belum punya geologi makanya sering terjadi berbagai penafsiran/penjabaran thd kedua Regulasi tsb , oleh karena itu disamping Petisi - petisi tsb juga diperlukan sosialisasi untuk memberikan kesadaran thd pemda pemda betapa pentingnya "ngopeni" orang geologi didaerahnya, hal ini juga akan mendorong 'terserapnya' geolog geolog disektor ini yang ujung ujungnya memberikan lapangan kerja baru , kalau diperhatikan di kedua regulasi tsb kewenangan pemda thd permasalahan geologi didaerahnya cukup besar dari masalah SDA sampai Bencana alamnya ,coba kalau setiap pemda "ngopeni' 3 orang geolog , maka sudah ada penyerapan ratusan geolog . apalagi para geolog tsb sebelum diterjunkan ke pemda dibekali dulu ( digodog ) di kawah condrodimukonya IAGI siiip deh. saya yakin APBD pemda pemda tidak ada apa apanya kalau hanya untuk ngopeni para geolog tsb , dibanding karo gajine DPRD bukan apa apanya.
ISM ----- Original Message ----- From: Sukmandaru Prihatmoko To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 27, 2007 5:16 AM Subject: RE: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi; PP-IAGI kumpul dong.. Pak Andri dan rekan yang lain.. Prihatin sekali mendengarnya .... walau hal ini sudah berlangsung bbrp tahun tapi makin parah belakangan ini. Jual beli KP (yg sudah ditangan) atau jualan KP yg belum dikeluarkan .. wah.. ngeri mengikutinya karena melibatkan banyak sekali sector, institusi, atau perorangan. Pengalaman pribadi: untuk mendapatkan KP Penyelidikan Umum/ Eksplorasi (gak perlu sebut nama daerah.) diisyaratkan oleh pihak berwenang kita harus merogoh kocek Rp 3M - terang-terangan via sms lagi mintanya. Padahal boleh di bilang sukses ratio -nya mungkin hanya 1% atau lebih kecil. Padahal lagi ini gak ada aturan UU, PP, atau sejenisnya - jadi kalau kita bayar ya masuklah ke kantong pribadi ybs. Buat investor serius - hal ini menjadikan kesulitan besar, karena mesti bersaing dengan PT-PT "Gak Jelas" yg mau bayar kontan utk dapat KP. Dan saya yakin masih banyak cerita2 serem spt ini... Dan yang lebih negative tentunya ini men-down grade posisi Indonesia sebagai tujuan eksplorasi (yg "serius"). Kayaknya ini buah dari semangat otoda yg kelewatan ya.. sehingga gak ada lagi yg bisa ngontrol lagi. Petisi IAGI - boleh juga tuh .. paling tidak BERSUARA KERAS DULU, perkara didengar atau tidak - kita lihat saja. Salam - daru ------------------------------------------------------------------------------ From: Agus Hendratno [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 27, 2007 4:44 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi; PP-IAGI kumpul dong.. Dalam rangka mengkritisi hal ini, beberapa hari yang lalu PERHAPI langsung merapatkan barisan di Jakarta, diundang pelaku bisnis tambang yang mapan, komisi 7 DPR-RI juga diminta ngomong (termasuk ketua Komisi 7). Kebetulan saya hadir, khusus untuk mendengarkan keresahan ini. Nah, ada baiknya PP-IAGI kumpul, undang kawan-kawan dari migas, mining, regulator, komisi-7, birokrat pemda. PP-IAGI bisa minta sponsor dari kawan-kawan di migas dan mining. Lalu buat pernyataan yang mengarah pembenahan kegiatan eksplorasi mining, termasuk yang mendirikan PT. Telo Pendhem...dll; juga mas komisi 7; komisi bidang perindustrian dan perdagangan di DPR-RI, juga komandan armada TNI-AL Yaach..., minimal pemanasan sebelum JCB di Balai nanti. Ada semacam masukan atau petisi atau pernyataan sikap. Kasus Lumpur saja, IAGI bisa lantang, bagaimana dengan eksplorasi yang kebablasan tanpa kaidah bisnis dan kajian yang matang. Saya kira ada baiknya PP-IAGI bersikap....; tidak jelek..koq; malah beramal. Insya Allah merindhoi langkah IAGI untuk ini. Baca Al-Fatihah 3x.....; aman... Barusan...saya ditelpon dari PT ANU untuk membuat FS Penambangan Bijih besi di Kalteng (hanya diberi waktu 2 minggu, instan; busyet....); karena bupati sudah ngebet dengan investor untuk segera dikeluarkan KP Eksploitasi. Maklum, bupati pasti dapat "royalti"..... Maka, saya tolak....; dan institusi kami tidak mengajarkan yang demikian... Dengan mengkritisi pola kajian yang dilakukannya, saya tembak langsung tadi....si pimpro-nya; ternyata dia take over dari PT Anu-Anu yang lain. Lah...blok KP Eksplorasi sudah dilego (pasti gak prospek), koq dijual. Nekad kalee..., gilaa...ternyata kayak gitu juga ada brokernya.... piye jal...,mas Andri...dunia geologi eksplorasi, koq begini...; apa kita salah mendidik dan mengajarkan konsep geologi eksplorasi di kampus.........?????? salam tanah air geologi...... agus hend nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mari kita dukung rame2 kepedulian IAGI sebagai organisasi profesi untuk memberikan sumbangsih kepada Tanah Air kita, yang mungkin bisa berupa petisi resmi ataupun Himbauan ke Pemerintah agar melakukan langkah2 nyata untuk menghindari kerugian2 negara yang lebih besar lagi terutama dengan ber-macam2 penambangan bahan2 tambang & galian di Indonesia yang lebih bertanggungjawab & ramah lingkungan, serta yang paling penting seperti kata Pak Parlaungan yaitu harus ada nilai tambah bagi perkembangan kesejahteraan rakyat setempat & bukan sebaliknya ! Mari pak Ketua & Para Pengurus2nya untuk menggalang pendapat dari para anggota profesi yang saya percaya banyak & piawai dalam hal menyusun petisi semacam ini. Kalau bisa lebih proaktif kan lebih baik, tidak harus hanya menunggu "diundang" DPR/MPR ataupun Lembaga Pemerintahan untuk dimintai pendapat maupun masukan ilmiahnya. Wass, nyoto On 7/27/07, Parlaungan Dalimunthe <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sebagai organisasi profesi yang berbasis ilmu kebumian, IAGI tentu mempunyai tanggung jawab moral untuk mengatasi masalah jual Tanah Air. Suarakan keprihatinanmu tentang maraknya penambangan yang dilakukan secara instan, tanpa perencanaan dan studi yang matang, mengekspor bijih dengan tanpa ada nilai tambah bagi dalam negeri, dan yang utama juga tanpa ada melakukan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi wilayah bekas tambang. Hayo IAGI tunjukkan kepedulianmu. Buat petisi yang ditujukan ke RI-1, DPR dll tentang larangan jual Tanah Air. On 7/27/07, Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED] > wrote: Terimakasih Bung Agus! Kenyataannya Tanah Air kita hanya bisa ekspor Tanah Air ...dan TKW..tentunya! Ekspor pisang sama cabe rawit aja tidak bisa...! Pisang keburu jadi Selai di Pabean atau di pelabuhan...maklum mesti lewat ratusan meja...seng okeh tikusss..se! ----- Original Message ----- From: Agus Hendratno To: [email protected] Sent: Friday, July 27, 2007 12:00 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Tanah Air for sale vs Eforia Eksplorasi Apiikkk tenan..., memang pemain bisnis yang menjual "tanah air' lagi genjar-genjarnya. Kemarin, ada PT Telo Pendhem, PT Minyak-Minyakan, PT Mangan-manganan, dst; yang semula core bisnis-nya memang bukan bidang migas atau mining, tapi masuk ke wilayah migas dan mining, yang high risk, hightech, tapi potong kompas saja, sedikit kerja.., untung besar. Karena regulasi memungkinkan............; Yaa..sah-sah saja, karena punya uang. Tetapi yang kita keluhkan dan juga dikeluhkan pemerintah, lewat PERHAPI dan dirjend.Minerba Pabum, yang kemarin saya mendengar bahwa, mestinya ada nilai tambah dari bahan tambang logam yang ditambang di indonesia, dengan mengembangkan industri pertambangan hilir (pengolahan endapan logam menjadi barang jadi, besi, baja, yang pabriknya ada di indonesia). Selama ini yang terjadi pemain-pemain kecil bidang mining endapan logam, itu benar-benar menjual "tanah air' ke buyer-buyer di China. Tapi di Pemda juga demikian senangnya, karena dapat jatah dari pengusaha, endapan logam dimuat di tongkang berlayar ke China dan di olah jadi barang jadi. lalu indonesia import barang tersebut. blaiiiiiiikk....; Pemdanya dapat royalti yang tidak tercatat dalam kas Daerah..........; hik...hik.... Modus kayak menjual pasir darat dan pasir laut dari kep.Riau. Selain dijadikan bahan baku reklamasi di Singapura, ternyata titanium dan zirkonia-nya jadikan barang jadi yang bermutu tinggi untuk infrastruktur teknologi informasi. Lagi-lagi...kita import IT dari Singapura. Apa yang diceritakan mas Andri.., itu memang riil di lapangan. Ada regulasi bidang perindustrian dan perdagangan yang tidak macth dengan regulasi bidang pertambangan, juga urusan moneter yang tidak pernah pas. Apalagi diminta transparansi. Menteri-nya ok-ok juga..., tapi eselon dibawahnya nanti-nanti dulu...njuk opo rek... Kalau demikian tunggulah kedatangan perlawanan dari ibu pertiwi yang sudah kehabisan air mata...maka hadirlah....geohazard yang kemudian menjadi bencana alam kebumian...sudah ada di sekitar kita...; pontang panting........ salam tanah air juga .. agus hend Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saking eforianya untuk mengobral pemberian KP/WKP ini jangan jangan setelah semua KP/WKP sijumlah dan diplotkan lagi ke Peta , wilayahnya sudah melebihi luas wilayah Indonesia itu sendiri... ISM >> --- Andri Subandrio wrote: >> >>> IAGI netter yang budiman, >>> >>> Akhir-akhir ini di masmedia hingga jejaring IAGI >>> memang marak dibahas mengenai eksplorasi bahan >>> galian migas hingga mineral di tanah air ini. Saking >>> eforianya terhadap bijih mangan, bahkan pialang >>> bisnis sarang burung walet di Lampung rogoh kocek >>> untuk beli KP ribuan hektar untuk "nggolek mangan" >>> di mangan! Ribuan sarang burung waletnya di barter >>> dengan KP! Di Kalbar ada pialang hotmix dan >>> konstruksi mulai melebarkan sayap bisnisnya untuk >>> tambang bijih besi, juga barter dari aspal hotmix >>> dengan ribuan Ha KP! Modal eksplorasi mereka ini >>> hanya semangat dan beberapa ekskavator untuk gali >>> sana-gali sini! Tidak ada ahli geologi! Akibatnya >>> bebatuan yang berwana hitam kusam digasak semua >>> dengan buldoser! Disangkanya mangan! Eh..tibake >>> nduduk mangan! (ternyata bukan mangan)! Dipinggir >>> jalan pedalaman Pringsewu Tanggamus tengonggok >>> bongkah-bongkah besar hasul garukan buldoser yang >>> tadinya disangka mangan! Setelah saya coba >>> konfirmasi pada "toke"nya, tenyata bongkah-bongkah >>> ini di reject, karena memang batu tapi berselimut >>> mangan nan tipis! Konon pembelinya dari negri Cina! >>> Di Kalbar masih lebih beruntung, sejak 2 tahun yang >>> lalu investor penambang dari Pontianak telah >>> mengekspor ribuan ton bijih besi kadar tinggi! Kini >>> penambangan ini megap-megap kehabisan zat besi! >>> Lagi-lagi tidak ada geologist! >>> >>> Dari Babel, Kalbar, Halmehera, Sultra, Obi juga >>> Pulau-pulau di utara Papua sudah jutaan ton bijih >>> timah, aluminium, besi, nikel dsb telah dikapalkan, >>> terutama ke Cina! Dari Sumbawa dan sekitar Cartenz >>> juga jutaan ton konsentrat tembaga dikirim ke Jepang >>> dan mancanegara! Uniknya ada berita di koran, >>> "pemotong dan pencuri kabel telepon ditangkap >>> polisi". Usut-usut punya usut "sangpencuri" adalah >>> penyalur logam tembaga untuk pengrajin "dandang" >>> kuali dan ukiran wayang tembaga! Paradox! Salah satu >>> penghasil tembaga terbesar didunia, tapi masih >>> banyak yang tidak kebagian tembaga! Kemanakah >>> tembaga kita ? Selain itu Sendok garpu stainless >>> steel semuanya import! Padahal basisnya >>> besi-nikel-krom yang saat ini jutaan ton mengalir >>> dari tanah air ke negara industri! Coba tanya Pak >>> Polisi dan Tentara kita! Timah panas dan kuningan >>> pelurunya dari mana pak! Pasti import! Bijih nikel >>> misalnya, cukup digali dari laterit yang tidak lain >>> berupa tanah yang masih mengandung air. Kemudian >>> "Tanah Air" ini diangkut dan masuk tongkang! >>> >>> Negara Industri seperti Jerman, Jepang, Amrik dsb. >>> ternyata pada awalnya maju karena industri berbasis >>> pengolahan material, terutama baja, keramik, dan >>> logam dasar! Info dari majalah material industry, >>> ternyata raw material atau bahan baku hanya 10 >>> hingga 20% bila dibandingkan diberi sentuhan >>> industri dan teknologi! Selain lapangan pekerjaan >>> 80% belong to upstream industry! dan juga akan >>> bertambah selaras dengan rantai industri material! >>> Pernahkah terbayang bila ada pabrik stainless steel >>> di tanah air yang bahan besi dan nikel dari Kalbar, >>> Soroako, Pulau Obi, Waigeo ? Sampai kapan Tanah Air >>> menjual Tanah Air ? Jeruk makan Jeruk kan sudah >>> verboten! Kita tunggu political will dari >>> pemerintah! Masih mau mempertahankan konsep "Ada >>> BULOG", Ada SAWAH" tapi Ada BERAS...di Vietnam!..he >>> he >>> >>> Salam Tanah Air >>> Andri Subandrio >> >> >>

