Bang Fajar, biasanya kalo menganalisis pengkayaan deuterium memang sebaiknya dipasangkan dengan data isotop stabil oksigen-18. Ada 2 kemungkinan: (1) klo deuterium naik dan O-18 turun --> ada pengaruh dari air meteorik, implikasinya bisa jadi kondisi aliran steady; (2) klo deuterium naik dan O-18 naik --> ada pengaruh dari magmatik atau air formasi, implikasinya bisa jadi kondisi aliran un-steady. salam
On 10/23/07, Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pengkayaan deuterium biasanya lebih berasosiasi dengan sebaran lateral > atau indikasi gabungan dari sistem fluida lainnya. > > Kalau memang sistem meteorik ikut berperanan dalam semburan LUSI ini. > Adakah yang berkenan berbagi info mengenai perkembangan pola aliran airtanah > di wilayah ini? > > Pola aliran airtanah detail dalam skala waktu ke waktu, dapat juga kita > gunakan sebagai indikasi awal amblesan tanah (subsidence) atau hipotesa > diatas. > > > Salam, > Fajar (1141) > *Butuh lebih dari sekedar overburden, untuk menekan fluida dari > kedalaman 8.000 meter untuk mencapai permukaan tanah secara alami* > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com

