Bung Shofi dan semuanya,

Rupanya diskusi berkembang menjadi semakin hangat.
Kita sebagai geosaintis akan memandang Ibu Bumi bukan sebagai benda mati dan
diam,
tetapi merupakan benda hidup yang bergerak secara dinamis. Dan negeri ini
terkenal terletak
di pertemuan lempeng-2 teknonik yang selalu bergerak (sampai sekarang gempa
bumi saling
susul-menyusul saja). Sangat masuk akal kalau ada dugaan bahwa gaya-2
geologi ikut berperan
(berpengaruh) dalam semburan lumpur.

Kalau sebelumnya sudah ada yang menulis "diusik oleh pemboran", juga membaca
pertanyaan-2
Bung Shofi, khususnya "apakah ada kick setelah lost circulation", jawabnya
bisa: ya.
Logikanya, selama pemboran, lubang sumur harus penuh dengan lumpur pemboran
yang mempunyai berat-
jenis tertentu; ketika terjadi loss (hilangnya lumpu bor ke dalam formasi)
mengakibatkan turunnya
permukaan lumpur dalam lubang sehingga tekanan hidrostatik akan berkurang
(Seorang driller di rig
sangat paham ini). Ini bisa berakibat runtuhnya dinding sumur (nantinya pipa
terjepit, stuck drill pipe)
dan mengalirnya fluida dari formasi ke dalam lubang sumur. Kalau aliran ini
hanya kecil dan segera dapat
diatasi, namanya "kick" tetapi kalau sudah menjadi besar dan tak terkendali
disebut semburan liar atau blow-out.

Kita (sampeyan dan saya) sebagai mantan mudlogger pasti sangat perhatian
dengan pekerjaan di seputar
pemboran dan mudlogging. Begitu melihat ada tanda-2 loss, perubahan trend
Dxc, peningkatan background gas
dll akan segera dilaporkan kepada atasan (drilling supervisor di lokasi).
Supaya tidak berkembang lebih besar.
Berikut laporan kami (29 tahun yll) ketika sumur kami mengalami blow out
(kami rig-up peralatan mudlogging
ketika pemboran sudah berjalan cukup dalam):
Begitu peralatan mulai operasi, kami segera membuat laporan pagi secara
rutin, lengkap dengan mudlog, pressure
log dll Ketika pemboran mencapai +/- 2800 meter, atau sekitar seminggu
sebelum blow out, kami telah menulis
catatan dalam laporan pagi: Recommend to stop drilling, run logs to save
data, set casing, and continue drilling.
Tetapi pemboran tetap dilanjutkan; dua hari sebelum kejadian (blow out di
2924 m) kami tulis: Strongly recommended
to stop drilling. Perhitungan kami bahwa "kick tolerance" sudah sangat
kecil; kalau sampai terjadi "kick" sulit untuk
killing well.....In a kick situation it would not be possible to kill the
well without loss of circulation below the casing shoe.
This was the primary consideration in the frequent recommendation of logging
and running 7" casing before
attempting to drill further. Waktu itu kami menggangap bahwa casing design
kurang tepat karena ada open hole yang panjang.
Pemboran tetap berjalan, jam 20.20 ada drilling break (10 Cm), driller
angkat pipa, lalu pemboran dilanjutkan dari
2923.4 M ke 2924' ketika ada drilling break yang lebih besar (dari rata-1
1,2 m/hr ke 12 m/hr). Ini segera diikuti
naiknya volume lumpur di kolam lumpur (pit) yang mengindikasikan adanya
aliran dari formasi. Semua ini sudah dilaporkan,
namun malahan dilakukan sirkulasi dengan alasan untuk menaikkan berat
lumpur. Pompa sempat dihentikan selama 4 menit,
lalu dilakukan "flow check". Ada flow! Sirkulasi tetap dilanjutkan, dan
terjadi kick. SICP (shut-in casing pressure 850 psi).
Akhirnya diperlukan waktu 2-3 bulan untuk memadamkan blow out, dan sumur
akhirnya hilang.

Maka sangatlah penting untuk tetap konsentrasi, melakukan semua pekerjaan
dengan baik, sesuai dengan program dan
prosedur, serta komunikasi dengan kantor atau para pengambil kebijaksanaan.
Jujur saja, kalau sedang bertugas sebagai wsg, saya kecewa (suka cerewet)
dengan rekan-2 mudlogger yang kurang serius
dengan tugasnya (sibuk memutar lagu atau film, atau membaca novel) mentang-2
sudah ada sample catcher, dan yang lain-2 dapat meng-copy
dari wsg (sampai cutting sample description, oil show evaluation) untuk
dicantumkan dalam mudlog.
Semoga musibah semburan lumpur segera dapat ditanggulangi, dan para korban
juga mendapat perhatian/ bantuan sebaik-baiknya.

Salam hangat,
sugeng











----- Original Message ----- 
From: "Shofiyuddin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, February 28, 2008 4:52 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru"


> Kalo pertanyaannya agak mendekati kejadian di sumur bagaimana ya.
> Apakah ada hubungan antara Mud Volcano dengan kejadian sumur seperti Loss
> Circulation?
> Lebih jelasnya, apakah mungkin Loss Circulation menyebabkan Mud Volcano?
> Apakah ada Kick setelah Loss Circulation? Apakah Kicknya telah berubah
> menjadi blowout?
> Apakah blowout bisa menyebabkan Mud Volcano?
>
> Loss circulation bisa diukur dan tercatat
> Kick bisa diukur juga dan dicatat (SICP, SIDP), kemudian diitung tekanan
> bawah permukaan
> Blowout bisa dilihat dari efeknya di sekitar sumur.
> Blowout akan memungkinkan gas keluar melalui casing yang ditanam, tapi
bisa
> juga melalui batuan yang dilaluinya kalo ternyata lemah, yang akhirnya
lari
> keluar dari casing dan berjalan jalan di sekitar sumur.
> Saya dengar kabar burung satu onshore rig di kalimantan ambles dan satu
> offshore rig sinking ditelan bumi karena underground blowout ini.
>
> Loss, kick dan blowout adalah pertanyaan mendasar yang saya yakin perlu
> jawaban dari data data yang kita punya.
>
>
>
> On 2/28/08, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Manga dan Brodsky (2005) hanya analisis statistik magnitude gempa vs
jarak
> > episentrum gempa (EQ)-mud volcano (MV). Harus diingat bahwa itu bukan
> > analisis geologi yang bermain di subsurface. Kalau ada titik mud volcano
> > yang keluar dari kecenderungan cross-plot Manga & Brodsky (2005) apakah
kita
> > bisa dengan yakin berkata bahwa MV ini bukan karena EQ ini ? Saya tidak
> > yakin, namanya saja analisis statistik. Analisis statistik tidak bisa
> > serta-merta mengendalikan kebenaran geologi di bawah sana.
> >
> > Harus diakui bahwa ada hubungan kuat antara EQ dengan MV. Saat gempa
Aceh
> > 26 Desember 2004, dalam menit yang sama terjadi Baratang MV di tengah
pulau
> > Andaman berupa semburan lumpur dengan ketinggian melebihi pohon2 di
> > sekitarnya. Banyak lagi kasus kedekatan hubungan itu, kita bisa mengecek
> > dengan mempelajari semua MV dan EQ terutama di Kaspia dan Azerbaijan,
tempat
> > dengan MV paling banyak di dunia.
> >
> > Korelasi itu jelas ada; tetapi kita tak tahu banyak soal ini :
> >
> > (1) the robustness of the correlation,
> > (2) the exact triggering mechanism,
> > (3) magnitude thresholds and triggering distances,
> > (4) possibility of delayed triggering
> >
> > Kurva Manga & Brodsky menyangkut no. (3). Sekali lagi, kurva itu
dibangun
> > dengan analisis statistik dengan mekanisme sebenarnya yang kita tidak
> > ketahui dengan baik. Nah, apakah untuk sesuatu yang tidak kita ketahui
> > dengan baik akan kita gunakan 100 % sebagai pisau bedah, lalu
menggunakannya
> > sebagai alat pengambilan keputusan yang eksesnya sangat besar, sementara
> > kita sebenarnya tidak mengertu dengan baik dan berbagai kemungkinan lain
> > bisa saja terjadi ?
> >
> > Disalin dari Antara :
> >
> > >Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan luapan
> > >lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul
> > >di Porong.
> > >Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di
> > >Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter.
> > >Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang
> > >bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9
> > >skala Richter dan berjarak dekat.
> >
> > Komentar :
> >
> > Kata siapa gempa dengan M > 9.0 yang hanya bisa memicu MV ? Manga &
> > Brodsky (2005)tak mengatakan begitu. Lihat juga publikasi Aliyev et al.
> > (2002) : Catalogue of recorded eruptions of mud volcanoes of Azerbaijan
for
> > period of years 1810-2001, Nafta, Baku, Azerbaijan, 88 ps. Gempa sekecil
M =
> > 4.6 pun bisa memicu sebuah MV. Gempa Aceh M=9 26 Desember 2004 pun
diikuti
> > semburan lumpur di Alaska pada 28 Desember 2004. jarak Aceh-Alaska kita
tahu
> > itu sangat jauh.
> >
> > Dari data pemboran (mud logging data), bagaimana kita mengartikan
partial
> > loss di Banjar Panji-1 yang terjadi dalam menit2 yang tak lama setelah
gempa
> > Yogya terjadi ? Bagaimana mengartikan total loss yang terjadi setelah
> > beberapa gempa susulan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan munculnya
retakan
> > besar di sekitar pipe rack yang berorientasi sama dengan struktur utama
di
> > wilayah ini (SW-NE) ? Bagaimana mengartikan hubungan temporal dan
spasial
> > antara tersemburnya lumpur dan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan enam
> > titik semburan lumpur dan air panas yang terjadi pada hari2 pertama
semburan
> > yang membentuk kelurusan SW-NE dan bukan radial mengelilingi sumur ?
> > Bagaimana mengartikan data isotop deuterium yang muncul belakangan yang
> > menunjukkan hadirnya air magmatik berasal dari kedalaman 22.000 ft ?
> >
> > Itu fakta2 yang harus dicari jawabannya. Hm...jangan menutup mata
terhadap
> > segala kemungkinan.
> >
> > Salam,
> > awang
> >
> >
> > Salam,
> > awang
> >
>


----------------------------------------------------------------------------

CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke