Semoga tidak membuat capek yang tidak berkenan.

Tapi saya sebenarnya sungguh takjub dengan sedemikian besar material
yang mampu dikeluarkan oleh kejadian erupsi ini. Saya sepanjang karier
bekerja dalam lingkungan lapangan injeksi uap belum pernah melihat
kejadian yang seperti lumpur lapindo.

Sebagai gambaran lapangan injeksi uap dioperasikan dengan menginjeksian
1 juta barrel uap panas setiap hari (1 MMBSPD) dengan tekanan pompa
sebesar 200-400 psig untuk mencapai kedalaman injeksi 300-700 ft
(100-300 m) untuk wilayah seluas 60 km2. Tekanan formasi terukur
mencapai 200-250 psi pada kedalaman 500 ft. Cukup sering terjadi erupsi
uap panas ke permukaan, dan kejadian paling serius di akhir 1990-an bisa
diatasi kira-kira dalam waktu 2 bulan (padahal semburannya sempat
melemparkan rig drilling ke udara setinggi 30 m), dan terhitung volume
lumpur yang spill-out "cuma" 2 juta meter kubik. 
Saya pikir di wilayah operasi ini potensi semburan uap/lumpur adalah
sangat tinggi. Tetapi setiap kejadian bisa terkendali dan alhamdulillah
tidak berkelanjutan seperti kejadian di Sidoarjo. Adapun kejadian erupsi
yang terjadi tiba-tiba tanpa ada kegiatan pemboran tidak pernah
melibatkan volume dan waktu pengendalian yang bisa dikategorikan
menyamai kejadian semburan akibat pemboran. Tetapi tetap saja sedahsyat
apapun kejadian di lapangan ini belum pernah menyamai kejadian di
Sidoarjo.

Sampai sekarang saya belum habis pikir sebesar apa kekuatan yang bisa
menyemburkan lumpur sedahsyat Sidoarjo. Bagaimana bisa batuan keras di
kedalaman ribuan meter bisa hancur lumat menjadi lumpur dengan volume
yang luar biasa (kira-kira sudah 1 tahun kejadian berjalan dengan rate
100rb bpd = 36 jt barrel) dan tersembur ke permukaan. Apakah ada tekanan
insitu yang sedemikian tinggi dan bersifat latent dengan batuan lunak
yang kemudian diusik oleh pemboran menyemburkan volume sedahsyat itu?
Bagaimana bila dibandingkan dengan suatu reservoir dengan kondisi
artificial yang sudah diinjeksikan uap sebesar 7 milyar barrel (1 MMBSPD
selama 20 tahun) tapi tidak mampu memiliki kekuatan yang setara. Ataukah
perlu suatu interverensi kekuatan lain untuk memunculkan efek
penghancurkan volume batuan sebesar itu ? 

Mungkin saya salah, tapi kalau boleh berpendapat kalaupun lumpur
menyembur sendiri tanpa ada trigger pemboran, rasanya nggak akan
sedahsyat ini, mungkin seperti letupan Bledug Kuwu saja. Sebaliknya
kalau pemboran memberikan jalan bagi lumpur untuk menyembur, rasanya
tetap perlu bantuan energi ekstra lain untuk mengkondisikan volume
fluida dan batuan yang terhancurkan sedemikian besar.

Mungkin yang menjadi pertanyaan, kalau lubang bor sudah dipasang casing
sampai ke bawah, apakah lumpurnya tetap menyembur? Walahualam.

Salam,
ww



-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, February 28, 2008 3:12 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru"

Sepakat dengan Pak Awang, siapa bilang gempa kecil ngga bisa mentriger ?
"Evidence" (bukan prove/bukti) yang ada saat inipun hanyalah hubungan
temporal-relational bukan bukti relasi kausal ! Pak awang menyebutkannya
dalam 4 point dibawah. Ini mirip hubungan antara bulan dengan gempa,
yang selama ini hanya diketahui temporal relationnya.
Asal jangan sampai nanti menyalahkan bulan looh ya :) Dalam kasus hukum
setahuku kalau masih ada dispute maka teori tidak dipakai dalam
memutuskan kasus hukum.
Jadi teori hubungan gempa-MV ini  menurutku akan batal demi hukum ...
buat geoscienteis ya tentusaja masih bisa dijadikan objek penelitian,
kan ?

Kunci untuk membuka tabir misteri ya tentusaja "realtime measurement"
data, yang akuisisi datanya dilakukan pada saat drilling dilakukan.
Banyak sekali chart-chart yang dibuat selama drilling. Tentusaja data
inilah yang akan membuka pintu tabir ini. Do we have that ? I believe we
do somewhere ?
- Drilling sequence, atau drilling activities selalu dicatat dari
jam-ke-jam, bahkan setiap langkah harus ada note atau catatan (sesuai
yang ada dalam chart IADC)
- Interpretasi kejadian misal "partial loss, total loss" yang dilansir
oleh Pak Awang ini mestinya tercatat dalam salah satu chart yang ada.
Kenapa saya sebut interpretasi, karena datanya hanya menunjukkan
mengecilnya jumlah lumpur total. Bisa saja lumpurnya tumpah, misalnya,
dan ini bisa dicross chek dng kesaksian Mud Engineer.
- Tentusaja "partial loss dan total loss, kalau ada" yang "bersamaan"
dengan gempa juga semestinya akan gugur dalam kasus hukum (dengan
pertimbangan diatas tadi yaitu "unknow causal relation").

Dengan demikian sependek pengetahuan saya, maka kajian kausal dengan
"tersangka-nya" proses pengeboran yang tepat adalah dilakukan oleh
Drilling Engineer bukan geoscientist !

:( "Pakdhe, ya pantes aja kalau geologistnya berseteru !"
:D "Thole, geoscientist itu bukan engineer !"
:( "Lah Pakdhe kok insinyur ?"
:D "Hust !!"

RDP

2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>:
> Manga dan Brodsky (2005) hanya analisis statistik magnitude gempa vs
jarak episentrum gempa (EQ)-mud volcano (MV). Harus diingat bahwa itu
bukan analisis geologi yang bermain di subsurface. Kalau ada titik mud
volcano yang keluar dari kecenderungan cross-plot Manga & Brodsky (2005)
apakah kita bisa dengan yakin berkata bahwa MV ini bukan karena EQ ini ?
Saya tidak yakin, namanya saja analisis statistik. Analisis statistik
tidak bisa serta-merta mengendalikan kebenaran geologi di bawah sana.
>
>  Harus diakui bahwa ada hubungan kuat antara EQ dengan MV. Saat gempa
Aceh 26 Desember 2004, dalam menit yang sama terjadi Baratang MV di
tengah pulau Andaman berupa semburan lumpur dengan ketinggian melebihi
pohon2 di sekitarnya. Banyak lagi kasus kedekatan hubungan itu, kita
bisa mengecek dengan mempelajari semua MV dan EQ terutama di Kaspia dan
Azerbaijan, tempat dengan MV paling banyak di dunia.
>
>  Korelasi itu jelas ada; tetapi kita tak tahu banyak soal ini :
>
>  (1) the robustness of the correlation,
>  (2) the exact triggering mechanism,
>  (3) magnitude thresholds and triggering distances,
>  (4) possibility of delayed triggering
>
>  Kurva Manga & Brodsky menyangkut no. (3). Sekali lagi, kurva itu
dibangun dengan analisis statistik dengan mekanisme sebenarnya yang kita
tidak ketahui dengan baik. Nah, apakah untuk sesuatu yang tidak kita
ketahui dengan baik akan kita gunakan 100 % sebagai pisau bedah, lalu
menggunakannya sebagai alat pengambilan keputusan yang eksesnya sangat
besar, sementara kita sebenarnya tidak mengertu dengan baik dan berbagai
kemungkinan lain bisa saja terjadi ?
>
>  Disalin dari Antara :
>
>
>  >Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan 
> luapan  >lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur 
> mulai muncul  >di Porong.
>  >Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di  
> >Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter.
>  >Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang

> >bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9  
> >skala Richter dan berjarak dekat.
>
>  Komentar :
>
>  Kata siapa gempa dengan M > 9.0 yang hanya bisa memicu MV ? Manga &
Brodsky (2005)tak mengatakan begitu. Lihat juga publikasi Aliyev et al.
(2002) : Catalogue of recorded eruptions of mud volcanoes of Azerbaijan
for period of years 1810-2001, Nafta, Baku, Azerbaijan, 88 ps. Gempa
sekecil M = 4.6 pun bisa memicu sebuah MV. Gempa Aceh M=9 26 Desember
2004 pun diikuti semburan lumpur di Alaska pada 28 Desember 2004. jarak
Aceh-Alaska kita tahu itu sangat jauh.
>
>  Dari data pemboran (mud logging data), bagaimana kita mengartikan
partial loss di Banjar Panji-1 yang terjadi dalam menit2 yang tak lama
setelah gempa Yogya terjadi ? Bagaimana mengartikan total loss yang
terjadi setelah beberapa gempa susulan gempa Yogya ? Bagaimana
mengartikan munculnya retakan besar di sekitar pipe rack yang
berorientasi sama dengan struktur utama di wilayah ini (SW-NE) ?
Bagaimana mengartikan hubungan temporal dan spasial antara tersemburnya
lumpur dan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan enam titik semburan
lumpur dan air panas yang terjadi pada hari2 pertama semburan yang
membentuk kelurusan SW-NE dan bukan radial mengelilingi sumur ?
Bagaimana mengartikan data isotop deuterium yang muncul belakangan yang
menunjukkan hadirnya air magmatik berasal dari kedalaman 22.000 ft ?
>
>  Itu fakta2 yang harus dicari jawabannya. Hm...jangan menutup mata
terhadap segala kemungkinan.
>
>  Salam,
>  awang
>
>
>  Salam,
>  awang
>
>
>  -----Original Message-----
>  From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>  Sent: Thursday, February 28, 2008 1:35 C++
>  To: [email protected]
>  Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru"
>
>
>
> 2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>:
>  > Pak Nyoto,
>  >
>  >  Jangan berburuk sangka dulu Pak. Data tidak dibuka kan kepada umum
dan media. Kepada pihak2 yang memerlukan (DPR, Polda, Tim BPLS,
geologists dan drilling engineers yang ditunjuk resmi untuk
mempelajarinya) data telah dibuka.
>  >
>
>
>  Mungkin Pak Nyoto baca tulisannya antara ini ya ?
>  Kalimat terakhirnya yg perlu diklarifikasi :)
>
>  RDP
>  =================================
>  Data Lumpur Lapindo Harus Dibuka Untuk Publik
>  29/01/08 20:36 Jakarta (ANTARA News) - Akses publik terhadap 
> informasi  dan data yang terkait semburan lumpur panas akibat 
> aktifitas  pengeboran di sumur PT Lapindo Brantas dinilai pakar 
> geologi masih  sangat minim, sehingga masyarakat "buta" sama sekali 
> dengan masalah  ini.
>
>
>  "Selama satu tahun terakhir kita buta sama sekali soal apa yang sudah

> dilakukan Lapindo dan pemerintah dalam usaha mengatasi semburan  
> lumpur," kata mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Andang

> Bachtiar di Jakarta, Selasa,
>
>  Ia menegaskan akses yang sangat minim terhadap data permukaan dan  
> bawah tanah tidak pernah ditampilkan ke situs-situs resmi, padahal  
> data itu sangat penting untuk mencari solusi dari berbagai pihak.
>
>  Memang ada peraturan hukum yang menyebutkan bahwa informasi 
> eksplorasi  tambang merupakan rahasia negara, dan pihak yang 
> membocorkannya akan  didenda sangat berat.
>
>  "Tapi lumpur Lapindo ini sudah mengganggu kepentingan rakyat, 
> sehingga  data itu sudah seharusnya dibuka untuk publik dan tidak lagi

> dianggap  sebagai rahasia negara," kata Andang.
>
>  Ketika berbicara di forum diskusi pakar bersama publik "Mengurai  
> Lumpur Lapindo dan Solusinya", Andang mengingatkan bahwa bencana alam

> tidak bisa menjelaskan masalah luapan lumpur Lapindo.
>
>  Dengan kalimat singkat, Andang menyimpulkan bahwa sebenarnya lumpur  
> meluap ke permukaan akibat proses pengeboran yang tidak sesuai dengan

> standar operasi.
>
>  Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan 
> luapan  lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai

> muncul  di Porong.
>
>  Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di  
> Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter.
>
>  Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang

> bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9  
> skala Richter dan berjarak dekat.
>
>  Sementara Yogyakarta dan Sidoarjo berjarak sekitar 300 km dan gempa  
> Yogya pun hanya 6,3 skala Richter.
>
>  "Sangat kecil kemungkinan gempa Yogya memicu semburan lumpur di  
> Sidoarjo," demikian simpulan pakar gempa asal Institut Teknologi  
> Bandung (ITB) Sri Widyantoro.
>
>  Sementara itu Rudi Rubiandini, mantan ketua tim investigasi 
> independen  luapan lumpur Sidoarjo, mengatakan bahwa ternyata pihak 
> Lapindo  sendiri tidak mengetahui secara persis titik sumber lumpur.
>
>  "Itu karena mereka memang juga tidak tahu di mana titik bor mereka,"
kata Rudi.
>
>  Baik Andang maupun Rudi mengaku data dan fakta soal semburan lumpur  
> mereka peroleh justru dari pihak kepolisian, bukan dari Lapindo. (*)
>
>  COPYRIGHT (c) 2008
>
>  
> ----------------------------------------------------------------------
> ------
>
>
>  CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
>  PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008  PENGHITUNGAN SUARA: 
> PIT IAGI 37 DI BANDUNG
>
>  
> ----------------------------------------------------------------------
> -------  To unsubscribe, send email to: 
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>  To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id  Visit 
> IAGI Website: http://iagi.or.id  Pembayaran iuran anggota ditujukan 
> ke:
>  Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>  No. Rek: 123 0085005314
>  Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)  Bank BCA KCP. Manara

> Mulia  No. Rekening: 255-1088580
>  A/n: Shinta Damayanti
>  IAGI-net Archive 1: 
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>  IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>  ---------------------------------------------------------------------
>  DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind
whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing
list.
>  ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> This email was Anti Virus checked by Administrator.
>  http://www.bpmigas.com
>
>
>  
> ----------------------------------------------------------------------
> ------
>
>
>
> CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
>  PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008  PENGHITUNGAN SUARA: 
> PIT IAGI 37 DI BANDUNG
>
>  
> ----------------------------------------------------------------------
> -------  To unsubscribe, send email to: 
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>  To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id  Visit 
> IAGI Website: http://iagi.or.id  Pembayaran iuran anggota ditujukan 
> ke:
>  Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>  No. Rek: 123 0085005314
>  Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)  Bank BCA KCP. Manara

> Mulia  No. Rekening: 255-1088580
>  A/n: Shinta Damayanti
>  IAGI-net Archive 1: 
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>  IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>  ---------------------------------------------------------------------
>  DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind
whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing
list.
>  ---------------------------------------------------------------------
>
>



--
http://tempe.wordpress.com/
No one can monopolize the truth !

------------------------------------------------------------------------
----

CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 PENGHITUNGAN SUARA: PIT
IAGI 37 DI BANDUNG

------------------------------------------------------------------------
-----
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI
Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara
Mulia No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no
event shall IAGI and its members be liable for any, including but not
limited to direct or indirect damages, or damages of any kind
whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of
or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing
list.
---------------------------------------------------------------------


----------------------------------------------------------------------------

CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke