Manga dan Brodsky (2005) hanya analisis statistik magnitude gempa vs jarak episentrum gempa (EQ)-mud volcano (MV). Harus diingat bahwa itu bukan analisis geologi yang bermain di subsurface. Kalau ada titik mud volcano yang keluar dari kecenderungan cross-plot Manga & Brodsky (2005) apakah kita bisa dengan yakin berkata bahwa MV ini bukan karena EQ ini ? Saya tidak yakin, namanya saja analisis statistik. Analisis statistik tidak bisa serta-merta mengendalikan kebenaran geologi di bawah sana.
Harus diakui bahwa ada hubungan kuat antara EQ dengan MV. Saat gempa Aceh 26 Desember 2004, dalam menit yang sama terjadi Baratang MV di tengah pulau Andaman berupa semburan lumpur dengan ketinggian melebihi pohon2 di sekitarnya. Banyak lagi kasus kedekatan hubungan itu, kita bisa mengecek dengan mempelajari semua MV dan EQ terutama di Kaspia dan Azerbaijan, tempat dengan MV paling banyak di dunia. Korelasi itu jelas ada; tetapi kita tak tahu banyak soal ini : (1) the robustness of the correlation, (2) the exact triggering mechanism, (3) magnitude thresholds and triggering distances, (4) possibility of delayed triggering Kurva Manga & Brodsky menyangkut no. (3). Sekali lagi, kurva itu dibangun dengan analisis statistik dengan mekanisme sebenarnya yang kita tidak ketahui dengan baik. Nah, apakah untuk sesuatu yang tidak kita ketahui dengan baik akan kita gunakan 100 % sebagai pisau bedah, lalu menggunakannya sebagai alat pengambilan keputusan yang eksesnya sangat besar, sementara kita sebenarnya tidak mengertu dengan baik dan berbagai kemungkinan lain bisa saja terjadi ? Disalin dari Antara : >Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan luapan >lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul >di Porong. >Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di >Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter. >Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang >bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9 >skala Richter dan berjarak dekat. Komentar : Kata siapa gempa dengan M > 9.0 yang hanya bisa memicu MV ? Manga & Brodsky (2005)tak mengatakan begitu. Lihat juga publikasi Aliyev et al. (2002) : Catalogue of recorded eruptions of mud volcanoes of Azerbaijan for period of years 1810-2001, Nafta, Baku, Azerbaijan, 88 ps. Gempa sekecil M = 4.6 pun bisa memicu sebuah MV. Gempa Aceh M=9 26 Desember 2004 pun diikuti semburan lumpur di Alaska pada 28 Desember 2004. jarak Aceh-Alaska kita tahu itu sangat jauh. Dari data pemboran (mud logging data), bagaimana kita mengartikan partial loss di Banjar Panji-1 yang terjadi dalam menit2 yang tak lama setelah gempa Yogya terjadi ? Bagaimana mengartikan total loss yang terjadi setelah beberapa gempa susulan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan munculnya retakan besar di sekitar pipe rack yang berorientasi sama dengan struktur utama di wilayah ini (SW-NE) ? Bagaimana mengartikan hubungan temporal dan spasial antara tersemburnya lumpur dan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan enam titik semburan lumpur dan air panas yang terjadi pada hari2 pertama semburan yang membentuk kelurusan SW-NE dan bukan radial mengelilingi sumur ? Bagaimana mengartikan data isotop deuterium yang muncul belakangan yang menunjukkan hadirnya air magmatik berasal dari kedalaman 22.000 ft ? Itu fakta2 yang harus dicari jawabannya. Hm...jangan menutup mata terhadap segala kemungkinan. Salam, awang Salam, awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 28, 2008 1:35 C++ To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] seolah IAGI saling "berseteru" 2008/2/28 Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]>: > Pak Nyoto, > > Jangan berburuk sangka dulu Pak. Data tidak dibuka kan kepada umum dan > media. Kepada pihak2 yang memerlukan (DPR, Polda, Tim BPLS, geologists dan > drilling engineers yang ditunjuk resmi untuk mempelajarinya) data telah > dibuka. > Mungkin Pak Nyoto baca tulisannya antara ini ya ? Kalimat terakhirnya yg perlu diklarifikasi :) RDP ================================= Data Lumpur Lapindo Harus Dibuka Untuk Publik 29/01/08 20:36 Jakarta (ANTARA News) - Akses publik terhadap informasi dan data yang terkait semburan lumpur panas akibat aktifitas pengeboran di sumur PT Lapindo Brantas dinilai pakar geologi masih sangat minim, sehingga masyarakat "buta" sama sekali dengan masalah ini. "Selama satu tahun terakhir kita buta sama sekali soal apa yang sudah dilakukan Lapindo dan pemerintah dalam usaha mengatasi semburan lumpur," kata mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Andang Bachtiar di Jakarta, Selasa, Ia menegaskan akses yang sangat minim terhadap data permukaan dan bawah tanah tidak pernah ditampilkan ke situs-situs resmi, padahal data itu sangat penting untuk mencari solusi dari berbagai pihak. Memang ada peraturan hukum yang menyebutkan bahwa informasi eksplorasi tambang merupakan rahasia negara, dan pihak yang membocorkannya akan didenda sangat berat. "Tapi lumpur Lapindo ini sudah mengganggu kepentingan rakyat, sehingga data itu sudah seharusnya dibuka untuk publik dan tidak lagi dianggap sebagai rahasia negara," kata Andang. Ketika berbicara di forum diskusi pakar bersama publik "Mengurai Lumpur Lapindo dan Solusinya", Andang mengingatkan bahwa bencana alam tidak bisa menjelaskan masalah luapan lumpur Lapindo. Dengan kalimat singkat, Andang menyimpulkan bahwa sebenarnya lumpur meluap ke permukaan akibat proses pengeboran yang tidak sesuai dengan standar operasi. Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan luapan lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul di Porong. Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter. Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9 skala Richter dan berjarak dekat. Sementara Yogyakarta dan Sidoarjo berjarak sekitar 300 km dan gempa Yogya pun hanya 6,3 skala Richter. "Sangat kecil kemungkinan gempa Yogya memicu semburan lumpur di Sidoarjo," demikian simpulan pakar gempa asal Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widyantoro. Sementara itu Rudi Rubiandini, mantan ketua tim investigasi independen luapan lumpur Sidoarjo, mengatakan bahwa ternyata pihak Lapindo sendiri tidak mengetahui secara persis titik sumber lumpur. "Itu karena mereka memang juga tidak tahu di mana titik bor mereka," kata Rudi. Baik Andang maupun Rudi mengaku data dan fakta soal semburan lumpur mereka peroleh justru dari pihak kepolisian, bukan dari Lapindo. (*) COPYRIGHT (c) 2008 ---------------------------------------------------------------------------- CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- This email was Anti Virus checked by Administrator. http://www.bpmigas.com ---------------------------------------------------------------------------- CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

