Kalo pertanyaannya agak mendekati kejadian di sumur bagaimana ya. Apakah ada hubungan antara Mud Volcano dengan kejadian sumur seperti Loss Circulation? Lebih jelasnya, apakah mungkin Loss Circulation menyebabkan Mud Volcano? Apakah ada Kick setelah Loss Circulation? Apakah Kicknya telah berubah menjadi blowout? Apakah blowout bisa menyebabkan Mud Volcano?
Loss circulation bisa diukur dan tercatat Kick bisa diukur juga dan dicatat (SICP, SIDP), kemudian diitung tekanan bawah permukaan Blowout bisa dilihat dari efeknya di sekitar sumur. Blowout akan memungkinkan gas keluar melalui casing yang ditanam, tapi bisa juga melalui batuan yang dilaluinya kalo ternyata lemah, yang akhirnya lari keluar dari casing dan berjalan jalan di sekitar sumur. Saya dengar kabar burung satu onshore rig di kalimantan ambles dan satu offshore rig sinking ditelan bumi karena underground blowout ini. Loss, kick dan blowout adalah pertanyaan mendasar yang saya yakin perlu jawaban dari data data yang kita punya. On 2/28/08, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Manga dan Brodsky (2005) hanya analisis statistik magnitude gempa vs jarak > episentrum gempa (EQ)-mud volcano (MV). Harus diingat bahwa itu bukan > analisis geologi yang bermain di subsurface. Kalau ada titik mud volcano > yang keluar dari kecenderungan cross-plot Manga & Brodsky (2005) apakah kita > bisa dengan yakin berkata bahwa MV ini bukan karena EQ ini ? Saya tidak > yakin, namanya saja analisis statistik. Analisis statistik tidak bisa > serta-merta mengendalikan kebenaran geologi di bawah sana. > > Harus diakui bahwa ada hubungan kuat antara EQ dengan MV. Saat gempa Aceh > 26 Desember 2004, dalam menit yang sama terjadi Baratang MV di tengah pulau > Andaman berupa semburan lumpur dengan ketinggian melebihi pohon2 di > sekitarnya. Banyak lagi kasus kedekatan hubungan itu, kita bisa mengecek > dengan mempelajari semua MV dan EQ terutama di Kaspia dan Azerbaijan, tempat > dengan MV paling banyak di dunia. > > Korelasi itu jelas ada; tetapi kita tak tahu banyak soal ini : > > (1) the robustness of the correlation, > (2) the exact triggering mechanism, > (3) magnitude thresholds and triggering distances, > (4) possibility of delayed triggering > > Kurva Manga & Brodsky menyangkut no. (3). Sekali lagi, kurva itu dibangun > dengan analisis statistik dengan mekanisme sebenarnya yang kita tidak > ketahui dengan baik. Nah, apakah untuk sesuatu yang tidak kita ketahui > dengan baik akan kita gunakan 100 % sebagai pisau bedah, lalu menggunakannya > sebagai alat pengambilan keputusan yang eksesnya sangat besar, sementara > kita sebenarnya tidak mengertu dengan baik dan berbagai kemungkinan lain > bisa saja terjadi ? > > Disalin dari Antara : > > >Sebagai pakar geologi, ia juga membantah keras teori kemunculan luapan > >lumpur akibat gempa yang terjadi dua hari sebelum lumpur mulai muncul > >di Porong. > >Pada tanggal 27 Mei 2006, terjadi gempa bumi yang berpusat di > >Yogyakarta. Gempa itu berkekuatan 6,3 skala Richter. > >Pakar gempa bumi Manga & Brodsky menyebutkan bahwa gempa bumi memang > >bisa mengakibatkan semburan lumpur, tapi jika kekuatannya di atas 9 > >skala Richter dan berjarak dekat. > > Komentar : > > Kata siapa gempa dengan M > 9.0 yang hanya bisa memicu MV ? Manga & > Brodsky (2005)tak mengatakan begitu. Lihat juga publikasi Aliyev et al. > (2002) : Catalogue of recorded eruptions of mud volcanoes of Azerbaijan for > period of years 1810-2001, Nafta, Baku, Azerbaijan, 88 ps. Gempa sekecil M = > 4.6 pun bisa memicu sebuah MV. Gempa Aceh M=9 26 Desember 2004 pun diikuti > semburan lumpur di Alaska pada 28 Desember 2004. jarak Aceh-Alaska kita tahu > itu sangat jauh. > > Dari data pemboran (mud logging data), bagaimana kita mengartikan partial > loss di Banjar Panji-1 yang terjadi dalam menit2 yang tak lama setelah gempa > Yogya terjadi ? Bagaimana mengartikan total loss yang terjadi setelah > beberapa gempa susulan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan munculnya retakan > besar di sekitar pipe rack yang berorientasi sama dengan struktur utama di > wilayah ini (SW-NE) ? Bagaimana mengartikan hubungan temporal dan spasial > antara tersemburnya lumpur dan gempa Yogya ? Bagaimana mengartikan enam > titik semburan lumpur dan air panas yang terjadi pada hari2 pertama semburan > yang membentuk kelurusan SW-NE dan bukan radial mengelilingi sumur ? > Bagaimana mengartikan data isotop deuterium yang muncul belakangan yang > menunjukkan hadirnya air magmatik berasal dari kedalaman 22.000 ft ? > > Itu fakta2 yang harus dicari jawabannya. Hm...jangan menutup mata terhadap > segala kemungkinan. > > Salam, > awang > > > Salam, > awang >

