Pak Doddy,
 
BJP-1 berlokasi di lereng selatan Kendeng Deep. Di sebelah selatannya lagi pada 
umur Mio-Pliosen adalah volcanic arc yang mendahului volcanic arc yang 
sekarang. Dari arc ini ke depresi Kendeng ada sesar-sesar yang terjadi sebagai 
compensating faults sebagai perubahan dari tinggian ke dalaman. Pasir volkanik 
yang ditemukan di bagian bawah BJP-1 diendapkan sebagai fan deposits dan itu 
kiranya menerus sampai volkanik Plistosen saat volkanik Pucangan yang menjadi 
reservoir migas di Wunut, Carat, Tanggulangin diendapkan.
 
Pasir volkanik di area Brantas jelas tidak berubah facies menjadi grainstone 
Mundu di Selat Madura. Grainstone di Selat Madura di area Santos dan Husky juga 
Kangean Energy di sebelah timurnya berasal dari globigerina yang dulu hidup di 
area depresi sangat dalam dari Kendeng Deep - utara Lombok, depresi 
barat-timur, yang kemudian oleh upwelling current terbawa ke atas dan terserak 
sebagi sedimen di tepi utara dan selatan depresi tersebut, lalu kita 
mengenalnya sebagai Paciran di Kangean, Mundu di Selat Madura, dan Selorejo di 
Cepu dengan umur2 yang berbeda2 sedikit tetapi di sekitar Pliosen.
 
Sementara Mundu diendapkan di Selat Madura, terjadilah pengendapan pasir 
volkanik di sebelah baratdayanya di area Brantas. Jadi kedua paket sedimen ini 
tak saling berubah facies, tetapi diendapkan di waktu yang bersamaan. Perubahan 
fasies dalam hal litostratigrafi mestinya ada, yaitu di area antara Porong dan 
sumur Kodeco di sebelah selatan. Publikasi dari Willumsen dan Schiller 
(1994-IPA) tentang volkaniklastik Plio-Pleistosen dan Schiller et al (1994-IPA) 
tentang globigerinid sandstones/grainstones serta unpublished Santos workshop 
on Mundu carbonates (2003) baik diacu untuk memahami hal ini.
 
salam,
Awang
--- Pada Sel, 9/3/10, Doddy Suryanto <[email protected]> menulis:


Dari: Doddy Suryanto <[email protected]>
Judul: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 9 Maret, 2010, 5:52 PM


Maaf sebelumnya kalo karbonat ini telah didiskusikan 3 thn yg lalu. Dan terima 
kasih atas pencerahannya Pak Awang.

Soal batupasir volkanik yang ada di BP-1, saya salah menulis kedalaman 
batupasir ini di Porong-1.

Seharusnya kedalamannya sekitar 7000-an ft dan tidak begitu tebal sedangkan di 
BP-1 sangat tebal sekali (~3000').

Karena batupasir ini termasuk dalam Formasi Kalibeng dan diendapkan di daerah 
Kendeng Trough yang terkenal berlipat-lipat dan banyak patahan-patahan, 
mungkinkah batupasir di BP-1 diendapkan di suatu depresi yang "kemungkinan" 
dikontrol oleh patahan-patahan yang ada? Ini juga bisa didukung dengan 
ketebalan yang berkurang ke arah selatan dan utara dalam lintasan seismic.

Hubungannya dengan formasi Mundu di Sampangnya Santos, apakah batupasir 
volkanik di BP-1 ini menunjukkan adanya perubahan facies dgn Mundu di Oyong 
karena keduanya diendapkan sekitar Pliocene? 

Kalo terjadi perubahan facies dimana kira-kira perubahan facies ini terjadi? 

Terima kasih sebelumnya atas pencerahan yang diberikan.



-doddy-



-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[email protected]] 
Sent: Tuesday, 09 March, 2010 9:42 AM
To: [email protected]
Cc: Forum HAGI; Eksplorasi BPMIGAS; Geo Unpad
Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI



Pak Doddy,



Hampir tiga tahun yang lalu (lihat di bawah) saya dan beberapa rekan milis 
pernah membahas masalah karbonat yang mungkin muncul di bawah TD Banjar 
Panji-1, juga tentang lapisan tebal batupasir volkanik yang ditembus di bagian 
bawah sumur ini. 



Perlu ditekankan lagi bahwa karbonat yang ditembus di TD Porong-1 bukanlah 
karbonat Kujung-1/Upper Kujung/ Prupuh; karbonat Porong-1 itu telah diukur umur 
absolutnya melalui isotop strontium-86/87 dan menghasilkan umur 16 Ma 
(Kusumastuti et al., 2002, AAPG Bull 86/2, p. 220) itu sama dengan umur bagian 
bawah karbonat Wonosari. Batas paling muda Kujung-1/Upper Kujung/Prupuh adalah 
20 Ma (BPM, 1950; Cities Service, 1968, Pringgoprawiro, 1983). Saran saya, 
jangan pernah lagi menyebut-nyebut Kujung di dalam diskusi-diskusi Porong, 
BJP-1, Lusi. Cuttings terakhir dari BJP-1 menunjukkan calcimetry 4 %, itu bukan 
representasi batugamping.



Batupasir volkanik yang ditembus di bagian bawah BJP-1 berasal dari volcanic 
arc Jawa yang berumur Mio-Pliosen. Umur batupasir ini adalah paling tua Early 
Pliocene, atau menurut hemat saya bila mengacu ke absolute dating sample di 
atas karbonat Porong, maka umur batupasir volkanik ini Middle-Late Pliocene. 
Dalam stratigrafi Jawa Timur onshore batupasir volkanik ini milik Formasi 
Kalibeng, yang ekivalen dengan batupasir volcanik Damar di Jawa Tengah, Kumbang 
di batas Jawa Barat-Jawa Tengah dan Subang di Jawa Barat.



Batupasir ini diendapkan tidak jauh dari volcanic arc-nya, ke Selat Madura, 
area Santos, batupasir volkanik ini tak sampai; di Porong-1 masih ditemukan 
beberapa lidah batupasir ini; tetapi ke Selat Madura sudah terlalu dalam dan 
terlalu jauh. Pada saat yang bersamaan, di Selat Madura bahkan berkembang 
dalaman yang telah menjadi tempat yang baik untuk berkembangnya selut (ooze) 
globigerina yang menjadi grainstones atau globigerinid sands Mundu dalam 
lingkungan yang baik untuk upwelling. Upwelling terjadi ke kedua sisi utara dan 
selatan dalaman Selat Madura;  yang utara lebih bersih karena jauh dari 
impurities volkanik dan jadilah reservoir di Oyong, Maleo, Molah, Terang 
Sirasun. Yang ke selatan kurang baik karena mendekati pengotor volkanik.



Salam,

Awang



From: Awang Harun Satyana

Sent: Thursday, June 28, 2007 4:28 C++

To: '[email protected]'

Subject: RE: [iagi-net-l] Porong Limestone



Pak Rovicky,



Walaupun banyak kisah sedih, air mata, geram, amarah, perdebatan, perpecahan, 
dll. soal bencana LUSI yang mungkin berkaitan dengan BJP-1 ini (atau BPJ-1 ? - 
pokoknya Banjar Panji-1 lah..), BJP-1 membuka banyak hal baru tentang pemahaman 
geologi Jawa Timur. Nanti kalau ada waktu kita urai satu-satu apa implikasi 
geologinya.



Model karbonat Kujung yang pernah saya buat untuk Jawa Timur tidak berubah, 
hanya sedikit ada modifikasi. BD trend tetap memanjang ke Porong bahkan ke BJP. 
Sebab, itu adalah trend basement ridge atau offshore isolated platform (vs 
land-attached platform di wilayah Petronas-NEM 4, Anadarko-NEM 3, COPI 
Ketapang-Kodeco West Madura). Hanya, reefs yang tumbuh di ridge ini bisa 
macam-macam, bisa reef Kujung, bisa reef Ngimbang (gak banyak sebab koral tak 
dominan di Eosen), bisa reef Wonosari. Jadi, bukan hanya Kujung I saja (seperti 
yang saya modelkan - ini pengetahuan dari BJP).



Seismic interpretation Porong to BJP baik yang diajukan oleh Lapindo saat 
pengusulan sumur dulu, maupun yang muncul di paper Arse Kusumastuti dan para 
pembimbingnya di AAPG Bull 2002, atau di blog-nya Pak Rovicky dulu masih 
berekspektasi bahwa sekuen Porong dan BJP bersamaan, hanya Porong tumbuh stage 
lebih tinggi daripada BJP. Ini wajar sebab pengetahuan regional kita untuk 
semua reefs isolated platform di Jawa Timur memang begitu karena ridge-nya 
miring ke BD, sehingga akan terjadi backstepping ke TL dan reef paling tinggi 
akan di timur laut dan reef paling rendah stage-nya alias yang paling low 
relief akan di sisi BD. Itu kalau semuanya Kujung I, bagaimana kalau yang duduk 
di situ ekivalen Wonosari ? Belum pernah kita definisikan..



Apakah gamping di cutting 9283 ft di BJP ekivalen dengan gamping yang ditembus 
Porong-1 ? Pertanyaan bagus, tetapi saya belum tahu jawabannya. Mestinya Pak 
Adi Kadar, biostratigrapher dari Lapindo tahu ini, silakan Pak Adi kalau ada 
datanya. Hanya, saya gak yakin kalau umurnya akan determined, biasanya 
in-determinate kalau berdasar paleontology. Dulu SWC gamping di Porong pernah 
diperiksa paleontologinya, tetapi tak ada age-diagnostic fossils yang 
ditemukan. Ada long-ranging nannofossils, coralline red algae, coral fragments, 
dan traces encrusting foram, tetapi umurnya tak meyakinkan.



Hanya, kelebihannya, isotop Strontium pernah dilakukan untuk SWC Porong-1 pada 
red algal fragment di kedalaman 8487 ft. hasil 87Sr/86 Sr-nya menghasilkan 
rasio 0.708548 yang kalau dikonversikan ke umur absolute menjadi 16 Ma 
berdasarkan kurva isotop Sr dari Koepnick et al. (1985). Sebuah SWC di shales 
di atas gamping Porong (Kalibeng) pada kedalaman 8478 ft menghasilkan umur 
isotop 3 Ma. Nah...loncat 13 juta tahun (!) -menarik sekali.



Apakah gamping Porong berumur 16 Ma itu Kujung-I yang ekivalen dengan Kujung-I 
lain di Jawa Timur yang produktif itu ? Bukan. Saya punya stratigrafi Jawa 
Timur terbaru yang sudah menggunakan umur standar absolute berdasarkan 
87Sr/86Sr and micropaleontology age dating. Beberapa tahun belakangan ini 
hampir semua operator di Jawa Timur melakukan Sr dating, ini sangat membantu 
pemahaman stratigrafi Jawa Timur yang memang kompleks. Kujung I paling muda 
yang produktif di Jawa Timur berumur 22 Ma (itu sedikit masuk ke lowermost 
Aquitanian). Gamping Porong 6 juta tahun lebih muda dari gamping Kujung I. Ia 
sedikit lebih muda dari gamping Mudi di lapangan Mudi dan Sukowati. Maka, kita 
tak bisa lagi menyebutnya Kujung, juga bukan Mudi. Saya cenderung menyebutnya 
ekivalen Jonggrangan (Kulon Progo) atau Wonosari reef bagian bawah di Peg Kidul 
saja sebab ini adalah reef2 yang muncul di selatan Kendeng. 



Kalau ada data strontium isotop untuk cutting 9283 ft di sumur BJP maka akan 
sangat membantu pemahaman ini. 



Salam,

awang



-----Original Message-----

From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[email protected]]

Sent: Thursday, June 28, 2007 3:45 C++

To: [email protected]

Subject: [iagi-net-l] Porong Limestone



Aku ganti judulnya supaya berkesan lebih tehnis.



Pak Awang apakah batugamping (yg masih hanya berdasar dari cutting

BPJ-1 ini) ekivalen dengan batugamping yang ditembus oleh sumur

Porong-1 ? Sewaktu seminar di BPPT yg ditunjukkan wektu itu, saya rasa dari 
seismic yang diinterpretasi dari Porong-1 Ke BPJ-1, sepertinya satu tubuh 
gamping besar. cmiiw.



Kalau kedua sumur itu tidak menembus tubuh batugamping yang identik, apakah BD 
trend tidak memanjang hingga Porong ?

Jadi model Kujung yang Pak Awang pernah buat dahulu itu apakah berubah ?



Salam

RDP



On 6/28/07, Awang Satyana <[email protected]> wrote:

> Pak Arman,

> 

> Dari seismiknya gak terlalu jelas bahwa ada lapisan pasir setebal itu. 

> Di permukaan banyak breksi volkanik yang akan menyerap banyak energi 

> gelombang seismik, sehingga kualitas data seismik bisa memburuk jauh 

> ke bawah. Design casing BJP-1 disusun dengan referensi utama sumur 

> Porong-1 yang tak ada lapisan pasirnya, sehingga terjadi perbedaan 

> jauh antara prognosis stratigrafi dengan kenyataan stratigrafi.

> 

> Saat menembus pasir di kedalaman sekitar 8500 ft (8581 ft tepatnya) di 

> mana diprediksi top gamping Kujung akan muncul, dilakukan beberapa 

> kali stop drilling untuk cek sampel, tetapi tetap muncul 95 % 

> batupasir dan 5 % gamping. Bor dilanjutkan sampai kedalaman 8750 ft. 

> Stop drilling lalu dilakukan VSP. Dari data VSP didapat tiga kemungkinan top 
> Kujung limestone :

> 8800 ft, 9400 ft, atau 9600 ft. Maka diputuskan untuk bor terus sampai 

> ketemu gamping Kujung. Kita tahu batupasir ternyata muncul terus 

> sampai kedalaman sekitar 9283 ft, ketika cutting gamping dominan lalu 

> di TD sumur

> 9297 ft total loss. Apakah gamping Kujung sudah tertembus ? Tidak tahu.

> Apakah itu sampel gamping Kujung I ? Tidak tahu, saya pikir bukan, 

> lebih muda atau jauh lebih muda.

> 

> Bisa Pak Arman lihat, prosedur standar sudah dijalankan, memang harus 

> VSP atau check shot dulu bila lapisan yang diharapkan tidak muncul-muncul.

> Secara regional, sekarang kita bisa memahami mengapa batupasir 

> volkanik itu muncul di lokasi BJP. BJP adalah reef paling selatan dan 

> itu sangat dekat dengan lidah pasir volkanik dari volcanic arc 

> Intra-Miosen. Reef-reef di utara yang sezaman dengan BJP tak akan 

> punya lidah pasir volkanik semacam itu, terlalu jauh. Tapi, kita tak bisa 
> memperkirakannya sebelum drilling.

> Kita bisa melihat ada kemungkinan impurities itu (lihat paper saya di 

> Satyana, 2005, IPA : "Tectono-volcanic setting on Oligo-Miocene 

> carbonates of Java"), tapi tak bisa memperkirakannya justru muncul di 

> BJP. No one knows perfectly how Mother Earth operates. Tapi, sekarang 

> kita tahu bahwa semua reef di pinggir selatan Kendeng Deep akan 

> berpotensi ditutupi lidah pasir volkanik, semakin ke baratdaya dari BJP 
> semakin besar risikonya.

> 

> salam,

> awang

> 

> 

> "Sunaryo Arman C." <[email protected]> wrote:

> Pak Awang,

> 

> Ini agak melenceng sedikit dari topik utama, saya sebetulnya ingin 

> tanya dari dulu tapi nggak sempat nulisnya. Di presentasinya Pak Rudi 

> dulu ditunjukkan diagram prognosis vs actual dari sumur BP-1 yang saya 

> lihat sangat berbeda, dalam arti batuan yang didapat sangat berbeda 

> dengan yang diharapkan, Pak Awang bilang ada 3000 ft (1000 m) 

> batupasir yang tidak diharapkan. Apakah pernah diadakan penelitian 

> kenapa kok bisa begitu besar perbedaannya? 1000m batupasir kan 

> mustinya mudah terlihat di seismik. Pada saat pengeboran dan diketahui 

> ada penyimpangan dari prognosis apakah tidak dilakukan VSP atau check 

> shot yang bisa digunakan sebagai bahan re evaluasi sebelum mengebor 

> lebih jauh? Saya tanya ini karena dari pengalaman saya dulu kalau ada 

> penyimpangan sampai beberapa puluh feet saja, kita akan berhenti dulu 

> untuk run VSP atau check shot, dari situ kita mengambil keputusan apa yang 
> akan dilakukan selanjutnya.

> 

> Arman





--- Pada Sen, 8/3/10, Doddy Suryanto <[email protected]> menulis:





Dari: Doddy Suryanto <[email protected]>

Judul: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI

Kepada: [email protected]

Tanggal: Senin, 8 Maret, 2010, 6:50 PM





Pak Suhu Sugeng Yth,



Sangat sangat benar sekali semua yang bapak uraian untuk mengecek keberadaan 
Kujung di sumur Banjarpanji. 



Ada fakta yang menyebutkan pengecekan bottom up sample di kedalaman 9283ft (14 
ft diatas TD) dan ternyata masih batu pasir volkanik. Sampe akhirnya bor 
menembus 9297ft dan terjadi total loss sehingga sample belum pernah diperoleh 
apakah pada kedalaman ini benar2 top Kujung.



Data terakhir VSP juga tidak konklusif dimana top Kujung bisa berada pd 
kedalaman 8800-9600ft. Jadi top Kujung juga masih tanda tanya dgn data-data 
yang ada (ini tanpa melihat datanya langsung ya).



Kalo masalah batu pasir yang tebal di sumur Banjarpanji, sebenarnya di sumur 
Porong juga ditemukan batu pasir di kedalaman sekitar 700-an ft tapi tidak 
setebal di sumur Banjarpanji-1.



Hilangnya batugamping seperti diproposal sebenarnya juga "mungkin" tidak begitu 
mengagetkan karena di atas Kujung jarang dijumpai lapisan batugamping yang 
sangat tebal (cmiiw).



Yang cukup mengangetkan adalah adanya laporan yang harusnya confidential dari 
TriTech Petroleum Consultant Limited yang menyebutkan adanya Memorandum Summary 
of Meeting for banjarpanji tanggal 1 mei 2006.



Salah satu catatan menyebutkan:



-        As informed by Lapindo Brantas' geologist, there is no weak zone or 
reactive shale that creates loss circulation or caving problem in the interval 
3500'-8500'.



-        ...



-        In case encounter caving indication the drilling will be stopped and 
set 11-3/4" prior continues to drilling deeper..."



Padahal di kedalaman 3500 dan 3595 sudah mulai mendapatkan gain. Bahkan waktu 
mengebor 17 ½" section sudah banyak mendapatkan caving sehingga casing 16" 
perlu dipasang lebih dangkal seperti yang dibilang pak Bambang. Hasil LOT 
16"casing juga tidak terlalu bagus sehingga perlu di-squeeze.



Sebenarnya sudah banyak masalah di upper section dimana ini bisa dianalogikan 
dengan adanya high pressure seperti yang ada di sumurnya Santos (Anggur-1) 
waktu menembus pucangan. 



Asumsi saya......ini cuma asumsi saja....drilling mau meneruskan mengebor sampe 
top kujung karena secara kalkulasi, kekuatan shoe di 13-3/8" cukup besar dan 
adanya "lampu hijau" dari G&G yang berpendapat bahwa tidak ada zona yang 
membahayakan di kedalaman 3500ft ke bawah. Walaupun kenyataannya justru di 
kedalaman ini pressure mulai bertambah karena sumur harus melewati section yang 
build up pressure.



Selain itu, design sumur Banjarpanji kok sepertinya "menantang" menembus Kujung 
tepat ditengah2 "conjugate fault" yang secara teori merupakan zona lemah dan 
rawan loss. Bukankah formasi yang ditembus juga tanda tanya waktu sumur 
Banjarpanji-1 dipropose.



Berbeda dengan design sumur Porong yang menembus di samping collapse structure 
(di papernya Kusumastuti, 1999).



Ini cuma uneg2 saya seputar LUSI ditinjau dari sudut pandang yang lain yang 
tidak begitu menekankan factor drilling tetapi lebih menekankan factor G&G 
dimana umumnya drilling akan berdiskusi dgn kita saat ketidakpastian bawah 
permukaan akan dilewati...







Salam,



-DS-



  







-----Original Message-----

From: Sugeng Hartono [mailto:[email protected]] 

Sent: Saturday, 06 March, 2010 10:27 PM

To: [email protected]; [email protected]

Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI







Pak Doddy Yth,







Untuk mengetahui apakah bit sudah "mencium" formasi Kujung (gamping)tentunya 
kita perlu melihat Mudlog atau Masterlog (dibuat oleh crew mudloggers) dan 
progress sample log (oleh wellsite geologist). Ini bukan pekerjaan yang sulit, 
ibarat sudah menjadi "makanan" wsg. Dan, kedua log ini pun sangat bergantung 
kepada pengalaman mudloggers dan wsg (crew yg kurang pengalaman biasanya kurang 
konfiden untuk menentukan ini). Sebenarnya perubahan litologi dari bukan 
gamping ke gamping juga akan ditengarai adanya perubahan ROP (rate of 
penetration)yg cukup mencolok. Rekaman ROP (juga RPM, hookload,pump pressure, 
dll)dapat dilihat dengan jelas di Chart Geolograph yang berada di ruang 
driller. Sayang sekali, lebih dari 15 th terakhir ini yg namanya Geolograph 
sudah pada rusak...:( Biasanya rig mechanic mengatakan tidak ada spare-part 
(atau memang tidak mampu memperbaikinya?).



Tentang batu pasir (very porous volcanic sand?)yang begitu tebal (sampai 
3000'?)pernah dipertanyakan seorang kawan yg geologist-mudlogger: bagaimana 
menjelaskannya, aktivitas volkanik sampai dapat menghasilkan batu pasir begitu 
tebal; mungkin ada letusan yg hebat dan berlangsung cukup lama. Mungkin ada 
kawan-2 lain yg dapat menerangkannya.



Jadi, diskusi ini akan lebih bermakna kalau kita dapat melihat Mudlog-nya.



Demikian komentar saya, semoga berguna.







Salam,



sugeng



























-----Original Message-----



From: Doddy Suryanto [mailto:[email protected]]



Sent: Fri 3/5/2010 2:24 PM



To: [email protected]



Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI







Terima kasih pak Bambang atas penjelasannya. Sangat menarik untuk



dicermati lebih dalam.







Mengenai look ahead seismic, waktu ketemu Wayne Basden (ex chief



Geophysics-nya Santos) yang lagi operasi lutut di Bangkok beberapa tahun



kemarin, dia bilang "sepertinya" bit sudah "mencium" lapisan Kujung.







Tapi ya ini dari cerita ngobrol-ngobrol karena waktu sumur Banjarpanji



mengalami BO saya sudah tidak merumput di Santos lagi.







Mengenai Jeruk, sependek ingatan saya, di Jeruk tidak dijumpai lapisan



batupasir yang sangat tebal sampe ~3000'. Bahkan waktu Dukuh yang



terletak di selatan Jeruk dibor juga tidak dijumpai lapisan batupasir



yang tebal seperti di Banjarpanji-1. Mungkin Pak Awang bisa menjelaskan



secara regional karena pengetahuan saya di offshore madura cuma



sejengkal jari saja.







Akan tetapi, saya sangat menikmati diskusi ini sekarang karena lebih



ilmiah dan menggunakan penjelasan yang bisa diperdebatkan secara ilmiah



juga.







Semoga Pak Koesoema juga bisa menambahkan cerita-cerita seputar Kujung



karena beliau juga salah satu pakar soal Kujung.







Dan saya juga menyampaikan terima kasih ke Pak Bambang yang telah



mengirim beberapa paper tentang LUSI via Pak Sawolo.







Saya juga mengenal pak Sawolo waktu merumput di Unocal dulu.







Terima kasih pak dan salam buat Pak Sawolo dan Mas Edy.















-DS- 















-----Original Message-----



From: Bambang P. Istadi [mailto:[email protected]] 



Sent: Friday, 05 March, 2010 8:58 AM



To: [email protected]



Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI















Pak Doddy yang baik,















Menurut teman2 drilling, fungsi dari 16" intermediate liner di







Banjarpanji adalah sebagai casing pertama yang harus dipasang sesudah







memasuki transition zone. Ini disebabkan casing 20" tidak di design







untuk menahan tekanan transisi. Rupanya transition zone disumur ini







lebih dangkal dari yang diprediksi (berdasarkan sumur offset Porong),







sehingga 16" intermediate liner tersebut harus dipasang disekitar 2200







ft untuk menjaga kick tolerance yang memadai.















Soal secondary target Lapisan karbonat yang hilang merupakan prognosis







yang diinterpretasikan sebagai mounding feature yang kemungkinan besar







karbonat, tapi ternyata bukan. Sumur wildcat memang sering tidak







menjumpai apa yang sebelumnya diperkirakan. Saya pernah melakukan







statistics antara prognosis dengan actual encountered dibeberapa







lapangan produksi di Kaltim, ternyata meskipun sudah banyak sumurpun







tingkat akurasinya kecil, apalagi sumur eksplorasi wildcat.















Mengenai kenapa 12-1/4" section di bor sampai 9297'. Asumsi pak Doddy







benar bahwa karena LOT di 13-3/8" casing cukup tinggi (16.4 ppg), dan







yang di bor adalah volcaniclastic sandstone dengan MW yang relatif







rendah (14.7 ppg), maka sumur bisa di bor sampai kedalaman ~9400 ft







dengan safe. Safety dari sumur ini serta perhitungannya di bahas secara







rinci di paper yang linknya sudah saya berikan. Kalau ingin copynya,







bisa bisa saya kirim melalui japri.















G&G dilibatkan dalam pemilihan casing seat. Kedalaman top of







Kujung/Prupuh tersebut diprediksi dengan look ahead seismic dan hasilnya







kita diskusikan dengan drilling apakah sumur aman untuk dibor sampai







kedalaman tersebut.















Benar, pengalaman dari Edi Sutriono dan Ralph Adam pun mengatakan bahwa







untuk berhasil menembus lapisan karbonat Kujung Fm/Prupuh, dan bisa







melakukan test, maka casing 9-5/8" harus dipasang di top of karbonat.







Disumur Jeruk, open hole section 12-1/4" mereka lebih panjang dari







Banjarpanji. Jeruk 1 dan 2 adalah 5951 ft dan 6782 ft sedangkan







Banjarpanji adalah 5720 ft., yang relative lebih pendek. Sehingga apa







yang dituduhkan tidak pakai casing karena mau ngirit atau open hole yang







panjang tanpa casing, sebenarnya sudah ada beberapa operator lain yang







mem-bor dengan openhole yang lebih panjang dengan stratigraphic section







yang sama secara aman, Kuncinya adalah cukup tidak nya kick tolerance.















Wass.







Bambang























-----Original Message-----







From: Doddy Suryanto [mailto:[email protected]] 







Sent: Thursday, March 04, 2010 4:47 PM







To: [email protected]







Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI















Pak Bambang yth,















Ada beberapa hal yang menurut saya juga menarik dari sumur Banjarpanji-1







ini.















Beberapa diantaranya adalah peletakan 16" casing yang jauh lebih dangkal







dari prognosisnya. Apakah ini karena terdapat lapisan yang bertekanan







tinggi di kedalaman yang relatif dangkal (1135' lebih dangkal dari







rencana)? 















Dan juga yang menarik lagi adalah tidak munculnya lapisan batu gamping







bagian atas seperti di prognosis yang digantikan oleh keberadaan batu







pasir yang tebal (>3000'?). 















Pak Awang pernah bercerita soal hilangnya lapisan batu gamping atas dan







munculnya batu pasir yang tebal ini di milis beberapa waktu yang lalu.















Karena batu pasir adalah salah satu lapisan yang "release" pressure dan







hasil LOT di 13 3/8" casing yang masih bisa menahan besarnya ECD di







section bawahnya, saya berasumsi pihak drilling berhak saja melanjutkan







pengeboran karena masih aman.















Tetapi apakah ada diskusi dgn G&G kenapa lapisan batuan yang diprediksi







tidak dijumpai di sumur banjarpanji pada saat pengeboran berlangsung dan







apakah efek yang dapat terjadi kalo kita meneruskan pengeboran tanpa







memasang casing di section yang cukup panjang (~6000'?).















Saya yakin drilling pasti bertanya ke G&G soal pemasangan casing lebih







dalam apalagi kalo mau menggabungkan Kujung dan lapisan atasnya.







Pengalaman dgn mas Edy Sutrisno, beliau dulu juga sering berdiskusi soal







pemasangan casing yang lebih dalam di salah satu sumur Jeruknya Santos







di Sampang.































Salam,















-DS-  































-----Original Message-----







From: Bambang P. Istadi [mailto:[email protected]] 







Sent: Thursday, 04 March, 2010 4:20 PM







To: [email protected]







Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI































Sungguh bijak dan benar sekali kata-kata dari pak Koesoema,.. mungkin







hanya waktu yang akan memutuskan.































Bagi saya ini bukan masalah kalah menang, tetapi mencari jawaban apa







yang sesungguhnya terjadi. Dalam hal ini tidak ada pihak yang menang,







baik Lapindo, rakyat sekitar maupun Davies cs. Lusi merupakan fenomena







kelas dunia, masa hanya peneliti asing saja yang asik menggeluti







kejadian dipekarangan rumah kita dan hanya mereka yang nulis di jurnal2







scientific. Karena itulah saya tergelitik untuk mencoba memahami







fenomena ini. Tidak ada salahnya kita terus menggali dan melakukan studi







berdasarkan data2 yang ada.































Pada awalnya kita semua, termasuk saya mengira ini bersumber dari sumur,







namun ada beberapa kejanggalan yang saya amati. Jika lumpur bersumber







dari bocornya sumur karena "hydro-fractured", kenapa sumur dalam keadaan







statis dan tidak kehilangan drilling mud? Drilling merupakan







closed-system, kalau ada yang bocor, seharusnya volume drilling mud







berkurang. Ibaratnya kalau bak kamar mandi kita bocor, permukaan airnya







pasti turun karena volume berkurang. Lalu kenapa masih bisa sirkulasi







kalau dianggap sudah bocor? Tekanan yang diamati baik di annulus maupun







di drillpipe tidak menunjang adanya kebocoran disumur. Juga saat sample







lumpur diambil dibeberapa tempat lalu dianalisa, tidak ada trace oil







based mud yang dipakai sebagai drilling mud. Ini hanya sedikit contoh







dari beberapa kejanggalan2 yang membuat saya berfikir dua kali.































Untuk mas Agus Hendratno, baiknya drilling report tersebut dilengkapi







dengan real time chart mas, supaya bisa cross-check laporan karena







drilling report bisa saja subjektif dan bias. Ditunggu ketoprakan mas,..







hehe































Wass.















Bambang















































































-----Original Message-----















From: R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]] 















Sent: Wednesday, March 03, 2010 7:59 PM















To: [email protected]















Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI































Kita itu harus  belajar dari Pansus Century bahwa ternyata ada kebenaran























secara politis yang diputuskan oleh sidang Paripurna DPR secara aklamasi























atau dengan voting, kebenaran hukum yang diputuskan oleh kekuasan hakim







yang 















dapat naik banding, atau kekuasan penegak hukum untuk meng-SP3-kan, dan 















kebenaran ilmiah yang hanya dapat diputuskan oleh waktu.















Ada maxim di antara geologists: "GEOLOGISTS NEVER CHANGE THEIR IDEAS,







BUT 















EVENTUALLY THEY FADE AWAY" Debat Lusi ini baik untuk sebagai permainan 















intelektual tetapi jangan harapkan akan muncul keputusan mana yang benar























dalam waktu yang singkat. Yang merasa kalah adu argumen selalu bisa 















men-"generate" data baru. Waktu lah yang nanti akan menentukan















Wassalam















RPK















----- Original Message ----- 















From: "Hendratno Agus" <[email protected]>















To: <[email protected]>















Sent: Wednesday, March 03, 2010 5:38 PM















Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI















































Tapi bagaimana kalau itu ternyata adalah















(ini pikiran nakal saja, mohon maaf) : adanya masalah kritis dalam







pemboran















(yang mestinya mencari jendulan limestone, malah nembak mud diapir) pada























saat















yang sama ada peluang reaktivasi sesar watukosek dari gempa jogja?? Jadi







ini 















bukan pada















pro-gempa atau pro-UGBO, tapi pro dua-duanya.































Pada 26 Januari 2006 sore, saat trip geologi antara BPMIGAS - Geologi







UGM, 















kami















mampir ke sumur BJP-1 dan disitu terjadi perdebatan stratigrafi dari







target















sumur, juga pada penampang seismik antara mas Agung Budi Darmoyo dengan







Pak















Awang-Pak Elan-Pak Budianto Toha.































Lalu pada 24 Juni 2006, saat tim yang diketuai mas Rudi Rubiandini, mau















presentasi di depan Menteri ESDM,Gub.jatim, Bupati Sidoarjo, pejabat 















BPMIGAS,















ESDM, juga Lapindo, dimana ada 1 slide yang dipaparkan mas Rudi itu 















disiapkan















oleh tim geologi yang berupa gambar Citra SRTM yang last minute itu kami























tarik















sesar watukosek (selama "tersekap di tim Rudi di hotel mewah tsb"),















dan itu menjadi perdebatan sengit di ruang eksekutif JW Marriot Sby jam 















22.30 -















00.30 wib. Saat semua rapat yang tertutup oleh pers, itu semua







berpakaian 















rapi,















jas, dan batik, saya yang menyodorkan 1 slide ke mas Rudi sebelum rapat,























hanya















hadir berkaos ke ruang rapat tsb), kena semprot beberapa pejabat, karena























rapat















dengan menteri hanya saya yang pakai kaos dan bersepatu sandal, 2 x







ditegur















pejabat ESDM : 1. kapan lagi jika rapat ini dengan menteri pakai baju 















formal! 2.















kenapa narik sesar watukosek? Siapa yang bikin sesar watukosek di slide







itu?















pertanyaan itu, menjadikan saya ditarik keluar ruang dan saya jelaskan 















kenapa















saya pake kaos dan sesar watukosek, darimana peroleh citra SRTM itu??















Rupanya, perdebatan "lusi" dalam pandangan lain, menurutku mulai dari 26























Januari 2006 dengan topik dari target sumur, mud diapir, mud-volcano, 















kemudian berlanjut sesar watukosek, dan gempa jogja...dst-dst.., menarik























untuk dibikin uneg-uneg...































Bahkan dalam 1 tim pun itu juga sering berdebat dan masih menyimpan







materi 















debat, tapi yang namanya juru bicara tetap 1 orang diranah strategis







saat 















itu.































Pada 27 Juni 2006, bahkan ketika tim geologi diberi kesempatan pertama







kali 















cerita (dalam hal ini pak Budianto), saat menyebut "mud-volcano"..., 















tiba-tiba pak menteri tsb kaget dan menuding pada slide :"apa itu dan







tolong 















jelaskan dengan baik!!!". semua diam dan membisu bagaikan patung. Saya







yang 















saat itu duduk disamping pak Luluk (saat itu dengerin paparan pak







budianto 















sambil sama-sama membaca laporan UKL-UPL sumur BJP-1 dengan beliau),







juga 















tersentak dan kaget, karena :pertanyaan pak menteri.































Begitu rampung tidak tahu apa "deal" selanjutnya, saya kabur duluan,







saya 















flight ke Jogja, ternyata tas rangsel saya (tanpa sadar, karena







tergesa-gesa 















disuruh bawa komandan saat boyongan dari patra ke merdeka) masih ada







laporan 















dokumen copyan Daily Geological Report dan Daily Drilling Report BJP-1







dari 















9 maret - 2 juni 2006 turut kebawa ke jogja.































Dan 2 dokumen tsb, akhir februari 2010 numpuk berdebu di ruang kerja







saya, 















yang sudah lama tidak kusentuh dan beberapa hari yang lalu kubersihkan







ruang 















kerjaku dan ketemu dokumen tsb tertumpuk dengan arsip skripsi mhs, saya 















langsung kaget..,lho koq. Jujur, bahwa 2 dokumen tsb selama ini hanya 















"bertapa dan berdebu di pojok ruang kerja saya di lt.3 gd.geologi ugm







selama 















2 th 7 bulan!!! " blaik...!!!































namanya saja geologi, berbeda pendapat adalah anugrah asal semua itu 















didasarkan data.















Mohon maaf uneg-uneg saya ini...















salam, agus hendratno.89































































________________________________































From:Bambang P. Istadi <[email protected]>















To: [email protected]















Sent: Wed, March 3, 2010 3:56:36 PM















Subject: RE: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI































Betul cak Yayang,.. selama dalam ranah ilimiah, diskusi ini sehat dan















konstruktif,.. lanjutkan,..































Wass.















Bambang















































-----Original Message-----















From: abachtiar_CBN [mailto:[email protected]]















Sent: Wednesday, March 03, 2010 2:02 PM















To: [email protected]















Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI































Jangan berhenti, Nathan. Jangan berkecil hati. Komentar-komentar-mu bisa































jadi pemicu diskusi yang "berat-berat" untuk menguraikan ini semua.















Paling















tidak menguraikan keruwetan status LuSi itu di otak kita, karena bagi















sebagian politisi, bisnisman, birokrat, ahli hukum, sebagian asosiasi















profesi, dan sebagian saintis, status penyebab LuSi itu sudah final.















Jangan















"ikut2an" terimbas panas dan ngambek.































salam broer,















adb















===================















----- Original Message ----- 















From: "Nataniel Mangiwa" <[email protected]>















To: <[email protected]>















Sent: Wednesday, March 03, 2010 12:20 PM































===================















Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI















No comment Pak Awang. Penilaian bapak terlalu personal, dan subjektif.















Panas adalah istilah bpk, ngambek pun istilah bpk Awang yg terhormat.















Saya tidak menginisiasi 2 kata tsb di pembahasan yang saintifik ini.































































------------------------------------------------------------------------















--------















PP-IAGI 2008-2011:















ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]















sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]















* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...















------------------------------------------------------------------------















--------















Ayo siapkan diri....!!!!!















Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember















2010















------------------------------------------------------------------------















-----















To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id















To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id















Visit IAGI Website: http://iagi.or.id















Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:















Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta















No. Rek: 123 0085005314















Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)















Bank BCA KCP. Manara Mulia















No. Rekening: 255-1088580















A/n: Shinta Damayanti















IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/















IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi















---------------------------------------------------------------------















DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information















posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no















event shall IAGI or its members be liable for any, including but not















limited to direct or indirect damages, or damages of any kind















whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of















or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing















list.















---------------------------------------------------------------------















































------------------------------------------------------------------------







--------















PP-IAGI 2008-2011:















ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]















sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]















* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...















------------------------------------------------------------------------







--------















Ayo siapkan diri....!!!!!















Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember























2010















------------------------------------------------------------------------







-----















To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id















To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id















Visit IAGI Website: http://iagi.or.id















Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:















Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta















No. Rek: 123 0085005314















Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)















Bank BCA KCP. Manara Mulia















No. Rekening: 255-1088580















A/n: Shinta Damayanti















IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/















IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi















---------------------------------------------------------------------















DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information







posted 















on















its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall







IAGI 















or















its members be liable for any, including but not limited to direct or 















indirect















damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use,







data 















or















profits, arising out of or in connection with the use of any information























posted















on IAGI mailing list.















---------------------------------------------------------------------































































































































__________ NOD32 4903 (20100228) Information __________































This message was checked by NOD32 antivirus system.















http://www.eset.com















































------------------------------------------------------------------------







--------















PP-IAGI 2008-2011:















ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]















sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]















* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...















------------------------------------------------------------------------







--------















Ayo siapkan diri....!!!!!















Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember







2010















------------------------------------------------------------------------







-----















To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id















To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id















Visit IAGI Website: http://iagi.or.id















Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:















Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta















No. Rek: 123 0085005314















Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)















Bank BCA KCP. Manara Mulia















No. Rekening: 255-1088580















A/n: Shinta Damayanti















IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/















IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi















---------------------------------------------------------------------















DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information







posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no







event shall IAGI or its members be liable for any, including but not







limited to direct or indirect damages, or damages of any kind







whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of







or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing







list.















---------------------------------------------------------------------







































------------------------------------------------------------------------



--------







PP-IAGI 2008-2011:







ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]







sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]







* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...







------------------------------------------------------------------------



--------







Ayo siapkan diri....!!!!!







Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember



2010







------------------------------------------------------------------------



-----







To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id







To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id







Visit IAGI Website: http://iagi.or.id







Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:







Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta







No. Rek: 123 0085005314







Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)







Bank BCA KCP. Manara Mulia







No. Rekening: 255-1088580







A/n: Shinta Damayanti







IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/







IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi







---------------------------------------------------------------------







DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information



posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no



event shall IAGI or its members be liable for any, including but not



limited to direct or indirect damages, or damages of any kind



whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of



or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing



list.







---------------------------------------------------------------------

























      Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. 
http://id.answers.yahoo.com




      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke