Pak Awang dan para IAGI Netters YTH., Tulisan yang menarik pak..., berkaitan dengan hal ini, saya ingin menanyakan tentang kondisi aktif nya Gunung Merapi dan beberapa gunung di Indonesia... 1. Apakah aktifnya gunung2 tersebut berkaitan dengan percepatan pergerakan lempeng di wilayah2 tersebut...?, dalam pemikiran saya secara sederhana adalah material yang ter 'melting' kan, kemudian bergerak naik ke permukaan, akan secara relatif 'segera' digantikan oleh magma dari downgoing slab yang ter 'melting' kan, yang kemudian mengalami percepatan tadi...., juga mungkin apakah diakibatkan juga oleh perubahan dalam komposisi magma, tekanan dan gravitasi, perubahan gaya dan arah arus konveksi, perubahan ketebalan slab yang termeltingkan tadi, atau ada penambahan volume dari wilayah2 di upper mantle nya itu sendiri, dsb... 2. Bila aktif nya gunung2 tadi memang berhubungan dengan percepatan pergerakan dari lempeng2 tadi, berarti kemungkinan apakah bisa juga berkaitan dengan percepatan pembukaan di area pematang tengah samudera (MOR); misal di Mid Indian Ridge, SE Indian Ridge, East Pacific Ridge, dll...? 3. Mungkinkah percepatan pembukaan di area2 pematang tengah samudera ini, berkaitan dengan al. proses perubahan arah dan pola dari kemagnetan nya, misalkan dari normal polarity menjadi reverse polarity...? Dan apakah juga berhubungan dengan komposisi mineral penyusun batuan di MOR saat terjadi nya perubahan kemagnetan tersebut...? 4. Bisakah perubahan kemagnetan ini terjadi secara global, dan apakah pernah ada bukti di masa lalu, antara perubahan kemagnetan ini dengan lebih aktif atau tidak aktif nya suatu aktifitas volkanisme, sehingga bisa dilakukan al. suatu analisa, yang mana diharapkan bisa menjadikan suatu strategi mitigasi bencana yang lebih tepat dan komprehensif...? Mohon pencerahan nya pak... Terimakasih Best Regards Sigit Ari P. --- On Thu, 11/4/10, Awang Satyana <[email protected]> wrote:
From: Awang Satyana <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Population Bottlenecking by Volcanic Eruption To: "IAGI" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>, "Geo Unpad" <[email protected]>, "Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]> Date: Thursday, November 4, 2010, 4:05 AM Tadi pagi ada laporan dari seorang pendengar radio bahwa abu Merapi sudah sampai ke Cibitung, Bekasi. Pak Surono, Kepala PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) yang saat itu sedang diwawancarai mengatakan bahwa hal itu mungkin saja setelah mengetahui bahwa abunya sangat halus (efek transportasi ratusan km dari sumbernya). Di Purwokerto, kemarin sore-malam hujan abu, dan baru pagi tadi abu sampai di Bekasi. Semua abu volkanik itu sebagai akibat erupsi Merapi kemarin siang yang ditaksir punya ketinggian sekitar 5 km. Semakin tinggi kolom erupsi semakin luas kemungkinan penyebaran abu volkanik. Saya tiba-tiba jadi ingat salah satu dari dua erupsi terbesar di dunia, meskipun terjadi bukan dalam masa sejarah manusia modern, yaitu erupsi Toba pada sekitar 74.000 tahun yang lalu (Toba supervolcano eruption) - yang satunya lagi Yellowstone supervolcano eruption pada 2,1 Ma (juta tahun yang lalu); 1,3 Ma dan 640 Ka (ribu tahun yang lalu). Mari kita lihat Toba supervolcano eruption untuk mengetahui bagaimana besarnya erupsi saat itu, meskipun disusun atas hasil rekonstruksi geologi, paleoantropologi dan genetika. Para ahli merekonstruksi erupsi supervolcano Toba berdasarkan penyebaran material letusannya berupa ignimbrit (welded tuff) yang saat itu terutama menyebar sampai ke India. Berdasarkan itu, kaldera karena letusan 74.000 tahun yl (ini didasarkan dating umur endapan ignimbrit Toba)luasnya diperhitungkan 3000 km2 - tentu ini sangat luas dan tinggi kolom letusannya 50-80 km sampai mempengaruhi penyerapan sinar Matahari di stratosfer. Erupsi mega-kolosal Toba tentu telah menyebabkan suatu katastrofi yang dahsyat. Erupsi ini telah menurunkan temperatur permukaan Bumi 3-3.5 derajat Celsius selama beberapa tahun. Tentu lingkungan permukaan Bumi berubah secara signifikan akibat erupsi megakolosal ini. Kalau sekarang Merapi meletus mengakibatkan radius 15 km dari puncak Merapi mesti dibebaskan dari penduduk, maka pada 74.000 tahun yang lalu diyakini oleh para ahli paleoantropologi, genetika dan geologi bahwa supervolcano ini telah memunahkan banyak manusia saat itu yang dalam genetika disebut sebagai "population bottlenecking". Dengan menggunakan teknik ”average rates of genetic mutation”, beberapa ahli genetika melihat penciutan jumlah populasi manusia di dunia yang sangat signifikan itu terjadi pada sekitar 74.000 tahun yang lalu dan hanya menyisakan sekitar 10.000 individu yang yang hidup terisolasi. Manusia sekarang diperkirakan berkembang dari 10.000 individu ini melalui beberapa adaptasi dan diferensiasi spesies. Kesamaan temporal antara population bottlenecking dan umur erupsi Toba supervolcano berdasarkan umur ignimbrit membangun jembatan geologi dan genetika bahwa penurunan jumlah spesies manusia terjadi karena supervolcano eruption. Secara spatial jalur erupsi super Toba itu merupakan jalur utama migrasi manusia modern dari Afrika (out of Africa) ke banyak tempat di dunia. Karena secara temporal and spatial match, maka supervolcano Toba eruption 74 Ka dianggap sebagai penyebab population bottlenecking. Erupsi supervolcano Toba 74.000 tahun yl itu juga ada yang menghubungkannya dengan dengan mulainya zaman glasiasi di belahan utara Bumi, tentu ini karena terhalangnya sinar Matahari oleh piroklastika Toba. Glasiasi yang mungkin di luar siklus ini dapat saja berhubungan dengan population bottlenecking. Hanya, angka ini kebetulan cocok juga dengan siklus Milankovitch untuk decline summer solar radiation yang jatuh pada 75.000 tahun yl. Seperti biasanya, siklus uniformitarianisme karena planetary movement bisa saja kebetulan bersamaan dengan terjadinya katastrofi karena eruption supervolcano. Kedua efek ini tentu sangat signifikan bila harus menyebabkan population bottlenecking. salam, Awang -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

