>Saya dengar berita pagi ini , bahwa ada korban yang meninggal
dan terkena luka bakar akibat nue ardantee . Pertanyan saya dengan panas
kl 600 derajat C di puncak atau berapapun , berapa panas dari awan panas
tersebut setelah berjalan 10 - 15 km kearah lereng ?
Kejadian ada
yang meninggal pagi ini , apakah akibat ybs meninggalkan tempat
pengungsiaan (yang dianggap aman)  ?

Kalau korban berada
didaerah yang masih terletak didaerah aman , dengan sendirinya bertambah
luas dong daerah bahayanya ?

si Abah. 

  
Pak Nyoto,
> 
> Ini definisi resmi awan panas dari website
PVMBG:
> 
> Awan panas (nuee ardentes / aliran
piroklastik), terdiri dari batuan yang
> pijar bersuhu tinggi
(>600 C), awan panas ini dapat dihasilkan langsung
> dari
letusan gunungapi atau akibat gugurnya lava yang masih panas mengalir
> melalui lembah sungai. Awan panas ini mengalir bergulung-gulung
seperti
> awan padahal didalamnya batuan pijar dan material
vulkanik yang padat
> bercampur gas yang suhunya tinggi.
>

> ------------------------------
> 
> Tambahan
dari saya.
> 
> Awan panas adalah jenis PDC - pyroclastic
density current. Suhu awan panas
> sangat bergantung kepada
kandungan gasnya, sampai 1000 C bisa tercapai.
> Kecepatannya
bergantung kepada densitas material, kemiringan lereng dan
>
kecepatan keluarnya materi volkanik (volcanic output rate). Kecepatan
> setinggi 700 km/jam bisa tercapai.
> 
> Bila awan
panas mengandung lebih banyak gas daripada material padat, maka
>
densitasnya akan lebih ringan, juga lebih panas, dan bisa mengalir
lebih
> cepat serta membentuk pembubungan yang tinggi. Bila awan
panas banyak
> mengandung uap air, air dan batuan, temperaturnya
bisa menurun sampai 250
> C, tetapi tetap mematikan. Biasanya yang
banyak mengandung air/uap air
> karena di kawahnya terdapat danau,
jadi sering bersatu dengan lahar panas.
> 
> Awan panas
bisa disebabkan banyak hal. Awan panas Merapi terkenal
>
disebabkan runtuhnya sumbat lava (lava lama) atau lava baru. Penyebab
> lainnya adalah letusan materi volkanik seperti gas, abu volkanik
yang
> bercampur membentuk arus turbulen menuruni lereng, atau
bagian puncak yang
> meledak karena erupsi dahsyat serta mengalir
menuruni lereng sebagai
> gravity flow.
> 
>
Aliran awan panas dibedakan antara basal flow di lapisan bawah berupa
> semua batuan dan fragmennya yang punya daya merusak secara dahsyat
sebagai
> gravity flow, dan ash plume di lapisan atas berupa arus
turbulensi
> campuran gas panas, abu dan udara yang punya daya
membakar yang mematikan.
> 
> Awan panas bisa terjadi di
gunungapi bawahlaut atau gunungapi yang muncul
> di atas permukaan
laut. Efek tambahan terjadi bila hal ini terjadi:
> tsunami.
Contoh kasus adalah erupsi Krakatau 1883. Pubikasi di Bulletin of
> Volcanology 65 (2003) tentang Krakatau 1883 menunjukkan bahwa
pyroclastic
> flow via media air terjadi secara efektif, mengalir
sampai hampir 50 km
> menuju pantai Sumatera dan telah menyebabkan
tsunami.
> 
> Pak Nyoto, truk-truk untuk evakuasi
pengungsi tentu hilir mudik setelah
> awan panas tidak ada,
meskipun saya yakin hawanya masih panas di
> sekitarnya...
> 
> salam,
> Awang
> 
> 
>

> 
> -- Pada Kam, 4/11/10, nyoto - ke-el
<[email protected]> menulis:
> 
>> Dari: nyoto
- ke-el <[email protected]>
>> Judul: Re: [iagi-net-l]
Population Bottlenecking by Volcanic Eruption
>> Kepada:
[email protected]
>> Tanggal: Kamis, 4 November, 2010, 4:20
PM
>> Pak Awang,
>>
>> Terimakasih
ceritanya tentang abu volkanik dari Merapi.
>> Di Jakarta apa
juga sudah ada abu volkanik dari Merapi ini
>> ? 
Mudah2an
>> nggak sampai Jakarta, karena akan menambah paniknya
orang2
>> Jakarta yg sudah
>> cukup banyak kejadian2
yg membuat orang2 Jakarta panik
>> ataupun stress karena
>> hujan, banjir & macet  sampai ber-jam2
ditengah
>> jalan setelah seharian
>> kecapeakan
bekerja.
>>
>> Tadi pagi ada seorang teman yg awam
terhadap kejadian2
>> meletusnya gunung
>> api,
sampai melalui milis dia bertanya atau kurang percaya
>> dengan
suhu awan
>> panas Merapi yg disebutkan mencapai 400-500-an
degC. Kenapa
>> kalau sampai
>> ratusan degC,
mobil2/motor2 pengangkut para pengungsi masih
>> bisa
berkeliaran
>> utk menyelamatkan para pengungsi. Dia berlogika
kalau
>> suhunya sampai ratusan
>> degC kan tengki
bensin mobil2 /motor2 sudah terbakar atau
>> bahkan meledak,
>> kenapa hal tsb tidak terjadi ?  Kalau pak Awang
punya
>> penjelasan beserta
>> data2nya (misalnya
awan panas Merapi itu terdiri dari apa
>> saja koq bisa
>> panas sekali & berapa sebenarnya suhu awan panas tsb,
>> dll), mungkin akan
>> sangat menarik utk mereka2 yg
awam terhadap perilaku magma
>> bumi melalui
>>
gunung apinya. Terimakasih sebelumnya.
>>
>>
wass,
>> nyoto
>>
>>
>>
>>
>> 2010/11/4 Awang Satyana
<[email protected]>
>>
>> > Tadi pagi
ada laporan dari seorang pendengar radio
>> bahwa abu Merapi
sudah
>> > sampai ke Cibitung, Bekasi. Pak Surono, Kepala
PVMBG
>> (Pusat Vulkanologi dan
>> > Mitigasi
Bencana Geologi) yang saat itu sedang
>> diwawancarai
mengatakan bahwa
>> > hal itu mungkin saja setelah
mengetahui bahwa abunya
>> sangat halus (efek
>>
> transportasi ratusan km dari sumbernya). Di
>> Purwokerto,
kemarin sore-malam
>> > hujan abu, dan baru pagi tadi abu
sampai di Bekasi.
>> Semua abu volkanik itu
>> >
sebagai akibat erupsi Merapi kemarin siang yang
>> ditaksir
punya ketinggian
>> > sekitar 5 km. Semakin tinggi kolom
erupsi semakin luas
>> kemungkinan
>> >
penyebaran abu volkanik.
>> >
>> > Saya
tiba-tiba jadi ingat salah satu dari dua erupsi
>> terbesar di
dunia,
>> > meskipun terjadi bukan dalam masa sejarah
manusia
>> modern, yaitu erupsi Toba
>> > pada
sekitar 74.000 tahun yang lalu (Toba supervolcano
>> eruption)
- yang
>> > satunya lagi Yellowstone supervolcano eruption
pada
>> 2,1 Ma (juta tahun yang
>> > lalu); 1,3
Ma dan 640 Ka (ribu tahun yang lalu). Mari
>> kita lihat
Toba
>> > supervolcano eruption untuk mengetahui
bagaimana
>> besarnya erupsi saat itu,
>> >
meskipun disusun atas hasil rekonstruksi geologi,
>>
paleoantropologi dan
>> > genetika.
>> >
>> > Para ahli merekonstruksi erupsi supervolcano Toba
>> berdasarkan penyebaran
>> > material letusannya
berupa ignimbrit (welded tuff)
>> yang saat itu terutama
>> > menyebar sampai ke India. Berdasarkan itu, kaldera
>> karena letusan 74.000
>> > tahun yl (ini
didasarkan dating umur endapan ignimbrit
>> Toba)luasnya
>> > diperhitungkan 3000 km2 - tentu ini sangat luas dan
>> tinggi kolom letusannya
>> > 50-80 km sampai
mempengaruhi penyerapan sinar Matahari
>> di stratosfer.
>> >
>> > Erupsi mega-kolosal Toba tentu telah
menyebabkan suatu
>> katastrofi yang
>> >
dahsyat. Erupsi ini telah menurunkan temperatur
>> permukaan
Bumi 3-3.5 derajat
>> > Celsius selama beberapa tahun. Tentu
lingkungan
>> permukaan Bumi berubah
>> > secara
signifikan akibat erupsi megakolosal ini.
>> >
>>
> Kalau sekarang Merapi meletus mengakibatkan radius 15
>>
km dari puncak Merapi
>> > mesti dibebaskan dari penduduk,
maka pada 74.000 tahun
>> yang lalu diyakini
>> >
oleh para ahli paleoantropologi, genetika dan geologi
>> bahwa
supervolcano ini
>> > telah memunahkan banyak manusia saat
itu yang dalam
>> genetika disebut sebagai
>> >
"population bottlenecking".
>> >
>>
> Dengan menggunakan teknik â&euro;average rates of genetic
>> mutationâ&euro;, beberapa
>> > ahli
genetika melihat penciutan jumlah populasi
>> manusia di dunia
yang sangat
>> > signifikan itu terjadi pada sekitar 74.000
tahun yang
>> lalu dan hanya
>> > menyisakan
sekitar 10.000 individu yang yang hidup
>> terisolasi.
Manusia
>> > sekarang diperkirakan berkembang dari 10.000
individu
>> ini melalui beberapa
>> > adaptasi
dan diferensiasi spesies.
>> >
>> > Kesamaan
temporal antara population bottlenecking dan
>> umur erupsi
Toba
>> > supervolcano berdasarkan umur ignimbrit
membangun
>> jembatan geologi dan
>> > genetika
bahwa penurunan jumlah spesies manusia
>> terjadi karena
supervolcano
>> > eruption. Secara spatial jalur erupsi
super Toba itu
>> merupakan jalur utama
>> >
migrasi manusia modern dari Afrika (out of Africa) ke
>> banyak
tempat di
>> > dunia. Karena secara temporal and spatial
match, maka
>> supervolcano Toba
>> > eruption 74
Ka dianggap sebagai penyebab population
>> bottlenecking.
>> >
>> > Erupsi supervolcano Toba 74.000 tahun
yl itu juga ada
>> yang menghubungkannya
>> >
dengan dengan mulainya zaman glasiasi di belahan utara
>> Bumi,
tentu ini
>> > karena terhalangnya sinar Matahari oleh
piroklastika
>> Toba. Glasiasi yang
>> > mungkin
di luar siklus ini dapat saja berhubungan
>> dengan
population
>> > bottlenecking. Hanya, angka ini kebetulan
cocok juga
>> dengan siklus
>> > Milankovitch
untuk decline summer solar radiation yang
>> jatuh pada
75.000
>> > tahun yl. Seperti biasanya, siklus
uniformitarianisme
>> karena planetary
>> >
movement bisa saja kebetulan bersamaan dengan
>> terjadinya
katastrofi karena
>> > eruption supervolcano. Kedua efek ini
tentu sangat
>> signifikan bila harus
>> >
menyebabkan population bottlenecking.
>> >
>>
> salam,
>> > Awang
>> >
>>
>
>> >
>> >
>> >
>> >
>>
--------------------------------------------------------------------------------
>> > PP-IAGI 2008-2011:
>> > ketua umum: LAMBOK
HUTASOIT, [email protected]
>> > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
>> > * 2 sekretariat (Jkt &
Bdg), 5 departemen, banyak
>> biro...
>> >
>> >
>>
--------------------------------------------------------------------------------
>> > Ayo siapkan diri....!!!!!
>> > Hadirilah PIT
ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 22-25
>> November 2010
>> >
>> >
>>
-----------------------------------------------------------------------------
>> > To unsubscribe, send email to:
>>
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> > To subscribe, send
email to:
>> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> > Pembayaran
iuran anggota ditujukan ke:
>> > Bank Mandiri Cab. Wisma
Alia Jakarta
>> > No. Rek: 123 0085005314
>> >
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> > Bank
BCA KCP. Manara Mulia
>> > No. Rekening: 255-1088580
>> > A/n: Shinta Damayanti
>> > IAGI-net Archive
1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> >
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>
>
>>
---------------------------------------------------------------------
>> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard
>> to information posted
>> > on its mailing lists,
whether posted by IAGI or
>> others. In no event shall
>> > IAGI or its members be liable for any, including but
>> not limited to direct
>> > or indirect damages,
or damages of any kind
>> whatsoever, resulting from loss
>> > of use, data or profits, arising out of or in
>> connection with the use of any
>> > information
posted on IAGI mailing list.
>> >
>>
---------------------------------------------------------------------
>> >
>> >
>>
> 
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT,
[email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5
departemen, banyak biro...
>
--------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah PIT ke-39 IAGI,
Senggigi, Lombok NTB, 22-25 November 2010
>
-----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website:
http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123
0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net
Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
or others. In no event
> shall IAGI or its members be liable for
any, including but not limited to
> direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting
> from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with
> the use of any
information posted on IAGI mailing list.
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke