Pak Syaiful,
Walaupun saya juga termasuk orang awam, dari diskusi ini ada dua concerns yang 
menjadi dan perlu mendapat perhatian maupun penerangan bersama;

*Banyak penduduk korban Lusi sangat betul2 memerlukan bantuan riil baik 
kebutuhan se-hari2 para korban maupun fasilitas sosial/umum dan bahkan gelapnya 
masa depan mereka oleh karena kehilangan harta karun mereka.

**Mengutif, masyarakat awam Lusi memasang sticker yang bertuliskan sebagai 
berikut: 
Penyebab semburan lumpur panas di Sidoarjo:
42 ahli mengatakan karena pemboran,
3 ahli mengatakan karena gempa.

----- Original Message ----- 
  From: nyoto - ke-el 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, May 31, 2011 7:18 AM
  Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes


  Bisa dimulai dengan mendata berapa jumlah penduduk yg terlantar (mungkin 
daftar ini sudah ada di BPLS ya?), terutama yg memang betul2 memerlukan bantuan 
riil utk kebutuhan se-hari2 para korban, fasilitas sosial & fasilitas umum. 

  Tetapi yg menjadi masalah & keluhan besar dari para korban Lusi adalah sampai 
saat ini dengan tidak tuntasnya urusan ganti-rugi tanah & bangunan yg dimiliki 
masyarakat Lusi & sekitarnya yg terkena dampak lumpur panas tsb sehingga 
tanah/bangunannya tidak bisa digunakan atau dimanfaatkan lagi seperti sebelum 
terjadinya lumpur lapindo tsb. 

  Para korban ini umumnya sudah terdaftar lengkap dengan luas tanah & 
bangunannya & sudah mempunyai nilai ganti rugi yg harus dibayarkan ke ybs, 
tetapi umumnya mereka mengeluh & memprotes sampai saat ini ganti ruginya baru 
diterima mereka sebagian kecil saja.  

  Seperti pak Zainul salah satu korban lumpur Lapindo, di MetroTV kemarin 
malam, katanya dia sudah menerima ganti rugi tapi sampai saat ini (kemarin) 
baru menerimanya 20%  (50 juta rph) saja, yg 80% belum diterima.  

  Dan para korban Lapindo yg seperti pak Zainul ini jumlahnya buanyak sekali.  
Pihak dari Lapindo menerangkan bahwa yg membayar ganti rugi ke pak Zainul (dan 
para korban lainnya) adalah dari keuangan keluarga Bakrie katanya, jadi bukan 
dari Lapindo, makanya dibayarnya secara dicicil.

  Nah saya kira IAGI tidak akan membantu dalam soal ganti rugi ini kan ? Yg 
besarnya saya kira bisa mencapai milyardan rupiah, karena meliputi ribuan 
korban yg harus diganti-rugi tanah & bangunannya.


  Wass,
  nyoto

  2011/5/31 <[email protected]>

    Ide yg bagus, pak Koesoema. Yg lalu, IAGI bersama HAGI pernah membuka 
dompet sejenis utk bencana letusan Gunungapi Merapi. Tak ada salahnya, kita 
bisa lakukan hal yg sama utk LUSI.

    Terimakasih atas masukan ini.

    Salam,
    Syaiful
    Mohammad Syaiful
    * handphone: +62-812-9372808
    * business: [email protected]


----------------------------------------------------------------------------

    From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]> 
    Date: Tue, 31 May 2011 05:50:27 +0700
    To: <[email protected]>
    ReplyTo: <[email protected]> 
    Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes


    Semua pihak berbicara mengenai penderitaan rakyat yang terkena dampak 
lumpur Sidoarjo atau Lumpur Lapindo.
    Mengapa masyarakat, seperti Stasium TV, LSM  dsb  tidak membantu mereka 
secara nyata (bukan ngomong saja) dengan membuka "Dompet sumbangan untuk Korban 
Lumpur Sidoarjo", seperti hal-nya dengan waktu terjadinya Gempa dan Tsunami 
Aceh dan waktu terjadi Gempa Jogya, dan meletusnya Merapi?
    Apakah tidak dapat dimulai sekarang, walaupun terlambat, terutama dengan 
inisiatif  pihak-pihak yang yakin bahwa semburan lumpur Sidoarjo ini adalah 
bencana alam?
    Rasanya aneh, karena Pemerintah dan DPR dan instansi, bahkan juga symposium 
sudah menyatakannya demikian, tetapi tidak ada action ke arah ini?
    Barangkali IAGI dapat mulai membuka Dompet Lumpur Sidoarjo untuk menampung 
sumbangan bagi korban lumpur sidoarjo?
    Wassalam
    RPK


------------------------------------------------------------------------------

  “Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.



“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.

Kirim email ke