Tapi, tampaknya sih om MJP ini bak politikus ulung lho uraiannya, suwerrr, he..he..
Mohammad Syaiful * handphone: +62-812-9372808 * business: [email protected] -----Original Message----- From: Muharram Jaya Panguriseng <[email protected]> Date: Tue, 31 May 2011 03:42:14 To: [email protected]<[email protected]>; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia ([email protected])<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: RE: [iagi-net-l] Andang Protes Menurut hemat saya yang buta trik-trik politik, orang yang paling rugi baik finasial maupun politik dengan justifikasi yang berbelit-belit untuk menghindari tanggungjawab social ini adalah pemilik Lapindo sendiri. 1000 ilmuwan dari luar negeri untuk menjustifikasi bahwa pemicu semburan lumpur adalah gempa Jogjakarta tidak akan mampu melawan "opini" public. Terlalu mahal untuk 2014 :) Kalau boleh berandai-andai. Sendainya seluruh biaya yang telah dikeluarkan Lapindo dan Pemerintah sejak 5 tahun yang lalu digunakan untuk merelokasi masyarakat terdampak maka itu "mungkin" lebih dari cukup untuk ganti UNTUNG 100x lipat (adakah yang punya angka exact berapa dana yang sudah dihabiskan?). Seandainya itu dilakukan dari awal maka LUSI ini tidak akan dipandang sebagai bencana kemanusiaan, paling tidak hanya disebut "kejadian alam" sebagaimana dikehendaki Lapindo sekarang. Kejadian alam yang dipicu oleh pemboran ataupun gempa Jogjakarta tidak lagi jadi soal, masyarakat sudah senang. Dan jika semua tanahnya sudah dibebaskan Lapindo, maka Lapindo akan punya Laboratorium Mud Volcano yang bisa dijadikan pusat penelitian Mud Volcano dunia dan juga bisa dijadikan pusat parawisata serta kegiatan ekonomi lainnya. Seandainya itu yang dilakukan, Rakyat senang vs Lapindo senang. 2014 menang... ngimpi mode oon (bukan ON) :) Salam canda, MJP From: kartiko samodro [mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, May 31, 2011 9:27 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes Sepertinya kalau memang tulus hendak membayar lunas sekaligus juga bisa deh ...kenapa harus mencicil ? Kasihan kan kalau dicicil, mau pindah ke tempat yang baru tidak cukup, mau terus ditungguin susah... padahal kalau sudah lunas , mereka kan bisa cari tempat tinggal baru, memulai kehidupan yang baru, sekolah lagi dsb. sebenarnya bottomline dari perdebatan rekan rekan geologist kan bukan murni karena science tapi lebih karena keprihatinan akan kondisi korban lapindo...coba kalau masalah korban lapindo ini sudah beres, kita akan lebih jernih mencari solusi untuk penanganan lumpur ini selanjutnya. jangan sampai seperti kecelakaan di jalan, orang saling ribut menyalahkan siapa yang menubruk duluan , sementara korban kecelakaan yang sudah megap megap dibiarkan. 2011/5/31 nyoto - ke-el [email protected]<mailto:[email protected]> Dan para korban Lapindo yg seperti pak Zainul ini jumlahnya buanyak sekali. Pihak dari Lapindo menerangkan bahwa yg membayar ganti rugi ke pak Zainul (dan para korban lainnya) adalah dari keuangan keluarga Bakrie katanya, jadi bukan dari Lapindo, makanya dibayarnya secara dicicil. Wass, nyoto ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. *****

