Saya setuju dengan pak Kendar , bahwa sudah ada indikasi bencana
alam , jadi kalau mau nyumbang ya bisa bisa saja dilakukan.

si
Abah

On Tue, May 31, 2011 6:25 am, [email protected]
wrote:
> Setuju dengan usul bapak yang sangat konstruktif daripada
terus menerus
> wawancara dan berulang-ulang menyiarkan. Dari awal
sudah ada indikasi
> kearah bencana alam (SA)
> Sent from
my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>
Teruuusss...!
> 
> -----Original Message-----
>
From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]>
> Date: Tue, 31 May 2011 05:50:27
> To:
<[email protected]>
> Reply-To:
<[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Andang
Protes
> Semua pihak berbicara mengenai penderitaan rakyat yang
terkena dampak
> lumpur Sidoarjo atau Lumpur Lapindo.
>
Mengapa masyarakat, seperti Stasium TV, LSM  dsb  tidak membantu mereka
> secara nyata (bukan ngomong saja) dengan membuka "Dompet
sumbangan untuk
> Korban Lumpur Sidoarjo", seperti hal-nya
dengan waktu terjadinya Gempa dan
> Tsunami Aceh dan waktu terjadi
Gempa Jogya, dan meletusnya Merapi?
> Apakah tidak dapat dimulai
sekarang, walaupun terlambat, terutama dengan
> inisiatif 
pihak-pihak yang yakin bahwa semburan lumpur Sidoarjo ini
> adalah
bencana alam?
> Rasanya aneh, karena Pemerintah dan DPR dan
instansi, bahkan juga
> symposium sudah menyatakannya demikian,
tetapi tidak ada action ke arah
> ini?
> Barangkali IAGI
dapat mulai membuka Dompet Lumpur Sidoarjo untuk menampung
>
sumbangan bagi korban lumpur sidoarjo?
> Wassalam
> RPK
> 


-- 
_______________________________________________
Nganyerikeun hate
batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.

Kirim email ke